
"Udah ... Ni nggak usah dipikirin mereka yo."timpal bude nya yg memberikan semangat kepada marini.
"Yo ... Bude."jawab marini.
Di situlah Marini mulai berkumpul dengan keluarga dari bapaknya dibandingkan keluarga dari ibunya yang sering menyindir dan merendahkan dia Lalu marini ini tetap menikmati acara 7 bulanan tersebut sampai si Yuli mulai berubah memperlakukan Marini seperti Kakaknya sendiri meskipun bukan saudara kandung.
Mungkin Yuli udah dewasa jadi pikirannya terbuka dan Tidak Membenci Marini Akan tetapi nggak seharusnya keluarga Bu endah memperlakukan dia seperti itu apalagi dia sudah menjadi anak piatu.
kemudian mereka pun acara pun mulai berlangsung tetap saja para tetangga da. keluarganya mulai bersendai gurau namun tetap saja saat Marini mulai beradaptasi untuk ngobrol sebentar dengan sepupunya dari keluarga Ibu Endah karena udah nggak lama nggak ketemu setelah Marini menikah sama hampir setahun dan tetap ia dicuekin seperti itu.
"Ya Allah kenapa , Bude dan sepupu-sepupuku selalu bersikap dingin padaku Padahal aku ingin sekali bersilaturahmi dengan mereka."gumam marini dalam hati
sampai marini pun sedih sejadi-jadinya saat ia di belakang Dan saatnya ia mulai ke belakang tiba-tiba saja yang bertemu dengan sih aryo yang tersenyum kepada marini sampai-sampai dia mulai mengedipkan mata centil kepada Marini.
namun Marini pun tak mengurisnya kemudian ia ke belakang dengan cepat agar tidak lecehkan lagi olehnya dan pastinya akan membuat masalah baru melalui fitnahaan dari aryo makanya marini tak mau meladeninya apalagi menemuinya lagi.
lalu marini pun menunggu acara acara yulu hingga selesai sampai hingga akhirnya Marini pun Ingat pesan dari keluarga suaminya untuk meminjam uang kepada mereka Kemudian mereka ingin masuk ke kamar nyaa lalu marini pun jalan kamar mereka secepat mungkin saat Yuli dan Deni hendak kekamar.
"Den ... Yul."timpal marini memanggil mereka berdua.
"boleh mba bicara dengan yuli."timpalnya meminta izin.
"ya ... Ada apa ya mbak."Tanya sih deni dengan heran.
"Heh."timpal Yuli yang binggung lalu menggaruk kepalanya kemudian marini langsung to the point seperti ini.
"sebenarnya aku ada perlu dengan mu yul."sambungnya yang memegang kedua bahunya.
"Tapii mbak."jawab yuli.
" sebentar aja."Timpal Marini yang merayu Yuli agar ia bisa berbicara dengannya.
"Ahh .. Anuu."timpal yuli yang binggung.
"tapi ... gimana dengan Mas ini mbak."jawab di Yuli dengan kesal.
"udah Yul ... Mungkin mbakmu ada perlu."timpal sih denni yang memakluminya.
"pasti dia minjem duit ke istriku Emang bener yang dikatakan keluarga besarnya kalo ia adalah parasit dikeluarga ini."gumam si Deni dalam hati yang kesal kepada dia.
"Woes yul aku .. Ta masuk kamar dulu ya."timpal sih deni meminta izin kepada istri namun tak meminta izin kepada Marini lalu yuli dan Marini mengiyakannya.
kemudian yuli mempersilahkan Marini untuk duduk ruang makan karena kebetulan kamarnya dekat dengan ruang makankemudian hari ini pun mengutarakan bahwa ia memerlukan uang untuk ia pinjam untuk kebutuhan keluarganya sontak Yuli bertanya berapa yang harus ia pinjamkan kemudian ia pun berkata seperti ini.
"900 wiru yul."sambungnya sambil duduk sontak membuat mata yuli melotot dan kaget.
"Hah ... yang bener aja Mbak aku nda punya uang sebanyak itu toh."ucapnya yang membuat Marini sedih.
"Ya ... Tolonglah bantu keluargaku karena keluarga suamiku memerlukan uang untuk modal."timpalnya yang memohon seperti pengemis.
"Duh harus kubilang apa ya sama Mas Deni nanti."guman yuli yang bertanya dalam hati.
"Woes ... Mbak nanti kutanyakan kepada mas Deni dulu ya."jelas yuli yang memberitaukannya.
"Baik ... yul nanti besok aku kesini ya."ujar marini.
"Ya ... Mba."
"kalo begitu aku permisi dulu Assalamualaikum."ujarnya sambil memberi salam.
"Waalaikumsalam."jawab salam yuli dengan binggung.
Kemudian Yuli pun mulai masuk ke kamar lalu menceritakan kronologisnya bahwa kakaknya ini memerlukan uang sekitar 900 ribu sontak deni kaget lalu marah kepada Yuli mengapa ia mengiya-iyakan saja Kalau kakaknya perlu uang besok padahal uang tabungan mereka habis buat resepsi 7 bulanan anak pertamanya supaya Yuli pun malu dan minta maaf kepada suaminya kemudian suaminya pun bingung yang tak bisa berbagi banyak kepadanya.
Sementara itu Ari pun masih saja enak-enakan bermain dengan janda tersebut ia masih saja berbincang-bincang sampai ia pun di awasi oleh para warga saat Ari sedang bercengkrama dengan janda muda anak satu itu sudah mati Dan padahal Mereka melihat bahwa Ari yg sedang berbicara dengan janda dengan wajah yg pucat.
kemudian ada salah satu warga yang melihat bahwa ari bercengkrama dengan setan dengan wajah yang seram dan mata yang hitam kemudian bapak itu beristighfar dan kemudian temennya mulai menjitak kepalanya lalu menekan palanya kebawa agar tidak ketahuan oleh ari dan juga janda muda itu.
" Hahaaha."timpal tawa mereka dengan riang gembira.
"seneng deh aku bisa ngobrol sama kamu mah jarang-jarang ada orang buat aku tersenyum."ucap riang janda tersebut.
"Hehe ... Apa sih nggak buat kamu atri."ucap ari yang mulai membelai rambut janda tersebut.
"dan aku ... jadi senang menghibur Mu juga ning."ucap si Ari dengan riang takbira sembari tertawa kekikikan kecil seperti itu kepada nya.
"ah kamu mah bikin aku jadi tersipu deh."ucap sih janda centil itu dengan wajh memerah.
"Hehehe apa sih yang ga buat kamu de atri kan kamu wanita pujuaan di hatiku."ucap ari yang menggombali dirinya kemudian sih janda muda itu ketawa terbahak-bahak sampai-sampa diawasi oleh para tetangga.
"eh eh itu kan si ari."ucapnya yang menepuk pundak kawannya.
"Eh ... Iya-iya ngapain sama janda seksi itu ya."tanya nya kepada kawan nya itu.
"Lah ... Memang mereka berdua ngapain."jawab kawan nya yang lemot itu kemudia di tertawakan oleh teman nya itu.
"Iya ... itu mereka sedang bercengrama lah dodol, masa gitu aja nanya."jeletuk nya yang tertawa.
"Oalaaah ... Kiarann ngapaain."ucap kawan nya yg lemot itu sambil ia mulai mengaruk kepala nya.
"lah Padahal Ari sudah punya istri loh jon."tanya kawan nya yg bergosip ria dengan kawannya yang lemot itu.
"Ya ... Kan kita Laki,Mungkin itu bosan kali dengan goyangan istrinya makanya pindah ke janda sebelah."ucap nya yang masih tertawa terbahak-bahak.
"Oh iya ya padahal istrinya cantik masih singset masih aja ndah sih ari ga bersyukur."ucap kawannya itu sambil tertawa dengan suara yang keras,sehingga dengarlah oleh si Ari dan Atri sih janda semok itu.
"Mas ... Mass itu loh kita diliati oleh mereka."timpal sih atri yang memberitaukan nya.
"Biarin aja dek ... Mereka kurang kerjaan gosipin kita de."ucap sih ari dengan santai.
padahal sih atri ini sangat panik ya bila diliat oleh para Tetangga mulut comberan itu pasti akan nya diberitahukan oleh istrinya dan pastinya akan terjadilah peributan antara sih marini dengan si Atri.
"Mas.. kalau misalnya mereka lihat pastikan diberitahukan juga ke istri mu itu, itu yang buat aku khawatir mas."ucap sih atri yang memberitaukan nya lagi.
"bener-bener kampret mereka Kenapa sih ngeliatin aku sama si atri pacaran Awas aja kalau mereka bocor."gumam ari dalam hati padahalnya hatinya pun juga gelisa.
" tenang mereka nggak akan bocor mulutnya."ucap nya yang menenangkan dirinya.
"Yo ... Bener yo mass."jawab sih atri dgn cemas sampai-sampai ari mengangguk-ngangguk.
"Iya ... pokoknya aku ga mau berurusan dengan istrimu apalagi keluargamu tahu sendiri dengan hubungan kita ini."ucapnya yang mengancam dirinya.
"Ya ... Tenang aja de atri ku."ujar ari yang menenangkan dirinya yang mencolek dagunya atri.
"Ah ... Mas."ucap sih atri yg sangat manja kepada dirinya.
Itulah mereka memadu kasih di rumahnya Atri sampai mulai berhubungan intim sampai jam 5 sore kemudian Ari pun pamitan kepada Atri hingga pada akhirnya ari pun mencium keningnya Atri sampai para warga tersebut melihat Ari dengan terheran lalu mereka pun mulai menyapa nya lalu ari pun menjawab dengan ketus.
"sampean mau ngapain."sambung nya yang masih berdiri depan rumah atri dan saat ari berjalan dipinggir jalan.
"Anuuu."ucapnya kawan nya yang lemot itu.
"Dih ... Dodolll ... Kamu ini ini."Timpal kawannya satu lagi yang menjitak kepalanya ari.
"Dih nda jelas." gerutu ari dalam hatinya yang kesal.
"Hee .. Anu kenapaa."teriak nya ari dengan kencang.
"sampeyan ngapain ke rumah itu."ucap sih warga itu yang dari tadi memperhatikan ari yang sudah 3 jam di rumahnya arwa itu.
"Hah ...memang kenapa Aku berkunjung ke rumahnya heh dan mau apa kalian."jawab nya sih ari dengan ketus.
"HUU!! ."Timpal Ari dengan kesal sambil menarik baju kerah baju wargà tersebut.
"Bukan ... apa-apa ari."ucap kawannya yang gugup itu.
"Duh Kamu betul-betul... dongo sekali kamu diam biar aku aja yang jelasin."ucapnya yang geram dengan kelakuan kawan nya yang pea dan lemot itu.
"Eh ..Eh iya."jawab sih kawan nya yang gugup dan lemot itu.
"Ri .... Kamu dah punya istri dan nda sepantasnya kamu datang ke rumah nya itu sebenarnya gubuk ri."timpalnya yang menasehati nya secara tiba-tiba.
"Ya ...Betulll dikatatan arto ri."timpal sih kawan yg lemot itu yang ikut campur.
"HEII !!."teriak ari sambil menarik kedua kerah baju warga tersebut.
" itu bukan urusanmu ya."cerca sih ari yamg memaki mereka sontak membuat mata mereka berdua melotot dan kaget.
"kalau saya berduaan sama si atri kek, mau saya berduaan sama si Sumi kek atau sama siapapun itu bukan urusan kalian."sambung nya yang memaki mereka lalu meninggalkan mereka.
"Ya ...Tapi ri."teriak teman nya itu.
"Ah .. Udalah aku nda peduli."ucap sih ari yang meninggalkan mereka verdua.
" Awas aja.. kalau kalian melapor ke istri ku aku tak segan-segan memberi perhitungan kepada kalian berdua."ancam nya sih ari kepada mereka.
"Hah."ucap mereka berdua yang sontak kaget lalu mereka menatap satu sama lain.
sampai mereka heran dengan sifatnya Ari yang akhir-akhir ini semakin kurang sopan sama mereka berdua Padahal mereka berdua melihat bahwa si Ari sedang bersendau gurau dengan sosok arwah wanita yg meninggal dunia terus juga mereka juga salah melihat wajah sosok arwah wanita itu .
apalagi Dulu mereka sudah mengenali dengan lama sebelum ari jadi bujang ia sangat hormat,baik dan juga ramah kepada mereka eh malah bersikap emosi seperti ini terhadap mereka lalu mereka bergosip ria tentang Ari yang punya selingkuhan baru dikampungnya udah sampai didengar oleh ibu-ibu tersebut.
Kemudian salah satu ibu-ibu itu bertanya apakah benar dengan gosip yang mereka ceritakan lalu para warga tersebut bilang iya bahwa si Ari punya hubungan khusus dengan arwa itu sampai mereka pun shock kemudian mereka berpesan untuk tidak menyebarkan gosip itu secara perlahan-lahan.
/Next cerita berikutnya/