
.
Prat 1 awal masa laluku.
Pov marini
Flasback Di era 60 yang lalu aku dapat beasiswa dari sekolah untuk melanjutkan universita negri malang bergengsi Karena Hari ini adalah hari yang kutunggu-tunggu.
Namun sayang sekali pihak sekolah memutuskan untuk memilihkan ku untuk masuk ke jurusan pemerintahan secara gratis cuman sayang aku ingin sekali belajar sastra indonesia cuman zaman itu belum ada jurusan administrasi niaga,sastraa arab,inggris,indonesia,matematika adanya diluar negri ga mungkin aku kuliah disana pasti mahal biaya-biaya disana.
sampai ibuku juga tidak setuju dengan keputusan ku jika aku menerima beasiswa itu dan rencananya ia akan memasukkan ku di falkultas PGSD/Ekonomi saja biar gampang cari kerja katanya.
cuman sayangnya aku tidak berminat karena aku sudah menandatangani surat kontrak dari beasiswa sekolah ku itu jika Aku melanggarnya maka, tidak akan dibayar untuk melanjutkan kuliah gratis disana.
sayang banget kan kalo beasiswa itu dicabutt pasti itu akan diambil oleh siswa-siswi yg lebih membutuhkannya.
disitulah aku tidak mau melepaskan begitu saja karena lumayan kuliahnya dibayar graatsi dan tidak membebankan bapak dan juga ibu.
"serius kamu pilih yang itu."jawab ibu yang heran kepadaku.
"Ya ... Bu soalnya ini sudah keputusan sekolah."jawab ku dengan pelan.
"Duh ... Aduh apakah kamu yakin mau menerima beasiswa itu, dan yakin juga bahwa diprospek itu bakal punya masa depan nantinya yang terjamin dalam hidupmu itu heh."timpalnya ibu dengan nada meremeh lalu ibu mulai menertawakan ku.
"ehm."timpal ku yang mulai berfikir.
" Sudah lah dah ... jangan meremehkan marini seperti itu kan dia yang belajar bukan kamu."ujarnya paman ku yang kurang setuju dengan pendapat ibu.
" tapi mass ee soalne dijurusan ini nda ada lho prospeknya aku punya feeling toh jadi aku ora setuju."timpal ibu yang lagi makan pisang goreng.
"Feeling opo toh felling,felling gundulmu hah. "jeletuk paman ku sehingga kita semua mulai tertawa lepas sehingga membuat ibu malu sendiri.
"Hahahahaha."timpal kami yang tertawa secara lepas lagi kecuali ibu yang malu sambil mengusarkan wajahnya lagi.
"udah ni ... ga usah dengerin ibumu itu ambil ojo beasiswane sayangkan buat masa depan mu nantinya."timpal paman yang mendukungku.
" Ya ... Ni kuliah gratis lumayan toh."timpal bibi yang ikut berpendapat.
"Tap-."ujarku yang belum menyelesaikan kata karena bapak memotong pembicaraan ku.
" Iya betul ni yang dibilang oleh paman dan bibi mu kesempatan nggak datang dua kali loh." Timpal Bibi yang menyetujui pendapat paman.
" Dan bapak sangat setuju tenan dengan keputusanmu ni jangan dengerin perkata ibu mu gundul itu."imbuh bapak yang telah memberitaukannya.
lalu aku mulai berpikir benar juga yang dikatakan Paman oleh bibi kapan lagi aku bisa kuliah gratis biayain oleh pihak donatur kampus yang akan membiayai bertahap semester namun Ibu bilang nggak usah buat apa kuliah mending nikah aja atau apalah begitu sakit rasanya dengan omongan ibu yang menyakitkan dan menyuruhku menikah saja dengan anak temen ibu Padahal aku ingin kuliah untuk menaikkan derajat keluarga ini.
lalu Paman menghina Ibu bahwa ibu ini dulu orangnya sering dipaksa sama kakek sehingga ia pun terpaksa menikahi Bapa melalui ceritanya hingga pada akhirnya kita semua mulai tertawa terbahak-bahak
sementara itu, Ibu kesal dan mulai cemburut sambil memanyunkan bibirnya itu lalu oaman meledeknya lagi.
dengan terpaksa Ibuku setuju berkat bujukan dari paman,bibi dan bapak juga yang telah banyak mendukung keputusanku.
Kini aku bisa mengangayam fakultas pemerintahan tersebut ini aku menikmatinya jadi mahasiswa jurusan pemerintahan dari semester awal pertama hingga Di semester 3 lumayan menyenangkan karena aku dikekelingi oleh orang-orang baik dikampus ku ini.
cuman sering kali aku dilarang ibu untuk bergaul beda dengan yuli yang tidak dibatasi apapun karena menurut ibu aku adalah orang yg gagal dan tidak pernah menjadi orang sukses.
Apalagi waktu sekolah aku selalu dijauhi,dihina dan dijaili oleh temen-teman ku karena penampilku yg seadanya makanya banyak yang membullyku sudah 12 kali seringkali aku mengadu namun respon ibu seperti itu malah dimarahi-marahi dengan berkataan yang lebih parah hingga mentalku drop seperti ini.
Dan Maka dari itulah Aku harus belajar keras agar bisa menggapai cita-citaku dan membuktikan bahwa aku bisa sukses Tanpa Teman seperti mereka apalagi mereka sangatlah jahat kepadaku dulu pas waktu masih sekolah.
Begitu sulit aku lewati selama 9 tahun masa bully dari zaman sekolah dari waktu Sd-Smp sering kali diludahi oleh kaka-kaka dan juga adik kelas pas pulang sekolah karena hanya penampilanku yang kucal.
Maka dari itu aku harus bersikeras untuk mendapatkan cita-citaku meskipun sia-sia karena terhalangan restu dan sumpahan kramat dari ibu yang membuat hidupku melarat sampai aku menagis dalam rumah baruku.
" selanjutnya akan bicarakan tentang Kenapa bisa bertemu dengan mantanku ?"
Prat 2 sejarah ketemu mantan.
Waktu itu di awal semester 3 di mana aku mengenal cinta pertama kalinya sampai dulu mantan pacarku mengajakku berkencan di sebuah restoran paling enak pas liburan kuliah mulai kami mengelilingi jakarta sampai ke alun-alun sukabumi.
dikarenakan kampung nya sangat seru sekali waktu kami berpacaran luar biasa. sampai-sampai kami mulai memadu kasih di taman diarea bogor bersama nya tanpa sepengetahuan ibu dan kemudian dia mulai membisikan seperti ini.
" kamu adalah wanita pujaanku satu-satunya didalam hatiku ni.”bisiknya ke telingaku.
“ ih mas .... kamu gombal mulu deh.”sahutku yang mulai genit kepadanya sambil mengeliti perutnya.
"Uhh ... Beneran serius ni soalnya kamu cantiknya kebanget ni, maka bikin aku terpanah hehehe."jawabnya yang mengobalin ku sambil tertawa.
"Ahh ... Mas kamu juga bikin aku terpanah juga kerena kamu baik juga sih sering ngajak aku jalan-jalan makanya bikin aku terpikat juga."ujarku sambil memeluk pinggangnya sih aryo.
tanpa sepengetahuanku ia mulai memegang pinggangku lalu kita kasmaran juga duduk di tepi pantai sampai-sampai orang lain ngiri kemersaan kita berdua.
“ ya serius ni ... kamu wanita pujaan didalam hatiku dan bertahun-tahun aku mengejarmu.” Ujarnya yang meyakinkan padaku kalau aku wanita satu-satunya.
Itulah aku yang membuat aku jatuh cimta padanya karena gombalannya itu saat itulah ia berani menyentuhku namun aku tidak bisa menolaknya karena sangking cintanya diriku kepada nya lalu Mas aryo mengajak ku untuk pergi ke suatu tempat hotel termewah diaerah bogorr.
situlah Aku kaget setengah mati baru pertama kalinya aku diajak ke hotel namun aku tak percaya dengan beraninya ia mulau menyetuh bahu ku lalu ia memintaku untuk bercumbu dengan nya kemudian aku naik pitam dan mulai menamparnya kemudian ia mulai menamparku lagi karena ia punya tensi darah tinggi.
Hingga pada akhirnya aku terjatuh terperangkap didalam pelukannya sampai-sampai ia mulai memanggil kedua teman nya itu sehingga dua teman-temannya berani memperkosaku.
dan terjadilah esek-esek bersama antara aku dan mas aryo dan juga teman-temannya dan kejadian ini yang sangat trategi sampe Aku lemas melayani mereka semua ini sangatlah memalukan jika aku mengigatnya lagi.
dan saat itulah aku menyesal dengan perbuatanku ini saking bodohnya Aku malah menyerahkan mahkota ini kepadanya apalagi seperti ini 3 lawan 1 bersama teman-temannya sampai-sampai aku tidak tahu harus gimana sampai waktu itu sampe aku cemas dan ketakutan nanun aku tepis pikiran negative jauh-jauh ini.
dan dia tega sekali merusak masa depanku sampai dia berhasil merengut kesucianku berkali-kali juga aku dipakai oleh nya.
kemudian ia mulai memakai baju dan celananya tanpa ada rasa bersalah memakaiku berkali-kali lalu aku mulai emosi dan berkata seperti ini.
"Kamuu jahaattttt ....
"Egoissss."timpalku yang berteriak sekali lagi lalu dengan kesal ia mulai mendang pintu kostnya itu.
"Brugggg."
" Apaan sih kamu jangan berlebihan gitu deh, kan kita sama-sama enak eh malah kamu kaya gini gimana sih km."timpalnya dengan tanpa rasa bersalah.
"aapa ... Kamu bilang."teriak ku sambil menamparnya.
"Ahkkk."teriaknya yang menjerit kesakitan.
"lihat ini lihat kamu tega berbuat seperti ini padaku hah...sampai kesucianku kamu renggut apakah kamu nggak punya otak Mas."timpalnya ku yang emosi sampai aku menunjuk dibawah ******** ku yg telah dilumuri oleh spermanya kemudian fia tidak terima langsung saja ia mulai menamparku.
"Plakkk ".
"Ahkkkk."
"Bugg."timpalnya ia mulai menendang perutku sampai-sampai perlahan-lahan aku mulai memeluk perutku sendiri.
"akhkkk."teriak ku.
"Inilaah ... Balasannya jika kamu." timpalnya yang belum menyelesaikan kata Karena aku meneriakinya seperti ini.
"Jikaaa ... Kamu Apaa mass ... Jikaa apaa hah Cuihhh."
" Kurang ajar."
"Plakk."
"ahkkk."
"Plak."
" Dasar Bajingan kamu mas pengecut ... Kamu pengecut."imbuhku yang telah tega meneriaki nya lalu pada akhirnya ia mulai menamparku.
"Plakkk."
"Plak."
"Uhkkk...Hikss hikss hiksss."imbuh yang mulai menangiss.
sampai pada akhirnya ia mulai mengancamku untuk meninggalkan ku untuk selama-lamanya sehingga aku tidak bisa tidur berhari-hari karena perbuatan mesum nya itu ia mulai menyuruhku untuk bersabar agaar ia bisa bertanggung jawab nantinya namun apa hasilnya apa Hah setelah aku menuruti perintahnya ia malah meninggalkan tanggung jawabnya.
lalu ia berencana menikahi murni sungguh tak malu dia malah dia mengincari harta dan uangnya si murni selama murni bekerja sebagai pengajar bertahun-tahun di bagian sekolah dasar dan juga mengajar disabilitas memang pengecut dia Semoga Tuhan membalas perbuatannya.
sampai pada akhirnya selama minggu ke 4 aku belum haid-haid selama selama berhari-hari dan sering sekali muntah-muntah.
Karena perut ini terasa penuh mual-mual tidak enak sehingga aku berencana akan pergi puskenas sendiri yang lumayan jauh Kenapa tidak ada di kampungku karena jarak Puskesmas hanya di luar kampung saja.
dan pada akhirnya aku mulai berangkat kuliah tiba-tiba saja saat aku mulai masuk ke kelas tiba-tiba perut ini mual sekali dan aku berencana ingin kekamar mandi namun teman ku yang satu ini tidak tega membiarkan ku sendiri untuk pergi ke kamar mandi Namanya aristy dia sangatlah baik dan juga perhatian kepadaku kemduian ia mulai mengikutiku dari belakang karena ia Khawatir kepadaku.
Lalu pada akhirnya kita berdua pun langsung saja jalan ke kamar mandi hingga kita berdua sudah sampai di kamar mandi wanita di situlah aku mulai mengeluarkan muntahan tepat berada di wastafel karena perut ini tidak bisa menahan mual.
"Uhkkks uleeekkkk .... uellllaakkk."imbuhku yang mual-mual.
"Hei ... Kamu kenapa ni."tanya Aristy yang secara tiba-tiba.
" nggak papa Ris biasalah uh... lagi masuk angin aja."
"Ehm ... Perlu ku kerongkin ni biar perutne nda merasa mual."timpalnya sih aristy yang baik sekali menawarkan bantuan kepadaku dengan rendah hati aku pun menolak dan berkata seperti ini.
" Nda ... Usahlah ris ini cuman mual-mual saja."imbuhku yang berusaha menolak karena aku tidak enak kepada temanku.
"Oweslah ... Aku tungguin kamu dibelakang yo."timpalnya sih Aristy yang meminta izin.
"Yo."
pada akhirnya aku pun langsung saja keluar terus ditemani aristy sangat baik padaku dari dulu namun tiba-tiba saja perutku sangat tidak enak rasanya tuh pengen muntah dan di situ aku ndak nafsu makan sama sekali.
" duh... nggak enak sekali perut ini padahal ini pelajaran favoriteku."gumamku yang mengeluh dalam hati.
dan pada akhirnya mataku berkunang-kunang dan kemudian saja aku pun terjatuh secara tiba-tiba pada akhirnya yang lain panik sekali saat sama teman baikku mengantarkanku Keruang UKS.
tiba-tiba saja aku pun mulai terbangun situlah aku mulai kaget kenapa aku berada di sini dan ternyata aku berada di ruang UKS.
"Ya ... Allah aku dimanaaa."tanya pada diri sendiri dalam hati.
Lalu secara tiba-tiba ada seorang dokter yang sudah lama menunggu ku didalam ruangan UKS ini lalu aku pun panik setengah mati kalau misalnya dia membeberkan masalah ini pasti pihak kampus akan kecewa jika hamil diluan dan beasiswaku akan dicabut oleh direksi kampus kemudian ia selalu berusahaa menenangkanku.
"Tenang- tenang kamu aman disini nak."imbuhnya yang berusaha menenangkan ku.
"Ya Bu ... Tapi kenapa bisa Aku berada disini bu."timpalku yang menanyakaan nya secara tiba-tiba.
" ya kebetulan kamu pingsan di sini nakbmakanya banyak teman-temanmu yang mengotongmu sampai dibawa ke sini."jelas sih dokter itu yang memberitaukannya sampai pada akhirnya dokter itu mulai bertanya.
"Maaf apakah kamu hamil ?"imbuhnya yang mulai menanyakan itu.
di situ aku shock mendengar perkataannya itu lalu aku pun bingung harus bagaimana sehingga dokter pun sudah memeriksa perutku diluan yang terdapat zigot yang baru tumbuh kenapa bisa seperti ini ya allah kenapa mas aryo tega sekali melakukan ini padaku.
"Ya allah ... Kenapa hidupku bisa begini Sampai sampai kau harus menanggung janin yang ada di dalam perut ini Padahal aku sedang belajar untuk kuliah aku takut kalo beasiswa ini akan dihapus oleh pihak direksi kampus."gumamku dalam hati.
hingga pada akhirnya aku pun tidak bisa tidur selalu memikirkan masalah ini kok bisa begini ya Tuhan sampai aku mendiamkan masalah ini lebih dari sebulan sampai hampir dua bulan maka janin ku akan membesar Aku bingung harus bagaimana sehingga aku tidak bisa berfikir jernih.
lalu aku pun terbenggong dan tidak makan berhari-hari karena takut janin ini akan tumbuh secara signifikan secara cepat akan membesar dan tiba-tiba saja Ibu mulaii bertanya.
"Ada apaa sihh ?"
"Ga ... Papa bu."jawab ku yg tidak enak badan.
" Kok ... perutnya mba agak melendung dan gendut gitu sih mba." timpal Yuli secara tiba-tiba yang meledek secara tidak sopan kepada diriku padahal aku sedang kena musibah lalu aku ingin menjawab Belum sayang Ibu mulai menjawab.
" ehm .... mungkin kakakmu lagi stress makanya makan mulu makan mulu,jadi ya gitu gendut."imbuhya tidak memikirkan perasaanku.
" Oalaah .... Aku kira hamil soalnya kan ciri-ciri orang hamil begitu bu perut melendung terus bu hehehe." timpal Yuli yang meledek Secara tiba-tiba.
Memang mulutnya Yuli tidak bisa dijaga apakah dia tidak tahu apa yang kurasakan selama ini kalo aku sedang mengandung anaknya mas aryo dan tiba-tiba saja emosi Bapak mulai memuncak palu berkata seperti ini.
" Sudah ... Yul Jangan ngomong sembarangan ngawur aja kamu."timpal bapak yang berada dimeja makan sambil memukul Yuli dengan menggunakan koran yang ia gulung.
"Aduhh .... Ampun pak namanya jiga bercanda."lirih yuli yang kesakitan.
"Lagian sama saudara gitu, kamu sebagai saudara harus akur jangan ngeledek-ngeledek begini." Timpal si bapak yang menasehati Yuli.
"Sabarr ... Pak sabarr namanya juga bercanda pak ya kan marini." Timpal ibu yang berusaha menenangkan bapak.
"ehm."timpalku yang bilang ehm sambil tersenyum.
" Iya .... Lagian sih yuli tuh kalau ngomong sembarangan kan dodol itu."jeletuk bapak dengan ketus sambil ia meniup kopi panas untuk ia minum
sepertinya aku mulai sedikit tertawa mendengar jeletuknya bapak yang menghina Yuli.
" Ya ... Maaf pak maaf kan Yuli cuman bercanda hehee."
"Lagian becanda kaya gitu Terus Kenapa.. kamu ketawaain mba mu kaya begitu ...?"tanya bapak dengan tegas.
" Iya ... Maaf namanya juga bercanda kan mbak ni."jawab yuli dengan seribu alasan padahal ia meledek.
"Ehmm ... Ya pak yuli cuman bercandaa kok." Timpal aku yang berusaha menenangkan emosi bapak.
agar emosi Bapak bisa turun lalu yuli pun tersenyum sambil mengangguk belaan dari aku lalu bapak mulai luluh dan juga tersenyum hingga pada akhirnya kita tertawa semua kecuali ibu.
" Sudah .... Sudah Jangan ketawa yo makan-makan."perintah ibu kepada kita semua Kemudian Bapak pun mulai pergi.
" loh ... tumben cepet amat makannya pak biasanya lama pak." Timpal ibu yang menanyakan ini kepada bapak.
"soalnya bapak ada urusan yang harus bapak urus bu." jawab Bapak dengan serius.
"Oalaah ... Kiarin apaan."jawab ibu sambil mengambil air untuk ia tuang.
" Ya sudah kalau gitu Bapak pergi dulu ya Bu Yul nih." Timpal bapak yang meminta izin kepada kami untuk pergi.
"Yo hati-hati ya pak."jawab ku ibu yang menyalim punggung tangan Bapa.
"yo hati-hati pak." Timpal ibu yang menyalim punggung tangan Bapak juga.
"hati-hati ya pak dada."jawab yuli dengan semangat sambil menyalami dengan punggung tangan bapak.
"ya.,"jawab bapak yang melaju pergi.
"cepet-cepat habisin makananmu yul sebentar lagi kamu kan les buat ulangan semester akhir km."timpalnya ibu yang menyuruh yuli untuk menghabisi makanannya.
"ya .... Bu."jawab yuli dengan pelan.
"Kamu juga ni."titah ibu kepadaku.
"Ya. Bu odo opo."tanya ku dengan antusias.
"Jangan lupa habis makan cuci piring sama beres-beres yo."perintah ibu kepadaku.
"Yo ... Bu."jawabku dengan pelan sambil makanan satu suap sendok.
sampai pada akhirnya aku pun mulai mengerjakan pekerjaan rumah karena Emang ibu selalu mengandalkanku untuk membersihkan karena semua pekerjaan rumah imi aku lah yang paling dibertanggung jawab meskipun dengam keadaan hamil.
entah perasaan aku menjadi tidak enak dan tidak karuan dan aku tidak bisa berbicara lagi ketika aku memberitahukan mereka bahwa aku sedang mengandung anaknya sih aryo.
" Ya .... Allah Apa yang harus kulakukan kenapa dia telah tega sekali menghamiliku."guman ku dalam hati.
Kemudian aku mulai menangis sejadi-jadinya di dalam kamar dan aku merasa kecewa kepada diriku kenapa diriku bisa terjebak di dalam situasi ini selama bertahun-tahun aku harus gagal dalam menjalankan untuk menggapai masa depanku sampai aku harus mendapatkan hukuman dari Tuhan sehingga perutku lama-kelamaan mulai membuncit sudan hampir 1 bulan aku mengandung anak ini lalu ibu mulai menyadari perubahan selektifikasi dalam tubuhku.
Prat 3 marini mengalami masalah
" eh ni akhir-akhir ini aku lihat kamu badannya gede banget Kayak habis hamil sama ngidam gitu." tanya ibu yang secara tiba-tiba sehingga ia tahu apa yang ku rasakan saat ini.
kemudian aku terdiam dan binggung harus menjawab apa dan dengan terpaksa aku mengiyakannya bahwa aku sedang hamil anaknya Si Aryo itu lalu aku mencaritakan kejadian itu.
Pada akhirnya Ibu mulai kecewa saat tahu aku dinodai olehnya setelah aku aku akui kepada ibu..
"apaahhhh."teriaak ibu dengan histAristy.
" tadi yang di bercandain sama Yuli selama ini 3 bulan ini benaran kalau kamu tuh hamil hah iyo." Timpal Ibu yang berteriak sambil menahan emosi.
" Yo... Benar bu maafin marini ibu salama ini marini nda pernah jujur sama ibu hiks hikss." timpalku sambil bersujud di kaki ibu lalu ibunya mulai menendang marini.
"ahkkk." Timpa si Pantat marini yang telah terjatuh sungkur di bawah lantai.
"Dancooookkk.... Kamu ni asuu kamu bikin malu orang tua aja kamu huh ahhkkk." teriak ibu dengan histrisnya lagi.
"Plakkk."timpal tamparan keras dari ibu.
"Plakkk."
"Ahkkk.... Sakitt maaafiin marini buu." pintaku yang mulai memohon ampun kepada ibu sehingga aku mulai bersujud di kaki ibu.
" Dasarr Goblokk .... bodoh kamu wong edan."teriak ibu yang memaki-maki.
kemudian bapak mulai shock dengan kelakuan ibu Lalu pada akhirnya Bapak mulai datang menghampiriku saat aku di maki-maki oleh ibu.
" Kenapa ... Toh bu kamu marah-marah mulu sama marini."tanya nya heran kepada ibu.
"Tanyainnn.... Sana sama Anak mu yang goblokkkkk itu,ibu ga mau ngomong sama diaa."timpal ibu yang memaki-maki bapak.
" tapi Odo masalah Opo." tanya Bapak sekali lagi kepada ibu.
lalu Ibu pergi dengan wajah yang gahar karena sebel denganku dan mulai kecewa dengan perilaku ku yang membuatnya malu seumur hidup pada akhirnya aku mulai jujur kepada bapak bahwa selama ini aku telah hamil selama 1 bulan lebih saat itulah Bapak shock dan lalu berkata seperti ini.
" ya Allah itu ndak bener kan do bahwa kamu hamil."tanya bapak dengan air mata berkaca-kaca dan memegang kedua Bahuku.
" Yo bener Pak maaf selama ini marini baru mengakuinya pak." aku sambil memalingkan wajah karena tak sanggup melihat bapak yang terluka kemudian bapak mulai menampar ku dengan pelan.
"Plakk."
"Ahh.... Ampun pak marini emang pantas ditampar."timpalku sambil menangis.
"Kenapa kamu baru bilang sekarang hah Apa kamu nda punya otak buat apa bapak kuliahin kamu hingga kamu hamil begini hah."ujar bapak sambil menggoyangkan kedua Bahuku sehingga aku pun malu.
"Ahk ... Maaf pak maaf."jawab marini yang mengakui kesalahannya.
" salah apa aku punya anak kayak kamu sih." timpalnya bapaknya sambil mengusar wajahnya secara kasar.
" Sudahlah Pak .... sudah Suruh saja dia suruh gugurin kandungannya."titah ibu yang dengan emosi dari jauh pintu dapur..
"Astaghfirullahaladzim bu tapi bayi ini tidak bersalah."
" Iya tapi kamu yang bersalah telah mencorengkan nama baik berkeluarga Apakah kamu nggak malu ngurusin anak ini tanpa bapak." timpal ibunya mulai emosi.
" sudah bu sudah sudah jangan teriak-teriak nanti tetangga pada denger."
"Biarin aja pak."timpal ibu yang emosi.
"Dan aku... nggak mau punya cucu dari hasil zina, dan sekarang suruh anakmu yg cantik itu, untuk gugurin kandungan itu cepatttt .... Cepatttt !!!."titah ibu sambil berteriak.
"Bu apa ndaa besok aja Ini sudah mau malam." bapak yang mengucapkan saran.
" Sekarepmu waelah pokokne kamu harus jaga rahasa ini agar orang lain nda tau, anak yang kau bangga-banggakan yang kau izinkan untuk kuliah jauh malah bunting seperti iki." jawab ibu dengan tegas ibu menghinaku.
Dan pada akhirnya aku pun langsung saja bilang tidak pada Bapak dan Ibu cuman ibu mulai menamparku secara kasar.
Lalu bapak mulai mencerahami hingga sadar apa yang kulakukan ini dosa kalo aku hamil di luar nikah dan tidak menikah secara resmi oleh mantan pacarku ****** itu.
Maka orang lain bisa tahu aku hamidun di luar nikah malahan menjadi bahan cibiran dan dilecehkan oleh masyarakat didesa ini.
keesokan harinya aku terpaksa pergi ke klinik jauh dari desaku karena aku takut menjadi bahan cibiran dari masyarakat di tempatku tinggal.
lalu para klinik pun menolak untuk menggugurkan kandunganku Yah memang susah mencari klinik yang bisa menggugurkan kandungan ini karena kata bapak dan ibu aku belum sanggup menjadi ibu seorang diri hingga pada akhirnya aku pun langsung pergi ke dukun beranak tanpa sepengetahuan orang tua asal anak ini hilang.
"Kenapa aku bisa mengugurkan anak ini ?"
Agar aku tidak mencoreng nama baik keluarga ini dan bisa lanjutkan pendidikanku disemester berikutnya kenapa aku bisa menggugurkan anak ini karena aku takut bapak akan menjadi bahan guncingan dan adikku pasti malu juga jadinya lalu mereka akan males bicara denganku.
" maafin ibu ya nak ibu terpaksa mengggurkanmu dari dunia ini nak."gumam ku dalam hati sambil aku menagis terisak-isak.
lalu dengan terpaksa akupun masuk ke dalam alamat dari dukun beranak itu hingga akhirnya aku pun menyapa Dukun itu lalu aju berkonsultasi bahwa aku ingin menggugurkan kandungan ini.
" Serius ... Apa kamu yakin mau gugurin anak ini apa kamu nda takut karma." tanya dukun tersebut.
"Nyoo ... Mba."jawab ku sambil meneguk tenggorakan kering.
" yowes tapi kamu ada kan duitne."jawab dukun beranak itu.
"Yo maaf cuman segini mbah ." jawabku sambil memberikan uang lembaran 250 perak.
dengan terpaksa dukun beranak itu setuju lalu ia memberikanku ramuan sehingga ramuan itu akhirnya Mujur dan itu dan aku pun menjerit kesakitan lalu Embah itu membantuku untuk menggugurkan anak ini sakit rasanya hingga mengeluarkan darah di dalam kemaluanku dan akhirnya janin didalam bayi itu hilang untuk selama-lamanya.
Prat 3 penyesalan masa lalu
pada akhirnya aku menjadi introvert dan pendiam dan semua teman satu persatu menjauhiku karena aku tidak asyik seperti dulu.
kecuali sahabat baikku Aristy yang selalu ada untukku waktu zaman ku masih kuliah Lalu Ibu pun sangat trauma dengan bergaulan ku lalu menyuruh orang untuk mengawasiku sampai orang itu pun mulai mengadu situlah Ibu emosi karena aku main dengan Aristy.
Apa salahnya jika aku bermain dengan Aristy Aristy sahabatku dia selalu ada dibandingkan ibu yang selalu menuntutku untuk ini dan itu.
maka dari itulah aku dilarang oleh ibu untuk kkn padahal KKN itu wajib untuk semester 5 dan 6 agar cepat lulus dengan Clumdage.
Namun Katanya aku harus fokus dengan kuliahnya daripada kkn-kkn ga jelas nanti diewong sama bos,temen kerja, temen kuliahku sendiri yang suatu saat akan melakukan hal yang tidak senonoh itu pikir negative padaku.
bukan hanya itu disemester 5 aku diawasi oleh anak buah ibu dan anak buah Ibu pun juga kasar kepadaku dan kadang mengintimidasi dan juga ia pernah melecehkan ku di situ aku mulai marah dan memakinya dan aku mulai berkata seperti ini.
" kalau ngomong tuh sopan sama saya pakde, jangan kurang ajar seperti itu atau mau saya laporin Ibu saja kalau Pakde ngelecehin saya yo hah."imbuhku yang mengancamnya.
" Yo jangan ... ampun de marini Saya janji saya ndak akan ngelakuin hal itu lagi."timpalnya ia yang memohon kepadaku agar ia tidak melaporkan hal-hal tidak senonoh padaku.
karena ia takut dengan bapak karena saat itu bapak masih menjabat sebagai komandan kepolisian hingga pada akhirnya anak buah Ibuku mengundurkan diri.
dan disitulah Ibu mulai kecewa dan memakinya bahwa ia tidak becus menjaga aku dan tidak bisa memberikan informasi lebih jelas apa saja yang aku lakukan di situlah Bapak mulai menekan pada ibu dan mulai berkata seperti ini.
"Sudah lah bu ... cukup kamu jangan terlalu otoriter sama marini dan lihat sekarang nilainya sudah mulai turun."
" Alah ... Paling si marininya aja yang males belajar."Gerutu ibu emang seperti itu dia tidak mau disalahkan.
" sampai dia diancam oleh pihak kampus kalau nilainya turun lagi maka bapak yang akan bayar semua biayanya tahu itu bu, cuman gara-gara kamu menekannya harus ini harus itu dan juga nurut sama km."imbuh bapak yang mulai tegas pada ibu.
" tapi Pak."ujar ibu yang belum menyelesaikan kata-katanya karena pembicaranya dipotong oleh Bapak.
" nda ada tapi-tapian Bu di sini Bapa yang berkuasa sebagai kepala rumah tangga kalau kamu melanggar seperti ini Maka Bapak bakal Ceraikan kamu bu."ujar bapak yang tegas kepada ibu.
"Ehm cee ahh."timpalnya ibu yang mulai mengerutu.
lalu ibu tidak mau mendengarkannya malah marah-marah kepada bapak di situlah Bapak mulai mengancam.
" ingat ancaman bapak dan bapak ga main-main bu." jelas Bapak yang tegas kepada ibu sambil menunjuk lalu mulai meninggalkan Ibu seorang diri.
Disitulah Ibu mulai emosi dan ibu tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena kalau ia diceraikan maka martabat ibu akan hancur dengan terpaksa ibu tidak melakukan hal otoriter ini sementara kepadaku namun aku juga bingung harus magang di mana apalagi sudah mendekati semester 6 hingga bapak kasian padaku mulai menyuruh ku ikut magang ditempat Paman ku bekerja dan disitulah aku bekerja sebagai seketaris pemerintahan mau ke semester 6 waktu itu hingga pada akhirnya aku sudah lulus clumdaice dengan IPK sempurna 3,45 selama 5 tahun.
kini berganti dan tahun terus berganti aku sampai belum mendapatkan pekerjaan selama 2 tahun belakangan ini karena kekangan dari orang tuaku terutama ibu yang ingin aku cepat menikah saja dengan pilihan jodoh dari pada harus bekerja karena membuang-buang masanya itu katanya.
padahal aku tidak minat untuk menikah secara cepat dan karena memikirkan mantanku yang rese itu muak apa-apa selalu diatur oleh keluargaku yg super kolot yaitu ibuku sendiri.
sebelumnya ada seseorang yg menawari aku pekerjaan dibagian pns namun sayang itu ditentang sekali oleh bapak dan ibu ku karena biaya penyogokan dengan biaya admin sebesar 890 ribu sangat besar sekali cuman biayanya dizaman kami sangat susah kami tidak bisa mencari uang sebanyak itu karena kebutuhan kami sangatlah banyak apalagi kebetuhan yuli selalu saja yuli yang dipriotaskan karena dia anak paling cerdas dibandingkan ku.
Aku akan sedikit menceritakan tentang adikku Yuli kebetulan dia dipilih oleh ibu untuk di bagian teknik lingkungan namun Yuli pun dengan senang memerimanya karena ini jurusan incarannya kebetulan dia sudah semester 3 dan kini ia masuk ke perguruan tinggi di ITS Surabaya makanya ia nginep dirumah saudaranya daripada ngekost.
sampai sekarang dia banyak temen sangatlah beruntung beda dengan ku tidak bisa memilih falkutas yang kuinginkan apa-apa diatur oleh pihak sekolah.
Namun hari-hari ku sangatlah membosankan tidak hari tanpa bekerja tanpa melakukan apapun dan selalu saja aku dianggap beban penganggur.
dan setiap hari selalu saja aku mengikuti maunya ibu boleh bekerja jauh-jauh karena aku telah melanggar norma dan mencoreng nama baik keluarga Karena kehilangan keperawananku hidupku serba susah dan selalu saja disuruh-suruh untuk menikah dengan si jortomo saja Dan aku tidak minat sekali untuk menjadikan dia sebagai pendamping hidupku dan ibu selalu bilang seperti ini.
"Susah ya dibilangin sama orang tua."
" kalau kamu seperti ini kamu nggak akan bahagia marini pasti kamu akan menyesal ndah mendengar nasehat dari ibu."timpalnya ibu yang selalu aja mengancamku seperti ini.
padahal keputusanku sudah bulat masih saja ibu tidak mengerti perasaanku selalu menghina dan mengancam ku seperti ini.
"kamu akan menjadi sampah masyarakat marini ingat ya jika kamu terus-terusan dengerin hati dalam egomu dan nda dengarin kata ibu maka,kamu bakal susah nanti ya dalam berumah tangga dengan pilihanmu nanti karena dulu kamu berbuat dosa ingat itu."timpalnya yang mulai memaki-maki diriku kemudian aku pun menangis sejadi-jadinya.
aku merasa sedih sekali dengan apa yang dialami olehku saat ini Namun Kenapa hidupku bisa begini diotoriter dan kekekang ibu makanya aku jadi kehilangan harapan.
sampai Aku pun mulai dijodohkan lagi oleh jortomo Dengan Hati yang tak ikhlas dengan terpaksa aku mulai menerimanya dan sedikit menurutkan sedikit ego demi ibu namun saat aku mulai mau kamar mandi untuk menggosok pakaian dalam ku sebentar.
tiba-tiba saja ia mulai menggodain ku kemudian memelukku dari depan pada akhirnya ia mulai menciumku di situ aku tak terima dan langsung menamparnya.
sampai ia telah berani memperkosaku lalu aku menginjak kaki dan menendang pusakanya hingga aku bilang kepada ibu untuk memutuskan dan membatalkan Perjodohan ini karena aku kurang sreg dengan perjodohan ini dengan si jortomo ini belum apa-apa ia mulai berani kurang ajar kepadaku terus juga dia genit-genitan sama adikku tapi adikku tidak mengubrisnya karena dia sudah punya pacar.
namun di situ ibunya tak terima lalu memerah itu di depan umum dan ia berkata seperti ini bahwa ia telah dipermalukan olehku lalu ibunya menyupahi bahwa aku akan menjadu perawan tua untuk selama-lamanya lalu aku dibenci adik ku karena hasutan ibu kalau dia butuh pasti aku akan disuruh lagi sebagai pembantu.
sungguh miris nasibku jika terus saja aku di banding-bandingkan oleh adikku padahal aku ingin mendapatkan kebahagiaan yang kuinginkan namun ibu selalu menghina dan melarangku untuk ini dan itu.
Prat 4 sifat ibu yang menyakitkan
Apalagi saat bapakku sudah berusaha maksimal untuk mencarikan ku pekerjaan yang terbaik untukku bagian koperasi masih saja ditentang oleh ibu lagi dan lagi ia tidak mempercayaiku untuk melakukan pekerjaan di bidang koperasi yang menurutnya aku tidak ada di basic di bagian akuntansi dan juga upah kecil 100 ribu perbulan waktu itu.
Maka itu pun akan susah nantinya Jika aku membuat laporan keuangan tersebut katanya namun bapakku tidak tega bila aku seperti ini bisa-bisa aku jadi gembel Nantinya di kehidupan yang akan mendatang sampai bapakku membelaku dan berkata seperti.
“ sudahlah Bu kasian bu marini sudah dia sudah dewasa biarlah dia memilih pekerjaan yang Bapak kasih ke dia lumayan bu buat pengalaman biar tidak menganggur seperti ini.”ujarnya dengan tegas kepada ibu namun ibu ku berkata seperti ini.
“ alah Biarin aja Pak salah dia sendiri toh nggak dengerin Nasehat ibu malah iya bunting lagi terus juga sok-sokan masukin di jurusan pemerintahan emang gampang nyari kerjanya." ketus ibu padaku padahal aku mencari pekerjaan untuk diriku sendiri eh malah dia yang sewot.
" Lho kok salah marini sih Bu."tanya yg heran kepada istrinya.
" Ya iyalah orang."ujarnya ia yg belum menyelesaikan karena aku memotong pembicaraannya.
"Bu ... tolong Bu Mengertilah marini butuh pekerjaan ini." ujarku yang memohon secara tiba-tiba sampai aku sujud di kakinya.
" Alah... Diam kamu disuruh nikah sama jortomo nggak mau .... Terus pengen kerja disitu Percuma kamu nggak ada pengalaman kerja dibagian koperasi lagian kan harus ada basic akuntan dan juga pengalaman dulu seharusnya kamu paham juga kan Ni.”cerca nya dengan nada meremeh lalu membentakku kembali.
kemudian aku diam dan bingung harus menjawab apa lalu bapak mulai membelaku seperti ini.
“ Loh seharusnya kamu tuh sebagai orang tua support dong bu Jangan meremehkan dan menekan sih marini seperti ini Bu."ujar bapak yang mencerami ibu.
" kasihan dia toh bu nanti dia bakal susah nyari kerja dan menyambung hidup baru.”sambung bapak ku sambil menceramahi ibuku agar Ibuku bisa membukakan hati pintu hatinya untuk mengizinkanku bekerja di mana saja asal halal.
“ Alah … emang dia lulusan apa Hah ga nyambung sama kerjaan percuma gajinya kecil perbulan sojo 100 wiru mending nikah sajalah sama jortomo.”ujarnya si Ibu sambil duduk dengan wajah yg masam.
"tapi marini ga." ujarku yang belum menyusahkan kata-kata karena ibuku yang memotong pembicaraan berkata seperti ini.
“ Halah... sampai bertahun-tahun Kamu nggak bakal bisa dapat kerja percuma kalo kamu nyari sampai kiamat sugro ga dapet2 ngeyel sih dibilangan sama ibu.” ujar ibuku dengan nada emosi sehingga itu menyakitkan Ulu hatiku lalu ibu pergi tanpa berdosa.
“ Bu Bu.” sahut bapakku sambil mengejar ibuku namun aku menghentikan nya dengan cara menarik bahu bapak.
“ Sudah Pa sudah biarkan saja marini ikhlas kok biar marini cari kerjaan sendiri ya pak sesuai bidang fakultas yang waktu aku pelajari ya dulu bapak sabar.” ujarku sambil menenangkan bapak sambil aku mengelus pundak Bapak Sudah tua.
“ Iya nak sampai kapan bapak nggak mau ngeliat km terus-terusan begini bapak ga mau ngeliat km tertinggal nak jadi bapak pengen-.” sambung bapakku yang belum selesaikan kata-katanya karena aku memotong pembicaraannya seperti ini
“ iya pak marini tau insyallah ada jalannya Jika Allah berkehendak kalau begitu aku salat dhuha dulu ya pak.”sahutnya sambil menenangkan bapak.
Dan di situlah aku melaksanakan salat Dhuha agar rezekiku tetap lancar agar aku bisa mendapatkan pekerjaan yang layak dan cocok sesuai dengan fakultas yang aku pelajari dulu sampai ke esokan harinya aku mencari pekerjaan di kota ku didaerah tempat tinggal ku dimalang sampai aku mencari kerja ke luar kota.
cuman susah sekali mencari pekerjaan dibagian pemerintahan paling adanya di bagian akuntan , dokter, guru, farmasi dan lain sebagainya, apalagi aku tidak ada basic ngamabol kerja disana Apalagi aku kurang bisa berbicara bahasa Inggris untuk menjadi tenaga pelajar SDN sana Namun aku minat sekali belajar di sastra Inggris cuman bapak mendesak buat apa aku belajar bahasa Inggris sayang sekali bapak bilang begitu Padahal aku minat bagian sastra Inggris cuman nggak ada nah pas aku baru lulus kuliah baru ada.
Hingga akhirnya aku diterima di bagian manajer tata busana Meskipun aku tidak ada basic sama sekali tetapi akhirnya terimanya di luar kota didaerah Jakarta alhamdulilah aku bisa mendapatkan ketenangan.
cuman bapak dan ibuku kurang setuju terlebih lagi si Ibuku selalu menentang dengan putusan yang kubuat dan ia selalu bilang begini kepadaku menikah sajalah dengan hortono maka kehidupan ku akan terjamin namun ibu tak mau menerima keputusan ku.
apalagi bapak ku yg terus bertanya Kenapa harus bekerja jauh-jauh Kenapa tidak mencari yg terdekat diwilayah kami saja namun aku bilang susah pak namun bapak bilang jangan Karena disana belum ada sanak saudara makanya Bapak menyuruhku untuk tetap bersabar pas dia ada jalan keluar untuk bisa mendapatkan pekerjaan yang terdekat di daerah sini.
berbeda dengan ibu yang selalu egois selalu saja mencerca dan memaksaku untuk menikah usia ku diusia muda ini Padahal aku belum siap sama sekali dan kemudian aku pun langsung berteriak.
“ Bu tolong Bu marini capek diatur-atur sama ibu Dan tolong jangan marini pengen sukses bu.”sahutku dengan nada yg teriak.
“ Halal alesan saja km bilang kamu mau jauh dari ibu sama bapak kan percuma kamu kuliah kalau kamu gini gini terus kamu bakal jadi pengangguran seumur hidup kalau kamu nggak mendengarkan dan melanggar aturan ibu.”Ujarnya sambil ia berteriak menyumpahi ku karena tidak mau kalah argument denganku.
“ Ga ... bu Makanya marini mencari pekerjaan di luar kota karena menurut ku gaji diluar kota lebih besar dan lumayan Bu UMR.” sahutnya aku yang tak mau kalah berargumen dengan ibu.
“ alah ... bilang aja mau bebas pacaran kan sama mantan pacarmu itu yg begajulan itu biar kamu Nggak diawasin lagi ibu atau bapak Kalau kamu hamil gimana ibu yang repot terus arborisi lagi, udahlah ni nurut sajalah dong jadi anakkkkk Nikahhhhhh aja sana sama jortomo opo susahne !!! .” sambung ibuku yang tak mengerti keadaan padahal mencari pekerjaan di daerah terdekat susah sekali.
" Ya allah Bu sekali-sekali kamu berkorban buat marini Jangan egois. "ujarnya si bapak yg menasehati ibu agar ibu mengerti.
" buat apa nyari kerja diluar kota udah begitu ongkosnya mahal Ntar juga gagal lagi hamil lagi terus ujung-ujungnya jadi wanita simpanan bos-bos disana Hehe." sahut ibu lagi dengan meremehkanku hingga ia tertawa kekeh tanpa rasa bersalah ia mempermalukanku
“Astaghfirullahaladzim bu marini nggak seperti itu Bu”sahut ku sambil mengelus dada dan sampai pada akhirnya para tetangga pun mulai mendengarnya.
“ hust hust Sudahlah Bu malu didengar Tetangga.” sahut bapakku sambil memperingatinya.
“ Biarin aja toh pak kalo tetangga denger kalau anak kita ini susah diatur Susah dibilangin."teriaknyaa dia.
sehingga didengar oleh para tetangga sampai para tetangga tersebut mulai menguping dan kemudian membisikikan tentang keluarga kami yang tidak-tidak.
lalu ibu mempunyai kesempatan untuk balas dendam dengan cara mempermalukan agar aku bisa menurutinya kemudian ibu berteriak bahwa aku pernah hamil diluar nikah sungguh malu dan malang nasibku.
“ bu sudah bu sudah marini malu di dengar oleh para Tetangga.” Sahutku sambil menangis.
“Alah .... biarin aja biarin aja kalau para tetangga tahu kalau keperawananmu diambil toh sama si aryo dan kawan-kawan nya dan juga kamu pernah hamil iyo kan.”Cerca ibuku lagi dengan emosi yang meledak meledak.
" Ya Allah jangan keras-keras toh bu aku malu didengar Tetangga."
" Biarin aja biar tetangga tahu kalau kamu tuh bodoh,ga bisa jaga diri dan tidak tahu balas budi." ujar ibu dengan membuat aku jengkel sampe Bapak mengelus dada lalu bapak bilang seperti ini.
“Astaghfirullahaladzim sudah cukup bu Apa kamu pengen anakmu stress dan nggak bahagia ha.”sahutnya bapak ku yg memperingati ibu namun ibu membalas seperti ini.
” Masa ... bododoo ngebela dia aja terus udah begitu dia pernah hamil mau ngelakuin hal itu lagi hah."
"diamm .... Diam Bu." Timpal Bapa yang mulai menampar ibu lalu ibu mulai songong kepada bapak dan tiba-tiba saja Bapak terbatuk-batuk.
"Ehkkkkk."
"sudah bu kasian bapak." ujarku yang memperingati ibu untuk diam.
"Lebayyy .... Mental tempe bapak sama anak sama aja sama-sama dongo.”sahutnya dengan rasa yg tidak merasa bersalah padaku.
“ Bu tolong jangan keras-keras malu bu. “sahut ku sambil menahan emosi karena para tetangga mulai melihat aksi kita.
" biarin kalau kamu nggak bisa nurutin keinginan ibu sekalian kamu perawan tua biar ga nikahin kamu biarbmelarat sekalian." ujar si Ibu yang menyumpahiku.
Di situlah sambaran petir mulai muncul sehingga terdengar oleh kami dan juga para tetangga sudah pasti para Tetangga akan membicarakan kami sekeluarga yang tidak-tidak dan pasti itu membuat kami malu sekeluarga.
Lalu aku mulai menangis jadi-jadinya sambil mendengarkan lagu di radio agar Hatiku tetap tenang.
Sampai akhirnya aku tertidur sore sampai dibangunkan bapak untuk salat keesokan harinya Bapak membangunkanku subuh- subuh agar pikiranku jadi lebih tenang dan fresh lalu sekeluarga keluarga salat berjamaah.
Dan setelah melaksanakan salat subuh Seperti biasa aku dan Bapak membaca Quran berbeda balik dengan ibu dan Yuli kalau ibu bergegas ke kamar mandi untuk bekerja sedangkan Yuli main HP di situlah aku menyampari sih yuli.
Tok tok
Tok Tok
“ Mba masuk ya.”
“ ya Mbak masuk aja mba>>.” Ujar sih yuli yg tidak sopan kepada ku sambil ia memainkan hpnya.
“ ih Ada apa sih mba ke sini .” sambung tanya si Yuli dengan judes kepadaku.
“ nggak papa dong sekali-sekali mba kesini."
"Terusss."
"dan mba juga kangen sama kamu yul, kok tumben ga cerita sama mba.”ujar ku sambil memeluk yuli.
“akhhk … Apa sih mbak bikin kesel aja lepasin deh mba ahk.” teriaknya yuli dengan emosi dan berusaha melepaskan pelukan dariku Padahal aku kakaknya.
“ Ya Allah ada apa dengan adik hamba." gumamku dalam hati
“ ih mending mba keluar aja deh akhh.” teriakan Yuli dengan keras lagi.
“ Tapi yul .” timpalnya kata- kataku belum terselesaikan saat Yuli yang tidak mau berbicara denganku.
“ udah lama Akhh jangan ganggu aku mau istirahat besok kuliah ahhkk.” cerca si Yuli sambil mendorong ku keluar.
"Braggg."
(suara pintu yang tertutup) sehingga ia berhasil mengusirku dari kamarnya.
Dan kemudian aku pun pergi dari kamarnya Yuli setelah aku diusir secara tidak terhormat olehnya disitulahku terbenggong begitu lama sampai kapan nasib ku begini pada akhirnya aku ditegur oleh ibu.