
Disitulah marini menangis sejadi-jadihnya mendengar perkataan ibunya yang sangat pedess selama bertahun- tahun ia mengalah tidak bekerja dan merawat rumah ini walaupun diianggap parasit dan hina oleh ibunya apalagi waktu dia masih SD dia sering banget dipukul menggunakan lidih oleh ibunya sampai marini menjeritt,menangiss, banyak orang yang meledekinya dari kecil.
lalu si Marni melamun kemudian si Ratna pun datang dan mengagetkannya secara tiba-tiba dan Ratna pun rasanya memeluknya Meskipun banyak orang-orang dirumah saki tak melihat dirinya yang memeluk Marini Sebagian ada orang melihat Ratna yang sudah berwujud arwah memeluk marini.
sampai si Kakek itu dari pasien Rumah Sakit itu kaget dan kemudian Pisang lalu ratna memberikan semangat kepada Marini itu tetap tersenyum Meskipun banyak orang yang menyakiti dirinya.
"Oh Tuhan .... Kenapa aku mempunyai, Ibu seperti dirinya aku selalu jadi bahan kebencian darinya."gumam marini dalam hati.
Hingga akhirnya Marini pun berhenti menangis tersedu ingin sekali ia pergi dari rumah sakit cuman tak bisa karena masih saja mengingat perlakuan ibunya yang menghina yang merendahkan dia lalu akhirnya ia pergi dari ruangan UGD sebelah kasir tersebut.
Namun saat ia pergi ke rumah sakit tiba-tiba saja ia tak sengaja menabrak orang itu dan orang itu ternyata Ari yang membawa ibunya sampai ibunya pun memasang muka masam kepada dirinya.
"loh ... Ni kamu ada disini."tanya sih ari yang terheran-hera kepada dirinya lalu marini pun menjawan.
"Anu ... Mas ini aku habis ke Rumah Sakit lagi jenguk bapak."imbuhnya yang gugup karena melihat ibunya yang sangat masam kepada dirinya.
" Alesan aja ... kenapa kamu ada di sini sih."tanya ibunya dengan ketus sampai sih Ari terheran-heran sambil mengelus dada karena heran kelakuan ibunya.
" tenang aja kamu memata-matai si Ari kan
"Anu ... tadi saya habis ke rumah sakit ibu bapak."jawab sih marini dengan sungkam pada ibunya.
"alah Bilang aja kamu mata-matain anak saya entar nggak tau diri tukang hamil dulu murahan."cerca ibu nya yang mulai memaki dirinya.
"Astaghfirullahaladzim, Bu Kenapa Ibu seperti ini pada Marini."tanya Ari dengan Heran sambil ia memegang kedua bahunya.
"diam... kamu."cerca ibu nya memaki sih ari..
hingga dengan terpaksa Ari pun menarik tangan ibunya lalu berpamitan dan mulai meminta maaf kepada si Marini lalu marini pun mengiyakannya dan memakluminya nggak Wajar saja jika ibunya kurang suka kepada dirinya ombak karena dulu ya pernah hamil diluar nikah dan juga keluarganya sering dihina oleh ibunya sendiri.
Lalu Ari pun langsung saja membawa ibunya ke tempat yang jauh dari tempat umum sehingga ia bisa bicara berdua dengan ibunya disitulah ari menasehati ibunya sehingga ibunya tak mau mendengarkan nasehat nya sih ari sehingga ari pun pusing dibuat oleh ibu nya.
"Lagian ... Kamu ngajak ngobrol diluan sama dia kan, ibu nggak suka sama keluarganya termasuk adiknta itu yuli sekarang bunting di luar nikah."timpal ibunya yang menjelaskan bahwa ia tidak suka dengan Marini.
"Ya tapi kan Ibu ... Itukan urusan keluarganya itu kan nggak berhubungan dengan Marini."jelasnya sih ari sambil memegang bahu ibu nya.
"Iya jelaslah ada hubungan nya lah ri orang dulu dia dulu pernah hamil kok,darah adiknya mengalir di dirinya."jawab ibunya yang tak mau kalah dengan Ari.
hingga ari pun bingung harus mrnjawab apa, tidak bisa melawan ibunya Karena hormat dan sayang banget sama ibu nya bagaimanapun juga Ia adalah ibu yang merawat dia sejak kecil dan ia sangat segan dengan ibu nya itu Dan meskipun Bu Siti orang kampung juga ia juga tidak mempunyai seorang menantu seperti Marini meskipun sarjana.
Sementara itu marini menangisnya sejadi-jadi nya yang mengingat kejadian tadi siang saat ketemu dengan ibunya malah bersifat Ketus dan dingin kepada marini sehingga waktu Ia sebelum punya pekerjaan sekitar 1 tahun yang lalu Marini pun mulai menyapa Bu Siti nama Bu Siti pun enggan dan buang muka lalu meludahinya di kebawah lantai depan mata nya.
"dasar ... Tukang bunting pergi kamu dari sini jangan bikin Sial ya di kampung ini."cercarnya yang tak suka kepada marini.
"Ya ... Ehm Maaff bu."ujar marini sambil menunduk karena tidak berani menatap wajah ibu nya ari yg gahar itu.
Selama bertahun-tahun sudah jadi omongan banyak karena ibunya ngomongin dia dari belakang terus dijauhi oleh teman dekat nya,dilecehin aryo secara berbicara secara sexual maupun perbuatan nya.
pada akhirnya Marini pun telah sampai di kampung halamannya sehingga para warga Kampung mulai berbisik saat Maria ini telah tiba di kampungnya di situ para ibu-ibu mulai menggosipin ia yang tidak-tidak.
Emang seperti itu ciri khas ibu-ibu Kampung mengomentari orang tanpa berkaca namun Marini pun sedih mendengarnya namun ia berusaha Tegar menghadapi semua cobaan yang Tuhan berikan kepada dirinya pada akhirnya ia sudah sampai dirumah sampai di rumahnya ia mulai mengetuk-ngetuk pintu belum ada orang satupun di sana namun ada tangga pun menghina dan menghardiknya siapa kalo bukan bu ijoz.
" Heii .... kau baru ingat pulang kamu hah."cercanya yang menghina dirinya.
"Eh ... Ibu joz."ujar sih marini yg berusaha tersenyum dan gugup diliat sinis oleh bu ijoz.
"Kenapa koe manggil-manggil ha."teriak bu ijoz yg menghardik.
" Anu Ibu .... tadi ibu datang kesini nda."tanya si Marini dengan gugup karena diliat sinis oleh bu ijoz
" mana ... saya tahu emang saya keluarga koe,urus aja dengan keluargamu ehm."timpal Ibu ijo sama maling kan wajahnya yang tak sudi melihat si Marini.
"Makanya .... kalau punya orang tua tuh dibanggain, jangan ditinggalin bikin malu saja kamu sudah dulu nganggur dan bikin aib lagi ."cerca ibu yang merendahkannya padahal Marini ini tidak salah apa-apa dengan keluarganya malah tambah repot.
"Dan ... Pasti sekarang Kamu hamil juga kan,terus datang ke sini minta urus sama orang tuamu."imbuhnya yang merendahkan dirinya.
lalu sih Marini pun menangis sejadi-jadinya lalu beristigfar karena tersinggung dengan perkataan dan sifat angkuh nya ibu ijoz yang akhir-akhir ini sering merendahkannya mungkin kalau misalnya ia PNS tetap ia tidak akan diremehkan oleh orang-orang meskipun ia pernah hamil di luar nikah.
"astaghfirullahaladzim .... Kenapa kebencian semua orang ada melekat di dalam hati kepada saya padahal aku tidak salah apa-apa."gumam si Marini dalam hati.
"Bilang sama ibumu jangan sok-sokan deh sekolahin anak tinggi-tinggi akhirnya hamil juga."ledek Bu ijos yang menghina Marini di situ Marini pun tak tinggal dia berkatq keras seperti ini kepadanya.
"Maksud Ibu apa merendahkan keluarga saya hah !!! ."
"saya juga tidak ada urusannya dengan keluarga ibu !!."
"dan .... kenapa ibu merendahkan saya kan saya tanya baik-baik di mana Ibuku."teriak nya marinibyg bertanya karena tak terima Jika diperhina-hina seperti ini.
" Lagian sok-sokan nanya sama saya, saya kan nggak akrab sama ibu kamu cari aja sendiri saya nggak mau bantu apalagi ikut campur eehm."teriak Bu ijoz yang memalingkan muka nya lalu menutup pintu secara brutal.
"Celkkkkkl..doooorrrr!!!."suara pintu yang keras saat bu ijoz menutup pintunya secara brutal.
Marini pun kaget dengan Perlakuan di ijos Untung saja dia bukan menantu dalam keluarga ini, kalo ia mantu dalam keluarganya pasti bakal dihina habis-habisan dan tentunya merendahkan keluarganya karena pernah hamil diluar nikah Ia kena sanksi sosial.
padahal sama-sama makan nasi sama pejuang dalam mencari kebahagiaan malah, dapat penindasan dan diskriminasi oleh orang kampung kaya tidak berkaca saja sehingga Marini pun bingung harus bagaimana.
apakah ia menunggu ibunya atau ia mulai pergi 5 menit membuat Marini menunggu akhirnya ia bosan sendiri lalu ia pun mulai berjalan ke arah depan rumah nya hingga akhirnya dia pun bertemu dengan ibunya.
"Ibu ...ibu !!! ibuu>>>." timbal Marini berlari mengejar ibunya sampai ia mulai memeluk ibunya namun ibunya pun tak suka dengan marini langsung saja ia mendorong marini hingga terjatuh.
"Ahkkk."teriak marini yang tersungkur jatuh dari tanah.
/Next cerita berikut/