
itulah Mereka pun berjalan hingga terpuruk-buru akhirnya mereka berdua pun sampai sekitar hampir 17 menit mereka terlambat karena memang lagi bercakap dengan ibu ibu itu yang waktu itu bisa Mereka pun telat 1 menit lalu ia meminta maaf kepada Pak managernya siapa lagi kalau bukan sih kan temennya sih johan itu loh yang sekarang diangkat menjadi Manager perusahaan ini sudah diangkat oleh ayahnya.
Dan bila suatu nanti johan akan mengurus perusahaan ini setelah bapaknya telah tiada dan meninggal dunia dan di situlah Mereka pun disuruh Johan untuk segera buru-buru ke pom segera untk melayani pembeli yang lumayan banyak sampai mereka berdua pun berterima kasih kepada Johan.
" yowes lain kali tidak boleh terlambat ya." timpalnya si Johan yang memberitahukan mereka untuk tidak terlambat lagi.
"Yo... Han."jawab sih ari yang hendak pergi duluan lalu minta izin untuk pergi duluan lalu marini pun mengiyakannya saja.
"Yo ... Mas." jawab si Marni yang masih kaku dan berada di pintu ruangan kantor Bosnya itu.
"yowes jangan lupa ditutup pintunya Ni, soalnya udara Ac-nya keluar dan jadi mubazir yo ni." titah nya si Johan memberitahukan Marni untuk segera menutup pintunya.
"Engeeh ... Mas."
buru-buru lah Marini pun menutup pintunya itu sehingga si Marini pun berlari-lari dengan kencang kemudian Ia pun bertemu dengan Ari di situ marinu pun kaget lalu mulai bertanya kenapa masih di situ Mas lalu si Ari pun tersenyum dan berkata bahwa ia sengaja menungguinya sampai Marini pun menepuk jidatnya saking tak percaya dengan apa yang dibilang oleh si Ari.
" Duh ... Mas Cepatlah kita dah ada waktu nih."tihtah sih marini yang menyuruh sih ari untuk segera diluan.
" Yoyo aku tahu yuk kita bareng ke sono ya."jawab sih ari yang hendak berlari dengan wajah yang cemberutnya.
"Enggehh."jawab sih marini dengan Ketus kepada Ari.
sehingga mereka berdua sudah sampai di pom sudah ditunggu dari tadi oleh teman nya yang menjaga shif pagi terdengarlah langkah kaki saat marini dan ari yg hendak berlari yg sudah ditunggu oleh mereka sampai mereka berdua pun mengomeli dan juga Ari.
Kenapa bisa Marini dan Ari bisa telat terlambat padahal tugas mereka sudah selesai sampai mereka berdua pun meminta maaf kepada teman-teman yang lain sebut saja namanya Supri dan Adi kebetulan mereka sudah menikah dan demikian lah juga sih supri kebetulan si Supri punya anak dua Sedangkan Adi punya anak satu.
" yo ndak papa Yo wes Cepat kalian layani mereka."Titahnya sih adi yang menyuruh mereka untuk bekerja cepat.
"Ya .. Benar tuh Soalnya kita sudah menunggu dirimu juga."omel sih supri yang mengomeli mereka dengan mengunakaan nada pelan.
"Uhh ... Benar-benar ya kalian berdua ini."tukasnya sih supri yg emosi dengan wajah yg berkeringat.
"Yo ... Maaaf Mas."ujar sih ari yang meminta maaf kepada nya.
"Enggeh ... Maaf Mas."ujar sih marini yang ikut-ikutan meminta maaf kepada mereka.
"Yaudah ... Sana gihh."ujar sih supri yang mengusir mereka kemudian adi dan supri mulai meminta izin kepada anak bosnya siapa lagi kalo bukan johan.
"Pak .... Kita mau izin pulang dulu ya."izin sih supri yang meminta izin diluan sambil menyalami tangan bosnya itu.
"Oh .... Ya hati-hati pak supri."jawab sih johan sambil tersenyum.
"Yo ... Pak saya juga mau izin pulang."ujar sih adi sambil menyalami punggung tangan nya bos
"Yoo ... Hati-hati."ujar sih johan yang melambaikan tangan.
"assamaulaikum."ujar sih adi dan supri yanh menjawab salam bebarengan.
"Walaikumsalam."jawab sih sih johan mulai menghela nafas,kemudian si johan pun memberitaukaan mereka seperti ini.
"Ni .. RI lain kali kalian jangan buat si pak Supri sama Adi menunggu lama ya, karena kan itu tugaa mereka,bekerja sudah selesai jadi ini peringatan saya ke kalian berdua ya."imbuhnya memberitahukan kepada mereka untuk tetap disiplin dan tetap mengatur waktu efisien mereka ketika bekerja.
" Siap Pak saya minta maaf sebesar-besarnya yo." ujar si Marini yang menundukkan kepala dan bahunya karena malu dengan bosnya ini.
" ndak usah panggil Bapak Lagi panggol aja yohan ni." ujar johan yg mulai tertarik dengan Marini.
"Astazim .... Sama cewek langsung baik kamu sama aku aja nda nih." rengek si Ari yang manja sambil menyenggol bahu kepada bosnya itu.
" yo wes Sorry ... Pa nanti saya usahakan bangun pagi ya."
" kamu tuh dibilangin susah cari jangan nyeleneh gitulah nada nya."
di situlah si Ari dan juga Marini buru-buru bekerja ke sana dan tugasnya si Marini itu mengisi pom bensin motor sedangkan Ari di bagian mobil sambil mereka melayani pembeli yang mengisi bensinnya ada yang 1 liter, ada yang 10 liter selama 15 menit mereka baru bekerja.
apa mereka mulai bekerja lagi dan pelanggan itu pun juga meminta bensin yang isinya 5 liter khusus mobilnya dan akhirnya si Ari pun Mengisi bensin tersebut setelah mengisi pelanggan pun memberikan uang yang nominalnya lumayan banyak sampai ari memberikan uang kembalian tersebut.
Namun pelanggan tersebut bilang tidak usah kembaliannya buat dia aja anggap aja bonus di situlah Ari pun senang dan akhirnya tersenyum kepadanya dan lalu pergi sambil menggunakan mobil itu sampai bos telepon tertawa Ya Siapa lagi kalau bukan Johan.
"Wih ... Dapet Rezeki nih."ledeknya sih johan.
"Hehehe ... Iya Alhamdulilah rezeki gw bro."jawab sih ari yg riang gembira.
"Siapp ... Bos ku."jawab sih ari dengan riang gembira.
Disitulah dengan riang gembiranya sih ari bekerjaa sembari melihat sih marini yang manisi sekali akhir-akhir ini dilihat oleh ari sehingga sih ari mulai jatuh cinta kepada nya sampai-sampai marini pun tak sadar dilihat olehnya seperti itulah cinta seperti cinta dilokasi ya.
sampai-sampai sih Surti mulai menyenggol bahunya Marini mulai berbisik dan menggodain si Marini salat Marini sedang sibuk bekerja melayani pembeli yang telah tangki bensin di situ lalu surti mulai berkata bahwa si Ari pun mulai menyukai Marini lalu Marini pun tertawa dan senyum-senyum sendiri itu tanda nya ia mulai menyukai ari sehingga cinta telah tumbuh didalam perusahaan ini.
sampai di sana setelah Marini dan teman-temannya lainnya pulang kerja Marini pun sempat meminta izin kepada setiap untuk Rumah Sakit akhirnya meskipun mengizinkannya lalu ia bilang berhati-hatilah lu Marini pun bilang Oke kemudian Marini pun datang ke rumah sakit sendiri untuk menjenguk Bapaknya yang telah sakit sama hampir 5 bulan sih pak tatang koma sampai dikamar ugd Marini pun mulai menangis sejadi-jadinya.
" ya Allah bertahanlah Pak Marini berjanji akan membiayai biaya rumah sakit ini dengan lunas."guman sih marini dalam hati sambil menangis.
dan lalu dokter pun mengagetkan Marini dari belakang dan di sana Marini pun melihat si Ratna yang sudah berdiri di situ sembari si Ratna menyemangati hari ini untuk tetap kuat agar Tuhan bisa memberikan jalan yang baik dan mudah untuk dirinya lalu si Marini pun mulai mengangkat jempol dari belakang.
sampai dokter pun mulai menjelaskan bahwa keadaan bapaknya sudah lumayan membaik dari beberapa bulan kemarin situlah Marini pun senang Terima kasih kepada dokter sampai Marini pun berdoa semoga saja Bapaknya bisa sembuh dan bisa berkumpul dengan keluarga.
sementara itu ibu angkat sih marini siapa lagi kalo bukan sih endah sih tukang ngedumel yang telah kerepotan mengurusi semua pekerjan rumah mulai menyapu, mengepel,sama cuci piring ya, sama cucian nya numpuk dengan uangnya kurang jadi bu endah males masak sampai ia kecapeann, dan kurang istirahat karena selalu mengerjakan pekerjaan rumah sendiri.
Capek rasanya bu endah mengerjakan pekerjaan rumah sendiri tampa di bantu marini apalagi ia sudah mendekati 50 tahun dan sudah jadi nenek-nenek bukan di saat ibu-ibu lain punya cucu ia menanggung malu punya cucu hasil hubungan haram sehingga Bu Endah pun sering sekali mendumel sampai ia mengerjakan pekerjaan sendiri hingga badannya letih tiap hari.
" memang si Marini bener-bener brengsek, di saat aku mengerjakan pekerjaan rumah sendiri Ia pun tak kunjung pulang asuu."ujar nya yang ngedumel sendiri.
" sudah kurawat dari kecil, tapi tetap tidak tahu diri padahal sebenarnya aku juga nggak sudi ngurus dia karena dia Bukan Anakku." imbuh nya ibunya yang masih berbicara sendiri sehingga ia mengatur nafas.
" Emang tidak tahu diri awas aja Jika dia kembali dan hamil lagi dan bikin aku malu aku tak segan-segan membunuhnya aku tak takut lagi Karena Dia adalah anak tiri."teriak yg masih saja emosi.
" dan juga Iya Bukan Anakku Yaudahlah anak perselingkuhan dari suami kemudian juga pembantu sialan itu si Sri, makanya aku sangat membencinya dan aku mengguna-guna hidupnya Semoga dia tidak bahagia karena perbuatan ibunya suamiku sampai terlena oleh kecantikannya."imbuhnya yang masih berbicara sendiri.
lalu ada satu tetangga yang mendengarnya sebut saja bu martha seorang pedatang baru dari medan yang dengar gumalan Bu Endah kaget juga bahwa si Marini itu adalah hasil hubungan gelap dengan suaminya dengan seorang wanita waktu itu lalu si martha pun dengan cepat mulai pergi ke tempat ibu ibu yang berbelanja depan rumahnya bu franda langsung saja ia menceritakan kepada ibu-ibu itu.
" benar memalukan keluarga pak tatang sampai ku tak percaya bahwa si Marini itu bukan anaknya Bu Endah melainkan anak haram dari perselingkuhan suaminya Bu." jelas si Marta Ia menceritakan kepada ibu-ibu ini.
" Hah sumpah serius bu Martha."tanya salah satu ibu-ibu warga.
" ya serius bu tadi Saya dengar sih endah itu lagi lagi ngedumel bahwa sih Marini ini bukan anaknya bu." Timpal si Marta yang memberitahukannya kepada mereka.
"melainkan pak tatang berselingkuh." imbuhnya si Marta menjelaskannya lagi kepada mereka.
" Astaghfirullahaladzim." sahut ibu-ibu Komplek lainnya mulai beristighfar.
"Olahah ... Jadi selama ini marini ini bukan anak biologis dari Bu Endah."jawab nya salah satu ibu-ibu yang shock sekali mendengarnya.
" Ya ... Bener bu saya denger sih marinu anaknya Sri tahu saya dengar dari mulutnya bu endah."jawab sih ibu-ibu tukang rumpi itu siapa lagi kalo bukan martha.
" Olalah .. saya pernah dengar itu sih Namanya Sih Sri bu marta."
"Dulu .... sri adalah yatim piatu dan akhirnya diangkat oleh keluarganya pak Tatang kalo ga salah saat Bu Endah belum punya anak."timpal ibu-ibu itu yg ikut perpendapat.
" Oh bukannya dulu bu endah mengandung anak lagi waktu itu toh bu."tanya sih ibu-ibu warga satu lagi.
" Iya .... Benar saat itu kan Bu Endah dulu pernah keguguran jeng." timpalnya ibu-ibu itu yang menceritakannya kepada Ibu satu lagi.
"Oalaahhh.... karena dulu sempat kerja toh saat waktu bu endah hamil muda dulu ."jawab ibu-ibu itu yang penasaran.
"Ya ... Benar bu enci."timpal ibu-ibu tersebut.
"pantes aja itu Bu Endah benci banget sama Marini Ternyata bukan anaknya toh." Timpal ibu-ibu itu yang ikut berpendapat dengan suara yang lantang.
"Ya ..."sahut dua ibu-ibu itu yang berbicara dgn kompak.
" yah ... Ga heran aja sifat liarnya dan bodohnya nurunin dari ibunya itu si Ono noh. "ketus sih nenek itu yg ketus dengan marini yang sedang berjualn sayur.
"Ya pantes aja sih Marini pernah bunting orang ibunya dulu gitu."celetuk ibu-ibu lain yang berbelanja di depan bu Fandra.
sehingga Bu Endah pun mulai mendengar suara ibu-ibu yang bergosip ria pasti ngomonin keluarganya namun Bu Endah mengatur nafas dan juga harus bersabar jika ia dijadikan bahan gosip di kampung ada aja dijadiin bahan omongan.
lalu dengan sikap yang elegan Bu Endah mulai bertanya ada apa yang terjadi lalu ibu-ibu tersebut sebagian ada yg ketus lalu pergi meninggalkan bu endah dan sebagian ada ibu-ibu yang mulai tersenyum arah nya karena sungkam kepadanya karena kasian dengan bu endah.
Lalu ibu-ibu itu bilang tidak apa-apa sehingga membuat bu endah heran sampai-sampai bu endah kelupaan buat belanja disitulah Bu Endah mulai inget dan ingin berbelanjan bahan yang simpel-simpel dan kepikiran untuk masak opor ayam saja.
/Next cerita berikutnya/