
lalu si marini pun keluar dengan tenang namun tiba-tiba saja hujan pun deras sehingga marini pun berusaha mencari tempat untuk berteduh dan akhirnya ia pun telah sampai di stasiun bis di situlah marini mulai berteduh di situ pada akhirnya sambaran petir pun mulai tiba.
"Pletuklk!! .. Pleetukk!!!."
" Astaghfirullahaladzim Kenapa bisa hujan mendadak seperti ini ya Allah." gerutu Marmi yang kesal kepada keadaan.
dan terjadilah sambaran petir lagi sehingga marini pun kaget Setengah Mati sampai-sampai marini pun beristighfar kepada Allah sebanyak mungkin namun sebaran petir pun tidak bisa dihentikan karena ini adalah murka Allah kepadanya mungkin karena selain dulu ia pernah berbuat dosa rumah Ia pun disumpahi oleh ibunya Maka terjadilah kecelakaan.
saat itulah marini menunggu lama hingga masih saja hujannya terus-menerus sehingga ada dua para preman itu mulai mengganggunya lalu mencolek dagunya marini di situlah itu boleh marah namun para preman pun tertawa dengan meremeh dan berkata seperti ini.
"Ayolah ... Nona manis, ikut saja bersamaku Mari kita bersenang-senang."
" Oh ... Tidakkk tidakkkk !!!"teriak nya marini tidak terima jika pipi dan dagunya dicolek oleh preman Brengsek itu.
" Lepaskan lepaskan Saya mau kamu berurusan dengan kalian ya."timpalnya sih marini yang berusaha melepaskan diri dari para preman belang itu.
" Ayolah jangan jual mahal sama kita, mending kita pergi ke sana ayolah."ujarnya preman satu lagi yang mencolek dagu nya marini
" Tidak .... !!! tidak lepaskan saya." teriak si marini yang berusaha melepaskan cengkraman dari para preman tersebut dan kemudian Ia pun menginjak dan menendang alat kelamin preman tersebut.
"Uhakkkkkkk."teriak sih preman pertama kakinya kesakitan akibat diinjak marini.
"Ahkkkkk."teriak sih preman kedua yang kesakitan juga karena alat ditendang oleh sih marini.
hingga pada akhirnya marini pun berlari sejauh mungkin dan berusaha untuk menghindari kejaran dari kedua preman hidung belang ini, sampai saat itu para preman itu pun masih saja mengejarnya sampai sore.
paling untuk memperkosanya lagi.sampai-sampai marini pun bingung harus bagaimana akhirnya ia pun bersembunyi di bawah semak-semak itu yang dekat dengan Kebon Kebon meskipun dengan keadaan hujan ia mulai bersembunyi agar tidak diincar oleh kedua preman ****** itu.
saat itulah kedua preman tersebut mulai mencari marini Namun sampai 25 menit mereka belum menemukannya hingga pada akhirnya mereka tidak sengaja menginjak kayu sehingga menimbulkan suara yang kencang dan mulai terdengar oleh mereka sampai sampai marini pun mulai bangun dan berlarii Sejauh Mungkin lalu mereka pun akhirnya menemukan marini juga.
sampai-sampai marini pun terus saja berlari meskipun dengan keadaan hujan sehingga wajah dan tubuhnya mulai basah kuyup dan marini pun kelelahan karena kaki ini pegal dan tak kuat untuk berlari lagi sampai ia pun terpeleset dengan biji mangga sehingga ia terjatuh.
"Ahh ... kena kau sekarang ." teriak preman 1 tersebut yang memegang bahu marini sehingga marini pun merinding dipegang oleh nya kemudian berkata seperti ini.
"Hahahahahahaha."tawa mereka dengan riang gembira yang dimaksud mereka ialah kedua preman brengsek itu.
"Tolong ... Toloong, jangan memperkosa saya tolong." jawab si marini yang berusaha melarikan diri namun preman pertama pun mulai menjebak rambutnya kemudian memeluk marini dari belakang.
"Ahkkkkk .... lepaskan aku, tolong jangan menyentuh saya." impal marini yang meminta tolong Dan Iba kepada kedua preman tersebut sambil berteriak.
" akhirnya kita berdua bisa memakai mu manis Ayo kita bersenang-senang." ujar preman kedua tersebut sambil mencolek dagunya marini yang runcing tersebut.
"Ahkk... Kurang ajar kalian,lepaskan tolong tolong."teriakk nya sih mariniii yg meminta tolong.
" lepaskann aku ahkk."teriaknya sih marini yang melirih untuk meminta tolong kepada mereka.
untuk tidak menggodanya apalagi memakai dirinya yang sedang kesusahaan namun Mereka pun tak peduli dengan teriak dan tiba dari si marini langsung saja mereka mulai Mencoba membuka bajunya baju di depannya mulai bolong sehingga kancing-kancingnya mulai berceceran di marah-marah akhirnya si marini pun berusaha untuk menutup dirinya karena auratnya sudah kelihatan karena ulah dua preman hidung belang itu lalu kedua preman pun mulai tertawa.
"Hahahahaha."imbuhnya mereka yang menertawakan marini.
" sekarang di sini ..... cuman kita bertiga jadi Kau, tidak bisa apa-apa pasrah saja Jika kamu pemuas kami dan siap pakai." sahut preman pertama dengan akunya mulai menyentuh area sensitifnya si marini.
sehingga marini pun menangis, pasrah dan meminta pertolongan kepada Tuhan sambil berdoa semoga ada yang menolongnya dan tiba-tiba saja kedua persamaan tersebut dihajar oleh seseorang yang menghadangnya dengan menggunakan kayu balok dan akhirnya kedua preman pun berusaha melawannya cuman dia punya ilmu bela diri.
hingga akhirnya kedua para preman pun Mulai mengambil pisau lalu mulai menusuk dirinya tiba-tiba saja ditolong oleh beberapa warga lagi hampir saja pria menolong si marini hampir tertusuk karena kebetulan teman-temannya-warga mulai berjalan disitu.
lalu beberapa orang yang mulai menghajar para kedua preman tersebut Lalu kedua preman tersebut dikeroyok secara massal lalu mereka, berdua ditangkap polisi oleh teman-temannya untuk sidang masuk penjara Ari yang menolongnya memang si hari ini seperti malaikat penolong saat marini mengalami kesusahan.
hingga pada akhirnya teman-temannya pun kasihan dan sebagian melihat nya teman-temannya melihat nya dengan mata jejelatan karena sih marini yang hampir telanjang dada sampau marini pun mulai menutupi dirinya menggunakan tangannya lalu dengan surat niaga hari pun berkata jaketnya yang kebetulan sudah terkena air hujan karena cuaca nya masih hujan.
"Ni ... Ni kenapa kamu bisa disini ni ?." tanyanya si Ari dengan Heran sambil memakaikan jaketnya ke arah tubuh semoknyabsi marini.
" anu mas .... sebenarnya aku diusir dari rumah sama ibu, Makanya aku mencari kontrakan sekarang." jawab marini yang dengan terpaksa tidak berkata sejujur-jujurnya kepadanya.
pasti kalau misalnya dijawab jujur pasti ari dan juga teman-temannya akan menyuruh marini untuk pulang ke rumah padahal ia mau pergi dari hidup ibunya yang suka emosi tempramental, egois pengen dimengerti,dan tukang mengatur sampai-sampai Ia pun mulai menderita seperti ini tak punya pekerjaan malah dilarang.
"Sudahlah ... Ni cerita aja apa yang terjadi sampai kamu seperti ini." tanya nya ari dengan iba pada marini.
" Ya allah ... aku takut skali jika aku memberitahukan bahwa aku telah kabur dari rumah, padahal aku sudah capek diperlakukan dan dianiaya seperti ini oleh ibu." gumam si marini dalam hati yang hendak menangis namun marini pun dengan terpaksa berbohong dan berkata seperti ini.
" Benaran ... Mas saya diusir sama ibu."imbuh nya yang terpaksa berbohong.
" gara-gara Saya ndak dapet kerja mas-mas makanya dari itu saya diusir dari rumah." sambungnya si Marni yang memberitahukan kepada mereka bertiga.
" serius ni... kamu benaran diusir dari rumah." tanyanya teman sama seseorang kepada dirinya siapa lagi kalo bukan johan.
" Ya allah kasihan banget kamu Marini mending kamu kerja sama saya kebetulan tempat saya ini bukan lowongan di bagian operator, kira-kira kamu berminat nggak." timpalnya sih johan ia menawarkan Arini agar bisa mendapatkan pekerjaan.
" serius Mas saya boleh kerja Mas." jawab sih Marini dengan menggunakan logat Jawanya.
"Yo ... Serius ni."jawab sih johan.
"Yo masa boong." celetuk si Ari.
sehingga mereka bertiga pun mulai tertawa satu sama lain sampai-sampai temannya satu lagi mulai menggeleng-gelengkan kepala sebut aja ibran dengan terpaksa marini berbohong hingga pada akhirnya sambaran petir pun mulai tiba sehingga itu membuat mereka kaget semua lalu mereka semua pun beristighfar dengan semua fenomena alam yang telah terjadi mungkin Allah telah menghukumnya karena ia telah berbohong dengan fakta yang alami selama ini.
kemudian hujan pun mulai deras tak terhenti sama sekali ditambah lagi samberan petir yang melegar ke mana-mana lalu mereka semua pun mencari tempat buat bertuduh susah sekali mereka mencari tempat berteduh ini sampai pusing keliling mereka mencarinya dan pada akhirnya mereka sudah sampai di masjid.
dan tiba-tiba saja mereka semua mulai istirahat sejenak sembari menunggu azan berkumandang dan tiba-tiba saja ada Marbot masjid berkumandang Azan zuhur hingga pada akhirnya mereka semua pun melaksanakan ibadah salat untuk mensucikan diri mereka.
kemudian Marini pun meminta ampun kepada Allah agar dosa-dosanya dihilangkan apalagi ia selama ini telah melawan ibunya sendiri hingga akhirnya hujan pun masih saja deras Meskipun mereka telah selesai ibadah.
" terus kamu mau pergi ke mana ni ?" tanyanya temennya Ari satu lagi saja Mas ibranh.
" Saya kurang tahu Mas ibran ... maunya saya cari kontrakan buat sementara untuk tempat tinggal." jawab Marini yang sedang putus asa dilanda masalah keluarganya.
" Oh ya sudah ... Mending sementara waktu kamu tinggal di tempat adik sepupu mas aja sih Surti namanya,kebetulan dia juga ngekos di situ sambil kerja di tempatnya mas johan." Timpal si ibran yang memberitahukan kepada Marini untuk sementara si Marni berteduh.
" Hah Ya Allah Mas bisa jadi nggak enak serius dan boleh saya tinggal tempat adik sepupu mas."jawab nya sih marini yang tak enak kepada ibran.
" ya Insya Allah bolehlah ni."Jawabbnya sih ibran yang tersenyum ke arah marini.
" Iya kamu jangan takut-takut ni." Timpal si Ari yang memberitahukannya secara tiba-tiba.
"Hehehe betul tuh ni anggap saja rumah sendiri ni." celetuk johan yang mulai bercanda kepadanya.
hingga pada akhirnya si Marini pun mulai tertawa dan mulai berkata bisa aja kepada mereka bertiga (Johan,ibran,dan juga ari) lalu mereka pun mulai tertawa satu sama lain namun hingga pada akhirnya sambaran Petir pun mulai berhenti dan hujan mulai berhenti deras dengan sendirinya.
dan kemudian mereka pun mulai berjalan sehingga si Johan pun mulai berpamitan kepada mereka karena ada urusan kerja yang belum ia selesaikan.
kemudian mereka berdua hari Melambaikan tangan siapa lagi kalau bukan sih Ari dan juga ibran yang senantiasa berkawan dengannya nggak begitu lama di waktu masih sekolah smp sembari Mereka pun bertiga mulai berjalan sampai sampai si Ari pun mulai memberitahukan kepada ibran untuk menjaga Marni dengan larangan tidak boleh menggodai,ataupun mengajaknya begituan seperti itu.
jika tidak pasti akan dihajar olehnya lalu inra pun mulai tertawa dan berjanji ia tidak akan seperti ini apalagi ke semua wanita meskipun si ibran ini genit kepada wanita cuman Ia juga bisa menjaga kesopanan kepada wanita yang masih lugu seperti marini kemudian Ari pun pamit kepadanya setelah pamit ibran Melambaikan tangan sampai pada akhirnya mereka berdua (Marini dan ibran) sudah sampai di kosan adik sepupunya sih ibran.
" Oalah .... ini kosannya Toh mas." jawab si Marini yang kaget dengan kondisi kosannya yang lumayan sempit dan tidak ada keramiknya sama sekali.
" Yo ni ... maaf yo aku jadi kosannya sempit." timbal si ibran memberitahukannya.
" oh ndak papa mas."jawab nya sih marni dengan lugu.
sampai-sampai sih ibran menatap marni begitu lama apalagi dengan lekuk tubuhnya yg mengoda dilapisi jaket pemberian dari sih ari sampai-sampai sih marini pun tidak menyadari bahwa Ibran mulai memperhatikannya memang mata keranjang sih ibran pantas saja Ari memperingatkannya untuk tidak macam-macam kepadanya Apalagi ibran ini sudah dikenal sebagai lelaki Playboy Cap penghuni di kosan ini.
"Ey .. Mass ibrann udah pulang toh."sapa nya sih surti yang mendadak.
"Oh ... Ya nih de surti."jawab sih ibran yang malu-malu sambil mengaruk kepadanya.
"Olahaaa .... Itu sopo toh mas ?" tanya Surti secara tiba-tiba sambil memperhatikan si Marni dari ujung kaki sampai ke atas kepala dari samping si Surti melihatnya.
" ini Ti ... Mas Bawa temen nih mas dia sekalian mau cari kerjaaan."jelasnya sih ibran kepada sih surti.
"Oh."jawab sih surti dengan mada sedikit ketus.
"Dan ... Berencana mau tinggal sama kamu, kira-kira boleh nda dia tinggal di sini." timpal si Ibran yang terus terang kepada Surti.
" Oh boleh itu mass ... asalkan nanti bantu Surti nanti yo mbak mas." jawab si Surti yang dengan terpaksa ramah di depan Sih Ibran dan marini biar kelihatan sopan,elegan, dan berwibawa didepannya.
" Okelah .... kalau gitu kalau gitu titip Marini yo." jawab si Ibran yang mulai meninggalkan kosannya Surti.
"Yo mas."jawab sih surti didepan pintu kosannya.
" Ayolah Mbak Silakan masuk." ajak Surti yang mengajak si Marini secara tiba-tiba.
"Oh .... Ya mbaaee." jawab si Marni dengan gugup kepada dirinya.
dan di sanalah si Marini pun melihat kosannya sih surti ini dari dalam tanpa keramik seperti itu ia lihat di depannya dengan satu kamar yang kecil 6×6 dengan luas dan satu kamar mandi yg kecil dengan luas 3×4 ditambah lagi ada lampu tradisional yakni memiliki ciri khas di dalam lampu tersebut terdapat api yang akan menyala dan itu bisa dihidupkan dan dimatikan dengan cara putar dari arah jarum jam ke bawah lalu ke kanan seperti itulah keadaan kosan orang zaman dulu ya dengan zaman zamannya saat kita hidup sekarang yang serba praktis.
/Next cerita berikutnya/