Jangan Menangis Bunda

Jangan Menangis Bunda
JMB 78. Maling Teriak Maling


Kediaman keluarga Wibowo saat ini begitu hening. Klara hanya bisa terdiam kali ini. Ia tahu sang ayah benar-benar murka. Meskipun banyak pertanyaan dalam pikirannya namun Klara tidak berani untuk mengutarakan.


Rudi bergerak cepat, pria paruh baya itu sudah meminta sang putra sulung untuk segera mengosongkan apartemen. Ia tidak akan membiarkan Klara kembali tinggal sendiri. Kebebasan yang Rudi berikan rupanya disalah gunakan oleh Klara.


" Kau kini apa tahu yang kau lakukan hah? Apa kau sungguh bodoh, berani-beraninya berurusan dengan keluarga itu. Dan kau, apa kau sungguh tidak tahu siapa Surya?"


Klara benar-benar diam seribu bahasa. Ia jelas tahu siapa Surya. Pria itu adalah Zion. Putra tunggal dari pemilik salah satu perkebunan sawit terbesar negeri ini.


" Sekarang papa kasih tahu kamu biar kamu melek. Surya aka Zion adalah putra dari Arduino Aaron Linford dan Elisa Dwi Baskoro. Dimana Elisa adalah sepupu dari Hasna Sandika Rayadinata. Dan dengan begitu, berarti Yasa dan Zion adalah sepupuan. Apa kau paham sekarang hah!"


Mata Klara membulat sempurna. Ia memang tahu siapa Zion tapi dia tidak tahu bahwa orang tua Zion dan Yasa masih saudara sepupu. Tidak memiliki sangkut paut nama keluarga membuat Klara acuh akan hal itu. Ia sedikit melupakan silsilah keluarga Dwilaga yang salah satunya juga berasal dari keluarga Linford.


Klara tertunduk lemas. Semuanya sudah terlanjur. Wanita itu nampak sekali ketakutan sekarang. Meskipun wajahnya sudah di blur tapi netizen bukanlah bodoh. Hanya dalam hitungan jam pasti mereka akan tahu siapa wanita yang ada dalam video tersebut.


Dan baru saja ia pikirkan, beberapa notifikasi tanda pemberitahuan pesan di media sosialnya berbunyi. Semua menandai dirinya di video yang banyak dibagikan itu. Hal tersebut netizen lakukan karena sebuah cocokologi. Saat menemui Zion, Klara mengunggah foto selfie dirinya. Tentu saja netizen langsung mencocokan baju yang dipakai Klara tersebut.


The power of netizen, foto Klara langsung terekspose. Kalimat hujatan dan cibiran langsung ia terima. Wanita itu langsung mencengkeram erat rambutnya sendiri saat membaca satu persatu komentar dari netizen tersebut. Bahkan sebuah tagline berita menampilkan foto dirinya dulu saat kuliah yang diedit dan dibandingkan dengan video klarifikasi Yasa.


" Brengsek, semua gara-gara orang-orang itu!" Klara berteriak marah ia bahkan melempar ponselnya hingga benda pipih itu retak dan rusak.


Bukannya simpati dengan apa yang Klara alami saat ini, Rudi malah tersenyum sinis. " Itu namanya hukum tuai tabur. Apa yang kamu tanam ya itu yang kamu panen. Bagaimana, tidak enak bukan dihujat. Itulah yang dialami wanita yang sudah kau sakiti. Papa tidak peduli bahwa sebentar lagi kita akan bangkrut, yang penting kamu dapat pelajaran dari perbuatanmu. Temui mereka dan minta maaf!"


Rudi melenggang pergi ke kamarnya. Ia menutup pintu kamarnya sedikit lebih keras. Pria paruh baya itu berjalan ke arah tempat tidur dengan pias. Ia duduk di sana lalu menangis. Sebuah sesal ia rasakan sekarang. Rudi merasa gagal menjadi orang tua. Perbuatan buruk sang putri itu luput dari pengawasannya.


" Rabb, maafkan hambamu ini yang tidak bisa membimbing anak-anak kami. Maafkan kami yang lalai dalam mengajari mereka." Rudi tergugu. Rupanya hal itu dilihat oleh sang istri yang baru saja membuka pintu kamar. Istri Rudi urung masuk, ia memilih untuk kembali keluar. Ia membiarkan Rudi larut dulu dalam perasaannya.


Namun sepertinya apa yang Rudi rasakan berbanding terbalik dengan apa yang putrinya itu rasakan. Bukannya menyesali perbuatannya Klara malah semakin gencar memaki Yasa dan juga Kaluna. Wanita itu sepertinya sudah kehilangan empatinya.


" Brengsek, dasar sialan. Sok suci. kalian berdua menghancurkan hidupku!"


Lihatlah, bukannya ini yang namanya maling teriak maling? Dia yang salah, di juga yang melempar kesalahannya kepada orang lain. Sungguh diluar akal sehat. Klara dengan keadaan yang marah langsung menyambar kunci mobil yang ada di atas meja. Sang mama tentu sedikit khawatir. Wanita paruh baya itu sedikit berlari mengejar langkah cepat Kalra.


" Siapa yang salah, aku tidak salah. Aku hanya sedikit memberi wanita itu pelajaran. Dan aku akan memberinya pelajaran lebih kali ini."


Mama Klara tidak bisa menghalangi Klara untuk pergi. Ia sudah mencoba menghadang dan mengambil kunci mobil yang ada digenggaman putrinya, tapi tenaga yang dimiliki masih kalah dengan Kalra. Wanita paruh baya itu bahkan tersungkur ke lantai karena Klara menepis tangannya.


" Klara berhenti!" Air mata istri dari Rudi itu mengalir deras. Ia sungguh tidak menyangka putrinya menjadi seperti itu. Sebuah rasa bersalah mengalir di tubuh wanita itu. Sama dengan sang suami, ia merasa gagal menjadi ibu. Padahal baik Rudi maupun dirinya selalu berusaha ada untuk anak-anaknya. Selalu memprioritaskan mereka, tapi rupanya itu tidak cukup. Nyatanya Klara menjadi wanita yang memiliki rasa egois yang tinggi.


Di dalam mobil Klara mengemudikan mobilnya dengan sedikit lebih cepat. ia mencoba mencari dimana rumah Kaluna. Rasa tidak terima memenuhi diri Klara. Hujatan dan cibiran yang ia terima membuat Klara gelap mata. Ia pun mendatangi rumah Kaluna. Wanitya itu turun dari mobil dan langsung menggedor pintu rumah Kaluna.


Vanka keluar dari dalam rumah. Ia tahu siapa yang datang, wanita yang sudah membuat putrinya menderita itu tapi Vanka bersikap tenang. ia menampilkan senyum terbaiknya ke arah Klara.


" Mana Kaluna?"


" Aah teman Kaluna ya, maaf ya nak Kaluna sudah tidaka tinggal di sini. Dia sekarang tinggal di rumah suaminya."


Mata Klara memicing, raut kemarahan jelas sekali tergambar diwajahnya. Tanpa berkata apapun lagi Klara membalikkan tubuhnya dan pergi dari hadapan Vanka.


Satu tarikan nafas penuh kelegaan dilakukan oleh Vanka. Awalnya ia pikir Klara akan menanyakan dimana alamat Kaluna yang baru, tapi ternyata tidak. Vanka kemudian memilih untuk kembali masuk.


" Sialan, dimana sekarang wanita itu tinggal," umpat marah Klara. Namun detik selanjutnya Klara menyeringai. wanita itu kemudian melajukan mobilnya kembali. Ia menghubungi seseorang dan memintanya bertemu. Seorang wartawan yang waku itu pernah ia minta untuk menaikkan berita mengenai Kaluna.


Di sisi lain, awak media yang dihubungi oleh Klara itu tersenyum lebar. Apa yang akan dilakukannya kali ini ia yakin akan membuat berita semakin seru dan ramai.


" Target malah mendekat sendiri. Ia mau mengantarkan nyawa atau bagaimana? Bukannya berdiam diri di rumah malah menunjukkan diri. Aku yakin semua orang akan sangat ingin tahu, sosok orang yang tengah ramai dibicarakan di media. Bukan tentang kebaikannya tapi tentang perilaku buruk yang dia lakukan."


Tring, pria itu mengirim broadcast pesan ke seluruh rekannya. Dalam pesan tersebut disampaikan bawah musang masuk ke dalam jebakan yang dibuatnya sendiri.


TBC