
lalu aku bergegas untuk cepat-cepet pulang dan menangsi kejadian memalukan ini hingga mood ku naik turun gara-gara HRD sialan itu yang membuat aku depresi hingga aku tidak sadar kalo aku sudah sampai dirumah 15 menit bisa nyampe.
kemudian saat itulah aku mulai berjalan lalu akhirnya aku ketemu dengan mantanku kemudian Aryo pun meminta aku balikan dengannya dan menjadikanku istri kedua sudah sakit rasanya bola mana mantan kekasih minta rujuk balikan saat Aku ingin pulang.
" Maafkan Aku telah membuatmu sakit hati."ujarnya sambil memegangg kedua tanganku.
" Yoo owoess toh mass hubungan kita toh sudah berakhir dan sekrang aku ndak mau lagi kenal lagi sama kamu." jawabku yang mulai menjauh darinya.
" tapi ni aku masih sayang sama kamu aku nda bisa hidup tanpamu ni." timpalnya mulai mengejarku laluku berkata seperti ini.
" yo wes ... mas kan kamu dulu udah nikah sama murni Tolonglah Mas jangan ganggu aku karena aku pengen sendiri." ujarku yang perlahan-lahan lari darinya.
lalu kemudian dia mulai meneriaki ku bahwa aku akan menyesal telah meninggalkannya di situ aku tidak peduli aku benar-benar sial ketemu dia lagi padahal aku udah move on udah lupa sama dia udah nggak mau inget dia lagi capek dengan masa pacaran bersama dia dia malah enak selingkuh bikin anak sama aku terus tidak bertanggung jawab begitu saja sangat menjijikan dan segeralah aku masuk dalam ke dalam rumahku.
apalagi mendengarkan semua keluh kesah ibu di mana Ibu Ingin sekali aku menikah dan mempunyai anak dan juga menantu kaya seperti jartono itulah cita-cita ibuku dan bukan kemauan ku toh buat apa aku menikahi pria berandalan itu.
kemudian Aku pun mengucapkan salam kepada bapak lalu bapak tersenyum kemudian menanyakan keadaan ku dalam perasaan ku yang sulit ini.
" gimana nak interviewnya Apakah lancar." tanyanya kepadaku dan kemudian aku pun menjawab.
" Seperti biasa pak aku nggak diterima kerja lagi Pak karena pesaing banyak dan juga aku kalah sama lulus sma yang punya pengalaman banyak dibandingkan aku yang udah lama kuliah tapi masih begini-begini saja pak."
" owess ... ndu yang penting kamu sudah berusaha ndu tawakal saja kepada allah swt ndu."timpal bapak ya menyemangati ku.
"Iya ... pak."jawabku dengan pelan.
" Dan ... jangan lupa kamu salat dhuha ya agar rezeki kamu lancar dan mudah diatur oleh allah."ujar bapak hingga lamunan ku buyar.
" Oh ... siap pak."jawab ku yang tersenyum kepada bapak.
di situlah aku mulai salat dhuha terlebih dahulu setelah itu aku langsung saja membereh-beres rumah kemudian aku pun masak untuk bapak agar Bapak tidak kelaparan disiang bolong begini dan setiap hari aku melakukannya mengerjakan pekerjaan rumah secara sendiri mulai nyuci piring nyapu, ngepel, dan lain sebagainya jika Ibu tahu aku belum mengerjakan pekerjaan rumah mungkin dia akan menghinaku bahwa kau tidak becus menjadi anak yang baik dan akan disumpahin mati-matian seperti ini dan juga dijelekin oleh para tetangga di belakang ku dan bilang bahwa aku anak pemalas dan ga guna dimata nya semua serba salah menurutnya.
dan tak terasa Aku telah selesai mengerjakan pekerjaan rumah Kemudian bersiap-siap lah aku untuk berwudhu terlebih dahulu di jam setengah dua aku mulai berwudhu setelah itu baru aku melaksanakan salat johor se khusu- khusu mungkin setelah aku melaksanakan salat johor aku pun berdoa semoga diberi jalan yang terbaik dan bisa mendapatkan pekerjaan yang aku inginkan agar aku bisa membahagiakan Bapak dan Ibu terutama untuk adikku.
Apalagi Pasti Yuli yang membutuhkan biaya kuliah lumayan besar nominal semester 2 600 ribu gimana dengan biaya masuknya sebesar 600 ribu juga pusing bila aku pikirkan semua itu Meskipun aku belum punya kerjaan tapi ingin membantu namun nass sering ditentang Ibu karena alasan aku belum bisa menjaga diriku sendiri karena aku tidak perawan dan juga aku tidak boleh kerja di luar kota dan kemudian aku tidur karena sangking capenya mengerjakan pekerjaan rumah seharian setiap harinya dan kemudian bapak menanggil ku karena hari mulai sudah azan Ashar.
"Nak ... nak bangun nak." ujar bapak yang terus membangunkanku dengan posisi tidur yang miring saat aku terbalik terbaring lemas.
"Ehmm ya ... pak hari ini aku mau baru bangun nih pak." ujarku lemas yang berusaha membuka mataku sehingga aku menguap.
" Iya sih kamu jangan lupa salat ya Nak ya jangan tidur terus nanti rejeki dan jodoh ke patok loh."ujar sih bapak yang kesel padaku.
" Astaghfirullahaladzim Pak jangan gitu Pak Iya Marini bangun kok."ujarku yang berusaha bangun dari teras dan kemudian aku berdiri.
" udah kalau gitu salat yang benar ya itu nasehat bapak untuk kamu jangan lalaikan sholatmu kalo hidup kamu nggak mau seperti ini." ujar Bapakku dengan mengancam.
"Ya.... pak Marini salat." ujarku sambil menggaruk-garuk kepalaku.
pada akhirnya aku pun melaksanakan salat dengan hati yang kusut ini di mana Aku muak dengan semua kehidupan dan cobaan ini tapi aku harus nya tegar dan tetap tenang dan kemudian aku pun melaksanakan salat.
Dan beberapa 1 jam kemudian ada telpon dari rumaj yang berbunyi padahal baru saja aku melaksanakan salat asar dan kemudian aku menguap saking lelahnya aku habis tidur siang kemudian telepon rumah itu terus saja berbunyi lalu kemudian aku mengangkatnya
kemudian aku mengangkatnya.
"Hallo."
"Goblok bocah gendeng lama amat sih kamu."
Ternyata itu suaraa ibuku yang menelpon ku dari tadi pakai telepon umum.
[" Iya Bu ada apa."]
[" Aduh ampun Bu mohon maaf bu Marini kelupaan Habis bangun tidur bu."] ujarku yang berusaha menjelaskan nya saat Ibu marah kepadaku.
[" Alasaan aja ... kamu udah jam berapa sih kamu nggak ingat ini setiap hari Ibu pulang jam setengah lima kamu masih males-malesan berada dirumah padahal kamu ga ngapa-ngapain juga seharian di rumah."] cerca Ibuku saat menelponku.
["Ya .... Maaf bu."] ujarku yang belum menyesal menyelesaikan kata karena Ibu langsung memotong pembicaraanku dan ia pun berkata seperti ini.
[" sudah cukup ibu kamu denger alasan cepat kamu ke sini Buru Cepetan nda pakai lama soalnya ini mau ujan."] cerca ibuku yang tidak sabaran.
[" Iya Bu .... Marini akan segera kesanaa."] ujarku yang buru-buru mematikan teleponku.
[" Cih .... Cepetean yo awas loh kalo nda ontime."] carca ibu yang tiba-tiba mematikan handphonenya.
["Ya ... Bu"]. timpalnya ku yg memenangkan ibu dan kemudian mulai mematikan hpku.
saat itulah aku bersiap-siap menjemput Ibu tidak lupa Aku membawa jas hujan untuk persiapan karena cuaca di sana mendung sekali sampai aku pun buru-buru mencari helm lalu aku pun mencari jas hujan untukku dan ibu akhirnya ketemu setengah setengah jam lagi aku mulai berangkat dan kemudian aku pun pamit kepada bapakku setelah bapakku mengganggu dan dia seperti ini kepadaku.
" hati-hati sih jangan lupa bawa helm dan jas hujan buat ibu mu biar nda ngomel-ngomel ke kamu terus sih."timpalnya yang memberi nasehat padaku dan kemudian aku tersenyum.
" Oh ya pas Siap bos Kalau gitu Marini berangkat dulu ya Pak mau jemput ibu Assalamualaikum." ujarku tersenyum ke Bapak sambil aku mengajukan jempol dan langsung saja aku menancap gas motor untuk berangkat ke sekolah tempat Ibu mengajar.
" ya Waalaikumsalam hati-hati nak." ujar bapakku sambil Melambaikan tangan.
" Ya Allah lindungilah anak hamba dari hujan deras ini ya allah semoga saja anakku bisa mendapatkan pekerjaan dan jodoh nya yang baik sesuai keinginan nya ya allah Amin ya robbal alamin." gumam bapak dalam hati.
dan saat itulah aku mulai terburu-buru lagi dengan cara menstarter stirran motorku untuk mempercepat kendaraan agar aku bisa ke sekolah ibu dengan secepat dan selamat saat itulah petir menyambar dan aku takut sekali di mana hatiku punya feeling dan firasat buruk itulah yang membuat hatiku gelisah.
dan pada akhirnya petir pun terus menyambarku dan mulai hujan di situlah aku mulai berteduh dan kemudian Mulailah aku memakai jas hujan agar bajuku ini tidak basah dan tidak lupa Aku membawa jas hujan untuk ibu dan helm sesuai amanah dari Bapak.
dan lalu aku langsung pakai helm agar wajahku tidak basah kemudian menancap gas dengan kencang dan lalu pada akhirnya aku mulai mengendarai motor dengan hati-hati.
dan tiba-tiba saja lah aku sudah sampai di sekolah di situlah Ibu menunggu terlalu lama hampir jam 16.59 aku telah nyampai dan pada akhirnya aku langsung saja tersenyum dan aku memberikan jas hujan kepada ibu dengan muka ketus ibu memakainya dan disitulah aku firasatku tidak enak.
" duh salah lagi nih pasti Ibu marah nih." gumamku berfikir dalam hati dan tiba-tiba saja ibuku mengagetkanku.
" Duh ... Marini kamu ga guna banget sih kamu dari tadi ibu nungguin tau sampai teriak-teriak di depan orang bikin malu aja kamu." cercarnya sambil menepuk helpku.
" ya maaf Bu nama juga hujan dan jangan marah-marah gitu dong." ujarku yang membuka setengah helm agar aku bisa melihat wajahnya.
"Alah ... alasan aja kamu gimana ibu mu ini nda marah udah begitu baju ini basah lagi." ujar Ibuku sambil menampol Bahuku kedua kalinya.
" iya Bu." ujar ku yang buru-buru menstater motorku dan kemudian menancap gasnya.
dan di situlah aku mengendarai motor dengan perasaan hati yang tidak nyaman karena Ibu sering ngomel-ngomel kepadaku setidaknya dia menghargai aku mana ada anak yang mau jemput ibunya malah segitunya kepada diriku sampai di sana ibuku mulai memarahi ku lagii didepan umum saat ku menyetir motor ini.
" hujan nih gara-gara kamu tau ga kelamaan kebiasaan tidur-tiduran mulu."Cercanya memarahiku.
" ya Maaf Bu." ujarku yang berusaha menahan rasa emosi dan sesak dihati.
" percuma minta maaf lain kali jemput ibu Harus on time yo ... jangan telat telat mulu beginii." timpalnya Ibu sambil memarahiku di depan umum dan sekarang kami berdua menjadi pusat perhatian.
" iya Bu iya tolong jgn bikin malu ...." ujarku yg mulai memenangkan ibu.
" Halah ... Gitu aja malu Banyak alasan kamu." cercanya yang sengaja memukul badanku dengan kencang.
"ya bu." ujarku yang menahan tangis sambil menyetir motor.
~ maaf nih Saya baru pemula jadi penulis, kan yang terpentingkan saya mau menghibur kalian semua dengan cara bikin ide gila cerita seperti ini karena kan di sini saya menceritakan misteri wewe gombel Dan saya harap kalian bisa belajar nulis ya 😄~
next cerita cerita berikut nya