Jangan Menangis Bunda

Jangan Menangis Bunda
JMB 48. Grebek


Baru saja selesai menjalankan kewajiban dua rakaat, Yasa dan Kaluna dikagetkan oleh Mbok Yem yang memberitahu bahwa di depan ada keributan.


Beberapa warga mendatangi villa Kaluna. Mereka berteriak marah dan mengeluarkan kata-kata kasar serta buruk. Kaluna benar-benar terkejut. Tubuh wanita itu bergetar. Yasa jelas tidak terima saat melihat Kaluna begitu ketakutan karena ulah beberapa orang yang datang tanpa permisi tersebut.


" Ada apa ini rame-rame," ucap Yasa dengan nada dingin dan tatapan tajam.


Beberapa orang terlihat diam. Kaluna memberanikan diri untuk berdiri di sebelah Yasa. Awalnya Yasa menahan Kaluna untuk tetap dibelakang tubuhnya tapi bagaimanapun dia harus mengahadapi hal tersebut. Ia tahu mereka menyasar dirinya.


" Ada apa ini bapak-bapak, ibu-ibu? Jika ada masalah mari kita bicarakan baik-baik. Jangan seperti ini."


Suara Kaluna sedikit bergetar. Sangat jelas sekali bahwa dia takut dengan warga yang datang lumayan banyak itu. Mereka menatap Kaluna dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.


Meskipun dulu saat di kota S Kaluna pernah mengalami hal serupa tapi ini sedikit berbeda. Jumlah orang yang mendatanginya 3x lebih banyak dari sebelumnya


" Heh kamu wanita nggak bener, mendingan segera pergi dari sini!"


" Ya betul, kalian kumpul kebo pasti!"


" Dasar murahan, usir aja usir!!"


" Kita nggak mau ya desa kita kena bala karena ulah mesumm kalian."


Tubuh Kaluna sedikit terhuyung beruntung Yasa langsung menangkap tubuh sang istri. Pria itu mengepalkan tangannya marah dengan tuduhan buruk yang ditujukan kepada istrinya.


Ingin sekali Yasa meledakkan amarahnya tapi ia tetap harus menghadapi semuanya dengan kepala dingin. Ia tidak boleh terpancing amarah.


" Astagfirullaah bapak-ibu, tidak seperti itu. Kami bukan seperti yang Anda semua tuduhkan," ucap kaluna dengan sedikit gugup.


" Betul apa yang dikatakan oleh istri saya. Baiklah bapak dan ibu warga semua. Sepertinya saya harus meluruskan masalah ini agar tidak lagi timbul fitnah dari Anda semua. Saya adalah suami Kaluna yang sah secara agama dan negara. Jika kalian tidak percaya maka saya akan mengambilkan buku nikah kami."


Semua warga langsung diam. Mereka saling pandang satu sama lain. Sejenak mereka kembali berpikir mengenai apa yang diucapkan Yasa. Akan tetapi salah seorang dari mereka tetap berusaha untuk menghasut warga.


" Halaah, bohong tuh. Sok suci aja mereka. Pura-pura menjadi suami istri biar bisa enak kumpul kebo ditempat ini. Usir!!'


" Ya benar usir saja!!"


Dari arah belakang Zion dan beberapa anak buah daddy nya tampak berlari. Zion sedikit ketinggalan update mengenai apa yang terjadi villa Kaluna. Saat mendengar ada keributan yang mengatakan bahwa warga selepas subuh menggerebek rumah Kaluna Zion pun langsung Berlari ke vila.


"Tunggu!! jangan berbuat sembarang. Saya bisa tuntut kalian sebagai penyebar berita palsu. Apa yang dikatakan oleh Pak Yasa adalah benar adanya. Saya adalah saksi bahwa mereka suami istri yang sah dan tidak seperti yang kalian tuduhkan."


Warga semakin menunduk dalam. Berita yang menyebar di lingkungan mereka sungguh salah dan tidak valid. Terlihat mereka saling sikut menyalahkan satu sama lain. Mereka sungguh malu saat Yasa yang tadi berlari ke belakang lalu menunjukkan buku nika mereka.


" Sial rencananya gagal total. Aku harus segera melapor ke bos."


Salah seorang dari mereka merutuk dan memundurkan langkahnya berusaha untuk kabur. Tapi anak buah Zion berhasil menghalangi orang tersebut dan mengamankannya.


Orang tersebut lansgung dibawa ke sebuah tempat untuk ditanyai terlebih dahulu. Zion lalu meminta seluruh warga untuk kembali pulang. Dan, mengatakan kepada mereka untuk tidak percaya kabar burung yang belum jelas kebenarannya.


" Terimakasih Zi, kamu datang tepat waktu."


" Sama-sama Kak Yas, maaf ini aja aku telat datangnya. Oh iya, orang ku berhasil mengamankan seseorang yang diduga sebagai provokator dalam peristiwa pagi ini."


" Apa sudah tenang?"


Kaluna mengangguk kecil. Sebuah air hangat diberikan Yasa dan langsung ditenggak oleh Kaluna hingga tandas.


" Aku sudah nggak apa mas. Sebenarnya ini bukan kali pertama aku mengalami hal semacam ini. Dulu saat di kota S aku juga pernah ngalami. Tapi karena orangnya sedikit lebih banyak jadi aku agak kaget aja. Untung Tara masih tidur, jadi dia nggak tahu ada ribut-ribut."


Greb


Yasa langsung memeluk Kaluna. Ada rasa sedih dan bersalah yang menjalar di tubuhnya. Ia semakin tahu bahwa banyak hal yang sudah dialami oleh Kaluna.


" Mulai sekarang berjanjilah padaku untuk selalu membagi apa yang kamu rasakan padaku. Aku ingin kita menghadapai semuanya bersama-sama. Jangan pendam apa-apa sendiri."


Kaluna semakin menenggelamkan wajahnya di pelukan sang suami. Sungguh nyaman, itulah yang ia rasakan.


Yasa berkali-kali mencium pucuk kepala Kaluna yang berbalut hijab. Pria itu berjanji dalam dirinya akan selalu melindungi Kaluna dan juga putranya.


***


" Katakan, siapa yang menyuruhmu melakukan semua ini?"


Yasa hampir saja menjatuhkan bogem mentah kepada pria yang Zion yakini sebagai profokator dalam fitnah warga. Tapi tangan Yasa langsung ditarik oleh Zion. Terlihat sekali Yasa lepas kendali saat itu.


" Kak, sabar. Tenangkan hatimu. Kak kamu dosen, kalau ada yang tahu reputasimu bisa hancur," bisik Zion tepat di telinga Yasa sambil memegang tubuh Yasa dari belakang.


" Aku nggak peduli. Aku nggak akan biarin mereka melukai keluargaku."


Zion tentu paham apa yang dirasakan Yasa. Tapi saat ini kepala dingin yang harus digunakan untuk menghadapi masalah ini.


" Kak, jika kamu begini kita tidak akan dapat informasi apa-apa."


Kali ini bujukan Zion berhasil. Yasa melemaskan tubuhnya dan duduk di sebuah kursi tepat di depan orang yang sudah ditangkap oleh Zion.


Sebenarnya orang tersebut sangat ketakutan saat melihat betapa marahnya Yasa. Yasa yang ia lihat tadi saat bersama istrinya sungguh berbeda dengan sekarang yang duduk di depannya. Aura kepemimpinan dan mendominasi begitu kuat dirasakan. Bahkan Orang itu tidak berani menatap wajah Yasa yang merah padam karena marah.


" Katakan siapa yang menyuruhmu, atau akau akan membawa mu ke kantor polisi dengan pasal pencemarah nama baik dan tuduhan palsu. Aku pastikan kau tidak akan keluar dari penjara dengan cepat. Aku yakin kau akan lama mendekam di lantai dingin itu."


" Am-ampun den. Jangan den, jangan bawa saya ke penjara. Nanti anak sama istri saya mau makan apa den kalau saya dipenjara. Ampun Den, saya cuma disuruh Den."


" Tck, jangan berbelit-belit. Katakan siapa yang menyuruhmu!"


" Itu den, itu ... ."


Yasa mengerutkan alisnya, ia tentu tidak mengenal nama yang baru disebutkan oleh orang tersebut. Tapi tampaknya Zion tahu, pemuda itu langsung menendang sebuah kursi yang ada di sana.


" Sial, ternyata dugaanku benar. orang itu lah yang memfitnah kakak ipar dan menghasut warga."


TBC