Jangan Menangis Bunda

Jangan Menangis Bunda
JMB 67. Bagaimana Bisa Terjerat Ulet Bulu


Yasa hari ini memilih untuk kembali ke rumah dulu di ibu kota. Pemberitaan mengenai video Kaluna yang beredar itu sungguh sangat ramai dibicarakan. Semua akun berita me repost video tersebut sehingga banyak komentar buruk yang ditujukan kepada Kaluna. Sungguh Yasa tidak bisa menerima semua ini.


Dengan diantar oleh Zion, Yasa berhasil sampai di rumah. Sekaligus Zion ingin menjalankan sebuah rencana yang kemarin sudah ia susun bersama kakak dan kakak iparnya tersebut.


" Kak Yas, aku nggak mampir ya. Aku langsung pulang dulu aja ke rumah." Ucap Zion tetap masih berada di mobil. Dia memang ingin segera pulang ke rumahnya.


" Oke thanks ya Zi, sampaikan salamku pada Uncle Ar dan Aunty El."


Zion mengangkat tangannya dan langsung melajukan mobilnya keluar dari lingkungan rumah Yasa. Yasa lalu melenggang masuk ke dalam. Salam dia ucapkan kepada penghuni rumah. Kedua orang tuanya langsung bergegas berdiri menemui sang putra. Mereka menanyakan bagaimana kondisi Tara saat ini dan juga Kaluna.


Video yang beredar saat itu membuat mereka tentu khawatir dengan kondisi sang menantu. Yasa menjelaskan semuanya, mengenai Klara juga. Bahkan rencana mereka dengan Zion pun Yasa ceritakan.


Satu tarikan nafas di lakukan oleh Radi. Ada rasa lega tapi juga ada rasa khawatir. Bagaimanapun ini menyangkut media masa, mereka tentu harus berhati-hati.


" Lalu apa yang akan kamu lakukan sekarang Yas? Apa kamu akan diam saja dengan video yang Kaluna buat?"


" Tentu tidak yah, aku harus meluruskan ini. Aku pun tidak mau Kaluna dicemooh oleh banyak orang. Nanti sore atau besok pagi aku akan memanggil beberapa awak media untuk membuat pernyataan."


Radi dan Hasana mengangguk, kedua orang tua itu sangat mendukung apapun yang putra mereka lakukan. Bahkan jika Yasa akan sejenak berhenti dari kegiatan mengajarnya pun Radi akan mendukung. Dari sini Radi maupun Hasna bisa menilai bahwa putra mereka begitu mencintai istri dan putranya.


" Yas, jika kamu mau vakum sejenak dari dunia mengajar, kamu bisa mengelola mall milik ibu. Bukankah kamu juga bisnis sendiri yang dihandle oleh sahabatmu Frans?"


" Iya bu, nanti Yasa pikirkan hal tersebut. Untuk saat ini Yasa akan menyelesaikan urusan ini terlebih dulu."


***


Yasa menuju ke kamar pribadi miliknya. Ia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Pandangannya lurus menatap ke arah langit-langit. Bayangan Istri dan putranya berada di sana, membuat pria tersebut membulatkan tekad nya untuk muncul ke publik.


Yasa bangkit dari posisi berbaringnya. Ia lalu mengambil ponselnya yang ia letakkan di atas nakas.


" Frans, aku mau kamu mencari beberapa awak media. Bawa mereka ke Soul Restourant. Dua jam lagi aku akan ke sana."


" Oke Yas, sesuai perintahmu. tapi apa yang mau kamu lakukan Yas? Video istrimu kemarin saja masih sangat membuat public rame."


" Ada, nanti lihat saja."


Di seberang sana Frans yang berada di kantor perusahaan rintisan yang Yasa miliki pun bergegas menghubungi wartawan yang ia kenal. Jika sang bos sudah meminta hal seperti itu bisa dipastikan akan ada sesuatu hal yang akan dilakukan.


" Semoga semua baik-baik saja Yas. Aku berdoa untuk kebahagiaanmu dan keluarga kecilmu. Aku yakin dibalik semua kejadian ini akan ada hal indah yang menanti."


Frans berdoa tulus untuk sang sahabat sekaligus atasannya itu. Ia sangat tahu siapa Yasa. Yasa bukanlah pria yang neko-neko. Bisa dibilang hidupnya sangat lurus.


πŸ€πŸ€πŸ€


Sebuah mobil avanza hitam berhenti tepat di sebuah rumah yang lumayan besar tapi terlihat begitu sepi. Namun, lingkungannya sungguh asri. Beberapa tanaman bunga tengah berbunga dengan begitu cantik. Warna merah, kuning, dan merah muda mendominasi tanaman bunga tersebut.


Sebuah suara bariton pria paruh baya tapi sungguh masih terlihat gagah dan tampan itu begitu melengking. Zion Hanya terkekeh mendengar ucapan sang daddy. Zion pun dengan sedikit berlari menghampiri sang daddy dan langsung memeluk pria yang sebenarnya ia rindukan itu. Ia tidak peduli saat tangan sang daddy terlihat kotor penuh dengan tanah.


Ini adalah keseharian Arduino ketika tidak berada di perusahaan, ia akan berkebun menanam beberapa tanaman bunga bersama sang istri. Sungguh indah bukan? Mantan mafia kini menjadi tukang kebun. tapi Arduino sungguh menikmati apa yang ia lakukan tersebut.


" Bagaimana kabarmu son?'


" I'm fine dad. Where my mom?"


Zion melihat sekeliling, biasanya kedua orang tuanya itu jika tengah berkebun akan selalu berdua. Tapi kali ini dia tidak melihat sang ibu.


" Mommy mu sedang di dapur. Tadi bilangnya mau bikin pisang goreng."


Mata Zion berbinar, pisang goreng adalah camilan favoritnya, terlebih jika mommy nya yang memasak. Zion menjadi tidak sabar untuk pergi ke dapur. Akhirya Arduino pun menghentikan acara berkebun nya dan memilih untuk masuk ke rumah bersama sang putera.


" Assalamualaikum mommy ku yang cantik tiada tara."


" Waalaikumsalam. Heleh, mbelgedes banget punya anak cowok satu juga ge."


Arduoino hanya terkekeh geli mendengar ucapan sang istri. Sungguh absurd bukan keluarga ini? Keluarga kaya raya tapi makanan favoritnya adalah pisang goreng plus tidak ada manis-masinnya saat sang putra yang lama tidak pulang itu kembali ke rumah.


Tapi tentu saja Zion sudah tahu perilaku kedua orang tuanya. Maka dari itu Zion sangat tidak percaya saat daddy nya mengatakan bahwa mommy nya nangis-nangis karena merindukannya. Percayalah itu hanya drama seorang Arduino. Meskipun sudah berusia lebih dari setengah abad tapi sikap somplak nya belum juga hilang.


Zion langsung memeluk sang mommy dan mencium pipi wanita yang melahirkannya itu. Rindu? pastilah, anak mana yang tidak rindu bertemu dengan kedua orang tuanya. terlebih Zion hanya pulang saat lebaran saja.


" Oh iya mom, dad dapat salam dari Kak Yasa."


" Oh iya bagaimana perkembangan kasus Yasa dan Kaluna?"


Cerita Zion mengalir dengan sendirinya. Apa yang dia ketahui semua diceritakan kepada kedua orang tuanya. Zion juga menceritakan sang mantan kekasih yang ternyata adalah orang yang membenci kakak iparnya tersebut.


" Lalu apa rencana kalian terhadap wanita itu."


" Memancingnya Dad, membuat dia mengatakan apa yang sebuah dia lakukan. Ini termasuk penyebaran nama baik bukan?"


" Bisa dibilang begitu, tapi jika memang wanita itu yang membuat semuanya jadi ramai maka seharusnya bisa dicari bukti juga kelakuan dia 6 tahun lalu. Bukannya sebuah universitas punya rekaman CCTV. Tentu tidak sulit jika hanya rekaman 6 tahun yang lalu. Dan hal tersebut bisa ditelusur juga dari mana dia mendapatkan dupa yang mengadu afrodisiak tersebut. itu kan juga kalau beli nggak boleh dibeli secara sembarang."


Zion langsung memeluk sang daddy. Ia dan Yasa sungguh tidak berpikir kesana saat mereka membahas hal tersebut kemarin.


" Thanks dad, aku akan ke rumah Kak Yasa untuk membicarakan apa yang daddy bilang."


" Baiklah sana, tapi daddy heran. mengapa kamu bisa terjerat sama ulet bulu model begitu?"


TBC