Gadis Cerdas Tersembunyi

Gadis Cerdas Tersembunyi
Bab 37


"Wooooo!"


"Wooo!"


Wuuuuzzz!


Suara sorak dan teriakan para penonton terdengar memeriahkan tempat yang luas.


Tempat itu adalah sebuah sirkuit balapan dimana Greisy dan laki-laki yang tak lain adalah seorang terhormat dari suku Ozui, akan saling beradu balapan untuk memenangkan pertandingan.


"Grei, kau harus bisa memenangkannya,"


"Hm!"


"Ini menyangkut harga diri kita sebagai seorang wanita yang sedang diremehkan,"


"Baiklah,"


"Fokus, Grei… Fokus, jangan lengah!"


"Okay,"


Saat itu, Cloe terlihat berusaha mendukung Greisy yang terlihat telah duduk di kursi pengemudi sebuah chevrolet berwarna silver.


Sementara itu, putra mahkota terlihat berdiri di pinggir jalan yang terlihat dipenuhi banyak penonton bersorak-sorak, meramaikan suasana pertandingan.


Dan laki-laki yang berasal dari suku Ozui terlihat duduk di kursi sebuah lamborghini berwarna merah.


"Bersiap-siap!" ucap pemandu pertandingan, yang suaranya terdengar menggunakan microfon dari kejauhan.


Lalu Greisy mulai menyalakan chevrolet yang ia kemudi dengan gugup.


3


2


1


"Go!"


Bummmm!


Kemudian mulai menekan pedal gas ketika pertandingan di mulai.


Greisy benar-benar mulai panik.


"Grei!"


Karena itu adalah pertama kali baginya mengendarai mobil setelah selama ini hanya membaca teori saja tanpa mempraktekannya.


"Grei, apa kau baik-baik saja?" tanya Cloe, panik. Dia berlari dengan cepat ketika Greisy salah mengarahkan kemudi dan membuat chevrolet keluar dari jalur lintas pertandingan.


"****, aku tidak tahu cara mengemudi!" ucap Greisy berusaha untuk menekan pedal gas kembali dan chevrolet tampak semakin menjauhi jalan lintas pertandingan.


"Grei, kau bodoh, menyingkirlah, biar aku saja yang melawannya!" seru Cloe yang telah mendekat,


"Tapi.. tapi aku yang bertanding padanya!" seru Greisy, menolak.


Namun sayangnya, wanita tersebut dipaksa keluar oleh Cloe, hingga tubuhnya terjatuh ke atas tanah.


"Cloe!"


Dan dia melihat Cloe telah masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi pengemudi.


"Lawannya bukan hanya kau saja. Dia sudah meremehkan semua kaum wanita maka tentu aku sebagai wanita juga adalah bagian dari musuhnya," ucap Cloe, terlihat begitu emosi sembari mulai menginjak pedal gas, dan mobil chevrolet dengan cepat melaju meninggalkan Greisy.


"Cloe… Cloe… Cloee!" teriak Greisy sembari berusaha berlari, mengejar, tetapi sayangnya chevrolet telah pergi begitu jauh meninggalkannya. "Kalau kau yang bertanding, sudah pasti aku akan dianggap curang," ucap Greisy lirih, dia juga merasa bersalah karena telah begitu bodoh menyetujui pertandingan balap.


"Berhentilah mengeluh, lihat saja temanmu bertanding!" saran putra mahkota yang telah datang menghampiri Greisy.


"Chyr, maafkan aku!"


"Mau bagaimana lagi, huh! Bukankah ini sudah terjadi?" jawab putra mahkota sembari tersenyum lembut di balik masker miliknya.


*********


Bummmm!


Cloe benar-benar mengemudi dengan kecepatan tinggi. Dia bahkan telah mampu menyetarakan pertandingan dan chevrolet miliknya telah hampir beriringan dengan lamborghini milik pangeran suku Ozui.


"Brengsek, Gig*lo, Baj*ngan!" maki Cloe berteriak keras, mengejutkan laki-laki yang telah menolah ke arahnya.


"Apa?"


"Kau kira bisa mengalahkan kami kaum wanita? Huh!" teriak Cloe lagi berusaha untuk terus beriringan bahkan kecepatan mobil keduanya kini telah berkurang.


"Apa… apa yang kau bicarakan? Lalu kau… kenapa kau yang bertanding melawanku dan bukan dia?" tanya pangeran suku Ozui yang telah mengurangi kecepatan laju mobilnya dan bahkan saat itu mereka tampak tidak seperti sedang bertanding.


"Aku dan dia, kami sama. Kami adalah wanita yang kau remehkan. Kau harus tahu, wanita itu jauh lebih hebat dari kalian para bajingan. Kami mengandung, melahirkan, menyusui, kami mengurus anak kami dan kau juga pasti punya ibu yang mengurusmu, bukan? Kami bekerja, kami belajar, kami memasak, kami bisa melakukan semua pekerjaan dengan baik, Baji*gan. Kami tidak selemah yang kau pikirkan," teriak Cloe, memaki dengam begitu emosi. Bahkan matanya terlihat memerah dan gigi-giginya juga bergemeretakan.


"Ahhh… kau marah hanya karena masalah sepele seperti itu,"


Bakkk! Greisy membenturkan kap mobilnya ke arah kap mobil samping milik pengeran suku Ozui.


"Hei, apa yang kau lakukan? Kau merusak mobilku," teriak laki-laki itu, panik, 


"Hahahaha Rasakan!" Baaaakk…!


"Apa kau gila?" teriak laki-laki tersebut ketika Cloe telah masuk ke dalam mobilnya dan memukul punggung laki-laki itu.


"Matilah kau, brengsek! Mati…" teriak Cloe begitu emosi sembari menarik rambut pangeran suku ozui dengan kedua tangannya, sementara itu chevrolet miliknya tampak telah berhenti di pertengahan lintas jalan.


"Lepaskan rambutku! Kau gila? Kau sudah gila, ya?"


"Kau laki-laki brengsek yang tidak tahu membalas budi kebaikan wanita, lebih baik kau keluar saja jangan dekati aku!" teriak Cloe,


"What… What are you doing, you Crazy b*tch?" sembari membuka pintu di samping pangeran suku Ozui.


"Keluar kau dari mobil ini!" Lalu mendorong laki-laki itu hingga jatuh, beruntungnya kecepatan mobil telah jauh berkurang.


"Kau yang masuk ke dalam mobilku, kau yang lebih dulu mendekati lalu kenapa kau juga yang melemparku keluar dari mobilku itu?" teriak pangeran suku Ozui ketika Cloe telah membawa mobilnya dengan melaju cepat, menuju ke garis akhir.


********


"Apa ini yang kau sebut dengan pertandingan?" tanya putra mahkota kepada Cloe yang tampak berdiri di hadapannya, dan menundukan kepala.


"Aku… Aku … maafkan aku! Aku hanya tidak bisa mengendalikan emosi… Huh… dia menghina kami sebagai wanita, huh, bagaimana mungkin aku tidak marah?" ucap Cloe, tanpa sedikit merasa bersalah.


Dia hanya menundukan kepala karena merasa takut dengan putra mahkota.


"Kau kalah?"


"Aku bahkan tidak bertanding denganmu," jawab Greisy atas pengakuan pangeran suku Ozui.


"Tetap saja kau kalah karena telah berbuat curang," paksa laki-laki tersebut, tetap ingin Greisy mengakui kesalahannya.


"Curang kau bilang? Memangnya sebelum bertanding kita sudah membuat aturan? Tidak ada aturan apapun maka aku sedikitpun tidak melakukan kecurangan," jawab Greisy, membentak marah. Dia bahkan memperbesarkan mata, sedikitpun tidak ingin mengakui kekalahannya.


"Kau… B*tch!..."


"Dalam permainan tidak ada kata curang, siapa yang menang maka dialah pemenangnya. Dan kau sudah kalah, maka akuilah kekalahanmu!" ucap Greisy, memaksa balik laki-laki tersebut untuk mengakui kekalahannya.


"Dia menggantikanmu saat di pertandingan, jadi kau pikir itu tidak curang?" bentak pangeran suku Ozui, tidak terima atas paksaan dari Greisy.


"Tidak ada peraturan yang melarang orang lain untuk menggantikan pertandingan jadi aku tidak merasa berbuat curang,"


"Dasar pel*cur!"


"Berhentilah bertengkar!" larang putra mahkota yang telah datang mendekati Greisy dan pangeran suku Ozui setelah selesai menasihati Cloe.


"Dia berbuat curang, bagaimana mungkin kau juga akan membelanya? Curang maka harus didisfikualisasi," bentak pangeran suku Ozui pada putra mahkota.


"Hanya dia lawanmu, bagaimana mungkin dia didisfikualisasi, kalau itu dilakukan maka kalian tidak akan melanjutkan pertandingan selanjutnya," jawab putra mahkota dengan nada bersahabat.


Sungguh laki-laki itu bahkan tetap tersenyum dari balik masker karena ia merasa hari itu sangat menyenangkan.


"Ahh benar juga!"


"Sebaiknya pertandingan balap kali ini dibatalkan. Dan tidak ada diantara kalian berdua yang memenangkan pertandingan," saran putra mahkota,


"Tidak bisa begitu, akulah yang seharusnya menang," tolak pangeran suku Ozui, tidak dapat menerima saran.


"Kau juga tidak bertanding, bukan? Satu-satunya yang mencapai garis finish hanyalah Cloe dan kalian berdua berhenti di tengah pertendingan," jelas putra mahkota, memberikan alasan.


"Ahh itu…"


"Kau saja yang akui kekalahan, kami para kaum wanita yang memenangkan pertandingan! Dasar kau baj*ngan lemah," maki Cloe yang telah datang, menghampiri.


"Yeah.. Yeah.. I agree you, Cloe,"


"Yuph, dia hanyalah seorang banc* yang tidak terima kekalahan, ditendang sedikit saja sudah keluar dari mobilnya!" sindir Cloe,


"Hahahaha dasar bajingan!" Dan Greisy menertawakan laki-laki tersebut.


"Kalian berdua, aku pastikan akan menyesal karena sudah meremehkanku!" ancam pangeran suku Ozui dengan nada yang begitu emosi.


"Menyesal, kau kira kami peduli?" ucap Greisy menantang.


"Yeah, kau hanya bajingan yang tak tahu diri, jadi berhentilah mengancam! Sedikitpun kami tidak takut padamu," lanjut jawab Cloe, semakin meremahkan.


"Dua pelac*r yang tak tahu posisi, orang rendah seperti kalian kupastikan menangis memohon ampun padaku!" ancam laki-laki tersebut lagi, begitu geram, "Karena aku yang sudah dicurangi dan dilukai oleh wanita pel*cur ini!" Pangeran suku Ozui menunjuk ke arah Cloe, " Maka aku akan menentukan pertandingan selanjutnya dan memberikan peraturan untuk pertandingan itu," pinta laki-laki tersebut pada putra mahkota, "Aku yakin dua wanita lemah ini akan berlutut padaku dan kupastikan aku tidak akan memaafkan mereka," ancam pangeran suku Ozui lagi, mulai melangkah pergi untuk memikirkan peraturan di pertandingan selanjutnya.


"Kau… kau pasti yang akan berlutut padaku, jika kau kalah, maka berlututlah padaku!" teriak Cloe, memberikan persyaratan pada laki-laki yang telah menghentikan kaki dan menoleh ke arahnya.


"Baiklah, dan jika kau kalah, maka jadilah budakku! Aku akan menyiksamu sampai kau tidak akan pernah mau hidup di dunia lagi,"


"Brengsek, berani sekali kau mengatakan itu!" maki Greisy yang mulai emosi. " Aku yang pasti akan membuatmu berlutut dan menangis memohon maaf pada kami," teriak Greisy, menantang penuh emosi.


"Kita buktikan saja!"


"Baiklah, tunggu saja! Akan kupastikan hidupmu menderita," ancam Greisy lagi yang begitu emosi ketika pangeran suku Ozui memberi ancaman untuk Cloe.