
Hari berikutnya Yasa bersiap untuk kembali ke kota. Sungguh ia sangat berat untuk meninggalkan Kaluna dan Tara. Tapi Kaluna berjanji jika perkebunan sudah normal kembali ia akan segera kembali ke kota. Yasa tentu tidak mempermasalahkan itu. Dari awal memang mereka sudah membuat kesepakatan mengenai hal tersebut dan keduanya sudah sepakat.
Namun, Raffan dan Vanka memutuskan untuk tinggal sementara waktu di vila. Mereka sungguh takut jika ada kejadian serupa yang menimpa putri dan cucu nya.
Kini semuanya mengantar Yasa hingga ke depan vila. Sebuh pesan agar Yasa hati-hati diucapkan oleh semua orang tidak terkecuali Tara.
Tara dan Kaluna bergantian mencium tangan Yasa dan sebaliknya Yasa bergantian mencium tangan kedua mertuanya.
" Ayah kalau free langsung ke sini ya."
" Iya boy, ayah akan segera datang menemui kalian kalau sudah tidak ada pekerjaan."
Yasa masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya meninggalkan vila. Kaluna melambaikan tangannya pelan. Ada perasaan tidak enak yang memenuhi hati wanita itu sebenarnya dari semenjak tadi bangun pagi. Tapi ia tidak ingin mengatakannya kepada sang suami. Kaluna hanya berdoa dalam hati agar semuanya baik-baik saja.
Di tengah perjalanan, Yasa menepikan mobilnya. Ia mengambil ponselnya yang ada di atas dashboard mobil dan mengubungi Zion. Paling tidak untuk saat ini Zion lah yang bisa membuat perlindungan untuk Kaluna dan keluarga nya. Tanpa Yasa tahu Tara sudah melakukannya dulu.
Awalnya Silvya sedikit heran saat ada yang meminta Wild Eagle untuk melindungi keluarga Kaluna dan Yasa dengan menggunakan nama Pittore. Silvya pun langsung menanyakan hal itu kepada Kai. Dan betapa terkejutnya Silvya saat mengetahui bahwa Pittore adalah Taraka, cucu keponakannya.
" Jadi inget dirimu waktu dulu Sun."
" Haish, bukan hanya kamu Q. Aku pun seperti melihat diriku yang dulu pada anak itu. Hanya keahlian saja yang berbeda. Aku seorang hacker dia seorang pelukis."
Silvya terkekeh geli. Itu lah saat dimana Silvya mendapat pesanan dari Raka Pittore yang ternyata adalah Taraka Abyaz.
Yasa bernafas lega saat Zion jelas siap dengan apa yang dia minta. Namun seketika wajah Yasa pias saat ia melihat banyak berita di portal media online tentang dirinya dan Kaluna.
PROFF. YASA MENIKAH DIAM-DIAM. DI DUGA SI WANITA HAMIL TERLEBIH DULU.
DOSEN MESUM MENGHAMILI MAHASISWANYA
DOSEN DENGAN PRESTASI SEGUDANG TERNYATA ADALAH PRIA YANG TIDAK BERTANGGUNG JAWAB
TUNTUT MUNDUR DOSEN TIDAK BERMORAL
Yasa yang masih diperjalanan itu sungguh syok. Beruntung dia tidak sedang mengendarai mobilnya. Jika iya pasti ia akan oleng. Tak lama ponselnya berbunyi. Beberapa pesan masuk salah satunya dari ayah dan pamannya Andra.
Yasa kemudian mengambil ponselnya dan menghubungi sang paman. Terdengar nada cemas di sebrang sana.
" Yas,"
" Ya om. Aku baik-baik saja jangan khawatir."
" Oke. Kamu tenanglah. Aku akan men-take down berita tersebut. Jangan pulang ke apartemen dulu. Pulang ke rumah paman Dika dan Bibi Silvya. Om yakin paman dan bibi bisa melindungi mu. Untuk sementara jangan dulu ke kampus. Om udah nelpon paman dan bibi mu."
Yasa kembali menyalakan mobilnya dan mulai mengemudi. Kini tujuan perjalanannya berubah, yang semula ke rumah sang ayah dan ibunya kini berubah ke rumah paman dan bibinya. Sebenarnya ia ingin ke rumah pribadinya tapi sepertinya saran sang om lebih baik.
Di kediaman Dwilaga, Radi dan Hasna tentu panik dengan berita yang beredar di portal berita online tersebut. Radi yang menghubungi Yasa hanya dijawab dengan pesan saja. Tapi oleh Andra sudah dijelaskan bahwa ia menyuruh Yasa ke rumah kakak kedua nya.
" Kak, ini gimana?"
" Tenang jangan panik. Walaupun sebenarnya aku juga panik. Setelah berita ini keluar pasti akan merembet kemana-mana. Saat ini yang kita harus pikirkan adalah mental Kaluna dan Tara. Aku lebih khawatir ke mereka berdua sayang. Semoga mereka belum mendengar semua berita ini."
Hasna mengangguk setuju. Sesaat dia lupa bahwa di hidup mereka saat ini ada Tara dan Kaluna. Jika pemberitaan ini menyebar luas maka Kehidupan pribadi Kaluna akan dikorek. Hal ini juga harus segera dipikirkan.
Radi lalu mengajak Hasna untuk segera pergi ketempat Dika, sang adik. Radi yakin Dika dan Silvya pasti tahu bagaimana menghadapi hal ini.
Baru saja Radi ingin keluar dari rumah, seorang security kediamannya memberi laporan bahwa di depan rumah sudah banyak awak media. Ini adalah salah satu resiko dari keluarga terpandang seperti mereka. Hal kecil yang terjadi dalam keluarganya pasti akan jadi sasaran pemberitaan.
" Kak, gimana nih?"
Radi terdiam sejenak. Pertanyaan sang istri sedikit ia abaikan. Pria paruh baya itu tengah berpikir bagaimana melakukan sesuatu.
" Kak," panggil Hasna lagi pada sang suami.
" Mari kita hadapi!" jawab Radi mantab. Sesaat Hasna tentu bingung dengan jawaban Radi. Tapi benar, mereka harus menghadapi semuanya. Tapi Radi berpesan agar Hasna cukup diam saja dan biarkan ia yang menjawab setiap pertanyaan dari awak media.
Radi dan Hasna keluar dari rumah sorot kamera langsung tidak ada hentinya mengambil foto mereka berdua. Yang satu adalah seorang profesor dan satunya adalah CEO beberapa mall besar di ibu kota, jelas saja semua ingin mengetahui apa yang terjadi dengan putra dari keluarga tersebut.
" Prof. Radian apa benar putra Anda telah menikah?"
" Mengapa pernikahannya diadakan secara diam-diam?"
" Lalu apa benar kabar yang beredar di luar sana bahwa menantu Anda hamil terlebih dulu?"
Radi menghela nafasnya dan tangan Hasna menggenggam erat tangan suaminya. Mereka saling memberi kekuatan satu sama lain.
" Saya akan berbicara, tapi saya harap rekan-rekan semua menghormati apa yang jadi privasi keluarga kami. Pertama putra kami Yasa memang sudah menikah. Kedua, mengapa diam-diam? Tentu tidak, pernikahan putra kami tidak diadakan diam-diam. Semua sanak saudara, kerabat dan teman terdekat keluarga Dwilaga mengetahui pernikahan Yasa."
Radi menghentikan sejenak ucapannya. Ia melihat semua wartawan yang ada di depan rumahnya itu dengan seksama sambil berpikir, sebenarnya siapa yang memulai semua ini. Radi kemudian melanjutkan ucapannya.
" Jika saya boleh membalikkan pertanyaan, adakah pernikahan Keluarga Dwilaga yang diadakan secara besar-besaran dan mengundang media masa? Tentu jawabannya Anda sekalian sudah tahu. Dari dokter Dika, saya, Rinjani dan Andra, pernikahan kami tidak ada yang di ekspose oleh media. Jadi pernikahan putra saya sah-sah saja jika media tidak tahu. Lagi pula kami bukanlah selebritis yang wajib melaporkan setiap apa yang terjadi dalam kehidupan kami kepada media."
TBC