
Kemudian jantung marini berdebar -debar tak karuan karena tangan nya telah dipengang oleh ari Pada akhirnya ari dan marini memutuskan makan disana Rm. Sana ari pun menuntun tangan marini ketika mereka mulai menyebrang karena banyak motor dan mobil yang melewati Jalan Raya ini.
"Aduh ... Mas pelan-pelan."ucapnya sih marini dengan pelan.
"Maaf ... Sih maaf soalnya banyak motor kebut-kebutan makanya aku narik tanganmu biar kamu ndak kenapa-napa."ujarnya sih ari yang beribu alesan padahaal modus.
"ehm ... Mas Tapi toh ini kaki ku kesandung nih."timpalnya sih marini yang protes.
"oh ... okey- okey aku urut kaki mu yo."timpalnya sih ari yang menawarkan diri kepada sih marini.
Sehingga itu membuat jantungnya sih marini berdebar-bedar tak karuan karena ari terus memperhatikan marini mulai ia meminta izin marini untuk memegang kaki yang keselo lalu marini pun mengiayakan nya saja karena sungkan dengan ari hingga pada akhirnya ari pun tak sengaja mengegang kaki marini dengan keras nya ia mencengram.
"Aduh .... Pelaan-pelan dong mass."timpalnya marini yang sedang menahan perih.
"Maaff... Ini aku pijit pergelangan kaki mu biar nda kesolo dan sakit lagi sih."timpal ari yang mulai memijitnya lagi.
"Auh... ahhkkk sakitt pelann-pelann uh."timpalnya sih marini yang menjerit kesakitan.
hingga pada akhirnya ari pun mulai memijit kaki marini pelan-pelann ari tidak merentang pergelangan kakinya marini hingga pada akhirnya kakinya sih marini tidak keseleo lagi.
"Aduh."geturu marini.
"Gimana ... Sih kakinya masih keselo ga."tanya sih ari yang perhatian kepada marini.
"Uhhh... enjeh mas makasih."jawab marini dengan nada yang sopan.
"syukurlah ... Kalo begitu makan kesana yuk."ajaknya sih ari.
"Yuk."jawab marini sambil tersenyum.
pada akhirnya ari dan marshi pun langsung saja jalan bareng ke rumah makan disitlah mereka disambut oleh para waitres.
dan di sana makannya sangat enak-enak tersedia tunjang khas Padang, terus singkong rebus, perkedel rumah ikan teri asin, ayam goreng serundeng, dan lain sebagainya.
"Untuk ... Minumnya kamu pesan yang mana sih."tanya sih ari yang menawarkan menu kepada marini.
"Ehm ... Aku es teh manis aja masse."jawab marini yang menunjuk menu itu.
"Oh ... Yang ini."timpalnya sambil menunjuk menu.
"Iyo."jawab nya dengan sungkam.
Kemudian ari menulis menunya lalu Ari pun langsung saja memanggil para pelayan lalu para pelayan pun langsung saja membuat satu es teh manis, dan satu lagi es jeruk.
"Segini ... Ajo mas ada tambahan lagi."tanya pelayan nya yang menawarkan diri.
"Ya ... mba eh yang ini jo."jawab nya sih ari dengan pelan.
"Baik ... Nanti untuk hidangannya kita ambil ke sini ya."jelàsnya sih waitress itu.
"Ya ... Mba."
"mohon ... tunggu sebentar ya." Timpal waitress yang memberitahukannya.
pada akhirnya waitress tersebut langsung saja ke belakang dan sementara itu ari mulai mengajak marini ngobrol diluan pada akhirnya ari pun mulai melawak sehingga ia pun tertawa dengan hati yang lega.
"Gimanaa ... Sy."tanya ari dengan hati yang senang.
"Seru banget mas."jawab marini sambil tersenyum.
disitu pula para waitress tersebut langsung saja datang sembari menaruh hidangan tersebut dengan hati-hati di situ tersedia menu pilihan yang lengkap tunjang rumah ikan tongkol, ayam serundeng,lalapan singkong, ikan lele, perkedel,sambel ijo,sambel merah dan lain sebagainya macam-macam makanan khas dari Padang.
"Makan sih ...?"tawarnya.
"Ya ... Mas."jawab marini dengan malu-malu.
hingga pada akhirnya mereka pun mulai menyantap hidangan makanan yang mereka pilih yaitu ayam serundeng,sambel ijo,terus juga perkedel lalapan gulai nangka muda itulah yang dipilih ari.
sedangkan marsig memilih makanan kesukaannya yakni terdiri dari ikan lele goreng,terus kemasan ayam serundeng sambel merah plus jio beserta dengan lalapan singkong.
di situlah mereka mulai menikmati makanannya pilihan yang nikmat sembari mereka mengobrol satu sama lain hingga percakapaan mulai terbuka.
"Yoo... Jelas sih disini makanan disini enak-enak toh, makanya langanan disini ."jawab ari sembari melahap satu suap, dengan nikmat cara mencongkel dengan tangannya.
"Ehmm ... Iya Nikmat dan Enak juga ya mas." timpal sih marsis sambil makan nasi padang yang nikmat, sambil minum es teh manis yang paling segar.
" ya ..... ambil aja marini yang banyak sampai gendut biar nambah cantiknya." timpal si Ari mulai menggombalin.
" Ah ... Mas kamu bisa aja hehehe."jawab marini dengan malu.
"HEHEHE." Timpal ari dan marini tertawa secara kompak.
pada akhirnya masih pun sangat lega bisa bercerita dengan tari karena Ari pun Setia dan ikhlas mendengarnya dan di situlah mereka mengobrol dan bercerita begitu lama sekali dan tak sadar mereka mengobrol memakan hingga hampir 1 jam.
"Misi ..... Mas."timpal waitres itu kepada ari.
"Ya ... Mba."jawab ari sambil mengaduk sisa es jeruk nya dengan mengunakaan sedotan.
"Ini total pesanannya segini yo mas."timpal sih waitress itu sambil memberikan tagihannya.
"Baik."jawab ari yang memeriksa tagihannya.
" Untuk pembayarannya tinggal langsung ke meja kasir sebelah ya pak permisi."jelasnya waitres itu sambil memberitaukan ari.
"iyo mba."jawab ari dengan ramah.
dan disitulah Ari pun mulai membayar tagihan bill ke arah meja kasir tersebit lalu marini pemalu dan tersenyum kepada Ari kemudian oa berterima kasih lagi dan padanya.
Hingga akhirnya mereka mulai pergi di situlah mereka ketawa cekikikan saking bahagianya pada akhirnya saat mereka sudah selesai jalan-jalan menikmati alun-alun taman dekat Rumah Sakit marini pun langsung saja pamit kepada ari.
" Yo ... hati-hati yo sih."jawab ari dengan lantang.
"Yoo ... Mas aku pergi dulu yo."jawab marini tersenyum da perlahan-lahan ia meninggal kan tempat..
Di situlah marini mulai Melambaikan tangan lalu ari pun tersenyum dan membalas nya sambil melambailan tangan nya.
Sampai pada akhir marini pun pergi ke ke kamar Bapaknya yang sudah dirawat inap.
" seandainya kamu tahu dengan perasaanku ini Bahwa Aku sangat mencintaimu, ni Aku sangat prihatin dengan keadaanmu ni semoga kowe baik-baik saja."gumam sih ari dalam hati.
lalu pada akhirnya marini pun sudah sampai ruang UGD tempat bapaknya dirawat disitulah Ibunya mulai menatapnya dengan tajam sampai ia mulai ditampar oleh ibunya sendiri sehingga yuli tersenyum puas sekali karena melihat adegan perkelahian antara ibunya dengan marini.
lalu pada akhirnya para satpam pun menyuruh Bu Endah keluar dari ruang UGD Karena mereka mengganggu kenyamanan pasien- pasien disekitar sini di situlah Bu Endang mulai emosi langsung saja ia membentak para satpam itu bahwa ini urusan keluarga lalu para satpam pun kagett dan tidak terima diperlakukan seperti ini.
Pada akhirnya para satpam pun dengan kesal lalu mulai menyeret Bu Endah marini lalu Yuli mulai mengikutinya sampai mereka keluar dari ruangan ini supaya para paisen yang berobat disini tidak keganggu.
pada akhirnya Endah pun mulai menjambak marini saat mereka mulai diseret oleh satpam-satpam itu di situ yuli mulai melihatnya lalu sih yuli mulai mengikuti mereka supaya tidak kehilangan jejak.
Hingga pada akhirnya mereka pun sudah diseret dari area dalam rumah sakit ini lalu ibunya dengan kesal tanpa aba-aba langsung menjabak kemudian menampar marini berkali-kali sampai yuli ikut-ikutan kesal dan mulai menjabak rambutnya marini.
pada akhirnya marini pun merasakan double sakit yang dialami hingga Rambutnya mulai rontok sampai akhirnya mereka pun membawa marini sampai ke dipinggir taman masih diluar sekitaran area rumah sakit ini sampai yuli jengah dan mulai melepaskan jambakkan marini dan disitulah ibu endah menghajar dan menghabis marini-marini habis-habisaan.
"Ahkk.. Ampun sakit bu jangan lakuin ini kemarini."lirihnya yang menahan sakit.
"Hikss.... Hikss kenapa ibu seperti ini ke marini bu."imbuhnya yang bertanya sambil ia menahan rasa sakit karena dijambak oleh ibunya.
"Kenapaa ... kamu bilang kenapa hah."jawab nya ibu endah dengan nada yang bengis sambil menjebak rambut marini kepala marini mulai ke atas.
" Dasar anak asu malah enak-enak ya pacaran kamu hah, bukan jaga bapak mu yang lagi sakit." timpal Bu Endah yang masih menjambak rambutnya marini.
"hikss ... hikss ibu tau dari mana ibu ?."tanya sih marini sambil menangiss.
" kamu ndak perlu tahu informasi ini dari mana sekarang Rasakan ini." timpal ibunya yang terus-terusan menyiksa marini.
terus saja Bu Endah menyiksa marini sampai Bu Endang menyuruh Yuli untuk menjembak rambut marini di situ ada adegan bengis di antara keluarga ini masa ia dengan Teganya mereka menghajar Kakak dan anaknya sendiri.
sampai sampai ia mengalami double sakit hati yang paling seperti ini segitu nya benci marini Dan di situlah ada orang melihatnya dari kejauhan tentang adegan yang dialami olehnya marini kemudian orang itu merasa kasihan dengan apa yang dialami oleh marini.
/Next cerita berikutnya/