
sementara itu marini dan bapaknya mencari Yuli kemana-mana hingga pada akhirnya ada salah satu warga datang yang saling menyapa pak susanto lalu menyelami tangannya Pak Susanto kemudian mereka pun berkata seperti ini.
"habis dari mana Pak sama marini."sambung mereka yang basa-basi lalu marini tersenyum bila disapa oleh mereka berdua.
"Biasa pak ...habis nyari Yuli pak."jawab pak susanto sambil tersenyum dengan wajah yang berkeringat.
"Iya Pak dari kemarin-kemarin Yuli ndak pulang-pulang." sambung Marini yang menjelaskannya.
"Oalaah."timpal kedua bapak-bapak tersebut secara bebaranga.
"terus ... Yuli ketemu ni."tanya bapak yang kedua dgn penasaraan.
"Belum pak ini aja saya masih mau mencarinya lagi pak."jawab marini sambil mengaruk-garuk kepalanya.
"semoga sing ketemu yo Mar,pak."timpal bapak kedua itu yang mendoakan marini.
"Ya ... Pak makasih."ujar pak susanto yang berterima kasih kepada bapak-bapak.
"sama-sama pak."jawab bapak-bapak pertama itu.
"Kalo .. gitu kita permisi dulu ya,pak susanto Marini."Timpal bapak-bapak yang meminta izin pamit kepada Marini dan juga bapak nya.
"He... Ya pak."jawab sih pak susanto yang sungkam.
"He ... Ya pak."jawab sih marini yang sungkam juga.
"Assamualaikum."ucap bapak-bapak yang mengucapkan salam secara tiba-tiba.
"Walaikumsalam pak."Timpal Marini dan Pak Susanto menjawab salam mereka secara bebarengan.
kemudian mereka berdua pun mulai putus asa mencari yuli sampai pada akhirnya azan dzuhur pun telah berkumandang di situlah Bapaknya mengajak Marini untuk melaksanakan salat zuhur berjamaah.
lalu marini pun mulai mengikutinya dari belakang hingga akhirnya mereka berdua sudah sampai di masjid tak lupa mereka berdua berwudhu terlebih dahulu setelah mereka selesai wudhu langsung saja mereka salat zuhur berjamaah dan ternyata yang jadi imamnya itu pak ruslan bapaknya Ari.
"Allahu Akbar."Timpal pak ruslan yang berkumandang Allahu Akbar.
"Allahu Akbar."Timpal mereka semua yang kompak mengumandangkan Allahu Akbar juga.
pada akhirnya mereka semua pun selesai melaksanakan salat lalu berjabat tangan namun tidak dengan Marini Ia pun langsung saja berpikir terlebih dahulu setelah itu baru membaca lantunan ayat-ayat suci Alquran kemudian Ia pun mulai berdoa semoga ibu dan yuli baik-baik saja dan tidak menyimpan kebencian yang melekat di hati mereka berdua terhadap marini.
Sementara itu pak susanto pun mencari Marini ke mana-mana dan kemudian pak susanto menepuk jidat dan lupa kalau sih marini ini masih aja dimesjid lalu pak susanto mulai menyusul marini.
"Masyallah ... Kenapa kamu dari tadi masih disini kenapa nggak bareng Bapak."ucap nya yang masih menepok jidad nya itu.
"eh .... Tastaghfirullahaladzim maaf pak,tadi marini habis berdoa pak jadi kelamaaan."ucap marini yang mencium tangan kanan pak susanto.
"aduh aduh ada-ada saja kamu itu."ucapkan pak susanto dengan gemasnya.
"Hehehe."timpal marini yg mulai tertawa.
"Yoeslah .... Ayo kita ke kantor polisi sekalian,biar sih yuli ketemu."timbal pak susanto mengajaknya untuk keluar.
"Ya pak."jawab marini.
kemudian mereka berdua pun mulai keluar dari Masjid itu lalu tiba-tiba saja Ari pun melihat marini lalu Marini pun melihatnya balik lalu mereka saling tatapan satu sama lain seperti orang yang sedang dimabuk asmara saja kaya didrakor Tanpa basa-basi lagi Ari mulai menyapa Marini.
"Eh ni."
"Eh ... mas ari."jawab sih marini yang sumringah disapa olehnya lalu bapaknya mulai menyapa dan sambil tersenyum kepada ari lalu ari salam juga kepada dirinya.
"mau ke mana pak ni."Tanya ari yang penasaran secara tiba-tiba.
"Biasa ... mau Kapolsek."timpal sih marini yang menjawab pertanyaan nya.
"Loh .... Ke polsek mau ngapain memangnya."tanya sih ari yg heran kepadanya.
"Ini .... Ri Sekalian nyari Yuli sampai ketemu."Timpal bapaknya yang mewakili pertanyaannya Ari.
"oalah ..... Saya pikir apa nya yang mau dilaporin."timpalnya sih ari yang berlawak.
"Hehehe."imbuh sih bapalnya dan marini tertawa.
" tadi barusan saya lihat Yuli sudah pulang sama seseorang."timpal sih ari yang memberitahukannya.
"Serius emang kamu lihat di mana Ri."tanya pak susanto yang penasaran.
"Oh."ucap pak susanto dengan singkat.
"Ya ... Mas kalau gitu makasih ya udah kasih tahu Kami lebih dulu."timpal sih yang sedang terburu-buru.
"Eh .... Ya ni sama-sama."jawab sih ari yang malu-malu.
Pada akhirnya Pak Susanto dan Marini pun pulang sambil tersenyum lagi kepada si Ari pada akhirnya mereka berdua pun segera pergi dan tidak sabar bertemu dengan yuli cepat mereka berdua pun mulai berlari-lari pada akhirnya mereka berdua bertemu dengan Yuli kemudian langsung saja Yuli memeluk bapaknya lalu ia pun meminta maaf sehingga membuat marini dan ibu endah mulai terharu.
"Kamu itu kalo .... jadi anak jangan sering kabur-kaburan seperti itu lagi nak,kalo ada masalah."Timpal Pak Susanto yang menasehati dirinya.
"Maaf Pak Yuli hilaf."Timpal sih yuli minta maaf kepada bapaknya.
"Hilaaaffff ...Hilaaaff !!! HILAAFF!!."Teriak pak susanto yang kesal dengan yuli.
"Kalo diapain-apaain gimana nak gimana."timpal pak Susanto yang mulai meneriaki karena Bapak Susanto sangat khawatir dengan pergi kepergian nya.
"Sudahlah Pak yang penting yuli sudah pulang dengan selamat."timpal Bu Endah yang menyuruh Pak susanto untuk tetap tenang.
"selamat apa kamu bilang selamat apa bapak sampai jantungan tau nggak nyariin dia bu."timpal pak susanto yg emosi oleh kelakuan bu endah lantaran kesal dan membela anak kesayangannya itu meskipun salah dan benar.
"Yaudah Pak ... maafin Yuli aja Kasihan dia."Timpal Marni yang memberi saran untuk memaafkannya.
dengan saran Marini Pak Susanto pun dengan terpaksa mulai memaafkan Yuli meski acap kali membuat dirinya pusing karena kelakuannya seperti anak-anak padahal ia sedang hamil kalau misalnya terjadi sesuatu pasti bapak dan ibunya akan merasa bersalah.
Hingga pada akhirnya mereka semua berpelukan satu sama lain kemudian marini pun ingin memeluk bu endah cuman ibu endah menolak sampai tega hati ia mendorong Marini sampai mental lalu ditertawakannya lagi oleh yuli kemudian Pak Susanto pun mulai teriak karena muak dengan kelakuannya Bu Endah.
"kamu tuh apaaan-apaan si bu, kamu kasar sekali dengan di Marini."ucapan Susanto yang kesal dengan kelakuannya.
"Ya ... aku nda sudi dipeluk sama dia."gumam Bu Endah dalam hati karena nggak mau dipeluk oleh marini yang telah diasuh selama ini dengan ketidak ridhoan nya yang sudah diamanahkan oleh Pak Susanto untuk menjaga sikap ucapan dan perbuatannya itu.
"abis tuh .... Aku kesel ama dia pak karena waktu itu dia minggat dari rumah,terus juga nda izin sama ibu."timpalnya Bu Endang mengelak karena tidak mau disalahkan oleh nya.
" sampai-sampai tetangga ngomongin kita gara-gara dia."sambung Bu Endah yang menunjuk sambil menyalahkan Marini lagi.
jelas-jelas emang dia emang sering cari kesalahan marini karena benci dengan almarhumah ibunya padahal itu sudah berlalu bisanya mengingat kejadian yang sudah terjadi.
"kamu tuh salah didik anak Bu, makanya marini dan yuli nda bener semua."cerca pak susanto yg ingin menampar Bu Endah.
"Yeeh .... Kok salahin ibu sih."timpal bu endah yang tak mau disalahkan.
"Kamuu ... Itu yah !!!."ucap pak susanto yang ingin melayangkan tangannya ke arah wajahnya Bu Endah.
"Ehmm .. Apaa apaa."ucap Bu Endah yang menantangnya.
"Udah Pak Bu jangan bertengkar terus."timpal marini yang berusaha menghentikan aksi pertengkaran mereka.
"betul itu yang dibilang sama Mbak Marini."ucap Yuli yang sependapat dengannya.
Lantaran ia sangat malu dengan kelakuan Bapak ibunya yang acap kali sering bertengkar lantaran sering membela Marini sampai pada akhirnya sampainya telepon menyuruh Bapak dan ibunya masuk agar tidak dilihat dan jadi bahan gosip para tetangga yang kepo itu Seiring berjalannya waktu permasalahan keluarga mereka telah selesai juga tanpa adanya cekcok lagi.
Dan tahun depan sudah mulai berjalan, hingga semua teman kampusnya Yuli telah lulus tepat waktu, kecuali Yuli yang meminta izin cuti di kampus, karena ia tidak mau Rahasianya terbongkar begitu saja dan kini denny sudah bekerja di perusahaan teknik lingkungan yang ternama di Jakarta sebagai manejer.
dan kini Deni pun datang langsung ke rumah orang tuanya Yuli untuk melamarnya, kini keluarganya deni dijamu makan-makanan yang enak mulai kue kering, kue-kue basah dari tepung ketan,sama teh manis anget yang di setelah disediakan oleh Marini lalu ini pun ke belakang sebentar karena disuruh oleh yuli.
"silakan Pak Bu diminum dan dimakan dulu."Timpal Pak Susanto yang mempersilahkan mereka makan dan minum.
"Oh ya ... Terima kasih Pak."jawab sih bapak bapak nya denni yang malu-maluyang mengambil secangkir teh untuk dia santap dan sebut saja pak budi.
"Mari ... Bu Silakan dimakan dan diminum dulu."Timpal Bu Endah yang dengan Ramah mempersilahkan calon besan nya untuk makan.
"Makasih Bu."timpal Ibunya Deni yang mengambil yang hendak disantap olehnya sebut saja ibunya denny bu ruslina yang bisa dipangil bu lina.
"Menganaii tentang lamaran anak saya denny bagaimana pak,bu apakah bisa langsung nikah saja."jelas Pak Budi sambil meminum teh hangat.
"saya ... Setuju-setuju aja Pak yang Yuli senang kita pun juga senang Pak."Timpal Bu Endah yang ikut berpendapat.
Pada akhirnya mereka mulai berbincang satu sama lain sambil bercanda dengan Ria kini lamaran sih Deni telah disepakati hingga pada akhirnya lamaran Denni pun telah diterima oleh pihak orang tuanya si Yuli
sampai-sampai Deni dan Yuli mulai berpelukan disitu bapaknya pun kaget dan menyuruh untuk tidak berpelukan sebelum mereka nikah lalu pipi Yuli memerah singgah keluarganya pun mulai tertawa terbahak-bahak dengan kelakuannya sih yuli yang mulai agresif.
/Next cerita berikutnya/