Misteri Wewe Gombel

Misteri Wewe Gombel
Draft


Pov Ratna sih Arwa gentangan


Saat itulah aku berjalan menuju ke ke rumahku sampai-sampai depan rumahku itu terdengar orang teriak meminta tolong ampun kepada ibunya dengan penasaran aku mulai berjalan menyusuri depan rumah ibu saat itulah aku melihat wanita yang pernah aku tolong di rumah sakit waktu itu dan ternyata dia disiksa lagi oleh ibunya sendiri sungguh kejam dia berbuat seperti itu kepada anaknya sendiri.


" Ah ampun ...Bu tolong Bu jangan sakitin marini."teriakk nya ia yang meminta tolong.


"Ahkkkk." teriaknya lagi saat Ibunya telqh selesai mencejek lehernya.


" ini semua gara-gara kamu ya karena kamu ibu dipermalukan di depan warga-warga Kampung sini tau ga, lihat-lihat mereka telah memandang rendah kamu dan ibu cuman karena kamu pengangguran dan tidak menikahhhh ahkkk." cerca ibunya yang menyalahkan dirinya.


"Jadii gini kan ... Akibatnya ahkkk."sambung nya yang memukul marni.


"Ahkkk." teriak Gadis itu yang kesakitan karena dijambak oleh ibunya.


"Ahkk uhhh."teriaknya yang menahaan kesakitan.


" tapi marini telah berusaha Bu mencari pekerjaan cuman ibu sendiri ngedoain marini seperti ini." timpalnya yang mulai menyalahkan ibunya.


"Uhaaaa... Kurang aja kamu !!!."


"Plakkkkk."


"Ahkkkk.:


" itu kan salahmu sendiri yang goblok udah tau sih jortomo mau nikahin kamu, malah kamu tolak dia mentah-mentah kaya gini."Timpal ibunya yang menyalahkannya.


"terus kamu mempermalukan Ibu depan saat ia mulai melamarmu dulu." imbuhnya yang masih menyalahkannya.


" tapi kan itu dulu Ibu dulu yang memaksakan aku untuk menikahi nya padahal marini nggak mau dan ga cinta sama dia bu."jawab nya yang tak berdaya.


"Ahkkkk." teriaknya yang masih dijambak oleh ibunya.


" Coba kamu bilang sekali lagi terus-terusan kamu nyalahin ibu hahh." teriak ibunya yang masih menjambak rambut dia.


"Ampunn ... Udah sakitt bu."pintanya yang meminta ampun.


" ampun.... Ampunnn sakit bu sakit"pintanya sekali lagi yang meminta ampun kepada ibunya cuman ibunya tak mau mendengar dan terus saja menyiksanya.


"Rasaainnnn.... Itulah akibat gak berbakti sama ibu nya makanya hidup mu melarat seperti ini dasar nggak berguna kamu." teriaknya yang mulai mengkeset tangannya lalu menendang kepalanya.


sehingga gadis muda itu menangis sambil menahaan rasa sakit sehingga aku melihat ada luka di bagian tangan kanannya telah terbaret sehingga luka tangan itu mengeluarkan dara beserta dengan kepalanya yang telah bocor.


Aku sungguh iba melihatnya karena ia di sering disalahkan dan diperlakukan seperti binatang sambil ia menekuk sikunya untuk menenangkan diri sungguh Kejam sekali ibunya Ibu saja dulu tidak memperlakukanku seperti itu karena ia tahu ia sangat menyayangiku setelah kepergianku.


tidak ada ibu sering melamuniku dan juga menangis kepergianku saat itu saat itulah aku bersikeras ingin menolong gadis muda ini cuman saat aku mulai menyapanya tiba-tiba saja adiknya datang lalu melempar baju kotornya itu.


" Heh kamu cepat ya kau bersihin semuanya soalnya aku mau berangkat sama pacarku ya." tihtahnya menyuruhnya seperti pembantu.


" Hai Kamu nggak lihat kondisiku ini hah lihat tangan dan kepalaku bocor." teriaknya ia kepada adiknya itu.


" Ya itu sih .... bukan urusanku ya ni yang penting kan kamu harus mengerjakan mencuci pakaianku ini dengan Gesit ya." timpalnya yang menyuruh kakaknya seperti pembantu sehingga kakaknya pun mulai menangis.


"Soalnya kan kamu di sini kan kerja sebagai irt jadi harus banyak belajar ya, atau perlu aku laporin ke ibu biar kamu dihajar lagi iya." timpalnya yang tak memperdulikannya padahal satu darah dan saudara kandung.


" yah yah ... aku mengerjakannya Tapi Tolong jangan laporkan ini ke ibu." pintanya yang memohon kepada adiknya itu.


" aku takut Masalah ini menjadi runyam dan ibu akan menghabisiku." pintanya yang memohon sekali lagi.


" baik baik nggak masalah Mbak e." timpalnya dengan tengil sambil memainkan kuku jarinya.


" asalkan kamu cucinya cepat dan bersih yo Awas kalau ndak aku bikin kamu menderita." imbuhnya memerintahkan dia seperti babu.


"yo ...yo yuli."jawab nya sambil menangis sehingga ingusnya keluar dari hidungnya.


" Yo sih ...yo Tapi kamu bersihin itu hidungmu yang keluar ingus itu yo takutnya kena ama baju kesayanganku." ujarnya yang jijik kepada dia karena ingus dan darahnya telah berceceran di arah wajahnya yang sangat Ayu.


" yo Yuli." ujarnya sambil mengelap ingusnya itu.


hingga pada akhirnya aku mau bersedih melihat gadis ini juga tak tega aku meninggalkannya sendirinya pada akhirnya aku pun inisiatif untuk penyapanya saat Dia sedang mulai mencuci baju adiknya itu.


Ya aku tahu dia adalah Tetangga dan juga aku kurang mengenalinya karena dulu aku nyantri di pesantren darusalam diaceh selama 5 tahun aku belajar di situ jadi aku pun kurang mengenali keluarga ini kecuali ibu yang sering menyapa keluarga mba ini dan di situlah aku mulai menyapa mba ini.


" Hai Mbak e."


" Hai Mbak." takutku yang memanggilnya cuma Tidak kedengeran olehnya karena mungkin dia sedang kalut kemudian aku mencoba menyentuh dirinya.


" Hai ... Mbak hai !!."timpalku yang tersenyum sambilku menyentuhnya hingga pada akhirnya ia mulai mengenaliku.


"Hah ... Kamu." jawabnya yang tidak percaya saat ia sedang melihatku.


" Kenapa kamu bisa ada di sini bukannya dulu kamu sudah meninggal."


" Iya bener Mbak aku meninggal setahun yang lalu karena ditabrak tapi sudahlah aku ikhlas."


" tapi .... Apa maumu dan Kenapa kamu di sini Bukannya kamu telah dikubur."


" Iya mbak e benar aku di sini pengen menemanimu Karena aku tahu kamu sedang sedih dan juga ada masalah kan dengan keluargamu juga mba."


" Hah Kenapa dia bisa tahu .... apa jangan-jangan ia dari tadii berdiri di tembok kosong sehingga dia tahu dengan apa yang kualami bersama denhan ibu."gumamnya dalam hati.


" ya Mbak aku berdiri di sana sudah lama." jawabku dengan jujur sehingga membuat dia kaget Setengah Mati.


" iya karena aku kan aku makhluk halus jadi ku tahu tentang apa yang kamu bilang dalam lubuk hati mu juga mba hihi." timpalku yang menertawakannya.


" Hehehe .... kamu bisa saja sih Oh ya namamu siapa ya." timpalnya yang mau ingin berkenalan denganku.


" Namaku Ratna Mbak." timpalku yang menyalami tangannya sehingga tanganku tidak mengenainya karena aku sangat beda alam dengannya.


" Oh .... Ya rat ...aku marini salam kenal ya." jawabnya sambil tersenyum sambil mencuci baju yang leceknya itu.


lalu aku mengajaknya bicara dan menghiburnya lagi kemudian mba marini mulai tersenyum lebar sambil ia mulai tertawa karena ia telah mendengar cerita lucu dariku terus aku mulai mengajaknya mengobrol untuk bercerita hingga pada akhirnya kami berdua mulai tertawa.


karena kita nyambung dalam berkomunikasi ku tahu ya kesepian karena selama ini tidak ada dihargai oleh pihak keluarga maupun tetangga sini yang mengucilkannya dan aku juga tau apa yang ia rasakan sering disiksa juga saat ini.


karena aku sering sekali melihat ia dihina oleh banyak orang saat ku mengelilingi Kampung ini karena aku ingin bertemu dengan ibu makanya aku ingin mengajaknya untuk berteman karena pasti nya ia sangat depresi saat itulah ada seseorang yang memanggil nama Mbak marini.


" marini marini marini marini marini." teriak yang memanggil namanya.


" kamu diam ya jangan ajak aku bicara."titahnya yang memberitaukan nya untuk ku diam.


" Iya tapi aku sangat ingin mengobrol denganmu Mbak."timpalku yang ingin mengobrol lama lagi dengan nya.


"Ya ... tapi masalahnya ada adik yuli aku sangat takut,biladia menganggapku gila mending kamu diam saja ya rat."jawab mba marini untuk mengtu dengan keadaan nya.


"Ya mba."jawab ku yang mulai mengerti.


" Duh lama amat .... sih dari tadi dipanggil Nggak nyaut-nya ngapain aja sih kamu."timpalnya yang mulai meneriakinya.


" ya kan menggosok bajumu juga kan perku waktu yang lama Yul sama mengeringkan juga pasti lama mending kamu pakai baju yang ada saja kan mudah."timpalnya yang memberitaukan adiknya.


" daripada kamu menunggu ku untuk menyelesaikan cuciannya." ibunya yang memberitahukan kepada Adiknya lagi.


"Mudah ... Mudah gundulmu lihat baju-bajuku aja semua kau buru-buru selesaikan dengan cepat apa kau sengaja buatku menunggu agar tidak jadi pergi hah."teriaknya sambil menarik rambut mba marini.


"Ahkkk .... Sakit kenapa kamu begini sih yul." titahnya yang memerintahkan adiknya Untuk menghentikan jembatannya itu.


memang keterlaluan dia sebagai saudara lagi lebih muda darinya apalagi menyiksa kakak sendiri seperti ini apakah malu fan juga moral daan dia menyuruhnya seperti pembantu.


" Ya aku tahu masalahnya kamu baru ngasih aku buat ngerjain semua pekerjaan cuci gosok ini apa kamu nggak bisa menyelesaikannya sendiri."


" harusnya tuh kamu tuh sebagai kakak tuh lebih berguna bukan malah menyalahkan ku saat ku memberikan pakaian itu kan tugasmu."


di situlah terjadilah perdepataan antara Mbak marini dengan nya ini sehingga ibunya pun datang dan mulai memaki dan mengolok-olok dirinya bahwa selain ia anak pertama yang tidak becus mencari nafkah Ia pun selalu saja direpotkan oleh mereka berdua.


" Heh cepat ya kau bersihkan semua ini atau Ibu lemparkan penggorengan ini ke mukamu ya hah."titahnya sambil meneriaki marini.


" Iya Bu Iya nanti marini akan usahakan hiks hiks hikss."jawabnya sambil menangis.


" Awas aja ... kalau ndak cepat dan bikin adikmu nunggu lama."jawab nya yang hendak mengeluarkan air nya.


Sungguh malang nasib mba marini seharusnya keluarga mba marini beruntunh mempunyai keluarga seperti mba marini irang penurut ,sabar, baik juga, dan tidak neko-neko juga tidak seperti kaka ku yg pertama sebut saja anggi apa-apa selalu saja cari ribut akhirnya ia pun diusir dari rumah karena kelakuannya yang jahatt,selalu merepotkan orang tua,serakah,dan juga kurang tanggung jawab orang nya.


"Yo ... Bu."


" dasar Lelet kamu cepat kamu cuci baju adikmu sampai bersih." titah ibunya yang menghardik Mbak marini.


" Iya Bu Iyo marini kan kerjakan semua ini bu tapi sabar dulu ya." pintanya dengan bahasa sopan dan lembut kepada ibunya.


" Dasar anak goblok Berapa lama lagi kamu mencuci bajunya Yuli Dasar lelet kamu ya." teriaknya sambil mba marini.


sehingga Mbak marini pun kesakitan dan kena disiksa oleh ibunya sampai adiknya pun mulai mentawakannya hingga cekikian dan jelas aku tahu siapa dirinya dia adalah kakak kelasku yang paling jail dan suka membullyku waktu masih sekolah dasar dulu saat aku hendak makan pas jam istirahat waktu usiaku masih mau 7 tahun tiba-tiba saja Ia pun datang bersama teman-temannya saat aku sedang makan saat istirahat sendirian.


tiba-tiba saja makanan ku diilempar kemudian diinjak olehnya begitu saja sehingga aku tidak bisa makan siang sambil menahan lapar apalagi Ia sering banget malakin uang adik kelas lainnya padahal Ia kan orang berada,uang jajan nya banyak dan juga sering dapat peringkat satu lagi Emang tidak tahu malu ya dia sampai aku mengigatnya juga kesal sehingga aku mulai menceritakan apa yang kualami kepada mba marini semasa diriku masih hidup dulu.


" Ah sudahlah ... aku tahu perasaanmu Emang adikku dari dulu selalu kurang ajar makanya suka berlaku seenaknya dan juga aku harus cepat-cepat menyelesaikan tugas ini pada sebentar lagi Yuli datang."titahnya yang menyuruhku untuk diam.


"Tapi."Jawab ku yang menyelesaikan kata karena percakapan ku dipotong oleh nya.


"Sudah lah ... Ratna kalo aku ngomong sama terus disangka nya gila na."jawab nya yang mulai berbisik kepadaku.


"Okey ... Mba okey."jawabku yang telah berbisik kepadannya.


hingga pada akhirnya ia pun membentak Mbak marini yang secara tidak sopan dan menyuruhnya untuk segera membersihkan cucian baju kesayangannya itu singgah dengan terpaksa Mbak marini mengerjakan pekerjaan rumah mulai dari menyetrika menggosok memasak makanan malam buat ibunya saat yuli pergi bersama teman-temannya lalu ibunya merongrong kelaperan seperti ini.


" aduh aduh jam segini kamu belum masak dasar lelet kamu ya." cercanya sambil menjewer kupingnya si marini lalu ibunya pun langsung aja mengambil sapu kemudian memukul marini suku biadab Jika seorang ibu perlakuannya beda dengan anaknya satu itu.


"Ahkkkk ... Ahkkkkkk."teriaknya yang meminta ampun kepada ibunya.


" rasain ini rasain." teriaknya sambil memukul si marini dengan menggunakan sapu.


"lagian masak baru jam segini lagian, ngapain aja kamu seharian jam segini belum masak hah." teriak yang memukul Mbak marini sehingga menjerit kesakitan sambil dia mengeluarkan air mata menahan rasa sakit yang ia alami.


"Ya tuhan cobaan apalagi ini Ya Tuhan kenapa Kau memberikan ujian seberat ini kepada mbak marini kasian mba marini ya tuhan, kenapa Kau memberikan nasib yang sangat jauh dari hatinya mulia sehingga kau memberikan kesialan kepadanya Tuhan." gumamku dalam hati sambil menangis.


sehingga mba marini pun langsung aja diseret di gudang setelah diseret oleh langsung aja dilempar terus di ikat oleh ibu lalu ia pun tak memberikan makan karena ibunya seperti itu jika marah nafsunya tak terkontrol jadi nafsu makannya hilang seketika sehingga Mbak marini Pun Menangis jadi-jadinya.


" Ya Tuhan aku tidak kuat lagi ya Tuhan Lebih baik aku mati danku tidak kuat jika kau memberikan cobaan ini secara terus-menerus." gumamnya dalam hati..


hingga pada akhirnya aku pun langsung saja melihat Mbak marini karena kasihan sekali dia dia sering sekali diperlakukan seperti ini leh ibunya.


/Next cerita berikutnya/