Misteri Wewe Gombel

Misteri Wewe Gombel
Prat 34


" Bu ... Bu ni gimana perut yuli semakin membesar Bu."sahutnya ia yang mengeluh kepada ibunya.


" bentar lagi Yuli ujian Akhir Semester Bagaimana ini Bu."imbuhnya masih saja mengeluh, sampai-sampai ibunya emosi dan berteriak seperti ini.


" Ga ... tau ga tau ibu."teriaknya dengan kesal.


.


"Kenapa bu kenapaa lakukan ini kepada yuli."tanyaa nya sekali lagi kepada ibunya.


" Kenapa kamu bilang Hah kenapa."cerca ibunya sedang emosi dan darah tinggin kemudian ia mulai menampar anak nya sendiri.


"Pelk ... Plackk."


"Ahk ... Sakit bu."


"Hiks hiks hiks .... Padahal yuli sedang hamil bu, tega sekali ibu sama yuli."rengeknya sambil menangis.


" Ya ... Ya emang ibu tegas seharus itu kamu tuh mikir, sekarang kakakmu telah pergi dan sekarang kamu tambah bikin masalah lagi."teriak ibu nya yang menasehati yuli.


" kalian kamu matiin Ibu karena ulahmu ini, keluarga kita yang dikucilkan sekarang Ibu tidak dipandang terhormat Cuman karena ulahmu terus kakakmu pergi sama pria hidung belang itu."


"Ya ... Bu Maaf Bu Maaf kalau Yuli telah berbohong banyak salah sama ibu dan karena yuli takut bikin ibu kecewa lagi."


" Kecewa .!! .. Kecewa !!! sekarang Ibu udah kecewa sama kamu."teriak nya sambil mendorong bahunya.


"Ahkk ... Sakit bu sakit."


"dan sekarang ibu nggak mau bicara sama kamu terserah kamu mau ngapain."


"TERSERAHHH ... Terserahh." cerca ibunya yang keluar sambil mencari angin.


itulah yang Bu Endah sudah mengomeli Yuli selama 3 hari yang lalu karena si Yuli ini memang bikin malu baik keluarga juga mungkin ini Karma dan ganjaran nya saat ini menghina si Marini sampai para warga menghina keluarganya. yang tidak-tidak nggak perlahan-lahan Ibu entok mulai memaafkan Yuli tapi mengajarkan dia dengan tegas dan disiplin agar ia tidak dirumus ke dalam lubang hitam karena Karma yang Bu Endah perbuat.


lalu bu endah malas mengejerkaaan pekerjaan rumah malah Yuli yang mengerjakan pekerjaan rumah. meskipun dengan keadaan hamil ia dipaksa ibunya untuk membantunya sedikit tapi Yuli pun juga mesti bekerja itu yang ia katakan pada ibunya namun bu endah tak peduli yang penting ia harus mengerjakan rumah karena memang sedang lagi kalut dengan masalah yang ia alami selama ini.


" Tolonglah Bu Yuli lagi bekerja Bu."


"Pekerjaan apa kowe Hah, ... kerja ngajar diang sampai jam 03.00 sore kan terus kamu libur jadi iso kan dikerjakan nanti sekarang kamu cuci piring sama masak sarapan sekarang juga, biar kamu belajar tanggung jawab."tihtahnya kepada anaknya sih yuli.


"Ya ... Bu yuli cuci piring, tapi ndak bisa masak."


" belajar dong belajar dari kakakmu itu jadi orang males gimana laki-laki mau meminangmu Yul."


" Ibu bahas yang itu sih ndak nyambung banget."


" Kamu ... sendiri toh yang cari gara-gara dan bikin emosi ibu tambah naik."


" begini juga lah Bu, Yuli tau Yuli punya kekurangan,nanti Yuli bakal coba masak nasi goreng buat bu."


" Woes buat sekarang juga."


"Okey bu."


lalu Yuli pun langsung saja memasak nasi goreng dan akhirnya nasi gorengnya itu jadi cuman rasa masakan nya itu terasa hambar dan tidak enak rasanya beserta dengan telurnya mulai gosong kemudian Bu Endah pun tak selera makan dan lalu meninggalkan yuli sendiri lalu yuli pun dengan terpaksa memakan makanan buatannya sendiri.


mungkin ini adalah Karma yang Tuhan Kirimkan kepada Ibu angkat yang semena-mena terhadap anak angkatnya sih marini ini padahal ia telah berjuang keras untuk mencapai kesuksesan malah dihalangi Ibunya dan bapaknya juga yang terlalu mengkhawatirkan keegoisannya kalau dia kerja di luar kota.


Padahal waktu itu ia ditawarkan oleh pihak kampus bekerja di medan malah tidak izinkan waktu itu dan ibunya senang jika Marini di rumah terus menerus agar ia bisa dijadikan pembantu dan membuat hidupnya menderita selamanya karena dia bukan anak kandungnya.dan sekarang Marni pun pergi dari rumah dan sekarang marini pun tenang dan jauh dari ibu angkatnya yang semena-mena kepadanya.


sampai ibunya pun keluar Ia digosipkan tidak-tidak oleh ibu-ibu sekampu ng bawa Bu Endah ini tidak mengurus anak perawannya yang pertama pernah bunting, dan yany keduanya bunting lagi.


sampai mereka pun merendahkan menghakimi Bu Endah bawa dulu Bu Endah telah melakukan asusila pas remaja ataupun waktu itu bu endah pernah jual diri waktu masih muda dulu lalu bu endah tak terima dan berteriak seperti ini.


" dasar para orang kampung brengsek, bisanya kalian ngurusin hidup orang urusi saja kelakuan kalian berkacalah."imbuh nya yang berteriak lalu bu endah mulai meninggalkan mereka.


" Dih ... Bu bu perasaanku Ada yang ngomong ya."tanya ibu yang menyindir Bu Endah yang menganggap Bu Endah tak ada di hadapannya.


" Ga ... Tau bu mungkin setan kali ngomong." jawab Ibu satu lagi yang menyindir Bu Endah.


" biasalah eh salah Bu ada setan ngomong udah yuk ibu-ibu kita lanjut belanja aja."jawab ibu-ibu satu lagi yang tak mau ambil pusing.


"Yuk."sahut ibu-ibu lain nya yang bersemangat berbelanja.


sementara itu Bu Endah pun pergi ke sebuah danau kemudian bu endah pun mulai menangis sejadi-jadinya Mungkin dia sudah lelah menjadi seorang ibu yang gagal dalam mendidik anak lagi Yuli sedang hamil yang kedua bulan padahal sih yuli ini masih kuliah di semester akhir loh.


Mungkin ini adalah sebuah Karma yang harus Bu Endah terima karena telah menghina Marni dan sekarang Bu Endah sendirilah yang menahan pil pahit yang Marini alami selama ini sampai-sampai Bu Endah menahan malu saatnya pergi ke pasar sampai-sampai para ibu-ibu penjual pasar ngomongin dia dari belakang.


" Eh .. Bu Bu lihat deh tuh si Bu itu itu."


"Ya ....kenapa ya bu dengan ibu ini."tanya ibu yang beli sayur kacang panjang.


"Itu ... Tuh bu, biasalah ada orang emosi yang datang ke sini kok sombong gitu ya sama bu ijoz." timpal sih ibu ini yang berbisik kepada ibu yang membeli kacang panjang.


"Ya ... Ehm betul itu bu,masa ganti rugi ga bisa dari tukang sayur itu kalo ga salah siapa mananya ya." timpal sih ibu itu yang sibuk mengambil cabe merah lalu ia mengambil bawang putih.


" Iya saya tahu itu namanya kalau, nggak salah siapa namanya." sambung ibu yang mulai bergosip itu sambil berpikir Siapa nama nya.


"Pak rahmat bu." jawabnya ibu itu yang sedang sibuk mengambil tempe.


"Olaaah ... Pak rahmat toh."


"Ya bu."


" denger-denger sih si Pak rahmat udah pulang kampung gara-gara dia tuh yang mau bayar." bisik nya kepada ibu-ibu tersebut.


"Ya ... Itu tapi kok heran ya dia ga mau ganti rugi ya." tanya ibu itu terhadap ibu satu lago yang sedang membelah bawang merah.


"Ya ... Mungkin dia ga punya duit kali bu, sehingga ya dia kan udah tua nggak bisa ngajar lagi hihi." ledeknya ibu itu yang sedang mengambil belanjaan nya.


"Ya... Ya hihihi."tawa ibu-ibu itu dengan riang gembira.


" Ini Ibu kembaliannya."timpal sih peadagang sayur itu.


" Makasih pak." jawab sih ibu itu.


"Ya sama-sama bu."


Sehingga Bu endah pun menangis dan malu terhadap apa yang ia perbuat terhadap si rahmat si tukang sayur itu beberapa tempo lalu cuman masalah perkara dari bu ijoz yang memanasi keluarganya lalu Ibu Endah pun berusah Tegar dan tak peduli dengan omongan orang. lalu ia pun mengambil uang seadanya dia saku dasternya untuk berbelanja sampai ia pun berbelanja nasi, terus telur, dan juga tempe untuk ia masak makanan seadanya di situ.


Di sana ia pun mulai pulang dengan wajah yang sedih dan Kusut sampai orang-orang kamu mulai menghinanya Dan menganggap Bu Endah tidak becus dalam mengurus anaknya percuma sarjana tapi dulu pernah bunting luar nikah yabg satu anak pertama hamil kata ibu-ibu tersebut, lalu anak keduanya hamil lagi sampai Bu Endah pun mulai emosi dan berteriak seperti ini.


"Heee !!!!!!!!!"


" jangan ikut campur dengan urusan saya Ya, urusin aja dengan kehidupan kalian masing-masing."


" ih memang bener tuh anak sampeyan satu tukang arborsi satu nya tukang hamil."timpal ibu yang pakai bàju daster merah yang menghinanya lalu ibu-ibu itu tertawakan nasib anaknya Bu Endah bukannya iba sebagai perempuan malah saling memaki seperti itu.


" Tau .. Tuh malah marah-marah gak jelas, Emang saya pikir saya takut sama sampeyan, sekarang sampeyan nggak punya apa-apa lagi ."ledek ibu satu itu yang pakai baju daster ungu yang menghina bu endah.


" Ya .. Nih ... Udah gitu tukang ngutang lagi sama anak nya ibu ijoz padahal kan bukan mantunya lagi."timpal ibu-ibu yang menghinannya.


" ya ... Udah gitu dia ga ganti-ganti uang pak rahmat dasar ga tau malu."ledek ibu-ibu satu itu yang pakai baju daster coklat yang menghina bu endah lalu mengambil dagangan bu endah kemudian bu endah emosi dan berkata seperti ini.


" Hei jangan itu hancuri belanjaan saya,tolong saya mau masak dulu nanti saya ganti uangnya." yang memerintahkan mereka untuk tidak mengambil dagangannya.


sehingga Ibu daster coklat itu berebutan belanjaan Bu Endah lalu bu endah merebutkan nya kembali sehingga belanjaaan Bu Endah jatuh dari beras, tempe, telah kotor beserta dengan telurnya juga hancur semua yang ia beli satu kilo malah ada sisa 3 buat ia yang ada padahal ia beli telor 1 kg untuk makanan seminggung lalu bu endah pun menangis jadi-jadinya.


"Hikss hikss hikss."


" Apa .... Kalian nggak mikir kalau saya itu nyari duit susah sekarang karena saya sudah di PHK karena umur saya,sampai kalian tega ngancurin belanjaan saya hiks hiks." ujar Endah yang sedang menangis sehingga ia pun memungut sisa belanjaan yang kotor untuk dia bawa pulang.


" makanya bu hidup tuh apa adanya biasa aja, jangan ngutang keluarga sini kalau sampeyan nggak bisa jaga tata krama sama warga-warga sini." Timpal ibunya yang pakai baju daster coklat yg telah memberitahukan bu endah,kalau jadi orang tuh harus punya tata krama dan sopan santun. kepada yang harus punya tata krama dan sopan santun kepada orang ia utangin harus bayar tepat waktu.


"Ya ... Betul tuh sama orang alain aja itu kasar apalagi sama anak ibu sendiri." sahut ibu yang pakai baju ungu yang menyetujui pendapat ibu yg pakai baju daster coklat itu.


" sialan kalian."teriak bu endah yang memaki mereka semua.


Sehingga para ibu-ibu pun tak terima dikatain sialan oleh Bu Endah langsung saja mereka mulai memaki Bu Endah di situlah Bu Endah di ujung habis-habisan dan dibawa saja ada bu RT datang dan langsung saja menstop mereka selalu berkata seperti ini.


" udahlah .... kalian sudah tua harusnya tuh sebagai ibu-ibu di sini memberikan contoh yang baik."imbuh nya yang menasehati mereka namun para ibu-ibu ini tak terima langsung aja menghardik bu Rt seperti ini.


" Lagian dia nngata-ngatain ... kita sialan bu rt Emang kita apaan bawa sial di kampung ini." adunya ibu itu kepada bu Rt yang tak terima dihina oleh Bu Endah sebut saja bu munaroh.


" betul tuh bu betul tuh bu."sahut ibu-ibu lain nya yang mendukung bu munaroh.


" seharusnya tuh sih Endah dan keluarganya diusir dari kampung bu, karena telah mencemari nama baik Kampung ini juga." Timpal ibu itu yang Bu Munaroh sebut aja bu ika.


" betul tuh bu beetul."sahut ibu-ibu lain yang mendukung.


" Apa-apa mana mungkin Yuli hamil ada-ada saja kalian."tanya bu Rt kepada ibu-ibubwarga.


" benar Bu si Yuli telah mengandung anak dari pacarnya."timpal Ibu ini memberitahukannya tentu saja Bu Evi.


"ya gimana Kampung ini nggak mau celaka Bu karena gara-gara anak-anak pezina tinggal di kampung kita." teriak ibu ini yang suasana sebut bu Kokom sahabatnya bu ijoz.


" Ya bu betul bu betul."sahut ibu-ibu lainnya.


" Ya allah kok bisa begitu ya."timpal bu Rt yang muali bertanya kepada ibu warga sini.


" Ya ... kalau begitu kita usir aja si Endah usir usir usir."timpal sih bu munaroh yang memberikan usul kepada bu Rt untuk mengusir bu endah dan keluarga untuk pergi dari rumahya padahal itu rumahnya sudah dibangun sudah lama oleh pak tatang dan bu endah yang sudah lama tinggal di sini.


Itulah Bu RT pun bingung harus bagaimana lalu ia memohon kepada para ibu-ibu untuk tetap tenang dan juga ibu-ibu ini susah diajak kompromi apa lagi tidak bisa diam di sisi lain Bu Rt juga kecewa dengan perilaku anak yang Bu Endah sih yuli ini yang membuat aib Kampung ini menjadi tercemar Jadi harus bagaimana ia menghadapi para warga nya.


/Next cerita berikutnya/