
Cloe tampak masih tidak percaya ketika melihat tas besar yang berisi penuh dengan makanan berada di atas punggung Greisy.
Dia juga merasa heran karena Greisy masih sanggup untuk membawa dua kantung tas di kedua tangannya yang berisi minuman.
"Grei, apa kamu yakin tidak merasa lelah?" tanya Cloe yang tampak telah berhenti melangkah.
Dan keringat terlihat jatuh membasahi tubuh hingga membuat sebagia pakaiannya cukup basah.
"Huh… aku terbiasa berlatih membawa beban berat. Jadi aku sedikitpun tidak merasa lelah," jawab Greisy yang juga telah menghentikan langkah dan menunggu Cloe yang duduk untuk berjalan kembali.
"Grei, bisakah kita beristirahat sebentar? Aku lelah, aku juga masih merasa kesal padamu karena menolak telah untuk membayar orang membawakan barang-barang kita," keluh Cloe yang mulai terbaring miring di atas dedaunan kering hutan pohon jati.
Dia memejamkan mata sejenak untuk melepaskan rasa lelahnya.
"Pikirkanlah Ibumu dan mereka yang menunggu bantuan darimu. Bukankah membayar 1000 NT$ hanya untuk membawakan barang-barang kita, itu sangat mahal? Aku tidak habis pikir dengan mereka yang tega mengambil keuntungan untuk membantu kesulitan orang," keluh Greisy yang telah meletakan tas besar dari atas punggungnya ke tumpukan dedaunan kering lalu mulai duduk dan menarik napas berkali-kali untuk menghirup udara.
"Kau mungkin benar, tetapi kita juga harus memikirkan nasib kita," jawab Cloe, kurang menyetujui.
"Perlahan-lahan pasti kita mampu mencapai ke distrik 98. tetapi Cloe, bukankah kau membawa barang lebih sedikit daripada barang yang kubawa? Kenapa kau adalah orang yang paling merasa tersiksa saat ini," sindir Greisy, mulai merasa kesal.
Dan itu membuat Cloe sontak membuka mata.
"Ahhaha.. Sorry, Grei! Aku hanya tidak terlalu hebat dalam bidang bela diri, maka dari itu tubuhku cukup lemah untuk membawa barang-barang berat, " jawab Cloe yang mulai berdiri, "Lelahku sudah hilang, ayo kita berangkat lagi," ucap Cloe, menyemangati lalu mulai mengambil satu tas yang ia bawa dan mengangkatnya.
Sementara itu, Greisy juga tampak mengangkat barang-barang yang ia bawa kembali dan mulai melangkah memasuki sebuah gua kecil, sebuah jalur cepat untuk menuju ke distrik paling jauh di Exile Area.
"Benarkah?"
"Yuph!"
"Thank God, aku pikir kau akan memperlambat waktu kita sampai ke sana, saat ini juga hampir malam. Tidak ada tempat untuk kita beristirahat di sini," ucap Greisy bersamaan dengan lampu ponsel Cloe yang telah menyala karena gua kecil di sana sangat gelap.
"Kau mungkin akan merasa tidak nyaman untuk tidur di Distrik 98,"
"Aku sudah biasa tinggal di Exile Area, jadi aku yakin itu bukan masalah, " jawab Greisy sembari terus melangkah melewati bebatuan licin.
"Wow, kau benar-benar hebat, kau bahkan terlihat sangat santai berjalan padahal tempat ini sangat berbahaya dan kau juga membawa banyak barang-barang, pantas saja Princess Claudia menganggapmu sebagai seorang *******," puji Cloe yang berjalan di belakang Greisy.
"Anyway, tentang Ter*ris, bisakah kau memberitahukan sedikit hal? Aku cukup penasaran dengan kelompok gelap itu," pinta Greisy yang telah berjalan di atas jembatan kecil yang di bawahnya terdapat lumpur hitam.
"Ahhh.. sekarang aku jadi yakin kalau kau bukan dari bagian dari mereka,"
"Tentu saja, Putri negara hanya salah paham terhadapku," jawab Greisy, kesal.
Wanita itu telah memasuki pintu gua lainnya dan keadaan tempat mulai diterangi sedikit cahaya.
"Lalu kenapa kau tidak mengakuinya saja?" tanya Cloe, masih berjalan di belakang.
"Aku… Aku terpaksa menyembunyikan kemampuanku, dan dia mengetahuinya, beruntungnya saat itu aku menggunakan pakaian Assasin," jawab Greisy sembari menarik napas berat.
"Kenapa kau…?"
"Sudahlah jangan banyak tanya, katakan saja sedikit hal tentang kelompok gelap itu!" sela cepat Greisy, yang merasa sangat kesal dengan pertanyaan Cloe.
Dia sangat ingin temannya tersebut menjawab pertanyaan darinya.
"Oh, Aku tahu tentang beberapa Sistem," jawab Cloe, kali ini dia berjalan di depan, dia memandu langkah Greisy menuju ke Distrik 98, " Dari sini lebih cepat,"
"Oh baiklah," jawab Greiys,
"Aku mengetahui 4 Sistem. Mereka semua kerja sama namun tugas mereka berbeda-beda,"
"Aku masih sangat bingung," jawab Greisy yang berjalan di belakang Cloe dan keadaan tempat kini telah terang, mereka bahkan tidak memerlukan cahaya lagi dari ponsel milik Cloe.
"Hand–Sistem, Ear–Sistem, Eye–Sistem dan Kneel–Sistem," jelas Cloe,
"Nama-nama yang aneh," Dan Greisy benar-benar masih sangat kebingungan.
"Mereka adalah bekas bahan percobaan empat keluarga kerajaan," jawab Cloe yang telah menghentikan langkah, "
"Apa?" Dan begitupula dengan Greisy.
"Dan mereka berhasil melarikan diri, tetapi pada akhirnya keluarga mereka harus menanggung akibatnya dan terpaksa di buang entah kemana. Empat keluarga besar menunggu para Sistem untuk datang ke wilayah kerajaan, tetapi mereka tidak melakukannya. Mungkin mereka tahu bahwa keluarga mereka baik-baik saja, atau mungkin mereka tidak bisa mengalahkan komputer negara," jelas Cloe sembari memandangi keadaan daerah tempat mereka berada.
"Komputer negara?!"
"Aku tidak tahu tentang itu, Yang pasti alat itu adalah bagian dari penyelamat dunia ketika tragedy hujan terjadi di masa lalu," jawab Cloe sembari tertegun.
"Berikan padaku air, aku haus!"
Dan Cloe mulai mengambil sebotol air mineral dari tas yang ia bawa.
"Astaga, kenapa distrik ini begitu mengerikan?" tanya Greisy yang telah melihat keadaan dengan kedua matanya yang melebar.
**********
Tidak pernah terbayangkan oleh Greisy sebelumnya bahwa terdapat daerah di Exile Area yang begitu mengerikan.
Ada cukup banyak mayat manusia yang mati membusuk di sana, ada pula yang terbaring lemah karena tidak sedikitpun diberikan makanan hari itu.
Greisy juga melihat beberapa tengkorak dan tulang belulang berserakan di sana.
"Sudah kukatakan, Distrik ini sangat berbeda dengan distrik lainnya, dan pemerintah sedikitpun tidak mau mempedulikan mereka," jawab Cloe,
"Makan… Makan… Makann!" Lalu mendorong seseorang yang tampak memaksa untuk mengambil tas yang ia bawa hingga dia terjatuh.
"Berikan aku air,"
"Food, give me some food!"
"I need water,"
"Lapar!"
Lalu Cloe mulai didatangi oleh banyak orang yang tinggal di sana.
"Cloe!"
Dan Greisy mulai khawatir karena dia tidak mungkin melukai orang yang lemah.
"Tenang saja!" Jawab Cloe, lalu melempar sebungkus roti ke sebelah kanannya.
"I need Food …"
"Water!"
"Food, please,"
Dan Greisy menyaksikan sendiri, mereka yang tadinya mendekat mulai berlarian lemah menuju ke sebungkus roti yang dilempar.
Bahkan sebagian mereka saling dorong–mendorong.
"Cloe!"
"Bantu lempar! Kita tidak bisa membagi makanan dengan cara yang baik. Karena terlalu lapar maka mereka tidak bisa berpikir dengan baik," ucap Cloe meminta pertolongan pada Greisy yang begitu merasa sedih dengan keadaan penduduk di negaranya.
Ahh benar…
Dia merasa bersyukur karena tidak tinggal di distrik tersebut, tetapi dia juga merasa sangat sedih karena meskipun dia tinggal di Exile Area, dia sedikitpun tidak pernah mengetahui keadaan penduduk distrik lainnya.
"This is your food!" teriak Cloe sembari melempar sebungkus roti, "ini air!" lanjut Cloe dan Greisy mulai mengikuti setiap gerakan wanita itu melepar roti ke tempat-tempat yang berbeda.
"Ambil air ini, juga ambil makanan ini!" teriak Greisy sembari terus melempar setelah meletakan barang-barang yang ia bawa ke tanah.
*********
"Aku melihat wanitamu di Exile Area, apa kau mau aku untuk menjemputnya?" tanya Advisor Classa dari balik headaet yang dikenakan oleh putra mahkota.
"Tidak, aku sendiri yang akan datang ke sana," jawab putra mahkota yang telah masuk ke dalam mobil, karena kepala suku Coshi telah menjemput laki-laki tersebut.
"Tapi Chyrill…"
"Apa lagi?"
"Dia pergi ke distrik 98, itu adalah distrik paling berbahaya," jawab Advisor Classa, merasa khawatir.
"Aku tahu itu,"
"Chyrill, aku tidak bisa membiarkanmu ke sana, Laurent pasti akan menyalahkanku, tolong mengertilah!" pinta laki-laki yang berasal dari keluarga Arsihean tersebut sangat berharap.
"Kau tidak perlu khawatir, aku akan menyembunyikan diriku sendiri dan kupastikan polisi militer penjaga tidak akan mencurigaiku!" jawab putra mahkota bersamaan dengan mobil yang mulai melanju, membawanya menuju ke kediaman utama suku Coshi.
"Aku tidak ingin kau terluka," ucap Advisor Classa, berharap putra mahkota mengurungkan niatnya.
"Jadi kau meremehkanku?"
"Bukan begitu, Chyrill. Aku hanya tidak ingin terjadi masalah denganmu. Apa kau tahu, kau itu sangat berharga bagi negara?" jelas Advisor Classa, mengemukakan alasannya.
"Aku tahu, kau bisa menemaniku kalau kau mau," ucap putra mahkota memberikan izin pada his Companion.
"Baiklah, tapi sekarang kau dimana?" tanya Advisor Classa,
"Aku akan pergi ke kediaman utama suku Coshi," jawab putra mahkota,
"Kenapa kau di sana? Bukankah kau akan menjemput wanitamu?" tanya lagi Advisor Classa yang terdengar sangat kebingungan.
"Tentu saja meminta banyak makanan," jawab putra mahkota, mengejutkan His Companion.
"Apa? Makanan?!"
"Aku butuh banyak makanan, kalau kau punya uang maka berikan saja uangmu untukku,"
"Chyrill, sejak kapan kau membutuhkan uang?" tanya Advisor Classa yang masih sangat terkejut.
"Aku butuh uang untuk Milikku, jadi kau tidak perlu bertanya,"
"Kau bisa meminta banyak uang pada negara," jelas Advisor Classa, memberitahukan.
"Aku tidak ingin mereka mencurigaiku, Aku tidak ingin empat keluarga besar mencari tahu banyak hal tentangku," jawab putra mahkota lalu memutuskan panggilan sesuka hatinya dan dia memandang ke arah depan dengan tatapan penuh kekhawatiran.
"Yang Mulia, jenis makanan apa saja yang anda butuhkan?" tanya kepala suku Coshi yang tampak duduk di samping putra mahlota.