
Sampai para warga pun melihat aksi Yuli yang ingin menabrakkan diri, tiba-tiba saja saat itu ada sih Ada Deni yang kebetulan saja lewat dia lalu melihat Yuli.
"Nimmmmm..... Nimm."Timpal suara klakson supir truk itu yang malu melitas.
"Yuliii ... Awasssss."teriak deni yang berlari untuk menyelamatkan yuli lalu memeluk Yuli saat truk tersebut hampir menabrak mereka.
"Ahkkkk."teriaak yuliiiii ditarikkk deni.
Lalu deni memeluknya untung saja ia tidak jatuh dan mengenai aspal bisa-bisa keguguran juga sehingga Yuli Pun Menangis disitulah Deni mulai menenangkannya karena kasian keadaan yuli yang putus asa dan tiba-tiba saja supir truk mulai turun dan berkata seperti ini.
"Eh mbak ... Mas kalau nyebrang tuh liat-liat."
"Maaffff ... bang maaf."timpal sih deni telah minta maaf sambil menunduk.
"Ya ... mau mati apa gimana sih pake matanya dong."cerca supir itu yang memaki mereka siapa lagi kalo bukan yuli dan deni.
"Ya Allah Pak saya kan udah minta nomor maki-maki saya segala."jawab sih denny dengan nada murka lalu sih supir pun mulai emosi.
"Eh ... Sampean yolot ya sini saya bogem buat ngasih pelajaran untuj kamu baru anak kemarin sore salah nyolot lagi."imbuhnya sih supir itu yang tak terima dimaki oleh deni.
"udah den . Dah."ujar sih yuli yang mulai bersujud kearaah bapak supir truck itu.
"Yul... Apa yang kamu lakuin yul."
"Udah .. Mass kamu diam saja daripada kita yang dilaporin."tas Yulia memperingati Deni untuk diam sehingga Deni pun tak bisa berkutik lagi karena takut yang dibilang oleh Yuli itu benar bahwa mereka akan dilaporkan kepada pihak berwajib.
"Pak ...Tolong Pak Maafkan dia dan saya juga."ujar sih yuli yang berusaha Mengheningkan suasana yang telah tegang ini.
" Ya ... kalau gitu Saya minta ganti rugi karena susu sapi galeng saya sudah tumpah, gara-gara hampir nabrak kalian berdua ya."ujar sih supir itu meminta tanggung jawab kepadanya.
"wis berapa total ne berapa pak."tanya sih yuli.
"650 wiru."jawab sih supirr itu dengan lantang.
Si Yuli dan Deni pun kaget setengah mati masa ia mereka bayar harus sekitar Rp650.000 waktu itu uang segitu sangat mahal, ditambah lagi zaman tahun era 1968 tahun belum lagi cangih,ada laptop in Lenovo, belum ada telepon layar sentuh dan juga belum ada mesin air belum praktis juga dizaman itu.
Sampai saat supir itu pun marah-marah dan meminta uang kerugian itu segera mungkin Kalau tidak dia bisa ambil KTP mereka untuk sebagai jaminan bahwa mereka harus bayar sampai mereka pun dimaki-maki bawa si supir ini tak peduli harus segera membayar uang sekitar segitu.
"Maaf pak ... tapi kan kita Gak ada uang sebesar itu Pak soalne kita masih kuliah."ujar sih denny yang memberikan penjelasan padanya.
"Saya ga mau tau... sampeyan berdua harus ganti rugi, salah sendiri nyebrak nda hati-hati."jawab sopir truck itu dengan nyolot sehingga Mereka berdua pun bingung harus menjawab apa.
" Kalo ... Nda bisa saya minta jaminan ktp-ne segera, cepaaatttan."ujar sih supit truck pun yang mengedahkan tangan.
"Atauu ... Saya laporin sampeann ke pihak berwajib."imbuhnya yang mengancam mereka berdua.
"gimana ini Mas Den."timpal sih yuli yang menarik-narik kemeja denny yang lusuh.
" yowess ...kasih aja yul.. daripada kita dilaporkan kepada pihak berwajib."Mas Deni yang menyuruhnya untuk ktp-nya kepada sopir truk tersebut.
Dengan terpaksa Yuli pun memberikan KTP itu sebagai jaminan sama dengan Deni yang memberikan KTP tersebut kepada supir tersebut jika berhubungan dengan Polisi juga bisa berabe dan membuat nama keluarga mereka masing-masing tercemar.
"Oke saya kasih waktu kepada kalian ya sampai 1 bulan jika kalian tidak bisa bayar."ujar sih supir truk itu yang mengancam mereka.
"Oehhkkk."imbuh sopir truk itu yang yang mengancam dengan cara tangannya itu menyetuh ke lehernya.
Disitulah mereka berdua ketakutan hingga pada akhirnya mereka bingung harus bagaimana bisa mengembalikan uang sebanyak itu lagi Yuli masih guru TK di honorer sedangkan Deni masih kuliah di semester 7 dan belum menyelesaikan skripsi .
"Saya ... Kesini minta ganti rugi dari anak sampeyan yang dia menghancurkan dagangan saya."ujar sih pak supir yg emosi.
"Hah ... Astagfirllahzum."gumam sih pak susanto itu dalam hati.
"Kenapaa pak kok iso."tanya sih bu endahh penasaran.
" anak sampeyan itu sebenarnya sengaja menabrakan diri sampai dagangan saya hancur tau !!!"jelas sih supirr itu.
" Nda.. mungkin nda mungkin nggak pak anak saya begitu pak."jawab Bu Endang pada dirinya.
"Sudahh ... sudah buu !!! mending ibu langsung saja berangkat untuk bertemu dengan saudara keluargamu."titah suaminya yang menyuruh bu endah pergi.
" Ya .. Pak, ya."jawab bu endah yang melangkah pergi.
"Ibu pamitt dulu ya assamualaikum."timpalnya si Bu Endah yang menyalami punggung tangan suaminyam
"Walaikumsalam bu."jawab pak sasonto yang berdiri.
" kalau begitu Pak Saya pergi dulu ya."Timpal Bu Endah meminta izin kepada sopir truk itu .
"Yaaa !!!."jawab sih supir itu dengan nyolottnya.
" Baik Pak ... Silakan masuk dulu biar kita runding dulu baik-baik di sini."istilahnya si Pak susanto menyuruh si sekitar ini untuk duduk tamu seperti ini bukannya duduk dulu Malah memakinya pak susanto seperti ini.
"Alaahh ... saya nggak mau basa-basi di rumah ini ya Pak pokoknya anak sampai harus ganti rugi sekitar Rp400.000."imbuhnya yang mengadah tangannya.
"ya .. saya tau anak salah Pak nanti saya akan usahakan untuk menggadaikan tanah saya buat bayar kerugian bapak bagaimana." Timpal pak susanto pun memberikan saran agar sih supir tersebut tidak membuat keributan lalu sih supir tersebut mengiyakan nya.
"tapi ...beri kami waktu dulu."timpal pak susanto yang meminta waktu.
"Baik... Saya tunggu 1 minggu ya ,awass kalo nda ada duitne."ancam sih supir itu dengan emosi.
"baik ... Pak silahkan."jawab sih susanto yang mempersilahkan nya.
Lalu pak supir truk dengan emosinya meminta izin pamit untuk segera pergi ke rumah si Deni meminta pertanggungjawaban ganti ruginya lahi Sehingga Pak suseto pun mulai emosi dengan kelakuan Yuli akhir-akhir ini makin hari makin bloon saja perangan sih yuli itu pikirnya si Pak Susanto itu lalu pak Susanto pun mulai memanggil Yuli.
"Ya ... Ada apa pak."jawab sih yuli habis mengerjakan tugas dikamar kemudian bapaknya menamparnya.
"Ahkkk ... Sakitt pakk kenapa bapak nampar yuli sih,kan yuli lagi hamil." timpal Yuli yang mengelus pipi mulusnya itu.
"Lagian kamu ini ... ada-ada saja bikin Bapak kecewa."ujar bapaknya yang kecewa terhadap yuli.
"Pertama kamu hamil diluar nikah terus kamu menghina mbakmu saat mbakmu dulu pernah mengandung."Timpa Bapaknya yang memberikan taukan nya agar sih yuli tersadar juga.
"kedua supir truk itu meminta tanggung jawab karena kamu menabrakkan diri kaya punya masalah berat saja."imbuh bapaknya yang mengguncangkan bahunya Yuli sehingga yuli pun menangis.
"ketiga kau bikin masalah Apa maksudmu Yuli apa, kamu bikin masalah di keluarga ini Yuli."imbuhnya lagi yang menguncanhkan tubuhn Yuli lagi sehingga yuli pun menangis dan binggung harus menjawab apa.
"Bapak tahu kamu tuh pinter tapi kenapa kamu bodoh yul."
Sampai-sampai yuli pun bersujud kepada bapaknya untuk meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi lalu Bapaknya pun menangis lalu memaafkannya kemudian memeluk Yuli,lalu Yuli berjanji tidak akan melakukan perbuatan nya yang bodoh itu apalagi bunuh diri,bunuh diri pantang hukum nya apalagi allah pling benci orang yang bunuh diri karena masalah besar yang kecil yang belum siap sampai mereka mengakhiri hidup.
/Next cerita berikutnya/