
Hay Readers, Assalamualaikum. Semoga selalu sehat. Yuuks, jangan lupa untuk memberi like setiap setelah membaca ya. satu like dari setiap readers adalah dukungan terbesar buat author, sungguh author jadi semakin semangat. Terimakasih banyak π
...****************...
Zion memberengut saat sang daddy mengatakan hal seperti itu. Ya mana tahu dia kalau Klara adalah wanita yang seperti itu. Selama ini mengenal wanita itu, Klara adalah wanita yang baik. Meskipun sedikit suka memaksa jika tengah mengajak pergi.
" Aku tuh kenal sama dia waktu itu dimana ya lupa."
Elisa menghembuskan nafasnya kasar. Tidak sering bertemu dengan sang putra, hampir saja putra nya mendapatkan wanita yang salah. Apalagi saat Zion mengatakan bahwa ia sudah melamar Klara tapi ditolak oleh Klara.
" Lalu apa sudah punya calon pengganti wanita itu?" Kini Elisa yang bertanya kepada putra tunggalnya itu. Ia sebenarnya juga ingin Zion segera menikah, biar dia punya teman di rumah. Sudah cuma punya anak satu, tidak pernah pulang pula.
" Ehmmm, belum ada sih tapi ... aduuh, sudahlah mom. Itu nanti dulu aja. Zi mau ke rumah paman Radi dulu saja. Tapi setelah makan pisang goreng ini tentunya."
Bayangan Zalfa tiba-tiba muncul di pelupuk matanya saat Sang mommy menanyakan akan pengganti Klara. Terang saja Zion merasa terkejut dengan pikirannya sendiri tersebut. Bagaimana dia bisa membayangkan gadis yang ia masih anggap bocah itu.
Zion menggelengkan kepalanya cepat karena bayangan Zalfa tak juga lekas pergi dari kepalanya. Ar dan El hanya melihat ke arah putra mereka dengan bingung. Zion bertingkah aneh dan tidak seperti biasanya.
" Apa aku harus menemuinya, maksudku menemui keluarganya dan langsung meminangnya? Aishh kenapa jadi tidak sabar. Tunggu Zi, urusan ulet bulu belum kelar."
Zion bergumam lirih sambil melenggang masuk ke kamarnya. Sedangkan Arduino mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang. Dia tentu ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi kepada keponakannya itu.
" Halo Si, sebenarnya apa yang terjadi?"
" Hai Ar, mengenai Yasa? Jadi ... ."
Silvya menceritakan semua yang terjadi dengan keponakan mereka. Sebenarnya Elisa juga sudah bertanya langsung kepada Hasna, dan yang menimpa Yasa memang sesuatu yang lain dari pada yang lain. Tidak ada dalam sejarah keluarga mereka yang mengalami kejadian semacam itu. Hamil di luar nikah? Sungguh satu hal yang tabu. Akan tetapi mungkin ini adalah bagian dari takdir yang mereka harus jalankan.
Yang paling utama adalah apa yang mereka lakukan setelahnya. Bukan membenarkan sebuah kesalahan, hanya saja kejadian buruk itu terjadi bukannya Yasa atau Kaluna terlibat hubungan yang bebas tak beraturan. Atau Yasa yang seorang casanova, atau Kaluna yang seorang wanita tidak benar. Semua ini terjadi karena sebuah alasan.
Dan, mungkin kali ini Zion yang akan membantu mengungkapkan. Pasalnya Klara merupakan tombak dari semua peristiwa ini. Walaupun Kaluna tetap ambil bagian. Namun, siapa yang tidak pernah melakukan kesalahan. Berita yang berada di luar biarlah terjadi karena tidak akan mungkin bisa di cegah, terlebih semua sudah menyebar bagai air yang tumpah dari wadahnya. Hanya bisa di bersihkan atau dibiarkan mengering dengan sendirinya.
πππ
Frans yang sudah berada di Soul Restaurant tengah menunggu Yasa. Ia menepati permintaan sang teman untuk membawa beberapa wartawan. Frans tentu membawa beberapa kenalannya, dan dia sudah memberi penekanan bahwa untuk tidak bertanya sesuatu yang diluar konteks. Frans sebenarnya mengatakan untuk mendengarkan saja apa yang akan dikatakan oleh Yasa.
" memang nggak ada, mereka menikah baik-baik kok. Tidak berdasarkan paksaan. Yasa bahkan kelihatan cinta banget sama anak dan istri nya."
Frans menjawab lugas. Bersahabat lama tentu Frans tahu bagaiman sikap Yasa yang sebenarnya terhadap wanita. Meskipun ramah, tapi Yasa tidak akan pernah melakukan interaksi yang berlebihan dengan lawan jenis tersebut. Dan, saat melihat bagaimana Yasa bersikap kepada Kaluna, Frans bisa mengetahui bahwa Yasa begitu mencintai wanita yang kini menjadi istrinya tersebut.
" Hei, sorry agak telat. Jalanan lumayan padat. Padahal udah berusaha cepet untuk datang." senyuman ramah Yasa kepada beberapa wartawan itu membuat semua juga yakin bahwa Yasa tidak seperti yang dituduhkan di berita. Pria itu kemudian menyalami satu demi satu wartawan yang berjumlah lima orang tersebut.
" Thanks Frans," imbuh Yasa mengucapkan terimakasih kepada sang sahabat.
Sebenarnya Yasa agak khawatir juga mengenai bimbingan belajar online yang ia rintis. Tapi kata Frans tidak ada imbas yang berarti. Para pengguna masih menggunakannya seperti biasa dan juga yang datang untuk bimbingan belajar secara offline juga masih stabil malah cenderung bertambah. Satu kalimat syukur Yasa ucapkan saat mengetahui hal tersebut.
" Baiklah, pertama-tama saya ucapkan terimakasih kepada Anda semua rekan media yang sudah mau hadir memenuhi undangan saya. Saya harap Anda mau menyiarkan apa yang akan saya katakan kali ini. Silahkan juka Anda ingin mengajukan pertanyaan, saya akan menjawab semampu saya."
Yasa mengambil nafasnya dalam-dalam. Sebelum para wartawan tersebut bertanya terlebih dulu Yasa mengatakan apa yang ingin dia sampaikan. Mereka tentu dibuat kehilangan kata-kata saat Yasa menyampaikan hal tersebut.
Hal itu mereka yakini pasti akan mematahkan semua prasangka publik terhadap profesor muda tersebut. Berita sebelumnya yang mengatakan bahwa Yasa adalah seorang yang mesum pasti tidak akan ada lagi yang berbicara begitu.
Dan, sebuah hal manis yang dikatakan Yasa mengenai sosok sang istri juga pasti akan membuat publik yang membenci Kaluna akan berubah.
" Kaluna, istri saya adalah wanita yang luar biasa baik. Salah jika ada yang beranggapan bahwa dia menggoda saya. Di masa daia berkuliah dulu, dia adalah gadis yang sangat populer. Kami berdua sungguh tidak ada hubungan satu sama lain, kami hanya mengenal sebatas dosen dan mahasiswa. Dan perlu kalian semua tahu, kepopuleran Kaluna itu ternyata membuat semua iri hingga ada seseorang yang sengaja menjebaknya, dan kejadian buruk menimpa kami berdua."
Yasa menghentikan ucapannya. salah seorang wartawan menanyakan apakah berarti ada orang lain yang ikut andil dalam perihal ini. Yasa menjawab dengan anggukan kepala.
" Saya belum bisa berbicara banyak. Tapi satu hal yang jelas bahwa saya akan mendapatkan bukti itu dan membawanya kepada kalian semua. Namun, selain semua itu ada satu hal yang saya harus tekankan. Saya mohon berhenti untuk menjudge buruk istri saya, jika Anda semua tahu bagaimana perjuangan hidup dia selama ini maka Anda tidak akan bisa tega berbuat itu. Dan perlu Anda ketahui, bahkan dia tidak pernah menuntut saya. Saya lah yang mengejarnya untuk mau menikah dengan saya."
Terkejut, para wartawan tersebut sungguh terkejut mendengarkan pernyataan Yasa. Sungguh semuanya berbanding terbalik dari berita sebelumnya. Dimana berita lalu sangat ramai mengatakan bahwa Kaluna adalah wanita yang hanya ingin numpang kaya karena menjerat pria keluarga Dwilaga. Tapi ini apa, Yasa mengayakan bahwa dirinyalah yang mengejar Kaluna.
Wartawan merasa ini akan menjadi sesuatu yang ramai lagi. Apakah ini drama? ya, ini adalah drama kehidupan yang sedang terjadi. Bahkan sebuah hal akan menjadi satu hal yang dinanti oleh publik nanti.
" Saya akan membawa orang tersebut. orang yang sudah membuat kami menjadi sepeti penjahat di depan semua orang. Padahal saya tahu, manusia itu pasti akan melakukan kesalahan. Dan kebetulan saya adalah bagian dari keluarga Dwilaga, dimana kalian semua menganggap apa yang ada pada kami haruslah sempurna. terimakasih dan maafkan saya jika hal ini membuat kegaduhan di masyarakat."
TBC