Misteri Wewe Gombel

Misteri Wewe Gombel
Prat 17


Pagi pun telah tiba dan langit pun mulai cerah tapi masih saja sih marini disekap 2 hari oleh ibu dan adiknya tanpa diberi ampun.


kemudian mereka pun dengan sigap membersihkan semua ruangan tanpa dibantu oleh si marini.


kasian marini masih muda sudah dianiaya dan dihancurkan mentalnya berkali-kali oleh semua anggota keluarganya yang bejat itu salalu menganggap si marini adalah pembawa bencana,benalu, dan juga pembawa sial pikir mereka berdua padahal Ia adalah anak dan saudara pembawa berkah


terus pada akhirnya Yuli pun merasa kecapean karena belum terbiasa Ia mengerjakan pekerjaan rumah ini seperti menyapu,ngepel,dan juga menstrika, mungkin ini bawaan sih bayi dalam kandungannya yang ingin mengerjakan pekerjaan rumah.


Jadi biasanya kecapean lotoi sekali yuli padahal kandung nya masih berjalan 3 minggu ga sampe 6 bulan saja lalu ibunya pun mulai menegur dan berkata seperti ini.


"Yul... Yul Kamu Kenapa nak.?"Tanya dengan heran kepada anaknya sendiri.


"Gpp .. Bu cuman sedikit kecapean saja." jawabnya sih yuli dengan seribu Alasan.


" gak ... mungkin sedikit capek pasti capek, kalau keringatan, mending kamu istirahat aja Yul nanti besok kamu telat lagi kuliahnya." timpal ibunya yang memberikan nasihat untuk istirahat.


padahal dari bawaan ia ngidam si calon Debay ini ingin membantu neneknya untuk membersihkan rumah malah sih yuli tidak becus membersihkan rumah. padahal Sebentar lagi kita akan menjadi calon anak dalam kandungan ini beserta dengan Deni yang insyaAllah akan menikahinya.


" ga bu ... Biar yuli yang beres- beres mending ibu istirahat saja yo. jawab Yuli sambil memegang ganggang sapunya itu..


" nggak nggak Ibu nggak mau kamu capean." bantah ibunya sekali lagi.


"Tapii bu."jawab sih yuli.


"Udah Ibu bilang jangan ya jangan ya sayang biar .. Sih ***** marini itu aja yang bersihin rumah ini biar tubuh mu pulih kembali yo ndo terus sing sehat yo ndo." Jelas ibunya yang memperingati Yuli untuk berhenti kerja.


"Enjehh bu."


"Woes .... Yul mendidng kamu istrahat yang nyeyak yo."timpal ibu yang menyuruh yuli istirahat.


"Yo ..bu."


hingga pada akhirnya dengan terpaksa Yuli mulai beristirahat karena disuruh oleh ibunya takut nanti ya kecapean.


dan besok dia juga kuliah di situlah ibunya mulai menggebrak pintunya gudang saat marini disekap sampai marini pun kaget.


"Masyallahh bu."gumam dalam hati dan tiba-tiba saja dengan kasar ibunya membuka lakban dari mulut marini.


"Ahkkk... Sakit bu."teriak marini yang kesakitan.


" lebay banget cuman begitu aja sakit, cepatan dong kamu bantuin beres-beres rumah segeraa."jelasnya sih bu endah yang mengomelinya.


"Cepaaatt !!!"


"Tapi buu marini."


"Plakk."


" tidak ada tapi-tapi ya udah 2 hari kemarin ga beres-beres dasar anak Gak berguna .


"jadi cepetlah sekarang bersihin semuanya titik."


"Yo bu."jawab marini dengan kondisi badan yang belum pulih.


Dengan keadaan sakit marini pun disuruh bekerja membersihkan pekerjaan rumah sampai sih marini kecapean dan juga bau badan karena ia belum mandi sampai pada akhirnya ibunya pun mulai memasak ayam jeroan dan sambel pete, tempe, tahu, enak karena ini makanan kesukaan Yuli hingga makananya pun telah siap disantap oleh mereka berdua akhirnya ibunya mulai Memanggil yuli sehingga hidangannya sudah selesai dinikmati untuk makan bersama.


pada akhirnya Yuli pun mulai memuji masakan ibunya Kalau masakan ibunya tuh sungguh enak dan nikmat ditambah lagi dengan nasi hangat buatan ibunya.


lalu ibunya tersenyum dan suruh menambah lagi akhirnya yuli mulai menghabisinya tanpa menyisahkan untuk marini sungguh jahat sekali mereka lantas sih marini belum dikasih makan malah disuruh kerja-kerja seperti babu aja mentang marini anak beda ibu.


Krukkkk


Krukkk


"Krukkkk." Timpal suara bunyi perutnya sih marini yang keroncongan karena belum makan.


Lalu marini pun tetap melanjutkan pekerjaannya seperti biasa tapi mereka malah asik menanbah makan lagi tanpa menyisahkan marini sekali pun yuli dan ibunya telah menghinanya begitu kejam keluarga ini inilah yang disebut keluarga bencana bukan keluarga bersahabat.


padahal satu darah tapi mereka begitu membenci dirinya karena dia pernah hamil, dan tak pernah mengikuti keinginan ibunya,lalu tidak sukses sampai dimusuhi oleh ibu ,adiknya dan saudaranya seperti itu seperti anak tiri saja dia sampai ia mulai menangis sampai ia tidak diperhatikan karena ia seorang penangguran.


Sesak rasanya jadi sih marini sudah jadi korban dibully dari zaman sekolah terus dicuekin,ama salah 2 anggota keluarga lalu diledekin oleh anggota keluarga besar dan tetangganya karena ia miskin dan ga bisa nyari uang buat keluarganya.


padahal marini orang nya bager,dop cuman nasibnya aja sudah rusak karena dibully dan sumpahin sama orang tuanya.


" Ya allahhh ... aku ga kuat digininn mending aku mati saja karena sering diperlakukan seperti oleh ibu."Gumam marini dalam hati sambil ia mengeluarkan air matanya.


Pov yuli


Lalu pas jam berikutnya seperti biasa aku masih berada dikamar.


lalu ingin rasanya aku ingin meminta Deni bertanggung jawab mengenai janin dalam kandunganku ini sungguh kelewatan dia tuh cowok ku tapi begitu.


dia selalu meminta jatah padaku tapi dia tidak pernah merasakan apa yang aku rasakan takut janin membengkak, Lalu aku pun mulai pergi dari kamar ini lalu meminta izin pada ibu pergi kerumah temen ku untuk meneleponnya lalu aku pergi rumah saudara lalu meminjam portal kebetulan portalnya ga jauh dari rumahnya.


" halo Den."sahutku yang berada ditelpon.


"Ehm ... Iya halo sayang."jawab nya dengan ramah.


"Kok ... Serius amat sayang sepenting apa sayang."tanya nya dengaan penasaran.


"Ini ... Sebenernya aku,bla bla bla."jelasku.


"Deggg."


"Apaa."jawab denny dengan kaget.


"Ya ... Den tapi tolong jangan keras-keras."jelasku yang menjelaskan untuk memelankan suaranya.


" Serius kamu telat berapa minggu."tanya nya dengan penasaran.


" udah 3 minggu aku nggak haid den, sekarang ini ku mengandung anakmu."jawab ku dengan jujur kepadanya.


" Tapi tolong Den cepatan segelah memikahi Aku,karena aku takut janin ini akan membengkak." pintaku padanya agar janin bayi dalam kandungan ku tidak membengkak.


" Sabar ... sayang sabar ini aku akan usahakan terbaik untuk anak kita nanti, dan aku berjanji akan menikahimu segera ya."jelasnya yang berjanji akan menikahi ku.


"Tapi ... Sampai kapan den,sampai kapann."timpal ku yang mendesaknya.


"Sabar sayangg, nanti aku akan usahakan bilang ke mama kalau aku ingin melamar kamu setelah kita sudah selesai ujian UTS ya."jelasnya yang menyakinkan kepada ku ditelpon.


" baik aku akan selalu menunggu janjimu ya sayang."jawab ku mulai menutup telpon umum ini.


pada akhirnya denny mulai mencium gagang telepon ini karena Emang dia sangat perhatian padaku lalu aku membalas ciumanya.


rasanya takut sekali jika marini memberitaukan kalo aku sedang mengandung anak pacarku sih denny untung ibu tidak percaya kalo aku hamil.


Emang keterlaluan dia sudah menumpang belaguu lagi udah begitu sok tuan putri lagi.


Dan Maless sekali aku mengobroll sama dia udah gitu bodoh lagi ga bisa bantu-bantuin buat kebutuhan kuliah aku bisa-bisa keturalan sial kalo berbaur dengannya.


Sungguh menjijikan jika aku mempunyai kaka seperti dia kenapa aku bilang begitu lagi karena bagiku dia seorang parasit penganggu dirumah ini.


Dan aku tidak akan mau berbicara dengan nya lagi karena dia menyusahkan untuk ku, dan dia pernah memberikan sebuah contoh yang baik sampai pada akhirnya aku melihat marini disiksa lagi oleh ibu lagi.


"hahaha ... semoga saja dia cepat-cepat diusir dari rumah ini/lebih tepatnya aku harap dia cepat mampuss biar kesialan keluarga ini cepat hilang."Gumamku dalam hati karena sebelll nyeliat dia.


Males sekali aku punya saudara kaya dia udah ga guna tak memberikan apa-apa padaku cih.


sok²an ceramahin aku segala lagi ciuhhh padahal dia bukan kaka kandung ku terus kata ibu dia pernah hubungan intim dengan mantan pacarnya itu sampai buat kita malu didepan para tetangga yang setiap hari memperguncingkan tentang keluarga kami cuman gara-gara dia yang pernah hamil Sedih rasanya aku punya seorang kakak belanu yang bisanya numpang hidup di rumah ini Untung saja Ibu berlaku tegas padanya jadi aku bisa bebas menyuruhnya Sesuka Hati.


Sampai pada akhirnya salah satu teman-teman kuliah ku mulai mendengar kabar dari tetangga ku yang tak sedap kemudian mereka bertanya-tanya pas waktu istirahat kuliah disurabaya seperti ini.


"Eh ... Yul."imbuhnya yang mulai bercakap.


"Ya ... ada apa."


"Apa ... Bener kaka mu dulu pernah hamidun."tanya temen ku yang somplak itu.


"Loh ... Kok tau dari mana informasinya sin."


"itu ... ada temen sma kita bilang seperti ini bla bla bla."jelasnya yang memberitaukannya.


"Sialaaann ... Pasti ini kerjaan dia."gumam ku kesal dalam hati.


"Uh ... Mungkin kamu Salah denger mungkin."jawab ku yang ngeles.


" Maaf Yuli Aku sungguh menyesal jika aku bertanya seperti ini Maaf telah menyinggung perasaan mu."timpalnya temen kuliah yang meminta maaf padaku.


"Oh begitu ... yaudah yuadah habis selesai makan kita kerja kelompak buat kelarin tugas ya."ajak ku kepada mereka agar aku bisa menyelesaikan tugas ilmiah ini dengan baik dan nilai terbaik untuk ibu.


"ya okey.."


lalu aku lihat teman-temanku mulai sayang kepadaku dan bisa membimbingku menjadi perempuan independen lebih baik sehingga sebentar lagi mau semester 6.


jadi para teman-temanku berencana memilihku untuk menjadi Miss Indonesia tahun 67 dibulan september.


dulu beberapa tahun sebelumnya saat usiaku telah menginjak-19 tahun pernah ikut Miss Indonesia sampai mendapatkan hadiah 5 juta bayangkan 5 juta itu bisa membantu perekonominan bapak dan ibu meskipun tanpa bantuan si marini itu tuh.


meskipun Aku sedang mengandung anaknya Deni cuman aku takut jika ketahuan oleh pihak agensi jika aku hamil hingga pada akhirnya aku pun bilang seperti ini kepada teman-temanku.


" guys kayak aku nda bisa ikut Miss Indonesia deh mendingan Erla aja."jawab yuli yg sedang pusing.


"si Erla orangnya sibuk Kenapa nggak kamu lagi aja untuk mewakili kelas kita lagi buat ikut lomba."timpal yuli yang memberi saran.


"Betul tuh betul."seru temen-temenku yang mulai mendukungku.


" Sebenarnya aku pengen sih ikut Miss Indonesia karena dari dulu aku pernah ikut modelteen indonesia waktu masih sma cuman masalahnya aku sedang mengandung anaknya Deni tidak mungkin lah aku ikut lagi nanti takut ketahuan."gumam sih aku dalam hati.


"hey ... yul, yul."ujar temen kampus farida yang mengangetkan ku secara tiba- tiba bikin jantungan saja.


/Next cerita berikutnya/