Misteri Wewe Gombel

Misteri Wewe Gombel
Bab 11 Bertemu dengan Ari


" Ya allah Pak bapak bertahanlah pak." gumam marini dalam hati sambil memegang gangang kereta nya tepat berada di rumah sakit.


hingga itulah yang membuat si marini dan sekeluarga menjadi panik lalu menangis sejadi-jadinya marini pun ingin sekali menemani bapaknya yang mulai terbaring dan lemah dirumah sakit karena shock hingga pada akhirnya mereka sudah sampai mengantarkan bapak nya menuju keruangan UGD.


Lalu saat mereka semua (Ibu,Yuli,dan marini)Mulai masuk dokter pun akhirnya menyuruh mereka untuk tetap di luar agar dokternya bisa memeriksanya lebih lanjut lagi tentang penyakit itu jantungnya.


lalu pada akhirnya mereka bertiga pun mengiyakan saja untuk menunggu diruang UGD hingga dokter tersebut mulai memeriksanya hingga pada akhirnya dokter itu pun keluar dari ruang UGD pasein tersebut.


"Dok .... Bagaimana dengan keadaan ?"tanya marini yang belum menyelesaikan pembicaraan nya karenaa dipotong oleh ibunya.


"Udahh ... Minggir kamu !!"imbuhnya yg sambil mengenggol bahu kanannya sehingga membuat marini mau mulai menangis dan terdiam seperti pantung lalu ibunya berkata seperti ini.


"Gimanaa ... Keadaaan suami saya dok."tanyanya dengan tergesah-gesah lalu bertanya.


"Ya ... Dok dengan bapak saya."


" Baik bu ... De tenang dulu kondisi Pak Banjar saat ini sedang kritis jadi." jelas dokter yang belum menyelesaikan kata-kata karena ibunya Memotong pembicaraan dokter tersebut.


" dok ... dok Kenapa suami saya bisa begini."tanya yang tergesah-gesah.


"Sabarr ... Bu sabarrr."jawab dokternya sambil ibu endah.


"Ya ... Bu ini dokternya mau jelasin bu."timpalnya yuli yang menyenangkan ibu nya sementara marini berusaha menenangkan ibunya malah dibentak-bentak Makian oleh ibunya sendiri.


"tolong Bu di sini rumah sakit Jadi harap ibu jaga sikap ya." Jelas Si dokter yang memperingatinya.


"baik... Baikk dok."


"Jadi ... Gimanaa dengan keadaan bapak saya dok, apakah bisa disembuhkan."tanya sih marini dengan pelan.


" Iya begini tadi kondisi Pak Irawan ini saat ini sedang kritis jadi perlu waktu dirawat inap disini sampai ia pulib kembali."timpal sih dokter itu yang menjelaskannya.


Lalu dokter tersebut mulai pergi pada akhirnya Yuli menangis sejadi-jadinya karena ia tidak sanggup lagi jika bapak nya sakit-sakitan lalu terbaring dirumah sakit seperti ini kemudian yuli memeluk ibunya sampai ibunya melihat marini kemudian ia mulai pun menampar marini didepan rumah sakit.


"Plakk."


" ini semua gara-gara kamu ya, sampai Bapak terbaring dirumahh sakit seperti ini Hah."timpal bu endah yang mencerca-cerca marini."


"Aduhh ... Sakitt bu pelan-pelann dong."jawab sih marinihh dengan nada gugup.


"pakai otak dong kamu berani kamu dijelekin Yuli kayak gitu huh emang yuli apaan."cercanya si Bu endah ngomelin marini sekali lagi.


"Dasarr kamu."timpalnya yang membogem sih marini.


"Buggg."


"Ahkkk... ahkkk."


"Lagii bu terusss bu terus biar tau rasa dia."teriak yuli.


"Cukupppppp!!!" teriak marini.


" seperti ini sifatmu sama aku yul,tega kamu yuli padah aku perbuat banyak kepadamu." Timpa marini yang memberi nasehat padanya sehingga yuli pun bungkam dan tidak bisa berkata-kata lagi lalu ibu pun naik pitam.


"Heh ... kamu seharusnya kamu yang disalahkan karena musibah ini bukan Yuli , malah bikin bapak jantungan aja."ujar ibunya yang menyalahkannya.


"Cukuppp bu Cukup."teriak marini sambil menangis.


" seharusnya Ibu sebagai orang tua adilll dn mikir perasaan aku selama ini aku selalu bantuin Ibu ini dan itu semua sampai Ibu mulai nampar aku dan masih saja ibu belaan yulii." ujar marini yang terus terang kepada ibu.


"Heh... Berarti kamu ga ikhlas Beraninya kamu ya ha dasar anak ga tau diri."teriak ibunya.


"Palkk."timpal tamparan kedua dari ibunya.


"Ahh ... Sakit bu kenapa ibu ga bunuh marini saja atau usir marini biar ibu puass mojokin aku sampai nama ku tercoreng."jawab nya sih marini.


"Heh ... Hustt."


"Husstt."


" ih berisik banget ih."ucap sih paisen 1 yg perotes.


" Ya udah tahu nih Rumah Sakit malah kedua orang itu marah-marah di sini nganggu aja." gerutunya paisen kepada Ibu Endah yang berisik lalu bu endah kesal.


"Ya... dikira rumah sendiri kali ya." ucap pasien tersebut yang merasa terganggu dengan ocehan.


"Tauu."


"HEH ... DIAMMM KALIAN."Bentak ibunya didepan semua orang.


" sudah bu sudah jangan marah-mrah disini, Bu Malu bu diliat orang-orang."jawab yuli yang menyuruh ibunya untuk tenang.


"Heh ... kan ibu belaan kamu buat nampol dia Biar dia tahu rasa dia ngatain kamu hamil diluar nikah segala lagi yang hamidun dia tuhh tuh biang nya. "timpal bu endah yang menyindir sih marini yg tidak-tidak.


"Puas ... Bu Puas bu nyindir saya didepan umum seperti ini bu."jawab marini yang membela diri dan kecewa..


lalu paisen ibu itu mulai menenangkan si marini dan berkata nggak usah dihiraukan dan bilang Sabar saja namun marini tidak peduli dan mulai meneriakinya bahwa ibunya sangat kejam, jahat dan egois.


dan suka mementingkan sendiri lalu para pasien pun mulai bungkam Apa yang diucapkan oleh marini itu benar lalu ibunya naik pita laungsung saja mulai menghajar marini sampai para pasien pun mulai merelaikannya.


" terus aja bu trruss aja bu emang bener kenyantaaan kalo Yuli sedang mengandung Bu."jawab nya sih marini yang tak mau kalah.


sehingga ibunya mulai mendorong para pasien tersebut yang menghalanginya termaksud mendorongnya kemudian ibunya mulai menamparnya seperti ini.


"plakk."


" Masya Allah Bu Bu Jangan gitu sama anaknya Bu kasihan."timpal paisen tersebut yang memberitaukannya


"Ya bu."imbuh paisen tersebut.


"Akhh... Sakit ... teruss aja ibu sakitiin saya terus."


" hei kalian diam saja ya dan ini urusan keluarga saya." Timpa Bu Endah dan tak mau kalah terhadap pasien-pasien yang telah memberitahukannya.


"Dan kamu lebuh baik kamu pergi dari sini pergiii,pergiii !!!."


di situlah para pasien lainnya mulai mengulus dada dengan tingkah laku Bu endah yang sangat brutal itu terhadap anaknya sendiri.


pada akhirnya menangis sejadi-jadinya karena marini merasa ibunya lebih percaya dibandingkan perkatakan sih marini tersebut.


memang benar bahwa si Yuli sedang mengandung anaknya pacarnya sendiri hampir 3 minggu ia mengandung anaknya sih denny.


"Aku ... Malu sekali ya allah tega ia menaparku didepan orang-orang disini hiks hiks."gumamnya sih marini dalam hati.


kemudian Yuli pun terus saja mencari marini sehingga ketemu dan pada akhirnya ketemu.


tiba-tiba saja Yuli pun datang dengan cepat lalu ia berkata dengan angkuhnya seperti ini bahwa marini telah tega membocor rahasianya di depan bapak dan ibunya namun marini pun tak peduli dengan cercaa nya itu.


memang seharusnya awal -awal ia memberitaukan sebuah kebenaran nya ini sebelum terlambat janin ini mulai membengkak.


lalu langsung saja yuli menampar marini Kakaknya sendiri situlah marini pun marah dan kecawa lalu ia mulai membalas tamparan yuli.


dengan sengaja ia menjatuhkan diri sendiri dan berpura-pura kakinya keseloh itu yang seolah-olah itu ulahnya sih marini skenario yang tega mendorong dirinya.


" Ahkkss sakit aduh aduh."lirih sih Yuli yang pandai bersandiwara.


"Hah ... Yuli."ucapnya marini sambil menganga.


"Tolongg... Tolong."teriaknya sih yuli yang pandai bersandirawara.


" Ya Allah itu ... kenapa ya dengan Mbak itu ."bisik ibu paisen yang mengantari.


"aku juga nggak tahu sih mba kita liat kesana aja yuk."jawab ibu paisen yang kedua.


"Yuk."


" Kasihan juga itu anak muda itu yang terjatuh."bisiknya bapak paisen ketiga.


"Ya .... Benar."jawab ibu paisen kedua.


"oh aku takut sama orang ini nih yang pakai baju putih serem liat nya." bisik paisen pertama.


"yang mana."tanya paisen kedua.


"Ituu." timpal paisen pertama yang menunjukkan arah marini.


" eh eh daripada kalian Ngomongin mba-mba itu terus sampai ga kelar-kelar, mending kalian panggil satpam atau perawat lainya biar mereka ga bikin ricuhan seprti ini lagi."titah paisen yg empat itu memberikan saran.


"oh iya baik mas e."jawab pasien kedua.


hingga pada akhirnya salah satu paisen memanggil perawat dan satpam itu hingga semua orang berkumpul.


dan pada akhirnya mereka pun mulai berkumpul kearah marini dan Yuli sampai pada akhirnya perawat tersebut menyuruh yuli dan marini untuk tenang.


lalu yuli mengarang kronologinya bahwa si Yuli telah ditabok dan dikeroyok oleh si marini lalu ibunya pun melihatnya datang dengan tergesah-gesah lalu ia mulai bertanya ibu-ibu hamil tersebut.


lalu ibu hamil itu menceritakannya bahwa adiknya telah dicelakai oleh sih marini lalu ibunya pun naik hitam langsung saja dia datang dengan mukanya merah padam lalu kemudian ia mulai menampar marini sekencang-kencang mungkin lalu menjambak rambutnya.


"Plak."imbuhnya ibunya yang menampar masih pipi kiri kemudian pipi kanannya.


"Plak."tamparan kedua kalimya di pipi marini.


.


" Dasar anak kau berguna kamu apakan adikmu sendiri hah." teriaknya Ibu endah di depan umum langsung saja ditenangkan oleh yuli.


" Sudah .... Sudah bu ini tempat umum ga enak bu diliat orang."timpal ibu-ibu lainnya yang memberitaukannya.


"Ya ... Bu ga enak ini bu soalnya ini rumah sakit bu."timpalnya bapak satpan lain yang menjelaskannya.


"Ya saya ga terima dengan perlakuannya bu karena dia iri."


"Dan asal kalian tau bahwa anak saya ini."timpal ibu nya sambil menunjuk.


" dia .... pernah hamil diluar nikaah."timpalnya ibunya dengan nada kencang di depan mereka semua pasien rumah sakit.


sehingga semua orang mulai kaget mendengar perkaataan dari ibunya lalu ibunya mulai berkata kalau si marini ini adalah perempuan liar tega sekali ibunya berkata seperti itu padahal itu aib keluarga malah iya bongkar sendiri demi anak kesayangannya itu.


kemudian pada akhirnya mereka pun mulai menggosip ria tentang marini yang tidak-tidak.


"Ya ... Allah parah banget ya mba itu." ujarnya si ibu pasien 1 tersebut.


" Ya-ya Saya nggak nyangka dia toh tega nyelakain adiknya sendiri terus juga ia pernah hamil ." jawab si pasien nomor 2 yang menanggapi gosipnya.


" Iya amit-amit ... hamil diluar nikah kaya gitu deh sifatnya." timpaal si ibu-ibu pasien nomor 4 tersebut.


"Hah... Yang bener bu."tanya sih ibu-ibu itu yang tak percaya.


" Ye ... Orang kata ibunya Dia perempuan liar kok."timpal pasien ini yang ikut berpendapat.


"Bener bu zaman sekarang kita mesti Waspada Bu sama model sok polos kayak dia bisa-bisa laki kita direbut olehnya lagi bu."jawab sih ibu paisen nomor 6 yang sok tau itu.


"Ya buu."


di situlah marini menangis sejadi-jadinya karena telah dipermalukan oleh ibunya sendiri apalagi didepan umum seperti ini.


kemudian para paisen rumah sakit mulai membicarakannya lagi yang tidak-tidak tentang dirinya sangat sakit sekali kalo jadi marini sering disakitin dan dihina oleh ibunya sendiri lalu pada akhirnya para satpam itu menyuruh para pasien itu untuk menghentikan gosip-gosip ria ini karena itu akan mengganggu kenyamanan pasien lain kemudian para pasien lainnya pun terdiam sejenak.


apalagi didoktrin dari kecil sampai dewasa oleh ibunya srhingga Dia tidak punya kenangan indah di masa kecil,remaja hingga dewasa.


sampai-sampai ibunya mulai melontarkan berkataan pedasnya itu padahal Ia adalah anak kandungnya Bu Endah sebegitu bencinya Ibu Endah kepada marini gara-gara anaknya pernah hamil dan tidak menuruti kemauannya marsih menjadi menderita seperti ini.


selalu saja membuat marini menangis begini terlebih lagi dia selalu direndahkan dan dijelek-jelekin oleh ibu dan juga saudaranya.


namun marini tetap sabar meskipun dia direndahkan seperti ini karena ia tetap sayang sama keluarganya.


sampai-sampai ia tak sengaja nabrak seseorang dan ternyata orang yang tabrak ialah Ari kebetulan marini mulai menatap Ari dengan wajah ekspresi yang terkejut..


" Hiks hiks maaf mas aku nggak sengaja nabrak kamu."timpalnya meminta maaf.


" Oh yowes masih ndak apa-apa."jawab ari dengan pelan.


" Kenapa kamu menangis seperti ni."tanya nya yang sekali lagi.


" anu ... Aku ga bisa cerita mas hiks hiks."jawab marini yang menangis terisak-isak.


" Sudahlah sih cerita aja sama mas biar kamu lega sih."timpalnya sih ari yang berusaha memberikan saran yang terbaik untuk marini.


kemudian marini pun langsung saja memeluk Ari karena ia merasa tertekan dengan dunia ini bahwa berfikir tidak ada yang menyayanginya lagi kemudian Ari pun membalas pelukannya si marini lalu mengelus kepalanya untuk menenangkan marini.


sehingga membuat sih marini salah tingkah Ia pun berusaha menjauhkan pelukannya dari Ari cuman ari pun mintaa maaf kepadanya karena takut disangka pemuda hidung belang.


namun ari tidak kehabisan ide pada akhirnya Ari pun langsung mengajak marini untuk ke Rm.padang di jalan kali batu biar bisa dekat dengannya.


" sih... daripada kamu menangis mending aku ajak kamu makan."imbuhnya yang mengajaknya.


" Makan di mana Mas ...?"tanya sih marini dengan herannya.


"ke Rumah makan disanaa ya."ajak nya ia sambil memegang tangan marini.


"Enje ... Mas."jawab marini dengan pelan karena gugup.


/Next Cerita Berikutnya/


"