Gadis Cerdas Tersembunyi

Gadis Cerdas Tersembunyi
bab 17


Seorang laki-laki terlihat membungkukan tubuh dengan menyandarkan kedua lengan tangan pada pagar atap bangunan, memandang ke arah bawah bangunan.


Seorang laki-laki lain tampak sedang berdiri menyandarkan punggung pada pagar sembari memakan sepotong roti.


"Mungkinkah dia cemburu padaku?" Laki-laki yang memandang ke arah bawah, melihat Greisy yang perlahan-lahan berjalan menjauhi gedung jurusan.


Laki-laki pemegang roti mulai berbalik dan memandang ke arah bawah, "entahlah, bukankah kau yang lebih mengenalnya di masa lalu?" laki-laki itu memasukan sisa roti terakhir ke dalam mulut dan mulai mengganti posisi sama halnya dengan laki-laki di sampingnya.


Ewald Alley, Pangeran Negara NTC terus memandang gerakan Greisy yang telah keluar dari gerbang jurusan hingga wanita itu menghilang, "Aku tidak menyangka ternyata dia seagresif itu?"


"Aku berpikir malah dia telah berubah, terakhir aku melihatnya ketika kalian berdua makan malam di restoran utama istana, dan dia terlihat lebih lembut saat berbicara." Laki-laki yang telah menyelesaikan makanannya itu adalah seorang Classa utama dari keluarga Alley— Alexio Alley.


Alexio Alley merupakan teman kecil pangeran negara, dia sering membantu pekerjaan pangeran negara di istana dan sangat dipercayai oleh Pangeran dari negara NTC tersebut.


"Mungkinkah dia berubah karena aku?"


Pangeran negara berbalik setelah tidak lagi melihat Greisy di pandangan matanya.


"Hm, mungkin saja, bukankah kau tadi mendengar sendiri apa yang dia katakan?"


"Dia merelakanku karena merasa kurang baik, bukan?" Pangeran Negara tersenyum lembut, "Aku yakin dia sangat menyukaiku." Lalu bergumam sembari mulai melangkah kaki, pergi dari atap gedung di sana.


*********


Berjalan jauh sudah biasa ia lakukan, bahkan begitu sering hingga ia tidak mudah kelelahan.


Dia telah keluar dari area Fakultas khusus, melewati jalanan masuk fakultas khusus, jurusan lain hingga memasuki area Fakultas umum.


Memang, ada beberapa Fakultas Khusus di negara NTC dengan kejuruan berbeda dan letak gedung-gedung Fakultas Khusus kejuruan lain juga berbeda-beda,  seperti GOLDEN S+, GOLDEN S, SILVER S++, SILVER S+ dan SILVER S.


Fakultas umum telah berada di depan mata.


Hiruk pikuk keramaian terdengar sedikit memecahkan gendang telinga.


Ia mengenal tempat-tempat di sana karena dirinya pernah menimbah ilmu di salah satu fakultas umum beberapa bulan lamanya.


Saat itu hati Greisy begitu kacau. Hati yang kacau membuatnya ingin sekali berada dikesendirian.


Greisy yang telah sering kali datang dan pergi ke universitas negara memutuskan untuk melewati jalanan setapak kecil, mengunjungi tempat biasanya ia menyendiri.


Tempat tersebut adalah sebuah gua kecil di samping sebuah air terjun yang letaknya tidak jauh dari Wilayah Pembuangan, tempat tinggal wanita itu sebelum menikah.


"Kalau tetap bersikeras, maka kami akan memaksa." Samar-samar suara seseorang terdengar jelas ketika langkah Greisy telah mendekati jalanan lintas yang sepi.


"Coba saja!" Suara lain yang terdengar sontak mengejutkan Greisy dan ia langsung menghentikan langkah karena dia mengenal suara tersebut.


"Tangkap saja!" dengan segera Greisy berlari ke sumber suara dan benar saja sesuai tebakannya.


Pemilik suara yang mengejutkan itu adalah Putra Mahkota dari negara NTC.


"Chyr!" Greisy melihat Putra Mahkota tampak begitu santai bersandar pada kap depan mobil sembari melipat kaki.


Di sekeliling laki-laki itu tampak puluhan laki-laki berjas hitam sedang bersiaga untuk menyerang.


"Dengan lubuk hati kami yang paling dalam, kami meminta maaf karena tidak akan ragu lagi untuk memaksa anda ikut bersama kami, yang Mulia."


Dua orang laki-laki mulai mendekat dan Putra Mahkota dengan santainya melompat naik ke atap mobil.


"Tangkap dia cepat!" Buukkkk....


Satu persatu, para laki-laki berjas hitam yang mendekat, Putra Mahkota tendang dengan kedua kakinya.


"Tunjukan usaha kalian! Atau aku akan mengatakan pada ketua kalian bahwa Mafia kota ternyata sangat lemah." Putra Mahkota tersenyum mengejek, dia memandang pada seorang laki-laki yang masih berdiri, memberikan perintah.


"Yang Mulia, jangan remehkan kami!" Laki-laki yang berdiri, mulai bergerak cepat menyerang.


"Astaga!" Suara Greisy mengejutkan para penghuni jalanan lintas yang sepi,"Kenapa Mafia kota bisa berada di sini?" Greisy dengan segera berlari menuju ke pos militer terdekat untuk meminta pertolongan.


"Hei, Grei!"


"Astaga, apa yang akan dia lakukan?" tanya Classa Penasihat pada dirinya sendiri.


"Hm, aku yakin dia pasti akan bertindak bodoh!!" ucap Putra Mahkota, cukup merasa kesal.


Dan benar saja, tidak memakan waktu yang lama..


"Benarkan, dia bertindak bodoh!" keluh Putra Mahkota sembari melayangkan suara decikan, kesal.


"Boss, Dia memanggil Tentara Militer." Suara salah seorang laki-laki berjas terdengar mewaspadai.


"Yang Mulia, kenapa anda setega itu pada kami?" keluh pemimpin kelompok berjas hitam di sana.


"Yang Mulia, tenang saja, kami pasti akan kembali lagi!"  Dan mereka hendak kabur tetapi sayang, mobil-mobil tentara Militer telah berhasil mengepung.


"Yang Mulia," Seru seorang perwira terdengar khawatir.


"Ahhh.. merepotkan sekali!" Classa Kepercayaan terpaksa keluar dari dalam mobil untuk mengatasi situasi.


"Tangkap mereka semua!"


Para prajurit militer segera bergerak cepat menangkap satu persatu para laki-laki berjas hitam.


"Boss!"


"Yang Mulia, kami tidak sedang menculik anda, bukankah anda sendiri yang menyuruh kami untuk menyerang anda tadi?" Laki-laki yang mungkin adalah pemimpin para kelompok berjas hitam tersebut tampak meronta-ronta ketika tangannya berhasil diborgol.


" Anda Tuan Horsen, bukan?" Classa Kepercayaan mulai mendekati pemimpin Militer.


"Hormat, Tuan," Pemimpin Militer memberi hormat pada Classa kepercayaan dan juga Putra Mahkota yang telah melompat dan mendekatinya begitupula dengan para prajurit militer yang lain.


"Sepertinya anda tidak perlu...."


"Hmm," Putra Mahkota menyela kalimat Classa Kepercayaan, "tangkap saja mereka!" lalu memberikan perintah pada Pemimpin Militer yang sedang bertugas tersebut.


"Yang Mulia!"


"Yang Mulia, kenapa anda tega sekali?"


"Yang Mulia, tolong lepaskan kami!"


"Yang Mulia!" suara teriakan pemimpin kelompok berjas hitam terdengar tidak dapat menerima keputusan Putra Mahkota.


"Dan tangkap dia  juga, dia adalah bagian dari mereka. Dia ketuanya," Lalu dia menunjuk ke arah Greisy yang langsung memperlebar bola mata.


"Aku? Kenapa aku juga?


"Jadi dia telah dipilih sebagai ketua kita." Salah seorang laki-laki berjas hitam melihat Greisy yang telah ditunjuk oleh Putra Mahkota.


"Pemimpin kita sekarang berganti wanita." Tambah seorang laki-laki berjas hitam yang lain.


Craaakk.."Chyr!" Sebuah borgor telah mengunci kedua pergelangan tangan Greisy, "Chyrill, apa maksud ini semua?"


"Silahkan ikut kami, Nona!"


"Bukankah aku tadi yang menolongmu?" teriak Greisy ketika ia dipaksa untuk naik ke mobil tahanan, " Chyrill!"


"Yang Mulia!" Pemimpin Militer tampak ragu untuk menangkap Greisy, " Saya pikir dia tidak seharusnya ditahan,"


"Aku tidak mengenalnya dan aku tidak peduli jadi tangkap saja dia!" Dengan santai Putra Mahkota memberi perintah, dia bahkan membuangi pandangannya dari tatapan Greisu. Laki-laki itu hanya terus erjalan menuju mobil dan masuk begitu saja.


"Chyrill, tolong aku!!" teriak Greisy geram lalu memandang ke arah Classa Kepercayaan berharap bantuan, tetapi sayang, Classa Kepercayaan hanya tersenyum mengejek ketika melihat wajah memelas wanita itu,"Chyr!" panggil wanita itu untuk yang terakhir kali, terdengar pasrah.


"Boss!" 


"Boss!"


"Boss!"


Greisy mengernyitkan dahi kebingungan ketika ia menerima panggilan tersebut dari belasan laki-laki berjas hitam yang akan masuk ke dalam mobil tahanan bersama dirinya.


"Mulai hari ini, mohon bimbingannya, Boss!" suara serentak terdengar ketika Greisy telah naik ke atas mobil tahanan dan duduk di depan dan di samping para pengguna jas berwarna hitam tersebut.


"Boss?!" tanya Greisy pada mereka.


"Yes, Boss. Mulai sekarang anda adalah Boss kami,"


"W– What?"