Misteri Wewe Gombel

Misteri Wewe Gombel
Prat 45


Sementara itu ibunya akhirnya sudah sampai rumah ibunya bertemu dengan keluargany disitu ada Kakak Ibu dan adiknya menunggu Bu Endah lalu Bu Endah pun dipersilakan oleh kakaknya untuk duduk kemudian Bu Endah pun menceritakan keluh kesah yang alami selama ini.


"Kok .... iso kaya gitu ndah."tanya sih kaka nya bu endah sebut saja sulastri.


"Padahal .... keluarga mu terpandang loh."tanya ibunya yang berpendapat.


"Endah .. bingung bu Padahal dia masih kuliah bu hiks hiks."jawab sih endah sambil menangis lalu ditenangkan oleh saudaranya.


"gara-gara anak pembawa sial itu Yulia hamil Bu."gerutu bu endah yang kesal kepada marini.


Sampai ibu endag mulai geram saat bu sulastri menyebut nama Marini yang akhir-akhir ini bu endah bisa mengingatkan Masa Lalu di mana dulu yang sangat membenci almarhumah ibunya akhirnya si istrinya sebut saja bu Sri mendapatkan perhatian dari suaminya dibandingkan dirinya.


Semua mulai perhatian kasih sayang nya mulai diambil oleh bu sri mulai dikelonin oleh pak susanto, terus tidur sama bu sri kamar sebelah,lalu barang-barang brandid zaman itu selalu dikasih oleh bu sri sehingga bu endag ga kebagian dan berencana untuk menghancurkan Bu Sri.


lalu Bu Endah pun akhirnya berfikir dengan lama akhirnya bu endah kepikiran datang ke orang pintar saat itu terus keesokan harinya Bu Endah pun bersiap diri untuk datang ke orang pintar itu setelah bersiap-siap ia pun meminta sang suami minta uang sejumlah 100.000 waktu itu.


Suaminya bertanya untuk apa lalu ia pun menjawab untuk pergi arisan itulah alesan belaka dengan terpaksa suaminya pun memberikannya akhirnya ia pun pergi ke orang pintar akhirnya ia sudah sampai Bu Endah membayarnya kemudian bu endah mulai memerintahkan kepada dukun itu untuk segera meleyapkan bu sri.


hingga akhirnya dukun pun laksanakan tugas jam-jam mantra-mantra itu mulai berekasi sampai bu sri tidak bisa nafas setelah ia melahirkan marini akhirinyadengan terpaksa Bu Enda pun merawat Marini dengan tatapan nanar.


" Oalah si Ono toh."jawab sih nining adiknya.


"ya ... Ning aku tuh nda ikhlas ngerawat dia,karena mukene mirip ama sama ono satu lagi ningg."jelasnya sih bu endah sedang kesel terhadap almarhuma istri keduanya suaminya itu.


" kamu lah ibunya harus ngajarin yang benar, iso Yuli hamil."timpal sih kaka bu endah yang menyalahkan nya padahal itu sudah terjadi,terjadilah.


" itu sudah terjadi lis ... jangan kamu ungkit-ungkitlah yang penting yuli iso nikah sambil kuliah."ujar ibunya yang ikut berpendapat.


"tapi sopo Bu yang nikah sama Yuli bu,yulia hamil kasiaan bu dia dihinaaa orangg."gerutu ibu nya yang menangis.


lalu ibunya mulai menenangkan Bu Endah yang sedang kalut dan menangis saat itu setelah bu endah menceritakan keluh kesah yang ia dihadapi selama inu lalu sih ninung mulai menyalahkan bu endah bukannya menenangkannya malah memperkuruh suasana seperti itu begitulah si Nining adiknya yang memberikan solusi seperti ini sampai mbaknya bilang stop.


" udalahh ... Ning stop lah."


"Yo ... Maaf mba yu."timpal sih nining yang meminta maaf.


"sabarlah ... Kenapa kamu ndak minta pertanggungjawaban pacar anakmu itu."timpal ibunya yang memberikan saran.


"aku lagi ndak mood ini Bu ketemu sama dia Bu aku wess ...kecewa sama tingkah lakune."jawab bu endah dengan ketus.


disitulah kakanya Sih Rahayu dan juga adiknya si Nining masih saja saling menyalahkan satu sama lain sehingga mereka mulai adu jontos satu sama lain sampai-sampai ibunya pusing jenuh dan kesel sendiri dengan mereka ia pun pergi menemui tetangga sebelah.


Memang seperti itulah keluarga bu endah sudah tradisi dari dulu sehingga keluarga ini selalu saling menyalahkan keadaan.


Sementara itu Marini kurang semangat sekali bekerja akhir-akhir ini selalu memikirkan kedua orang tuanya Apakah bapaknya siuman atau dia udah pulang ,Apakah ibunya memaafkannya atau tidak sampai ia merasa ibunya benci banget kepada dirinya dan apakah Yuli membenci dirinya atau tidak juga sampai-sampai johan pun menegur Marini karena Dari tadi ia bengong dan tidak fokus dalam melaksanakan pekerjaan telag diberikan kepada perusahaan seperti itu Sampai manajernya pun Jengah dengan sikap marini akhir johan mulai memagetkan nya.


"Ahkk ... kagett ih kamu."ceplos marini yang memanggil nya yang tak sopan kepadanya.


"Eh ... Maaaf maksud saya pak bikin kaget saja pak masyallah."ujar nya marini yang tak kepada dirinya.


"Iyan kenapa kamu ... bengong Marini kan Tugasnya banyak dan laporan yang kamu kasih ke saya ini juga salah tahu."jelasnya sih johan yang aga kesal terhadap kerja marini yang semberono akhir-akhir ini.


"Maaf ... Pak saya lagi pikirin keluargaku."jawab nya yang meminta maaf.


"Saya tahu kamu tuh banyak pikiran tapi tolonglah profesional lah jadi orang jangan membebankan pikiran mu,semangat ya."timpal johan yang memberikan saran agar semangat dalam bekerja.


"Ya pak."jawab marini dengan singkat.


marini pun akhirnya melaksanakan pekerjaan ya banyak pikiran ia harus tetap fokus dengan kerjanya setelah ia bekerja atasannya pun memberikan kerja tambahan untuk Marini Akankah ia bisa melaksanakan pekerjaannya pikir Bosnya itu.


"Ya ... Bisa pak."jawab marini yang menunduk.


"Baguslah kalau gitu jangan lupa kamu tutup pintu kantor ini ya, biar maling nda masuk."jawab nya yang memberikan kunci pintunya sehingga johan memberi semangat kepada marini.


"Baik .. Pak."jawab marini yang berdiri.


"Ayo ... Han cepat kita keluar dari sini sama sekalian kamu kasih filenya lagi tuh yang laporan kemarin blm selesai."tihtah papahnya kepada anaknya.


"Oh .... Ya pak johan hampir lupa."jawab sih yohan yang menepuk jidatnya.


"Nih...ni, jangan lupa kasih selesai laporan ini dengan baik ya."jelasnya sih johan yang memerintahkan marini.


"Ya ... Mas johan."


"Kalo begituu kita diluan ya."timpal sih yohan yang pamit kepada nya.


"Ya ... Mas."


Disitulah mereka Akhirnya telah pergi berasal dari kantor itu sehingga Papanya Johan mulai memarahinya untuk tak usah meminta izin pamit segala buat apa dia selalu bersikap baik kepada Marini pikir papahnya Padahal dia cuman bawahan sampai papa nya selasai bertanya lalu Johan pun menjawab bahwa bagaimanapun juga ya temannya juga sampai-sampai Papanya pun menggeleng-geleng kepala pusing dengan tingkah lakunya anaknya ini.


Sementara itu Marini mulai bergadang untuk menyiapkan laporan kemudian mengetik proposal karena sebentar lagi bos akan meeting bertemu dengan klien yang penting sampai tak terasa ini sudah 2 jam Ia begadang dan menyelesaikan laporan tepat waktu kemudian dia membawa filenya.


Kemudian setelah ia Selesai mengerjakan tugas laporannya ia tak lupa mematikan lampu mesin dan lain sebagainya meskipun keadaan hujan lalh Ia pun mulai penutup pintunya di belakang sampai akhirnya ia pun dikagetkan oleh seseorang dan seseorang itu ternyata Ari.


"Loh .. mas ari kok ada sini."tanya sih marini dengan heran nya.


"Oh iya aku nih... tadi aku disuruh sama Johan jemput kamu."jelasnya sih ari.


"Ya ... Tapi buat apa mas,kan saya bisa jalan sendiri toh."jawab sih marini yang ketus kepadanya karena si Marini kesal dengan kelakuan ibunya merendahkan dirinya seperti ini pas waktu dirumah sakit yang lalu.


"Iya ... Ya tapi ini hujan ni ... aku takut kamu diapa-apain sama preman-preman itu pas waktu itu."jelas ari yang mengkhawatirkan Marini.


di situlah Marini pun kaget dengan penjelasannya ari sampai ia tak bisa berkata-kata lagi sampai akhirnya Ari pun terus membujuk Marini untuk tetap pulang bersamanya lalu dengan terpaksa Marini pun mengingatkannya karena wajahnya hujan apalagi dia wanita sendiri peta malam pasti akan diapa-apain oleh preman-preman yang berada disekitar.


akhirnyaa Marini pun ikut bersamanya dan sampai marini melihat mobil yang berada diparkiran pom bensin kemudian ia menanyakannya kepada ari lalu ari pun menjelaskan bahwa itu mobil ia pinjam dari temannya karena cuacanya sedang hujan.


Pada akhirnya Marini pun menggangguk disitulah Ari pun menyalakan mesin setelah menyalakan mesin Ia pun menstater stik mobil jadul nya itu kemudian ia menanjab gasnya kemudian berangkat sampai suasananya terhening karena Marini dan ari tidak berbicara sama sekali Sampai-sampai ari pun heran dengannya.


"Ada ... Appa ya dengannya nya kok dia tak mau bicara denganku lagi."pikirnya dalam hati sambil menyetir mobil.


lalu ari pun tertanya kepadanya ada apa lalu marini pun tak menjawabnya mungkin suntuk dengan masalah dan cobaan yang ia hadapi dan kini ari tak mau mencari masalah dengan hari ini mungkin pikirannya sedang kali tentang keluarganyaselalu menghina ombak merendahkan dia, dan jelek-jelekan dia karena dia hanya sarjana tanpa penghasilan banyak apalagi marini sudah lama bekerja selama 1,8 tahun.


Sampai pada akhirnya ia pun telah sampai ke kosannya kemudian Marini pun langsung saja Mulai mengambil tas dan ia mulai berterima kasih kepada Hari disitulah hari pun tersenyum dan bilang kepada Marini untuk tetap menceritakan masalahnya ada kemudian Marini pun mengiyakannya lalu ia pun langsung masuk ke kosannya.


Sementara itu ibunya lah mengeluh dengan apa yang telah terjadi ditambah lagi hujan deras sehinfga tersambarlah petir yang mengagetkan Bu Endah dan sekeluarga apalagi yuli sedang hamil cucu nya tanpa status pernikahan.


"Mbak Mbak kowe Kenapa sih setiap hari mondar-mandir sampai Ketus gitu."tanya yang heran kepada nya.


"aku lag kesel sama perempuan sialan itu si Marini,gara-gara Dia anakku jadi kena sasaran Bully kampung tau ga ning."geturu bu endah.


Sampai-sampai nining pun menyuruh dia sabar kemudian Nining menceritakan saat ia pergi Mengisi bensin 1 tahun yang lalu saat itu nining melihat Marini telah bekerja di pom bensin dibagian operator bersama keluarganya itu pun kejadiaan nya sudah lama.sampai Ibu Endah pun kesal sampe ia berteriak kepada nining Kenapa ia tidak menceritakan dari awal.


Sampai nining pun tertunduk dan tak bisa berkata-kata soalnya ia melihat Bu Endah akhir-akhir itu telah sibuk pengurus semua pekerjaan rumah tangga jadi belum sempat menceritakannya. sampai Bu Enda Pun Menghela nafas untuk mengontrol emosinya.


/Next cerita berikutnya/