Misteri Wewe Gombel

Misteri Wewe Gombel
Prat 24


" eh Bu itu itu di keluarga Bu Endah kok suka berisik banget dan marah-marah mulu ya."sahut para ibu-ibu lain yang merasa terganggu sebut saja asti.


" Ya biasalah dia diomelin emaknya mungkin dia kerja males atau males nyari kerja kali,makanya ibunya ngomel-ngomel mulu."timpal sih ibu-ibu lain yang sudah menjawabnya sebut saja mira temen sekolahnya marini.


"Ya ... Ya bisa jadi itu ibu-ibu." timpal ibu-ibu yang lain sebut saja Bu Franda kebetulan ia orang paling terkaya dikampung ini Kadang-kadang ibu franda ini suka ngumpul ibu-ibu disini cuman buat ngerumpi saja.


"hahahaha .... Ada-ada kamu mir."seru ibu-ibu lain nya sebut saja eka.


.


"Hahahaha."tawa mereka semuanya.


"Kalo kamu ... ngomong selalu bener mir."seru ibu-ibu lain yang mulai ngerumpi sebut saja Aini dulu teman sekolahnya marini.


Pada akhirnya mereka semua mulai menertawakan marini yang mengalami musibah dan juga kekerasan dalam keluarga oleh ibunya sendiri sampai Tak habis pikir dengan perilaku ibu-ibu di kampung ini yang suka ngurusin hidup orang dan suka melihat dari sisi luarnya saja tanpa melihat sisi dalam yang marini alami saat ini.


dan kok bisa mereka punya anak antara 2-3 anak di usia mereka yang masih muda dan sekadang sudah mencapai 25 tahun karena dulu setelah mereka lulus SMA mereka tuh dijodohkan sama keluarganya dengan keturunan ningrat baik-baik.


sehingga kehidupan mereka tuh sejahtera dan terjamin oleh suaminya karena semua ini berkat Ridho orang tua jadi apa yang mereka dapatkan adalah pintu rezeki dan keridoan masing-masing dari allah swt cuman sayang aja mereka sombong jadi ya begitu.


" Iya dong untuk aku sudah menikah sama suami pilihan ayah ku yang sebentar lagi mau jadi komandan TNI, kayak dia nuntang-lantung nggak jelas hihihi."celetuk sih mira sambil memamerkan perhiasan berkat hasil jeripayah suaminya sendiri yang hanya seorang TNI.


"bhahaha ... Iya iya untung aku dengerin kata orang tua ya kan."seru sih aini yang sedang bersemangat.


" Ya ... Tapi gak boleh gitu lah kalian kan marini temen kalian juga."ucap salah satu orang yang menceramahi aini dan mira cuman mira dan aini tak peduli dengan seseorang yang menasehatinya sebut saja ayu.


" Iya sih itu kan itu dulu sekarang mah beda dong bu ayu."seru sih anini yang menertawakan nya.


" iya ... lagian ngapain sih Bu Ayu ngurusin dan kasihan sama hidupnya ya biarin ajalah bu yang penting kan kita happy-happy bae Bu."seru sih mira yang tak suka dengan belaan dari bu ayu.


" tapi kalian nggak boleh gitu sama marini karena dia sedang mengalami musibah ndo-ndo ku."jawab bu ayu yang menasehati mereka semua.


namun tetap saja mereka tidak memperdulikan ucapan dari Ayu lalu mereka semua memarahi Bu Ayu lalu mira tersebut tak terima dan berkata seperti ini buat apa mengurusi kehidupan dan mengasihani orang yang telah mengaborsi anak Padahal dia telah melakukan dosa namun Bu Ayu pun berkata seperti ini.


" Ingat kalian tidak boleh memperlakukan orang seperti itu meskipun dia telah melakukan dosa semua di mata allah swt itu sama ya teman-teman." imbuhnya menasehati Aini dan juga Mira.


" alah Bu Pendosa mah Pendosa aja orang disini mah pada tahu marini itu siapa. " celetuk salah satu orang yang tak suka sama marini sebut aja Bu Asti.


" ya betul tuh Betul saya juga kurang suka sama dia Karena kan begitu wataknya murahan dan suka ngarborsi anak sembarangan." celetuk ibu-ibu lain sebut saja sih bu lisma.


" Iya saya juga pengen banget dia diusir dari kampung ini Bu cuman kita mah segan-segan aja sama Pak irawan sama bu endah bu, kasian kalo kita ngusir dia depan orang tuanya." gerutu si tetangga yang mulai membenci marini siapa lagi kalo bukan mira teman satu sekolah dasar dulu yang sering bersaing dengan marini yang jelas-jelas marini paling unggul nilainya dibandingkan Mira Yang kerjanya hanya bermain Waktu Sekolah Dasar dulu.


hingga pada akhirnya para ibu-ibu di kampung ini lalu mengomentari hidup marini yang tidak-tidak Padahal sama perempuan itu harus menjaga dan melindungi bukan menghakimi seperti itu mentang-mentang ia pernah hamil diluar nikah jadi seenak jidat mereka Mengosupin marini dengan ria-rianya.


saat mereka sangat asyik sekali menggosipin kehidupan marini yang tidak-tidak Padahal ekonomi mereka sedang menengah-nengahnya dibandingkan Frida yang paling kaya di kampung ini sampai-sampai Bu Ayu pun mengelus Dada dan berkata seperti ini.


" sudah ibu-ibu Tolong jangan bergosipi dirinya sekarang urusi saja, urusan pribadi kalian masing-masing."imbuh yang menasehati mereka.


"Uh ... Kenapa sih Yu kamu tuh selalu aja kasihan sama dia biarin aja."cerca salah satu orang yang membenci marini.


"Ya tapi seharusny... a kalian jangan menghakimi marini seperti ini dong kan mungkin kan tidak pakai musibah, jadi kita sama-sama perempuan toh juga harus menjaga perasaannya juga."ujar sih bu ayu yang menasehati mereka.


" gausah dipikirin yuk perasaan dia orang dia bloon." Timpal ibu-ibu yang berpendapat.


" Iya ngapain kamu ngurusin dia yu."sahut ibu itu yang sedang cari kutu temennya.


"Betul .. betul !!" seru ibu-ibu lain yang berpendapat.


hingga pada akhirnya Bu Ayu pun menghalangi nafas lalu meninggalkan Mereka yang lagi rame-ramenya bergosip pria tentang si marini Emang sungguh kurang kerjaan sekali mereka menggosipi orang yang tidak-tidak padahal kerjaan mereka juga banyak harus masak makan buat anak-anak, mertua dan juga suaminya.


eh malah bergosip ria dan berfoya-foya di atas penderitaan orang lain tunggu tidak patut dijadikan pergaulan sosial yang baik sosial yang baik itu bisa memberikan empati kepada sesama perempuan yang mengalami musibah Allah meledek dan menghinanya mentang-mentang dulu si marini pernah hamil diluar nikah.


Apa salahnya dengan hamil diluar nikah toh sama-sama makan nasi padang bukan eh malah mereka suka mencapuri dan mengurusi hidup orang lain tapi eh malahan mereka tidak berkaca dan suka menghina orang dan meledek si marini yang tidak pantas disebut dengan perempuan *****.


sementara itu si marini pun menangis sejadi-jadinya setelah disiksa oleh ibunya sungguh tidak punya otak ibunya bukan mas support dia, mengizinkan dia bekerja yang penting halal eh malah membuat dia menjadu pembantu rumahan.


berat rasanya menjadi seorang anak pertama yang harus menanggung rasa sakit dan juga batin yang ia alami selama bertahun-tahun disakiti oleh ibunya, tidak diberi rasa aman dan kepercayaan oleh ibunya, eh malah membuat hidup si anak ini menjadi lebih menderita mau jadi apa generasi bangsa ini jika anaknya terus dilarang bekerja setiap tahun sama orang juga berhak dong menentukan pilihannya sendiri Ini malah membuat si marini menjadi babu di rumah ini.


hingga pada akhirnya mengerjakan pekerjaan rumah mulai menggosok dengan gosokannya zaman dulu terbuat dari bahan arang, terus juga tidak dihargai oleh semua orang karena dia dianggap pemalas padahal semuanya marini kerjakan kerjakan semua ini.


sampai pada akhirnya Bu Endah pun keluar untuk membeli bahan-bahan yang ia akan masak yaitu bumbu-bumbu yang kurang Mari beli diwarumg karena emangbelum ada bumbu dapurnya Makanya ia mencari tukang sayur keliling nah di sana ada tukang sayur keliling yang telah tiba lama berada di pohon Rindang tersebut bersama dengan para ibu-ibu yang sedang berbelanja dan kemudian satu Endah mulai ke sana ia pun disapa oleh dagang sayur keliling itu.


"Eh ... Bu endah mau beli apa ?".


" biasalah saya beli garam sama biji asem sama sama daun siri buat Gigi saya nih."jawab endah yang cemberutnya.


" lagian ngapain beli daun sirih Bu Bukannya ibu endah bukan nya nenek-nenek ya."ledek salah satu ibu-ibu langganan pak tukang sayur tersebut sebut saja Bu ijo.


" Eh emang ada apa hubungannya dengan nenek Bu ijo !!!." timpalnya yang protes kepadanya.


" ya ada hubungannya lah kan dulu bu endah punya cucu hahaha."ledek Bu ijo tersebut.


"Ya ... dari si marini tuh yang udah lama gugurin janin ini toh ."ucap salah satu ibu-ibu yang meledekknya sebut saja bu lastri.


" kurang ajar ... Kalian aku ndak terima ya kalo kalian menghina saya seperti ini ya Rasakan ini." Timpal Bu Endang menjambak rambut mereka berdua.


" Ahh ... sakit-sakit lepasin bodoh lepasin." teriak IBu ijo yang menjerit kesakitan.


" Ya ... Aduhh sakit lepasann bu endah woy." teriak Bu lastri yang tak terima diperlakukan seperti ini.


hingga pada akhirnya terjadilah perkelahian antara mereka berdua lalu salah Bu Ida pun melemparkan sayur sawi ke mukanya Bu Endah lalu Bu endah pun tak terima langsung saja melemparkan pare tersebut hingga mengenai ke mulut nya.


lalu Bu ijo dan lastri pun tak terima jika rambut mereka ditarik langsung saja mereka berdua menarik rambutnya Bu endah dengan kencang lalu Bu Endah pun membalasnya menarik dengan panjang dan lalu hingga akhirnya Bu Endah pun dijejeliin cabaii oleh mereka.


" Aduh mereka bertengkar lagi malah dagangan gue rusak semua lagi ini gimana ini ya."gumam sih tukang sayur dalam hati sambil menggaruk kepalanya.


"ibu-ibu tolong hentikan ibu-ibu." Timpal si tukang sayur itu yang memberitahukannya kepada mereka.


" Hey ... Jangann ikut campur Kamu ua mau saya remuk sini sini." teriak Bu Endang yang menantang tukang sayur tersebut.


"Duh ... Duh jangan jangan Bu dagangan saya bisa hancur nantinya Bu."


" ya sudah mending kamu diam saja Ini urusan kita." teriak Bu ijo untuk membuat tukang sayur tersebut berhenti protes.


hingga pada akhirnya mereka semua pun terus saja bertengkar satu sama lain lalu membuat kita duka sehingga dengan situasi tersebut makin hancur dan tak ada karuannya sungguh Malang si tukang sayur ini pasti para ibu-ibu di sini tidak akan menggantinya karena kegaduhan antara Bu Endah dengan Bu ijo pada akhirnya saat marini mulai khawatir Ia pun langsung saja pergi ke sana dan ternyata ia melihat ibunya dan melihat kegaduhan antara Bu endah dengan Bu ijo.


/Next cerita berikutnya/