Misteri Wewe Gombel

Misteri Wewe Gombel
Prat 40


di situlah Marini pun mulai menangis tiba-tiba saja hari memeluknya untuk menerangkannya sampai di sana Ari pun mengantarkan Marini pulang ke kosannya dengan menggunakan motor jadul saat itu lama di perjalanan Marini pun dia tidak mau karena insiden itu menjadi takut jalan sendiri pokoknya yang harus ditemani yang akhirnya marini sudah sampai di kosannya.


" Aduh mas ... Makasih yo udah nyelamatin aku Di Saat Ku butuh."ujar sih marini yang berterima kasih.


" Yo ... Sama-sama nih ini sudah kewabijanku menolongmu."ujar sih ari yang menbuat marini tersenyum sehingga membuat lemaria pun berterima kasih lagi kepadanya.


" pokoknya wes Kamu jangan pergi sendiri yo." ujar si Ari yang memulai kepalanya si Marini sehingga Marini pun tersenyum dan salting dibuatnya.


pada akhirnya Ari mulai melambaikan tangan setelah itu marini pun melambaikan tangan kembali lalu ia tersenyum mabuk di Asmara sampai di sana setiap mulai mengagetkannya di situlah Marini pun sok dan mengelus dadanya saking syoknya karena dikagetkan oleh surti.


" Duh kamu nih saja sih ti."ujarnya sih marini yang mendumel.


"Hahaha ... Lagian kamu senyum-senyum sendiri apa opo toh."ujar sih surti yg bertanya sambil tertawa.


"Udahlaah ... Aku kesana dulu."ucap sih marinu yang salting kepada surti.


"Hihihihi."tawa sih surti yang melihat tingkah sih marini yg sedang salting.


sehingga si Ratna pun mulai menertawakan si Marini yang telah salting kepada si Ari Ya mungkin inilah jodoh kita juga tidak akan tahu akhirnya seperti apa, di situlah Marini merebahkan tubuhnya ke dalam kasurnya yang lumayan empuk setelah itu ia bulan memejam matanya saat ia mulai memejam tiba-tiba Ia pun dikagetkan oleh si Ratna.


"Astagfirllah ... Rat ,bikin kaget aja kamu."ujar sih marini yg berteriak.


"Hehe ... Maaf yo Mba." ujar si Ratna Sambil tertawa.


"Ehkk .... Bikin kaget saya kamu."carca si Marini yang mulai menabok ratna cuman pukulannya tidak mengenai dirinya karena sih ratna sudah menjadi arwah.


"Hehehe .... Sebenarnya kamu lagi senyum2in cowok itu kan."timpal sih ratna yg asal menebak.


"Ehmm ... Cowok yg mana sih."tanya sih marini yg heran.


"Itu ... ituh."ledek sih ratna.


"ih .... Kamu udahlah aku mau istirahat."jawab sih marini yang sebel dengan nya.


"ya'_."jawab sih ratna dengan sebal.


pada akhirnya si Marini pun mulai tidur dengan pulas keesokan hari nya seperti biasa Marini pun bekerja dengan giat setelah itu ia pun Berencana untuk menikmati waktu-waktu yang berharga tanpa memusingkan kejadian kemarin dengan cara berbaur dengan teman satu tim kerjanya.


sementara itu ibunya masih saja uring-uringan memikirkan masa depan Yuli karena kesayangannya itu dan juga Iya masih saja mencari Marini untuk membersihkan rumahnya bukannya merasa bersalah malah ia mencari Marini untuk dimaki-maki pikirnya seperti itu.


" Sialan .... dari beberapa hari kemarin aku belum menemukan anak itu, awas sajab kalau dia datang ke hadapanku akan ku, aku jambak dia habis-habisa di depan umum."gumam bu endah dalam hati sambil mengdengus nafas dgn kesal.


"awas ... Aja kalo ketemuu sudah ku rontokin rambut dia."ujar nya bu endah yang ngedumel sendiri.


apalagi ini masih siang hari pantes saja rezeki bu endah hilang bukannya minta maaf kepada anaknya malah menyumpahi marini yang tidak-tidak kenapa-napa sehingga sih marini kena tulah nya saat ibu sambung nya yang mendoakan jelek-jelek untuk nya meskipun bukan ibu Ibu biologisnya sendiri doa ibu tetap mujarab loh.


"bu ... Bu kita mesti hati-hati sama bu endah."bisik ibu kampung itu kepadanya.


"Ya ... Bu."jawab ibu-ibu itu sambil mengangguk.


sehingga Bu Endah pun tertipu jika digosipkan yang tidak tidak yang penting iya harus mencari sih marini sampai dapat. kalau tidak dia juga kecapean mengerjakan pekerjaan rumah padahal usianya masih 50 tahun dan itulah kelakuan sehari-hari Bu Endah kalau setiap hari menjadi ibu rumah tangga tanpa bekerja tidaklah mudah apalagi usia sudah senja padahal uang pensiunnya masih ada uangnya masih ada sih cuman cepat habis buat kebutuhaan sehari-hari apalagi biaya kuliahnya Yuli semakin hari semakin bertambah di setiap semester akhir.


dan kemudian Bu Endah pun berinisiatif ke rumah sakit untuk bayar pengobatan suami sih siapa lagi kalo bukan pak tatang yg sedang koma dirumah sakit cuman saat Ibunya datang ke administrasi ibunya pun kaget biaya administrasinya itu bisa dicicil, setelah dicicil itu Ia bayar angsuran ke- 5 dengan biaya 2.500 ribu saja.


"Sus ...mung 2.500 ewu wae sus ?"tanya sih bu endah dengan menggunakan logat jawa.


" Ya ... Bu total ne loro limang ewu."jawab sih suster ini dengan sungkam.


"Oalaah .... Tenan sing mbayar sus ?."tanya sih bu endah dengan heran nya dgn menggunakan bahasa jawa.


" anu pokokne dirahasiakan kalau gitu Saya bertugas dulu ya silakan ibune bayar sisa administrasi segini yo bu." jawab suster itu dengan sopan dan sungkam kepada Bu Endah.


"Woeslah ... Aku bayar sekarang."jawab bu endah dengan wajah yg sumngringah.


"Makasih yo sus."imbuhnya bu endah yg berterima kasih.


"Yoo ... sama-sama bu,Muga-muga Pak tantan cepet sembuh." jawab suster yang mendoakan pasiennya itu cepat sembuh.


lalu Bu Enda pun sungkam dan berterima kasih lagi kepada Suster itu lalu suster pun tersebut membalasnya demikian,selalu Bu Endah pun langsung saja pergi dan di situlah Ia pun tidak sempat terbalik karena di belakang ada Marini yang ingin membayar biaya rumah sakit ayahnya itu.


dan saat itu mari pun mulai mampir biar administrasi dan kata susternya biayanya itu sudah dibayar oleh seseorang ya itu ibu sambungnya itu di situlah marini kaget lalu ia melihat keliling apakah disekitar sana ada ibunya atau tidak lalu buru-buru ia mulai menjengguk bapaknya itu karena ada rasa kengen pada bapaknya.


lalu ia mulai menuju ruang inap bapaknya namun tak sengaja tak sengaja marini melihat ibunya yang telah duduk di situ sambil memeluk tangan bapak tatang yang terbaring dirumah sakit lalu ibunya menangis tersedu-sedu.


"Pak ... Ibu sedih ibu kangen sama kamu."ujar Bu Endah yang masih memegang erat tangannya pak Tatang yang masih terbaring di ICU.


"Maaf ... Jika selama ini ibu banyak salah sama kamu pak."imbuhnya yang curhat sambil memeluknya kembali.


"kapan kita bisa kumpul-kumpul Pak ibu sayang sama kamu Pak gara-gara Marini hidup kita seperti ini Pak hancur."curhat bu endah berkeping-keping.


"semoga kelak Tuhan membalasnya pak." Timpal ibunya mendoakan marini.


Itulah Marini shock dan kaget di sisi lain Ia juga sangat rindu dengan bapaknya sisi lain dia sangat menyayangi ibunya sampai ia tak habis pikir Kenapa bisa ia dirawat oleh seorang ibu yang membenci nya tanpa sebab Apakah ia anak yang tidak harapkan membuat ibunya malu sampai ia mendapatkan kebencian terdalam dari ibunya sendiri padahal juga sama-sama makan nasi.


dan juga sebagai orang tua juga mempunyai seorang anak wajib dijaga perasaan dan wajib menjaga lisan bukan dimaki-maki, bukan diperlakukan seperti pembant, tapi lisan dijaga dalam perbuatan maupun perkataannya.


apalagi zaman dulu berat banget cobaan nya ada orang tua yang keras sama anak supaya sukses, biar ga gagal dan disuruh untuk menjadi seorang PNS, dokter, dan bagian tertentu yang zaman dulu PNS lagi berjaya-jaya nya kalo anak nya gagal dalam hidup pasti ia tidak diakui terus orang-orang Kampung zaman dulu juga pasti menyiyir seperti kebudayaan indonesia saat kita belum lahir zaman itu.


/ next cerita berikutnya/