Misteri Wewe Gombel

Misteri Wewe Gombel
Prat 57


"Mariinii."teriak nya ari.


"Mariniii !!!." teriaknya lagi kemudian marini pun menghampirinya.


"Ya ... Ada apa mas."tanya sih marini yg mulai mencoba mengalami punggung tangan nya bukannya sih ari membalasnya malah ia mulai menamparnya.


"Plakkkkk."tamparan yg mendarat di pipi mulusnya itu.


"Ahkk ... Mas knp kamu menampar aku mas."jawab sih marini yang tak terima sambil mulai mengusap-ngusap pipinya lalu ari mulai menarik rambutnya marini dengan kencang.


"Ahkkkk."teriak marini yg kesakitan.


"Sakitt ... Kamu bilang sakiit."teriaknya yg masih menjambak rambut marini.


"Ini yg ibuku rasakaaann sampai2 kamu berani memperlakuan ibuku seperti itu."sambung nya ari yg menjelaskan sambil menjambak rambutnya lagi.


"Ahkk .... Memperlakuaan apa."teriaknya marinu kesakitan lagi.


"Ahkkk."teriak ari yang menjembak rambutnya Marini.


"Ahkm ... Duh aku nda ngerti maksud mu mas."teriak marini yg kesakitan sampai-sampai bu siti sana sambil memperlihatkan paha dan betisnya yg sudah terkena minyak panas.


"Liatt pahaaa dan betis ibuku sampai Ibuku terluka kena minyak panas seperti ini."timpal nya yg memaki marini.


"Ahhkkk ... Aku bisa jelasin mas."ucap sih marini yg berusaha menjelaskan nya.


"Jelasin apa hah."cerca sih ari yg masih saja menjambak rambut marini.


"Hah Kamu sengaja ya."teriakkkk nya dan kemudian menampar marini.


Plakkk


"Ahh ... Sakitt mas."timpaal marini yaang kesakitan sambil memegang pipi kirinya.


"sudah ... Ri sudah."ucap sih bu siti yg berusaha merelaikan mareka (Ari dan marini) cuman itu kedok nya saja.


"Biariinn buu."tukas Ari yang kesal kepada Marini.


"dan itu balasan jika kamu berbuat zalim sama ibuku, Padahal Ibuku adalah ibumu juga."cerca Ari yang kesal juga kepadanya.


"Hahahaha ... Rasakaan itu balasan dariku memang dari dulu Aku tidak menyukaimu sebagai menantuku Marini."Gumam bu siti dalam hati.


Sehingga Marini pun menangis jadi-jadinya dengan perlakuan Ari yang membuat Marini sakit dan Patah Hati di situlah Ari pun menyuruh Marini untuk masuk ke kamar saja dan memikirkan apa yang telah ia perbuat terhadap bu Siti padahal itu adalah rencananya Bu Siti untuk memisahkan Ari dan Marini.


"Hikss hiksss hiksss."timpal Marini yang menangis sambil memeluk bantal yang telah mengenai air matanya.


Hingga azan zuhur pun mulai berkumandang itulah Marini bersiap-siap untuk melaksanakan salat zuhur dan ia pun meminta pertolongan dan petunjuk kepada Allah agar hati suaminya terbuka dan ga memarahinya lagi.


Sesampai keesokan harinya seperti biasa Bu Siti berbuat ulah ia menyuruh Marini untuk menyapu mengepel mencuci piring setiap pagi-pagi buta dan cobaan marini semakin berat susah sekali ia mempunyai watak mertua seperti itu sudah tega sama mantunya malah membuat dirinya susah.


"Ehh ... Ni habis ini cepat kamu siap-siap masak ya buat teman-teman arisan ibu."timpal bu siti yang memerintahkan nya.


"Hah."jawab sih marini yg kaget.


"Heii ... apa hah."cerca nya yg emosi sambil menjewer dan menarik rambut marini sebelah kiri.


"Ahkk sakit bu."ucap sih marini yg kesakitan.


"Uh ... Selama ini kamu Ga ikhlas bantu ibu ya."timpal nya yg menjewer dan menarik rambutnya.


"Ahhkk ... Ya -ya Ikhlas bu."ucap sih marini yg kesakitan.


" Ehmm .. Jadi selama ini kamu ga ikhlas bantu ibu kenapa kamu bilang hah."timpal bu siti yg memberi pertanyaan kepadanya.


"Soalnya marini kecapean dan kelelahan bu."ucap marini yg kesakitaan.


"Plakk."


"Ahkkk ... Sakitt bu."ucap sih marini yg kesakitan.


"kamu mau Ibu fitnahi lagi agar kamu bertengkar dengan Ari."timpal bu siti yg mengancamnya.


"Ahkk ... Ga ga Ampun bu."timpal marini yang meminta pertolongan kepadannya.


"Tolong .... jangan pisahkan aku dengan mas Ari buu !! Aku mohon kepada mu bu."timpall marini yg mulai bertukut lutud kepada ibu siti secara tiba-tiba.


"yo wes kalo begitu dan cepat kamu masakin buat teman-teman arisan ibu."titah bu siti yang mulai mengatur nafasnya karena berteriak-teriak kepada marini padahal didengar oleh warga Kampung masih saja cobaan nya seperti itu.


" cepat cepat cepat cepat."sambungnya mulai memukul pundak Marini ke-3 kali sehingga marini sekatian dan juga kelelahaan.


"Enjehh ... Bu enjeehh."jawab marini yang menunduk.


Di situ marini pun melaksanakan tugasnya sebagai mantu yang menurut meskipun hatinya sesak ia mesti berbaktu kepada ibu mertua karena tanpa restunya mungkin sampai sekarang ia tidak menikah dengan Ari meskipun restu itu hanya terpaksa.


yang pertama ia cuci sayur-sayuran lalu labu siam segar terlebih dahulu setelah itu ia mulai mencuci ayam mentah hingga bersih dan lain sebagainya kemudian Ia pun memasak ayam terlebih dahulu dan yakni ia akan membuat masak ayam ketupat sayur.


 pada akhirnya ia sudah selesai masak selama 37 menit lalu ibu mertuanya menyuruh dia untuk menyiapkan sirup rasa markisa lalu dengan siap siaga marini melakukan apa yang Ibu Siti perintahkan.


"Mariniii !!!."teriak bu siti yang meneriakinya secara tiba-tiba.


"Ya ... bu ada apa."jawab sih marini yang berlari kecil secara tiba-tiba.


"itu makanan dan lainnya udah siap apa belum."timpalnya dengan Ketus kepada Marini.


"Ehmm ... Ya Sudah Bu ayam ketupat sama sirupnya."jelas marini yang telah memberitaukan nya.


"itu itu doang yamh kamu Siapkan."Timpal Sam mertua yang Ketus lagi kepada dirinya.


"itu doang Bu yang sudah saya bikin sesuai dengan perintah ibu."


"Duh dia memang nggak peka banget sih jadi mantu,udah menikah dengan anakku masih saja bloon."gumam Bu Siti Yang kesal dalam hati sehingga ia mulai mendengus kdsel kepada dirinya.


" Yang lain mana makanan kecil-kecilnya."ucap bu siti dengan ketus.


"Aduh maaf Bu makanannya kecil-kecilannya atau cemilan belum hari ini bikin atau beli bu."jelasnya memberitahukannya agar bisa meredakan emosi sang mertua.


Bukannya Merda emosinya malah marini di toel-toel kepalanya seperti itu kepada Marini terus ia bilang kalau jadi mantu sarjana juga percuma kalau nggak bisa pintar dalam memenuhi keinginannya si Bu Siti sampai melukai harga dirinya.


"kamu tuh emang nggak berguna ya."Timpal Bu Siti yang menghardik Marini sehingga Marini pun mulai tertunduk malu.


"apalagi ilmu yang kamu dapatkan semasa kuliah gak pernah kamu pakai otak ya sedikit pun."timpal nya yang mencemohkannya lagi sampai-sampai marini pun tertunduk lagi.


"Maaf ... Bu Marini nggak tahu kalau Ibu minta itu."timpalnya meminta maaf kepada sang mertua namun bukanya memaafkannya malah Bu Siti menghinanya seperti.


"Duh benar-benar bodoh banget jadi orang pernah ngertiii apa mau saya."sambungnya dengan nada mencemoh.


"apalagi menyesal saya dulu merestui kamu kalo bulan keinginan Ari Ibu ndak sudi jadi mrtua mu."timpalnya lagi yang menepuk tangan ke kepalanya.


Memang susah hidup di zaman zaman dulu yang waktu itu orangnya watak pada keras-keras terus didikan orang tua dan guru di zaman tahun 60-70 an masih saja keras-keras apalagi tidak pernah menghargai wanita dizaman itu malah sering dijajah dan dijanjikam oleh pria-pria hidung belang.


Sampai-sampai Marini pun tidak dianggap sebagai menantu yang berguna di keluarganya padahal Ia sebagai mantu juga punya hati dan perasaan gimana ia selalu diinjak-injak oleh Bu Siti.


menang ia dari dulu tidak pernah bekerja sama pas waktu lulus kuliah ditempat yang paling bagus dan bekerja tidak sesuai dengan jurusan eh malah di hardik oleh ibu tiri Dan hingga pada akhirnya teman arisannya bu siti pun telah datang sampai-sampai teman bu arisan bu siti mulai mengetuk-ngetuk pintu ada yang dari luar kampung, ada saudaranya Bu Siti Yang ikut arisan dan ada juga teman kecilnya Bu Siti dulu.


Kemudian Bu Siti pun memerintahkan Marini untuk membuka pintu lalu akhirnya Marini pun membuka pintu langsung aja malam ini menyambut mereka semua mereka mulai tersenyum lalu marini ini pun persilahkan teman-teman arisan bu siti untuk duduk di sofa lalu mereka mulai menurutinya.


/Next cerita berikutnya/