
5 jam telah berlalu sejak ia menunggu di gerbong kereta api dan dalam jangka waktu itu pulalah Classa Pelindung tetap berdiri dan tak bersuara.
Greisy hanya terduduk melamun dan memikirkan nasibnya.
Dia terus bertanya tentang kesalahan dirinya sendiri sehingga harus menjadi korban kebencian dari para warga negara NTC nantinya.
Air mata wanita itu telah mengering dan dia sudah lelah untuk terus menangis. Dia memohon, sungguh sangat memohon untuk diberikan satu kali saja kesempatan melepaskan diri. Jika dia diberikan kesempatan untuk tidak berurusan dengan Putra Mahkota, dia akan berusaha untuk lebih mensyukuri segala yang dia terima selama ini meskipun hanya rasa pahit saja.
Krakkk..
Pintu gerbong dua sisi terbuka lagi. Suara langkah kaki tidak terdengar karena suara mesin kereta api begitu menggema di dalam ruang bawah tanah, wilayah pembuangan.
Greisy yang sangat kecewa dan marah meskipun hanya dapat ia simpan di dalam hati tampak enggan untuk melihat ke arah Putra Mahkota yang datang dan mendekatinya.
"Aku akan memberikanmu kesempatan untuk menolak perintah," ucap Putra Mahkota mengejutkan hingga Greisy yang menunduk mulai mengangkat kepala, merasa sedikit lega.
Benarkah?
Benarkah permohonan di dalam hatinya akan terkabulkan?
Greisy memandang Putra Mahkota yang telah duduk kembali di hadapannya.
"Apa yang harus aku lakukan agar mendapatkan kesempatan itu?" tanya Greisy yang tidak lagi peduli untuk berbicara sopan pada Putra Mahkota.
"Bukankah sebelumnya kau mengatakan bahwa kau telah menguasai lebih dari 4 keahlian suku?" tanya balik Putra Mahkota, meminta keyakinan pada Greisy sembari melayangkan senyuman nakal, pertanda bahwa dia sangat menyukai kesedihan dan penderitaan wanita di hadapannya.
"Hm, benar,"
"Buktikanlah!" perintah tegas Putra Mahkota hingga membuat Greisy tertegun.
"Keahlian apa yang harus aku buktikan, Yang Mulia?" tanya Greisy sembari menelan ludah, merasa gugup dan begitu bimbang.
Jika dia sampai gagal? Mungkin dirinya tidak akan hidup normal kembali?
Tidak,
Dia tidak bisa gagal?
Dia berusaha meyakinkan diri untuk dapat membuktikan kemampuannya pada Putra Mahkota.
Walaupun hanya sekali saja.
Biarkan dia memperlihatkan sekali saja keahliannya pada seseorang yang ingin melihatnya. Pada seseorang yang mungkin bisa mengakuinya.
Dia masih percaya bahwa suatu hari nanti semua orang akan melihatnya, begitupula kedua orang tuanya. Dia begitu berharap mereka akan datang menjemput dan memeluknya.
"Retas. Jika kau bisa meretas CCTV Apartemen istana, lantai 15 nomor 300 maka aku akan melepaskanmu. Aku ingin kau meretas rekaman mulai dari seminggu yang lalu!" perintah Putra Mahkota sembari memberikan isyarat pada seorang bangsawan militer untuk memberikan PC pada Greisy.
Jantungnya berdegup kencang. Hal itu bukan karena Greisy tidak mampu untuk melakukannya, hanya saja, dia merasa gugup jika melakukan kesalahan dan tidak berhasil mematuhi perintah Putra Mahkota.
Perlahan-lahan Greisy membuka lipatan layar komputer. Dia menyalakannya lalu terkejut ketika melihat layar terkunci.
"Retas!" perintah Putra Mahkota lagi pada Greisy yang harus membuka kunci tanpa mengetahui kata sandi.
Greisy tertegun, perlahan-lahan dirinya mulai menarik napas berat lalu segera berkonsentrasi untuk memenuhi perintah.
Suara komputer yang berhasil dibuka terdengar.
Tidak memakan jangka waktu lama, Greisy berhasil mengatasi masalahnya.
Terkejut,
Sepertinya tidak akan ada lago para bangsawan yang berada di ruangan tersebut yang akan meremehkan kemampuan Greisy. Karena meretas adalah keahlian yang sangat sulit didapatkan oleh orang biasa yang tidak pernah mengunjungi wilayah Perkotaan.
Walaubagaimanapun, Meretas adalah keahlian hebat dari suku Coshi dari profesi utama mereka sebagai seorang pogrammer.
Putra Mahkota tersenyum kecut karena pada kenyataannya Greisy bukanlah orang yang akan mudah begitu saja dimanipulasi.
Meskipun demikian, sepertinya Putra Mahkota memiliki alasan tersendiri memilih Greisy sebagai calon ratunya.
Jika tidak, dirinya tidak mungkin merencanakan sesuatu untuk mengubah pikiran wanita di hadapannya tersebut.
Ya…
Pikiran Greisy mulai berubah.
Tidak perlahan-lahan tetapi begitu cepat.
Air mata yang telah mengering kini tampak mengalir kembali, semakin deras lebih deras dari sebelumnya.
"Kau kira kau memiliki kesempatan untuk disayangi atau bahkan sekalipun kau berhasil membuktikan bahwa kau hebat, mereka tidak akan datang untuk membawamu pulang!" Itulah ucapan Putra Mahkota yang sedang mempengaruhi pemikiran Greisy.
"Kenapa?"
"Karena yang telah dibuang tidak akan mungkin diambil kembali. Mereka pasti akan mencari barang yang lain. Yang lebih berguna, yang lebih baik, dan mereka tidak akan pernah kembali karena kau saja telah digantikan dengan yang lainnya," lanjut Putra Mahkota mempengaruhi pikiran Greisy yang sangat kacau. Wanita itu tidak lagi mampu mengendalikan pikiran serta hatinya ketika melihat hasil dari rekaman CCTV yang telah berhasil ia retas.
Ya,
Apartemen itu adalah Apartemen milik kedua orang tuanya yang tinggal Apartemen istana karena memang mereka adalah bangsawan kerajaan. Dan di dalam Apartemen, Greisy bisa melihat seorang wanita yang seusia dengannya begitu sangat dicintai dan disayangi oleh ayah dan ibunya.
Siapa wanita itu?
Dia bahkan tidak pernah mengetahui bahwa ibunya pernah melahirkan anak lain sementara dia dibuang setelah usianya memasuki ke 7 tahun.
"Ini kesempatanmu. Kalau kau tidak ingin menerima perintah maka selamanya kau akan berada di tempat ini. Mereka tidak akan peduli karena wanita itu telah menggantikanmu. Sekarang pilihlah! Patuhi atau kau akan menyesal seumur hidupmu?" ucap Putra Mahkota tegas, memberikan tekanan pada Greisy yang perlahan-lahan mulai terpengaruh.
"Jika mereka tidak ingin melihatmu maka perlihatkanlah dirimu pada mereka meskipun yang kau lakukan itu tidak berguna, setidaknya mereka akan melihatmu daripada kau membusuk ditempat ini!" lanjut bangsawan militer yang juga ikut mempengaruhi pikiran kacau Greisy Hawysia.
Benar,
Jika menjadi baik tidak mungkin akan terlihat, jika berusaha tidak akan mungkin dipedulikan, dan jika harapan tidak akan mungkin terwujud maka menjadi buruk juga tidak masalah karena yang terpenting dia akan dilihat, dia hanya ingin orang tuanya melihatnya dan dia tidak ingin berada di tempat pembuangan dan mengambil makanan orang lain.
"Ya, Yang Mulia. Aku akan patuhi perintahmu!" jawab Greisy lirih dengan mata yang masih dipenuhi tangisan.
Dia akan menjadi wanita tidak berguna, putri mahkota yang tidak berguna yang akan dibenci oleh rakyat di negerinya.
"Kemarilah sayangku!" perintah Putra Mahkota melentangkan tangan untuk menunggu kedatangan Greisy ke pelukannya.