Misteri Wewe Gombel

Misteri Wewe Gombel
Prat 31


Lanjutan cerita berikutnya


"Oh .... Asal mbaee dari mana ?."tanya sih surti dengan nada meremeh yang penasaran kepada nya.


"anu .... Mba saya masih disekitar tinggal mbae dari saya lahir."jawab nya sih marini dengan kikuk.


"Oalaah ... Emangnya mbakee nda pernah kerja gitu di luar kota." timpal sih surti dengan nada meremeh.


" Nda ... Mbak eee saya mau nyari kerja di sekitar sini, Siapa tahu disini saya dapet rezeki disini." jawab si Marini yang tak mau menjelaskan tentang masalah keluarga yang ia alami.


"Oalaaah ..... Hahaha ada-ada aja mbakee,mbakee." celetuk nya si Surti sambil menepuk bahunya Marini.


"Oh ... Sakit mba." lirik sih marini yang kesakitan saat bahunya ditepuk oleh si surti karena di dalam tubuh nya sih marini ini terdapat bekas luka selama 3 hari kemarin karena ibunya siksa oleh ibu nya.


" Oh ... Kenapa sih mbaakee di tipuk (pukul ) Gitu aja kok sakit." jawab si Surti dengan nada bercanda.


"Oh ... Nda apa-apa kok." jawab si Marini yang panik karena ia tidak mau menjelekkan aib ibunya sendiri Karena bagaimanapun juga baik buruknya Ia tetap ibunya marini sendiri meskipun ibunya sering menjelekkan dia dari belakang karena tidak menuruti kemauan ibunya itu.


apalagi saat waktu lamaran dengan si jortono ya karena kan si jortoni ini terkenal Playboy jadi si Marini yang aga takut untuk menjadikan ia sebagai suami sampai mau pun mejemputnya sehingga Surti pun mulai melihat bekas lukanya kemudian sih surti ini sok dan kaget lalu berkata seperti ini


" Ya Allah Mbak ini kenapa iki sampai lembab gini. imbuhnya yang menyentuh bahu Marini.


"Ahkkk .... Sakit mbaae." jawab si Marini selain menghindar sentuhan dari si Surti Yang penasaran dengan bekas lukanya.


"Ini ... juga toh ada bekas lukane iki sebenarnya Kenapa toh mba." tanyanya sih surti lagi yang penasaran kepada si Marini.


" nggak papa .... mbak cuman kepeleset bae." jawab sih marini dengan beribu alasan yang tak mau menjawab pertanyaan ini.


" Oalah ndak mungkin kepeleset begini Mbak." jawab si Surti yang mencurigainya dan tak percaya dengan jawaban dari si Marini ini sehingga si marini pun panik sejadi-jadinya demi menutupi aib ibu ia tidak mau berkata jujur karena ia sayang kepada ibunya bagaimana baik buruk nya dia pada akhirnya sih surti pun bertanya seperti ini


" Tolonglah ... Jangan berbohong dan menutup-nutupi seperti ini." imbuhnya yang mengelus pundak Marini.


"Coba ceritakan apa yang terjadi Mbak ?" timpalnya lagi yang bertanya apa yang terjadi.


lalu sih marini pun bingung harus berbicara apa sehingga tidak sanggup membuka aib ibunya karena pasti akan menjadi tanda tanya seru oleh Surti dan lalu surti pun terus saja mendesak dan tak mau tahu tentang perasaan sih marini selama ini lalu marini pun terpaksa menceritakan semua tentang ibunya.


"Ya ... Allah Serius kamu,dihajar oleh ibumu sendiri cuman karena masalah sepele toh Mbakee."sambung sih surti yang tak percaya dengan cerita sih marni.


" Iya Nggak tahu lah ... Yang jelas saya ini bukan anak yang terbaik menurutnya." jawab si Marini yang berusaha menahan tangis dengan perasaan yang sesak yang ia alami.


"Atau ... Saya bukan anak kandung nya mbak."sambung sih marini yang menunduk.


" Ya Allah Mbak... nggak boleh ngomong mbake."


"Jangan ... panggil aku Mbake panggil aku aja Marini."


"Eh ... Iya mbakee maksudku marini."


" yo sopo namamu."


" namaku Surti mbakee panggil aja Surti."


" Iyo Surti salam kenal aku Marini panggil aja ni yo."


" Sing sabar ni berdoalah sama gusti Allah semoga dipermudah jodohne yo."


"Amin ... amin makasih sur."


" yo sama-sama Marini "


" Jangan lupa tidur yo."


"Yo.."jawab sih marini yang berusaha memejamkan mata.


padahal Ia tidak bisa tidur karena kasih saja mengingat peristiwa yang dialami selama ini membuatnya sesak nafas marini sering marinu dibeda-bedakan oleh ibunya sendiri cuman karena ia tidak penghasilan, dan juga tidak bermanfaat buat ibu untuk memenuhi keinginan untuk menjadi kaya padahal ibunya sih marini juga bukan.


apalagi ia tidak diharapkan selama ini karena si Marini ini adalah anak selingkuhan yang ditinggalkan oleh istri sirih nya dari bapak nya sebut saja Sri wanita pedangdut dengan goyangan strep strep sipnya sehingga sih makanya ibunya sangat membenci dirinya.


dan kerap kali sehabis sholat dia kerap kali didoakan yang jelek-jelek oleh ibunya dan akhirnya hendaknya sudah tersalurkan dengan cara menyiksa dirinya seperti ini padahal si marini ini sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi anakk yang terbaik untuk ibunya malah ia tidak sukses dan sering kali sepelekan oleh ibu angkatnya sendiri.


bener-bener si Marini Wanita Yang Malang sudah dari duly cita-citanya kerap kali tidak dikabulkan karena dosa yang ia lakukan selama ini sama mantan pacarnya itu sampai ia mulai tertidur puas tiba-tiba saja ya di mimpi buruk dan juga masa lalu tentang ibunya waktu ia masih SD dulu.


" anak pungut sih marini anak pungut." ledek teman sekolahnya menghina dirinya waktu si Marini masih SD dulu.


" Tidakkk Tidakk !! .. Aku bukan anak pungut ya aku anak kandungnya ibu endah sama bapak tantang." jawab si Marini yang tak terima jika dirinya terus saja dihina oleh mereka.


" kalau memang benar Kamu anaknya bu guru Endah kok ibu kamu nggak mau deket-deket sama kamu sih, Dan tidak mau mengenalimu." tanyanya si temennya meledeknya sebut saja anti.


" tidak tidak ibuku tidak seperti itu." teriak marini yang tak terima.


" Ah mungkin saja ibumu malu mempunyai anak sepertimu, karena kan kamu tidak pintar tidak seperti aku." Timpal temannya yang satu lagi memanasinya sebut saja Edah.


" Ya ...makanya mamamu mencuekin mu." ledek temennya satu lagi sebut saja April.


" tidak tidak mungkin Ibu tetap sayang kok sama aku." teriaknya marini yang tak terima Jika disudutkan seperti.


" mana mungkin kan kamu anak bodoh." ledek teman satunya yang meledek dirinya.


"Hahahaha !!!!."


"HAHAHAHAHAHAHAHA."


sehingga Marini pun langsung saja menangis dalam mimpi saat dirinya dihina oleh beberapa teman SD yang membully dirinya, padahal si Marini pun juga anak yang rajin dan baik cuma memang kapasitas otaknya tidak pintar seperti anak usianya bisa semua mata pelajaran kecuali marini saja karena itu semua pemberian dari Tuhan mau gimana lagi namun ibunya tidak mengerti apalagi ibunya sering memarahinya jika nilainya kurang dan menghinanya seperti ini.


"Ahkkkk..!!!"


"Ahkkkk ... Sakitt bu ampun bu." pintanya si Marini yang tak berdaya namun tetap saja ibunya mukulinya hingga kaki dan tubuhnya memar.


"Mau ... bikin malu didepan temen-temen ibu jika belum punya anak bodoh sepertimu." cerca ibunya sambil menjewer si Marini.


"Ahkkk ... ahkkk... Ahkk!!!!."


" sakit Bu ampun hari ini janji Bu Marini akan banya belajar tidak akan mengulanginya lagi bu."teriak nya sih marini yang histris sambil menangis karena masih dihajar oleh ibunya.


" bikin malu orang tua aja kamu, rasain ini." teriaknya ibunya sambil memukul si Marini


"Nih ... Nuih nih." carcainya yang masih saja menjebak rambut dan mencubit Marini sehingga kulitnya lebam dan memar semua.


"Huhhh !!!."lirih sih marini yang menjerit kesakitan karena ia masih dicbit oleh dalam masa lalu dalam mimpi nya itu.


sampai-sampai Marini pun menggeleng-gelengkan kepala saat ia mimpi tentang ibunya seperti ini, sungguh tragis dengan nasib yang marini alami dari dulu apalagi dari kecil ia tidak mendapatkan kasih sayang dari ibu kandung dan ibu sambungnya sendiri.


dengan kebencian Ia dapatkan dari seorang ibu cuman bapaknya saja yang mengerti dirinya beserta dengan paman sebut saja pak budi kaka nya, pak tatang bapak kandung nya sih marnini yang selalu mensupprot, kegiatan dia asalkan positive dihidupnya dibandingkan keluarga dari ibunya yang selalu menghina, mendiskriminasi, dan dijauhi oleh sepupu dari ibunya.


Sungguh Kejam sekali keluarga dari Ibu Endah ini cuman karena Marni adalah anak hasil intim di luar nikah dari pak Tatang dengan Sri ibu kandungnya sehingha ia tidak diperlakukan baik oleh keluarga (Paman,bibi,sepupunya) dari ibu sambungnya yang menganggap si Marini ini benalu dan sekarang ibu kandungnya telah tiada Karena dosa-dosa yang selama ini yang tidak merawat Marini apalagi ia tidak mengakui dirinya.


Dan sekarang sri sudah dibunuh oleh juragan nya kejadian sudah 10 tahun yang lalu saat itu sri masih 38 thn sangat cantik seksi saat itu dia pun berusaha meminjam uang karena gayanya terlihat bagus dan kaya, didepan para tetangganya kebetulan Dulu sih Sri ini bekerja sebagai wanita penghibur untuk uang pendapatannya saja segitu-segitu aja sehingga ia tidak mampu membayar dan dengan tak mau Ia pun harus dinikahi oleh juragan itu.


kemudian ia selingkuh dengan supirnya juragan itu sudah ketauan 2,7 tahun delapaan bulan sehingga terjadilah pembunuhan masa lalu tak ketahuan oleh juragan ini dan kebetulan cerita itu sudah terkenal oleh beberapa Tetangga yang melegenda tentang masa lalu ibunya saat masih hidup dulu sehingga Marini pun terbangun dalam mimpi kemudian ia berteriak.


"Ahkkkkkkk !!!." imbuhnya berteriak di dalam kasur kamar kosnya Surti yang sempit itu, sehingga si Surti pun terganggu kemudian membangun si marini ini.


"Masyallah ... Marini !!!... bangun Marini bangun."imbuhnya sambil mengoyangkan tubuhnya sih marini ini, sehingga ia susah sekali dibangunkan.


" aghhhkkkkkkk ... Ahhkk." teriaknya Marini dalam mimpinya.


sehingga ia mulai menangis sejadi-jadinya lalu si Surti pun mulai ibadah berusaha menenangkan si Marini untuk tenang kemudian Surti pun menyuruh Marni menceritakan apa yang telah terjadi sehingga ia berteriak-teriak seperti ini mau mati saja, lagi Ia pun membangunkan seperti sudah pukul jam 04.30 wib karena sebentar lagi ini juga mau menjelang mau pagi alias subuh.


lalu disurti ini membuat air hangat untuk menenangkan pikirannya si Marini yang masih kalut dan lalu memberikan air hangat itu kepada dirinya lalu dirinya pun berterima kasih kepada Surti karena sudah membuat Marini pun merasa seperti punya teman dan keluarga lalu surti pun tersenyum dan berkata seperti ini.


" Oh .... Ya Nda masalah mba ee, Kok kamu teriak-teriak sih ada opo coba cerita." timpalnya si Surti yang menyuruhnya untuk cerita lagi.


" sebenaenya , Aku sedang mimpi buruk Mbake."jawab sih marini yang berterus terang kepadanya.


"Oalah ... kok bisa mimpi nek kayak gitu." tanyanya si Surti Yang penasaran.


" ndak tahu mbake'e tiba-tiba aku mimpi seperti itu." jawab sih Marini dengan tubuh dan wajah yang berkeringat.


"Oalaah ... sebelum tidur baca doa dulu, mbak'e biar nanti kamu udah mimpi buruk terus." jelas si Surti yang menasehati si Marini.


"Ya ... Mbakee."jawab nya sih marini yang masih saja keringetan.


dan berjam-jam mereka mulai mengobrol satu sama lain sambil membahas tentang masalah yang mereka alami sehingga Marini pun mulai terbuka kepada si Surti dan menceritakan bahwa sebenarnya marini ini, adalah anak yang tidak diperlakukan oleh keluarganya Adik, ibunya,bibi,paman, eyang dari ibunya beserta dengan supupunya.


Cuman karena si Marini ini yang pergangguran Tidak Dianggap berguna oleh keluarga sendiri setelah ia lulus S1,dibagian pemerintahaan tidak seperti saudara-saudaranya sudah punya nasib yang baik dan sukses di bidang masing-masing.


apalagi mereka sudah menikah di usia muda setelah mereka (Sepupu-sepupunya). lulus S1 dan punya anak yang masih balita sedangkan si murni sepupunya Murni sedang mengandung anak mantan pacar yang telah meninggalkannya dengan keadaan hamil namun si Marini pun tidak berani menceritakannya kepada Surti .


ditakutkan nanti dia akan membuka aib keluarganya makanya si Marini ini mulai berhati-hati untuk menceritakan permasalahan keluarganya yang penting-penting saja. sehingga surti pun mulai merasa iba kemudian mulai menyemangati si Marini pada akhirnya azan pun telah berkumandang dan disitulah mereka berdua pun melaksanakan salat subuh dengan tenang dan setelah itu, barulah surti dan marini mulai berdoa dimulai dari sih marini.


" Ya Allah bantu hambamu ini mengalami kesulitan karena diriku selalu dihina oleh keluargaku jauhkanlah aku dari kesialan untuk membantu bapak yang masih dirawat di rumah sakit bantu hambaMu ini ya allah semoga aku bisa bantu biaya bapak yang dirawat rumah sakit karena sama 2 bulan aku belum bayar ya Allah."doa nya marini dalan hati sambil ia menangis di dalam hati.


"Amin yarabbalamin." sambungnya Ia nggak menutup doa-doa yang ia panjatkan.


pada akhirnya mereka berdua pun berzikir setelah berzikir bermurah mereka baca Quran untuk dapat rezeki yang banyak beserta dengan doa pagi yang seperti panjatkan selama ini makanya selama ini Surti mendapatkan rezeki dari Allah.


dan saat itu tibalah pagi Kemudian sepupunya si Surti pun mulai datang siapa lagi kalau bukan ibran yang datang menemui Marni di situlah Ibra pun mulai mengucapkan salam situlah si Surti mulai tersenyum dan lalu menjawab salamnya.


" Waalaikumsalam."


" Waalaikumsalam, Silakan masuk Mas. " jawab si Marni dalam mengucapkan salam sambil menawarkan si Ibran untuk masuk.


" nda usah di Marni .... di sini wae aku, nda enak dilihat Tetangga."jawab sih ibran dengan nada halus.


" Yo mas ada opo iki Mas tumben pagi-pagi datang jam segini." tanya Surti yaang penasaran.


"ehe ... Mas tumben yo mas'e datang kesini."timpal simari ini yang mulai bertanya.


" begini Sebenarnya aku pengen sampaikan ini kepadamu de marini." jelasnya si Ibra yang setengah-setengah.


" sampaikan opo yo Mas."Jawab sih marini yang linglung.


" yo ... Mas bikin aku penasaran wae." jawab sih surti yang terpisah-pisah Karena penasaran.


" Aduh ... Ya allah de kamu Wes diem wae lah ini urusan aku sampaikan informasi penting dengan Dek Marini saja." jawab si Ibra dengan tegas menggunakan logat jawanya.


" Ya okelah aku ke dalam dulu yo." Timpal seperti yang ke belakang.


mungkin sih surti yang mules Biarin ke kamar mandi pikir Si Ibra sambil menertawakan Surti lalu Marini pun mulai sedikit menertawakan juga karena surti ini kocak orangnya dan kemudian si Marini pun mulai bertanya dan berkata seperti ini.


" pesan opo yo mas ?."


/next cerita berikutnya/