
"Oh ya Jeng tadi itu siapa ya."tanya temen arisan nya itu sebut saja bu fafah.
"Aduh mmm sialan males banget ditanya lagi sama mengakuinya sebagai hantu sudah deh aku bilang begini saja?"guman nya bu siti yang berfikir.
"Ituu ... Sebenarnya."timpal Bu Siti Berusaha menjelaskan namun disela oleh teman dekatnya bu siti sebut saja bu didi.
"Aduh ... Fa masa kamu nggak tahu sih, itu loh marini mantunya."sambung nya yg menjelaskan nya.
"Sialaan ... Malah diberitahukan olehnya, malu sekali aku punya berpendidikan tapi bodoh dalam mengerjakan sesuatu apalagi latar belakang nda jelas."gumam Bu Siti dalam hati sambil mengepal kedua tangannya karena kesal.
"Oalaah mmm tak kirain siapa toh di di."ucap bu fafa yg duduk dikursi dengan riang gembirannya.
"Hahahaha."tawa mereka semua dengan riang gembira.
"Oalah Kalau boleh tahu mantumu tuh orang mana sih."tanya temannya Ibu Siti sebut saja Bu Marni.
"itu loh ... bu orang sini yang udah lama tinggal di sini."jawab temannya Bu Siti sebut saja bu fandra Sehingga bu siti pun kesal langsung saja mulai mencubit pinggangnya Bu Fandra.
sehingga bu frandra pun menjerit kesakitan lalu para-para ibu memperhatikannya hampir saja merek melihat Bu Siti mulai mencubit sih bu Fandra dan ntar lalu bu franda pun hampur mau bilang bahwa ia dicubit Bu Siti malah sebelum berkata ia malah dipelototi oleh Bu Siti bilang kemudian bu fandra pun bilang cuman kesemutan aja makanya teriak.
"Oh sejak lama udahlah Berapa lama itu si mantumu tinggal sama ibu."tanya temannya Bu Siti yang sosialita itu sebut saja Bu dorso.
"udah lama Bu semenjak nikah sama Ari bu."jawab bu siti dengan terpaksa.
"Oalah sudah nikah Berapa lama Bu."tanya Bu Ajeng seorang ibu sosialitas juga dan sekaligus temannya Bu Siti.
"anu bu sudah 3 bulan mereka menikah cuman sampai sekarang belum dikasih momongan bu ajeng."jawab Ibu Siti yang curhat segala.
"Oalah wajar itu baru 3 bulan Bu nanti juga 6 bulan atau setahun juga punya anak." Timpal Bu dorso memberi semangat kepada Bu Siti.
lalu Bu Siti menganggung dan tersenyum kecil kemudian Marini pun datang memberikan sebuah minuman beserta bingkisan yang telah Ia beli barusan diwarung deket rumah sehingga mereka pun menerima jamuannya yang telah diantarkan oleh Marini.
Kemudian Marini mempersilahkan mereka untuk makan dan dengan senang hati mereka semua pun memakannya kemudian Bu Siti pun saja menyuruh Marini untuk ke belakang dengan bahasa isyaratnya.
disitulah Marini Pun Menangis karena merasa tidak bisa dihargai dan ingin sekali ia ke rumahnya untuk menjenguk ayah dan ibu tirinya lalu Bu Siti pun mulai menceritakan keburukannya Marini bahwa ia dari dulu Memang si Marini ini bukan mantu pilihannya.
sampai bu siti pun menyesal menyetujui pernikahannya sampai mereka pun mendengar dengan sesama, lalu kedengar agurment bu siti dan akhirnya mereka mulai menyetujuinya dan menyimaknya lagi. tiba-tiba saja acara pun udah selesai hingga pukul 3 sore kemudian teman-teman arisannya pun berpamitan.
"Jeng kami pamit dulu ya."Timpal salah satu teman arisannya yang mulai cipika-cipiko kepada Bu Siti sebut saja Bu Roro.
" Makasih loh atas makanannya."ucap salah satu temannya yang memuji masakannya dan berterima kasih kepada Bu Siti sebut saja Bu Jindan.
"Oh iya ... sama-sama jeng."jawab bu siti dengan ramah kepada teman arisannya itu.
"nanti kapan-kapan main ke sini lagi ya."timpal bu siti yang mengajak mereka untuk ke sini lagi.
"Hehe ... Ya bu."jawab temen arisan Bu Siti dengan sumringah.
"Kalau gitu kita pamit dulu ya Jeng Assalamualaikum."timpal salah satu temannya Bu Siti yang meminta izin dan mengucapkan salam.
"Walaikumsalam wr.wb."jawab bu siti berjalan sembari berjalan ingin menutup pintu nya.
Hingga pada akhirnya Bu Siti pun mulai tersenyum ke semua lalu Melambaikan tangan dan bilang ia sangat kangen kepada teman-temam arisannya itu kemudian ia mulai menutupi pintu dengan pelan dan tiba-tiba saja Bu Siti pun mulai meneriaki Marini seperti.
"Marinii !!! MARINIIII."Sambung nya yang ngos-ngosan karena meneriakinya seperti itu.
" ya ... Bu odo opo bu."Timpal Marini yang ngos-ngosan karena berlari cepat kencang ke arah Bu Siti.
"tuh kamu lihat ini semua berserakan jadi bersihkan sekarang juga."timpal bu siti memerintahkan dirinya.
"Enjehh ..bu."jawab Marini yang menunduk.
Akhirnya marini pun melaksanakan pekerjaan rumah yang telah diperintahkan oleh bu siti kemudian marini pun menangis sambil ia mengingat flashback tinggal bersama dengan bu Endah.
dimana ia diperlakukan sama saja secara tak berperasaan di rumah mertuanya Sungguh malang nasibnya Marini sampai setelah ia melaksanakan pekerjaan rumah Kapan mulai menangis tersedu seperti ini.
"Marini .... Marini."teriak Bu Siti yang hampir saja didengar oleh para Tetangga.
"MARINIIII."
"MARINNIIIIIIIII."
"ya bu ... Sebentarr."Intan Marini yang berlari bertati-tati.
"Kamu tuh ... Dari tadi Ibu berteriak-teriak berkali-kali malah kamu ndak nyaut AEHH."Ucap Bu Siti dengan nada yg membentak sambil mencital palanya Marini.
"Ahkkk .... Sakitt buu."ucap marini yg kesakitaan.
"Gak ... lihat ini lantai masih ngeres udah begitu belum dipel Bodoh."teriak bu siti sambil menonjok kepalanya marini.
"Ahkkk ... Ampun Sakit bu Marni akan melanjutkan pekerjaan."ucap Marini yang meminta ampun kepada mertuanya.
" Ya.. Sudah kalo begitu lanjuti pekerjaannya."teriak bu siti dengan angkuh sambil berjalan lenggak-lenggok.
"Bersihin ini ya."sambungnya yang masih saja menginjak lantainya.
Hingga Marini pun sakit hati dengan perlakuan Bu Siti Ia pun mengusap air matanya dengan kasar kemudian seperti biasa ia melanjutkan pekerjaan rumah lalu bu siti pun masih saja mencari gara-gara dan menyuruh Marini untuk segera mencuci bajunya beserta dengan dan juga bajunya juga.
"nih .... banyak nih baju-baju cepat kamu kerjakan semuanya sampai bersih dan wangi bu."timpal bu siti dengan kasar pada Marini.
"Yaa ... Bu."jwab marini dengan penuh berliangan air mata.
"Awas aja kalau masih kotor ibu ga segan-segam menghukum kamu."ancamnya yang memaki Marini.
"Baik Bu baik."jawab marini.
Dengan hati Yang Sakit marini ini pun mengerjakan semua pekerjaan rumah serba sendiri dan Bu Siti memperlakukan Marini seperti robot bukanlah manusia yang setiap hari dikasih dua kali sehari tali sehari dan juga setiap hari ya dikasih makanan sisa oleh Bu Siti.
Sampai-sampai Bu Siti dan kaka ipar pun setiap hari ada acara pengajian dan kondongan tertentu atapun dimana saja ia selalu saja menjelek-jelekkan Marini yang tidak-tidak sehingga para tetangga Pun mendengar dengan seksama kalau si Marini ini adalah orang yang sangat durhaka dan pemalas juga.
"Masa sih Bu si Marini begitu." Tanya ibu-ibu lain sebut saja bu Neni.
"Iya Bu ... Apa-apa saya kerja sendiri,Cuci baju saya sendiri, masak jugabsaya sendiri semua rumah saya kerjain sendiri loh ibu-ibu."Ucap Bu Siti yang memanipulatif keadaan pada si Marini semua yang ngerjain.
"Apa betul yang dibilang oleh ibu sapean tri."tanya bu endah dengan penasaraan tadi Bu Endah sudah di situ.
"Betul .... Bule saya saksinya Saya setiap hari datang ke rumahnya malah ibuku sendiri yang mengerjakannya bule."jawab sih tantri yang berusaha menghasut ibu tirinya agar ia mulai percaya.
"Astaghfirullahaladzim ... Durhaka sekali dia."jawab bu endah yg ketus kepada marini.
"Ya .. bu emang mantuku ini nggak ada gunanya."Ucap Bu Siti Yang ngomong seenak jidat sehingga bu endah pun malah sedikit sakit mendengarnya.
"Kurang asem dia sekali berani sekali dia mempermalukan keluargaku."gumam bu endah dalam hati sambil menatap tajam bu siti.
"Betul tuh bu...harusnya ya Bu Kalau misalnya dia sudah menikah dikerjakan semua pekerjaan rumah tangga jangan ibu terus kan ibu sudah tua."ucap ibu-ibu yang lain kesel dengan marini sebut saja bu Eci.
"Memang sialan marini itu sudah dari kecil aku rawat keluarga malah malu-maluin keluarga,bukannya malah mereka asik membuka aibnya dan sekerang malah aku yang di lirik sinis oleh ibu-ibu Di Sini."gumam bu Endah dalam Hati yang kesal kepada Marini.
Hingga para ibuibu di sini selalu mengurusi Marinir, ibu tirinya juga ikut nimbrung, sementara itu, Marini melaksanakan pekerjaan rumah, dari pagi sampai siang, ia belum makan dari kemarin, karena Bu Siti selalu mencaci-maki, bahwa ia tidak bisa menjadi mantu idaman.
Apalagi akhir-akhir ini si Ari pun acap kali jarang pulang ke rumah karena ia harus mengerjakan proyek bangunan bersama dengan teman-temannya kebetulan ari ini adalah seorang kuli bangunan yg yang bekerja di wilayah Semarang daan akhirnya ia kost bersama dengan teman-temannya demi menyambung hidup keluarga tercintanya.
Hingga akhirnya bu siti pun pulang dan menyuruh Marini untuk memasak ikan rebus bumbu kuning ya Meskipun keadaan marini setelah mau tak mau Ia pun harus bekerja yang sudah dianggap malas oleh ibu mertuanya meskipun acap kali Ibu mertuanya itu mengangkat dia Serba Salah.
"habis kamu mengerjakan masak jangan lupa kamu halaman belakangnya."titahnya yg memerintahkan Marini.
"Enjehh ... Bu."Jawab Marini dengan letih.
/Next cerita berikutnya/