Misteri Wewe Gombel

Misteri Wewe Gombel
Prat 47


"kamu ... bikin malu keluarga tau ga sudah lulus sarjana masih aja kerja jadi SPBU."teriak ibunya yang memaki dirinya.


"Ya ... Kaya ga pernah sekolah aja."timpal bibinya yang merendahkan dirinya siapa lagi kalo bukan sulastri.


 kini marini pun tak bisa berkata apa-apa lagi karena sakit hati dicibir secara verbal oleh ibu,tante,om dan neneknya kemudian bi nining dan bu endah mendorong bahunya Marini secara kasar seperti ini secara berdempetan oleh mereka Termaksud Omnya ikut menghina lalu mengetawainnya marini.


"Uhuuuuu."imbuhnya mereka yang menyoraki marini yang tidak-tidak.


"Tapi kan .... Marini seperti ini karena Ibu, dari awal-."timpal marini yang berusaha membela diri tiba-tiba dagunya di cengkram oleh bu endah.


"Agkkkk." teriak marini yang kesakitan.


"Apaa ... Heh apaa heh apa."timpal ibunya yang menjitak pala marini hingga kesakitan lalu menjambak rambut marini


"Ah ... Sakitt apphhm."teriak marini yang kesakitan.


"Lagiaan kamunya bodoh salah sendiri."timpal ibunya yang merendahkannya lalu kemudian ditertawakamn oleh nenek,om dan bibi-bibinya itu.


"sok-sok mau kerja di luar daerah udah gitu kan pernah bunting mana percaya ibumu sebagai orang tua."timpal bibi sulastri yang merendahkan dirinya.


 "Tau tuh."timpal bibi nining yang ikut berpendapat.


"Hahaha ... Ada-ada saja dia sudah untung ada yang melamarnya."timpal om nya yang meledek dirinya.


"Hu... Bener tuh anak ga tau diri."timpal bu endah yang merendahkan dirinya.


"seharusnya tuh kamu bersyukur dulu ada orang ngelamarmu eh malah sok-sokan jual mahal."timpal neneknya yang ikut menghinanya.


"Iya Bu sekarang hidupnya lontang langsung gak jelas mau cari mangsa kali."timpal bu endah yang ikut merendahkan nya.


" astaghfirullahaladzim."ucap sih marini yang beristigfar.


"Betull tuh betul."ledek bibi neneng dan bi sulastri dengan kompak.


Sementara itu marini pun menangis jadi-jadinya karena selama ini dia selalu diperalat dan dipermalukan oleh keluarganya sendiri seakan-akan Marini pun pantas mendapatkannya tak habis pikir dengan keluarga ini sudah dari kecil campakkan diledek beserta dengan Omnya pernah melecehkan Marini saat Marini masih 11 tahun mau kenaikan kelas 6 saat ini dia takut dengan Omnya sebut saja Om rudi suaminya Bu Nining itu.


Dan di sanalah mereka memaki Marini habis-habisan hingga Marini pun sakit hati dan tak bisa berkata-kata lagi dan akhirnya ia pun sudah sampai di rumah neneknya di situlah neneknya memakinya dan suruh Marini membersihkan semua rumah beserta dengan dalam rumahnya yang kotor.


"kamu Bersihkan semuanya Awas ya kalau masih berantakan."titah neneknya Emang maki dirinya lagi.


"Ya ... eyang."jawab sih marini menunduk.


"Awasloh ... Kalo nda bener kerjanya."teriak sih nining yang memaki dirinya.


"ya ... Bi ya."jawab sih marini dengan sesak.


disitulah ia pun diperlakukan sebagai pembantu nggak di rumahnya sendiri ga di rumah neneknya masih aja diperlakukan seperti pembantu kaya bukan cucu dan keponakannya sendiri sendiri aja masih dianggap orang asing atau pembantu mengerjakan semua pekerjaan rumah Meskipun tidak digaji sama sekali.


" Hey ... Liat tuh lantai masihbngeres bersihin lagi tuh."titah bi nining yang memerintahkan nya.


"Ya... Bi."jawab marini sambil mengusap air matanya.


" cepat cepat jadi anak gak berguna, pantes orang memperlakukanmu seperti sampah orang kamu tuh bodoh nggak bisa apa-apa lagi."carca neneknya memakai dirinya.


sampai Marini pun mengiyakan nya sambil ia beristighfar 10 kali mungkin mereka memperlakukan dia seperti itu karena hasutan dari ibunya bahwa Marini bukan anak kandungnya kan tetapi pantas dia diperlakukan seperti itu biar dia rasakan Apa yang Bu Endah saat ini.


padahal marini tak salah apapun sehingga ia menanggung dosa ibunya itu lalu ia pun disuruh mencuci piring dan akhirnya bekerjaan rumah pun selesai marini kerjaan dan setelah itu pamit kepada keluarganya.


 karena Ia pun disuruh bapaknya pulang setelah Bu Endah menerima telepon suaminya dari tadi Kemudian mereka pun pulang dengan mengunakaan bis depan halte yang ga jauh dari rumah neneknya.


 pada akhirnya mereka pun langsung saja Menaiki bis itu terus ibunya pun jaga jarak dengan marini dan ibunya duduk disebelah jendela dan sedangkan marini pun duduk dibelakang dan berdempetan dengan penumpang yang lain.


hingga pada akhirnya bis pun mengerem mendadak akhirnya si penumpang nakal pun terjatuh dari tempat duduknya hingga mukanya kena dan akhirnya jadi bengek lalu tertawakan oleh para penumpang mengenai insident yang dialaminya.


Kemudian sih penumpang nakal tersebut menyuruh bis untuk memberhentikan nya lalu dengan terpaksa Supir bis itu memberhentikannya di tengah jalan lalu ia pun turun dengan muka yang kesal.


karena perbuatan itulah dia menjadi kualat kepada marini padahal dia ini pria berumur 45 tahun mempunyai anak dan istri masih melencehkan wanita seperti itu untung allah melindungi nya hingga akhirnya bis pun telah sampai saat Bu Endah pun menghentikannya akhirnya mereka berdua pun mulai turun kemudian disambut oleh bapaknya


"Ya ... allah ni kamu sudah pulang."ujar bapaknya yang mulai memeluk marini.


"ehmmm .. Pak."imbuh marini yang memeluk bapaknya.


"Ya ... pak ini anak mu yang sialan ini sudah pulang pak."sindir bu endah yang melipat kedua tangan nya.


"Kamu tuh apa-apan sih bu."timpal pak susanto denhan kesal.


"Hah ... segitunya kamu marah sama ibu."teriak nya bu endah yang tak mau disalahkan.


"ya ... kamu tuh Bu Mulut dijaga bu ,dia anak mu jugaa !!!." teriak pak susanto yang memaki istrinya.


"Anakmu ... juga tuh pak,yang bikin kesel ibu."teriak bu endah yang tak mau disalahkan meskipun bu endah menyindir marini.


"sudah Pak sudah bu ... jangan bertengkar yang penting Marini sudah pulang."ujar marini yang berusaha merelaikan mereka berdua.


di situlah Bu Endah kesal sama marini yang dibela bapaknya terus langsung saja ia mengebrak pintu kamarnya sendiri lalu Marini pun beristighfar lalu bapaknua pun menasehati Marini tuk tak hiraukan perkataan ibunya yang penting ia bisa pulang dengan selamat.


"Kamu ....kemana aja ni selama ini."ujar bapaknya yang mengelus-ngelus bahu marini karena ia sangat rindu dengan nya.


"marini ini pergi dari rumah karena kelakuab ibu Pak,maafin Marini pak."ujar Marini meminta maaf sambil ia bersujud saat bapak nya duduk disofa.


"Ya nggak papa bapak maafin kamu tapi kamu janjian ya, nda akan kabur dari rumah lagi."ujar bapaknya yang memeluk marini dengan erat.


"Ya ... Pak marini janji pak."ucap marini yang membalas pelukan bapaknya kemudian Marini pun melihat sekitar rumah dan ia tak melihat yuli sama sekali.


"Oh ... ya Pak Yuli Ke mana."tanya marini yang penasaraan.


"Anu ...nak yulii kabur dari rumah naak."ucap bapaknya dengan terpaksa.


"Apaaa."teriak marini yang ga percaya selama ini.


"maafin Bapaknya beli kabur dari rumah setelah bapak ngabarin kamu setelah kamu pulang." ucap Bapaknya yang menangis.


"Iya pak entar besok kita cari sama-sama."ujarnya yang memenanhkan bapaknya nya itu.


Di situlah bapaknya menyuruh Marini untuk tidur pada akhirnya Marini pun mengikuti perintah bapaknya setelah itu ia pun tertidur lumayan pulas saat itu Marini pun terbangun tengah malam pukul 1 jam malam karena ada yang menganggu nya setelah itu ia pun langsung saja melihat ada sosok arwah gentayangan yang ada di situ.


lalu marini pun mulai berjalan melintasi ruang tamu namun ia tidak melihat sekelilingbapapun sampai di sana ia melihat sekeliling ada sosok arwa yang melintasi dapurnya kemudian marini pun penasaraaan lalu mencoba mengikutinya secara pelan-pelan ia mengkuti arwa gentangan itu hingga sampai di sana ia pun berjalan sampai di dapur Ia pun lihat sosok itu yang sudah menangis dan menertawakan dirinya.


"Ahhkkkkkkk !!!."teriak nya sih marini yang ngos ngosan.


"HAHAHAHAHAHA."Tawa sih kunti arwa itu dengan riang gembira


"Akkkkhhhhhhhh.!!"


pada akhirnya marini pun terbangun dalam mimpinya sampai di situ,lalu mulai menangisi tentang mimpi yang ia lalui saat ia melihat sosok hantu itu lagi, kemudian hantu itu mulai menertawakan marini sehingga suara hantu itu nyaring terdengar di telinganya yang mulai mengikuti Marini dari awal. Kemudian bapaknya pun datang lalu menanyakan Perihal apa, sehingga ia berteriak keras kemudian, Marini pun melihat ada sosok hantu dalam mimpinya. kemudian bapaknya pun nasehati marini untuk melaksanakan salat, agar hatinya tenang..


mungkin saat itu, hantu itu mulai mengikuti Marini, karena marini sering terbengong Jika ada masalah. lalu marini berwudhu lalu melaksanakan salat tahajuduntuk menenangkan pikiran yang sedang kalut lagi hatinya penuh dengan rasa kecemasan yang mendalam setelah itu dia pun membaca Quran hingga azan berkumandang kemudian melaksanakan salat subuh bersama bapak susanto.


/Next cerita berikutnya/