
lalu mereka segera datang ke rumah marini sampai pada akhirnya mereka semua sudah sampai ke rumah keluarganya marini.
Lalu Kemudian Pak RT lainnya pun mengendap-ngendap hingga ke balakang halaman sampai pak Rt dan lainnya kaget mereka tidak habis pikir apa yang dilakukan oleh Bu Endah terhadap marini sampai disiksa seperti maling saja.
"Masyallah marini."teriak pak Rt dengan gugup..
"Ibu endaahh."timpal pak Rt dengan kagetnya.
"Yuli."sahutnya para warga memanggil yuli dengan gelagap.
"Hah."timpal bu endah dan yuli yang kaget dengan kompak nya.
"Kenapa ... mereka semua ada disini."gumam bu endah dalam hati.
"Loh ... Pak Rt dan lainya kok bisa ada disini .."tanya bu endah yang sudah ketangkap basah.
" Ibu nggak perlu tahu kalau kita ada di sini Dari tadi dan kita heran kenapa bisa begini."seru warga lainnya yang memanyainya bernama pak joko.
"Ya ... Betull tuh betul."seru warga-warga lainnya dengan kompak lalu endah dan yuli pun binggung apa sehingga mereka berdua bilang anu karena gugup.
"Ya ... bu endah,kenapa bu endah bisa menyiksa marini seperti ini ?." katanya Pak RT dengan herannya lalu mereka (Bu endah dan yuli) pun binggung harus jawab apa.
"Anuu ... Pak sebe-nar-nya." jawab Bu Endang yang gugup saat introgasi oleh Pak RT, Lalu para warga mulai membisiki Bu Endah yang tidak-tidak sampai para warga mulai ngeri melihat Bu Endah dengan raut wajahnya yang kusut karena strees lalu Yuli pun mulai penutup wajahnya karena malu dengan kelakuan nya dan ibunya yang sudah terbongkar beserta dengan ibunya mulai menutup mukanya.
" dan ... kamu Yul Kenapa diam saja saat Kakak kamu dipukul oleh ibumu sampe bonyok begini."tanya lagi Pak RT kepada Yuli.
"Heh nih." timpal para warga yang mulai kompak.
"Ya ada apasih."
"Ya .. Tau nih jadi penasaran."
" Anuu ... Pak."jawab yuli dengan gugup.
"terus kenapa kamu tidak melapor kenapa kami." tanya salah satu warga sebut saja Muski yang mulai menginterogasi hingga pada.
"saya ... Ga tau pak baru liat mba marini begini."ujarnya sih yuli yang pura-pura tau.
akhirnya ibunya pun naik pitam lalu menfitnah marini bahwa si marini habis kelayapan lalu membuat lagi aib keluarganya makanya diberikan hukaman seperti itu sehingga Wajar saja bila marini dihajar oleh ibunya seperti itu.
sehingga para warga boleh berbisik-bisik ria Sebagian ada yang membisiki marini yang tidak-tidak sebagian ada para warga yang iba dengan keadaan marini dan mulai berbisik dan bertanya apa yang telah dilakukan bu endah lakukan kepada marini sungguh kejam.
sampai Yuli pun malu lalu mulai menutup wajahnya lagi sebagian juga ada yang sinis melihat yuli dan bu endah dan juga ada juga yang menertawakan kelakukan Bu Endah karena alasan Bu Endah tak logis dan Tidak masuk akal karena ia pulang tengah hari begini dipukul jam 17.13 wib.
padahal si marini habis ke memohon dan berjuang untuk meminta pihak rumah sakit untuk bisa menyicil biaya administrasi untuk penginapan rawat inap bapak doang yang menurutnya mahal di zaman itu.
"Habisnya sih marini.. nggak bilang sama saya jadi khawatir pak takut diapain-apain maklum pak pernah ngewong makanya saya beri hajar saja pak karena kesel pada waktu itu bla,blaa ." jawab Bu Endah yang menyalahkan si marini.
jelas-jelas ia yang salah duluan sampai tega memukul marini hingga babak belur begini sampai mau difitnah begitu sungguh kejam sekali ia terhadap marini karena emosinya yang curigaan kepadanya.
" tapi ndak boleh gitu Bu."ujar salah satu warga yang memberitaukan sebut saja pak muis.
"Ya kasiaan marini betul ga semuanya."timpal warga lainnya sebut saja bu kokom.
"Betul."timpal para warga lainnya.
"lagian ... sebagai orang tua kita harus bijak bu, bukan cara memukul marini seperti ini Bu." timpal Pak RT mulai menasehati nya.
"Ya ... itu bisa kena pasall bu."ujar salah satu warga yang memberitaukannya bahwa perbuatan bu endah salah juga.
"Betull bu ... Betull." sahut warga-warga lain yang setuju.
hingga pada akhirnya Bu Endah malu dengan sendirinya lalu pak Rt menyuruh Bu Endang untuk berdamai kepadanya dengan terpaksa Bu Endah pura-pura minta maaf kepada si marini.
Karena ia merasa marini adalah anak yang membawa sial dari bencana dari Tuhan berikan padanya.
sampai-sampai para warga dan Pak RT pun memberikan nasehat lagi kepada Bu Indah Bu Endah bawa memarahi anak yang lebih dewasa itu adalah tidak diwajibkan..
dan terpentingan adalah saling menjaga kepercayaan satu sama lain hingga pada akhirnya Bu Endah mulai berteriak dan berkata seperti ini.
" Pak Bu yang terpenting saya saya tidak peduli dengan ocehan kalian, karena kalian tidak tahu permasalahan ini."imbuh nya memberitaukan mereka.
" masalah keluarga lah ,jadi pak rt/ warga-warga sini tidak boleh tau hal ini."jawab bu endah.
pada akhirnya para warga pun mulai mengancam akan melaporkan bu Endah ke polisi lalu bu endah pun mulai takut dengan hal ini lalu pada akhirnya.
bu endah meminta maaf agar ini masalah tidak diperpanjang dan berjanji tidak akan melakukaan kekerasan ini kepada marini.
" bagus kalau Bu Endah sadar kalau begitu saya permisi dulu assalamualaikum." Timpal Pak RT dengan tegas lalu ia mulai berdiri sembari meninggalkan tempat.
"Yo .. Waalaikumsalam Pak."jawab bu endah yang ketakutan.
sehingga para warga pun mulai mencuci Bu Endah dan Juli kemudian saat badan ini mulai hening langsung saja Bu Endah mulai menyekap marini terus menyiksa dan menampar marini.
Sampai-sampai marini pun menangis dan malu sendiri sampai Yuli pun kesal dan mulai memaki marini untul diam hingga terjadilah bencana.
" bikin malu orang tua aja kamu sampai para warga ke sini ..... udah dulu pernah bunting terus ga bisaa nyari duit pula huu." timpal ibu yang emosi sambil menoel kepala marini.
"Ahhk."teriak marini yang kesakitan.
"Ya udah begitu nyusahin orang rumah aja."timpal Yuli yang ikut-ikutan.
" yah setidaknya Saya nggak kayak kamu nggak jujur."teriak marini sambil menatap sinis.
"Kurang ajar kamu."
"Plakk."
"ahkk .... Sakit bu ... Tapi marini ngomong jujur bu Kenapa ibu masih nyiksa marini kayak gini ." ujar marini sambil menangis.
" Hah Apa kamu bilang ... Ngomong jujur Kenapaaa karena anak yg tak diharapkan oleh saya Heh."timpal ibunya yang menampar marini.
"Plakk"
"Plak."
"Ahh... Sakit bu ampunn."
Di situlah bu endah mulai menyiksa marini lalu mulai memaki-mani bahwa marini adalah wanita buting, wanita panggilan wanita, wanita tidak benar, atau disebut perkataan yang tidak menyenangkan hingga marini pun sakit hati sekali.
sehingga ibu endah belum puas menyiksa marini hingga marini pun babak belur seperti ini.
sampai marini meminta ampun kepada ibunya cuman ibunya belum puas dan ingin membalasnya kemudian dicegah lagi oleh Yuli.
" Bu Bu udah Bu takut nyaa nanti didengerin warga bu mending kita masuk kamar aja bu agar tidak terjadi kericuhan lagi." jelas Yuli yang memberitahukan kepada ibunya.
" tapi Ibu tuh emosi sama dia yull."
" udah dulu nggak pernah nurut sama ibu terus ...... pengangguran lagi dan kagak pernah dia beres-beres bantu ibu ngebersihin rumah selalu ibu yang bersihin nggak tau diri."
dan pada akhirnya para warga pun mulai mendengar percakapan antara Bu Endah dengan si Yuli cuman salah satu suami warga tersebut suruh untuk tidak ikut campur urusan keluarga mereka terpenting mereka tidak pernah semprot dari mulutnya lalu Bu Endah berkata seperti ini.
" terus enak dia kelayapan kayak gitu kagak jelas." jelasnya si ibunya yang panjang kali lebar.
" Ya udah Bu Besok marini ... nggak usah dikasih makan kalau kemarin dia ga bantu Ibu beres2 rumah." timpalnya Yuri yang memberi saran yang jahat agar marini tidaak dikasih makan padahal marini adalah makhluk hidup.
" biar besok yuli yang gimanaa bu."sambungnya ia yang melanjutkan kata mungkin ini bawaan debay ingin membantu bekerjaan rumah.
"Okey lah ... nanti besok bantu-bantuin ibu beress2 ya." ujarnya yang memerintah.
"Siap bos."
dan kemudian Bu Endah mulai melakban mulutnya si marini lalu pada akhirnya mereka berdua pun mulai masuk ke kamarnya masing-masing sampai-sampai mereka tidur nyeyak.
Sementara marini pun masih saja disekap seperti ini sungguh kejam keluarga ini padahal marini putrinya memang saraf bu endah tidak punya kerjaan sekali selain menyiksa marini.
padahal marini adalah anak yang penurut dia selalu tidak diizinkan untuk bekerja jauh atau bekerja sesuai bidang yang ia inginkan tapi malah diperlakukan seperti binatang dan pembantu.
Emangnya marini ini apaan pelakor/saingan sampai dianggap musuh dan dibenci oleh semua anggota keluarga ini.
/Next cerita berikutnya/