
pagi pun telah tiba saat itu ayam berkokok menandakan matahari sebentar lagi akan terbenam di situlah Marini pun mulai terbangun dari tidurnya lalu ia pun membangunkan namun si Surti ini susah dibangunkan karena tidurnya seperti mayat hidup ya dengan terpaksa Marini pun menggoyang-goyangkan tubuhnya hingga akhirnya si Surti pun telah terbangun.
" Eh ya Allah ... ni aku kira kamu setan bikin kaget wae." jawabnya si Surti dengan dadanya.
"Hahahaha."tawa sih marini dengan kencang.
" lagi kamu tidur jam segini lihat tuh sudah jam berapa toh ti."timpalnya sih marini yang menujuki arah jam cuman sih surti ini tak melihatnya.
" emangnya sekarang jam berapa toh."tanya kepada sih marini.
"Tuh ... Liat tuh sudah jam seginii."jawab nya yang menunjuk ke arah jam.
"Oh ... Jam setengah 5 toh."
"Eh ... Astagrifazim kenapa kamu nda bilang."teriak sih surti yang kaget.
" Ya Makanya ayo siap-siap Ti."ujar sih marini dan telah ibadah salat subuh.
"Ya ... Ya."jawab sih surti dengan emosi.
lalu dengan terpaksa Surti pemburu-buru kamar mandi lalu berwudhu dengan cepat dan setelah itu dia pun melaksanakan salat subuh dan sementara itu Surti pun menyuruh Marini untuk menyiapkan makanan lalu Marini pun dengan sigap menyiapkan makanan yang telah Marni dipersiapkan dari tadi rencananya si Marini pun membuat nasi goreng.
kemudian simarini pun membuatnya proses makanan yang ia olah dengan penuh cinta dan perasaan untuk surti makan. pada akhirnya hidangan pun telah selesai dibuatkan oleh Marini Marini pun memanggil sih surti disitulah Surti pun datang lalu mulai menyantap sesuap nasi goreng yang dibuat oleh si Marini.
"Syummm ..mm yummm."
"Topp ini Nasi goreng nya Enakkk .... Banget rasanee ni." puji sih surti yang mulai melahap satu sendok nasi goreng.
"Hehehe ... Ya dong ini semua aku buat dengan penuh rasa cinta kepadamu sur." jawab si Marini dengan riang gembira.
"Hahaha .... Bisa bae kamu ni ni."sahut si Surti dengan Ria gembira sambil ia lahap makan nasi goreng ke suapan yang ketiga lagi nya.
di situlah si Marini mulai menertawakan tingkah laku Surti yang akhir-akhir ini sangat membuat dia menjadi riang gembira dan sementara itu si Marini pun meminta izin kepada Surti untuk mandi terlebih dahulu karena ia telah bangun pagi di luar lalu si Suti pun mengiyakannya dan memberikan pesan kepadanya Jangan mandi terlalu lama kemudian si Marini pun mengiyakannya.
sembari menunggu sih marini dengan Sigap sih surti mencuci piring terlebih dahulu setelah itu baru ia mengelap meja makan yang sudah berserakan di makanannya seperti itu si Surti kalau dia pinjam makanan selalu berceceran karena sakit nikmatnya ia memakan nasi gorengnya si Marini memang si Marini dan si Surti pun anaknya sangat rajin.
saat itulah Surti melihat jam mulai terus berjalan sampai disuntik pun tercengang denan panik ia tergesa-gesa lari kekamar mansi kemudian langsung saja sih surti mengendor-gedor pintu kamar si Marini yang sedang lama dikamar mandi lalu sih surti mulai memanggilnya
"Ni ... Ni."imbuhnya yang masih menggedor-gedor pintu kamar mandi.
" Iya ada opo toh Ti." tanya si Marini yang sedang buang air kecil.
" Anuu ... Ni kamu selesai mandi berapa lama lagi ni." tanya si Surti dengan tergesa-gesa.
" tanggal 2 menit lagi Yang sabar ya."
" Oalah cepetan yo." titah si Suti Tangga nada yang tersenggoh-songgog."
"yo." jawab si Marni yang menjenguk duburnya.
kemudian simarini pun dengan sikap menyirami air ke dalam tubuhnya setelah itu baru ia handukan lalu si Surti pun tergesa-gesa mengambil handuk setelah itu ia pun tersenyum kepada Surti lalu meminta maaf kepadanya Surti pun memakluminya ini ya karena kan kebiasaan orang Jawa seperti itu jadi simanipun siap-siap madam dan menggunakan baju setelah itu make up sedikit untuk membuat kulit wajahnya menjadi lebih fresh dengan make up seadainya disitu.
kemudian si Surti pun mulai membasahi tubuhnya terlebih dahulu setelah itu handukkan, setelah adukan mulai membasahi tubuhnya terlebih dahulu setelah itu baru sampoan lalu ia sabunan ke sekujur tubuhnya kemudian baru menggosok gigi terlebih dahulu.
setelah itu seperti selesai mandi pun langsung saja menghanduki seluruh bagian tubuhnya dibagian tumit kaki,terus bagian punggungnya beserta dengan bagian sensitifnya ia gosokan dengan handuk, setelah ia sudah selesai menggosokkan tubuhnya Ia pun langsung saja memakai baju setelah itu berdandan dengan make up seadanya bedak tabur dengan warna lipstik yang sedikit mengejreng sambil ia handukan setelah itu ia pakai seragam nya Apa itu mereka pun berdua Mengunci pintu kosnya.
setelah itu surti mengkunci pintu kosnya sampai sih surti pun meinta tolong untuk menitip kunci kosnya kepada marini lalu simarini pun menolak Takutnya kunci kosnya hilang lalu Surti pun langsung mengerti dan menaruh kunci kosnya itu ke dalam tempat make up nya biar tidak hilang.
" Maaf ya surti ... aku ndak bisa bantu kamu soalnya aku ndak punya tas buat nyimpen." Timpal Marini meminta maaf kepada si Surti yang tak enak karena ia tidak bisa menolong padahal Ia numpang di tempatnya.
" yo ndak apa-apa nih Ini udah aku simpan kuncinya dengan aman di dalam tasku." jawab si Surti yang mengerti dengan situasi.
" iyowes yuk berangkat."ajaak nya lagi sih surti.
"Yuuk."
barulah mereka berangkat ke tempat kerja apa bisa lamar ini pun terkejut dengan tempat kerja yang ia lihat itu luas dan banyak sekali pom bensin yang ada di sana begitulah si Marini sangat excited dalam pekerjaan pertamanya lalu surti pun terlebih dahulu mengantarkan ruangan bosnya di ternyata bosnya yang ayahnya Johan pemilik dari perusahaan ini sebut saja namanya Pak Arya pemilik direktur perusahaan yang sebentar lagi akan dikelola oleh anaknya.
"Tockk ... Tickkk Ticckk."
"Ya ... Sur masuk ajalaah."Jawab sih bosnya nya itu.
"Assamualaikum pak." sahutnya sih marini yang memberikan salam kepada calon bosnya.
"Ya ... Wailaikumsalam." jawab salam si Bosnya kemudian si Bosnya itu melihat si Marini yang baru pertama kali ia lihat.
"Loh .... Siapa dia."tanya ia sambil menunjuk.
" Oh ya siapa ini anak baru yang mau kerja di sini." jelasnya si Surti yang memberitahukan bahwa ada pegawai baru.
" Walah kalau gitu tolong tinggali dia ya,karena kamu shif pagi jadi biar saya wawancarai dia dulu ya."titah bosnya yang menyuruh surti untuk pergi.
"Baik pak."jawab surti yang melangkah untuk keluar.
"Tadi siapa namu mu tadi."tanya sih bos itu kepada marini.
" sebelumnya perkenalkan Pak, Nama saya Marini usia saya 25 tahun kalau lulusan sarjana cuman punya sedikit pengalaman magang pak sekitar 5 bulan."jelasnya Marini Secara terperinci.
" Oalah .... berarti kamu sarjana ya."tanya nya kepada sih marini.
" Iya Pak."
" Kalau boleh tahu kamu sarjana apa ya ...?."Tanya sih calon busnya yang duduk sambil menyilangi kedua kakinya di arah depan Marini.
"Sarjana pemerintah pak."
" Kenapa kamu Wes minat kerjo dibagian operator di sini."tanya nya lagi kepada siu marini.
" bukan ne ... Kamu lulusan sarjana pemerintah toh."imbuhnya yang menanyakan lagi kepada si Marini.
" karena saya pengen cari pengalaman kerja di sini saja pak. "
" Ah serius kamu besok kerja nih ini bagian ini loh bagian operator."tanyanya dengan nada meremeh.
" Iya Pak ... serius saya siap bekerja pekerjaan bidang ini."
"Jadi kerja ne seperti kasir gitu loh, jadi setiap bagian operator itu harus tau kebutuhan pelanggan isi berapa bensin berapa liter ne. Terus harus pinter ngembalikan uang jadi tak boleh minus sama sekali jadi harus tahu total pendapat nee buat bikin laporan keuangan setiap hari."jelasnya sih Bosnya itu kepada si Marini.
"Jadi .... opo jelas."sambung nya yang bertanya selagi lagi.
" yo jelas Pak."
" baik Kalau sudah jelas nanti, surti bakal ajarin kamu gimana cara ngelayanin para pelangan."timpalnya pak arya yang menjelaskan nya.
"nanti yo untuk isi bensin berapa liternya nanti bisa liat cara sih surti gimana yang terpenting kamu bisa komunikasi dengan pelanggan yo Dan harus tahan panas ya di tempat kita ini yo jadi apakah kamu iso."sambung nya pak arya yang menjelaskan nya lagi.
"Iso ... pak."
" yo wes silakan keluar .... ke bagian Pom ya jadi sementara itu kamu observasi dulu ya, kalau kamu Wes ngerti Nanti saya akan kasih seragam ne."tihtah pak arya yang menyuruh marini untuk keluar.
"Jelas."tanya sekali lagi kepada sih marini.
"Jelas pak."
"Baik ... Kalo jelas Selamat pekerja." timpalnya ia yang memberikan semangat kepada Marini sambil ia duduk di meja direktur utama.
di situlah Marini pun langsung saja datang menghampiri Surti dan satu teman barunya bekerja di area pom bensin sembaria memperhatikan Surti Bagaimana caranya Surti mengisi bensin saat pelanggan telah datang membutuhkan nya setelah itu barulah ia menyebutkan total per liternya dengan harga misalnya 200 perak karena tahun itu masih murah.
sementara si Marini pun harus melihat detail Bagaimana cara ia berkomunikasi dengan pelanggan setelah ia selesai berkomunikasi dengan pelanggan selama dua hari ya observasi pun akhirnya mulai mengerti Ia pun dengan santai mengerjakan pekerjaan operator di bagian pom bensin dengan riang gembira ia mulai menikmati pekerjaannya setelah ia selesai bekerja Ia pun sempat menjenguk kapannya telah sakit selama 1 minggu ia telah bekerja dengan detail.
sementara itu Ibu angkatnya Marini mengeluh dengan apa yang ia rasakan tanpa Marini ia setiap hari harus bekerja membersihkan rumah ditambah lagi masalah Yuli telah ketahuan bilangnya kalau ia telah hamil di luar nikah di situlah ibunya pusing berpikir bagaimana Ia menghadapi para tetangga yang semakin hari mengucilkan dia Mungkin ini telah teguran dari Allah.
bahwa setiap anak dia punya masalah selalu dia ngertiin sebagian anak adopsi beda dengan ibunya yang sangat keparat teknisnya itu loh melebihi anak kecil yang harus diturutin nya sampai-sampai ibunya sangat menyesal telah membuat marini keluar dari rumah ini.
/Next Cerita Berikutnya/