
Pada akhirnya marini pun bersiap-siap untuk pergi ke acara bulanannya yuli sebelumnya marini berangkat Ibu mertuanya pun menyuruh Marini untuk mempersiapkan sarapan pagi untuk mereka terlebih dahulu
.karena kan acara 7 bulanan Juli Belum dimulai pagi hari paling acaranya dimulai dari 1 sianganlah setelah itu, Marini pun mengerjakan tugas-tugas. sebagai irt. seperti itulah. tinggal di sebuah Kampung. dan tinggal bersama mertua, pastinya tidak enak, apalagi sering jadi bahan disuruh-suruhan keluarga suaminya.
"sekalian nih piring jangan lupa dicuci ya." Ujar Bapak mertuanya yang mulai serentak mengertak Marini.
"Enjeh ... Pak."jawab marini yg kerepotan mencuci piring.
"Noh ... sekalian kamu cuci piringku lagi nih."timpal sih tantri yg tak sopan kepada dirinya.
"Ehm."timpal marini yg terpaksa mengganggur.
"ya Sekali lagi nih cuci piring ku juga ya."timpal sih Tono yg kurang ajar sambil menyenggol bahunya.
"Ya mas mba."jawab marini dengan pelan.
lalu Marini pun mengerjakan semua pekerjaan rumah mulai mencuci piring,terus ia pun disuruh menyapu ruangan dan halaman depan maupun belakang, ia pun mengerjakaan sendiri sampai ia pun belum sempat makan pagi apalagi mengurus dirinya sendiri pekerjaannya selesai.
Akhirnya pekerjaannya selesai juga dipukul jam 11.00 siang ia mulai mandi karena hawa nya gerah dan tiba-tiba saja ia diintip oleh tono sambil ia penasaraan melihat lekuk tubuhnya Marini yang ia liat di pinggir tembok yang sedikit berlubang.
"Wah mantap dan mulus banget ... Aduh bahenolnya marini."gumam sih tono dialam hati sambil tersenyum Seringai digiginya dengan mesum sambil ia mulai **** kemudian ia pun mulai pergi.
Tanpa disadari Marini pun telah diintip olehnya memang sungguh brengsek sih tono padahal ia sudah punya istri adik iparnya sendiri yang sedang mandi sampai-sampai sih tono pun membayangkan tubuh marini sambil ia mengocok pusakanya tersebut.
"Uhh ... Enakknyaa."ucapnya dengan riang gembira setelah ia selesai dan puas dengan kegiataan nya dikamar mandi.
Sementara sementara itu marini memakai baju kebaya yg ia siapkan dari tadi pas mau masuk ke kamar mandi dengan tergesa-gesanya ia mulai berdandan selam 10 menit.
ia berdandan Setelah itu marini pun mulai mengajak suaminya untuk pergi bersama namun sih Ari tak mau menemaninya karena sibuk dengan runalitas dipagi harinya atau mungkin ia malu bertemu dengan keluarganya karena dia sakit hati dengan ucapan nya siapa lagi kalo bukan bu endah.
"Ayolah Mas."ajak marini sambil memegang lengan nya sih ari dengan manjanya.
"Eh ... Nda ah."jawab ari yg enggan pergi.
"kan kamu yang menyuruh untuk datang ke rumah Ibu sekalian aku minta ditemenin olehmu."Rengek Marini dengan manjanya kepada suaminya.
"Kok kamu sih manja bener sih itu keluarga mu ? temui saja sana jangan ngajak-ngajak."jawab nya dengan tegas kepada marini.
"Tapii mas."jawab marini dengan manja dan tiba-tiba saja si Tantri mulai ikut campur dan berkata seperti ini.
"aduh... aduh siang-siang ditemani segala,manja sekali sih ."sambungnya sehingga membuat Marini emosi lalu berkata seperti ini.
"Ya .. Terserah Saya mba,kan saya mau minta temani Mas Ari Kenapa Mbak sewott."ucapnya yg ngegas kepada si Tantri emang orang seperti tantri wajib di ngegasin.
"Cihh .... Sialaan."ucap tantri dengan kesal.
" jadi kamu berani melawan saya ya."ucapnya sih Tantri yang menantangnya.
"Sudah ... Sudah Cukup,Saya capek mending saya kebelakang aja "ucap si Ari yang mulai berdiri kemudian pergi ke belakang.
"duh .. Ada apa ini ribut-ribut."timpal bu siti secara tiba-tiba.
"Tuh ... pemalas ini nih ngajakin Ari pergi ketemu dengan keluarganya."ucapkan Tantri sambil menunjuk ke arah badan Marini.
"Bener-bener."ucapnya Bu Siti sambil menggeleng-geleng dan melipat kedua tangannya.
"kamu tuh seharusnya ngertiin suami mu dong, sudah tau dia capek nafkain kamu segala,malah merepotkannya."ucap bu siti dengan kesal sambil menyindir Marini.
"seharusnya tuh kamu ngertiin suami."ucap si Tantri yang membikin suasana ini menjadi panas.
dengan terpaksa Marini pun pergi dengan seorang diri, menyeka air matanya setelah ia make up jam berdandan sedikit Sehingga ari pun tak membelanya sedikitpun karena ia telah sibuk dengan dunianya sendiri pernah melihat kemolekan tubuh seorang janda cantik beranak satu Ia menggodanya setelah Marini pergi lalu ia mulai menyapa janda cantik itu saat ia bermain dengan anaknya.
Marini mulai dengan hati tak enak sedih mulai mengeluarkan air mata karena tak kunjung ditemani oleh suaminya padahal keluarganya pun menyuruh Marini bukan untuk silaturahmi melainkan meminjam uang untuk keperluan mendesak saja lalu dengan terpaksa ia mulai pergi ke acara 7 bulanan Yuli seorang diri.
kemudian ia mulai berjalan kaki dan hingga akhirnya telah sampai di rumahnya di situ ada pagar ayu yang senantiasa menerima para tamu yang telah hadir di acara 7 bulanan Yuli kamu saat Marini datang akan disambut dengan baik ya malah ditatap nanar oleh sepupunya sendiri siapa lagi kalau bukan Tika dan Nining yang mulai berbisik dan tak suka kepadanya.
" silakan nih .... tanda tangan."ucapnya sih tika yang Ketus kepada marini.
"Ehm."jawab sih mariniyang tak enak hati.
Pada akhirnya ia pun berjalan seorang diri kemudian disambut oleh beberapa keluarga yang baik kepada Marini Siapa lagi kalau bukan Paman dari keluarga bapaknya sendiri yang senantiasa menyambutnya dengan riang gembira lalu sebagian pula asa keluarganyavyang mulai menyiyir mariji siapa lagi kalau bukan pakle dan bude sendiri sebut saja Pak dudi dan Bu eni.
"eh masih ingat keluarga toh."ucapnya sih bude nya yang menyiyir marini.
"eh Pakde Bude."Ucap Marini yang berusaha basa-basi kemudian Ia pun mulai menyalami kedua tangan Pakde dan bulenya bukannya eh membalas basa-basinya malah dijauhi, dicuekin lalu mulai menjauh sembari menyingirnya lagi.
Beginilah suasana keluarga dari pihak ibu tirinya yang mulai tak suka kepada Marini mau sebaik apapun ,perhatian dan sebagainya tetap saja ia salah di matanya karena Marini pun dianggap aib dan juga bukan inti nya juga kan buat apa hormat dan basa-basi kepada dirinya meskipun Marini pun lebih tua dari sepupu sepupunya.
Di situlah ada bule yang selalu menyemangati dan berkata seperti ini.
"Sudah Nduk ndak usah dihiraukan mereka, cepat kamu susul dan temui adikmu."sambungnya yang membelai kepalanya agar hati dan pikirannya mulai tenang.
"Iya bule kalau gitu aku ke sana dulu ya."ucapnya yang berjalan tertatih-tatih.
Kemudian Marini pun akhirnya bertemu dengan Yuli Setelah itu mereka berdua mulai berpelukan satu sama lain karena rindu yang tak termendung hingga akhirnya mereka dipertemukan kembali siapa suaminya pun si Deni mulai mengalaminya.
"Mba ... Mba mas ari kemana toh."tanya sih yuli yang terheran-heran.
"Eh... anu."jawab marini yang gugup.
"ya .... loh Mba sih mas ari mana."ucap si Deni yang bertanya secara tiba-tiba.
"Duh masih mampus aku harus jowob opo yo." gumam Marini dalam hati sehingga hatinya takut gelisah.
"Eh .... Anu sebenarnya."ucap marini yg tertatih-tatih.
"Eh .... Anu sebenarnya."ucap marini yg tertatih-tatih.
"biasalah den li Mungkin suaminya malu sih diajakin dia ke sini."ucap bude nya yg menyidir.
"Hihihihi."tawa saudara-saudara yang lain.
"Oh ... Begitu toh."ucap sih sih murni yg cengegesan.
"Iyo .... Apalagi dia miskin percuma sarjana mir kalau gak kerja sesuai jurusan sama ga kerja kantoran kaya kamu jadi lebih sukses darinya."ucap Ibu Endah mulai menyindir dirinya.
"Iyalah Deh ... Kan aku kuliah itu nggak main-main dan ga murahan sana-sani plus nurut sama orang tua."jawab nya murni yg menyindir marini dengan pelan.
Di situ Marini pun sakit hati dan kecewa dan ia ingin sekali pergi dari acara 7 bulanan Yuli jam baru saja digelar pagi tiba lalu Marini mulai pergi kemudian ia dicegat oleh budenya untuk tetap kumpul disini dan tetap bersabar dan kemudian Marini pun tersenyum kepada budenya.
~Akankah Marini mampu menjawab dari pertanyaan Yuli dan deni silahkan baca cerita berikut ini~ ➡️