
Pangeran Negara tampak berdiri, menunggu kedatangan Alex yang telah melangkah mendekatinya setelah laki-laki itu keluar dari sebuah ruangan.
"Sepertinya seluruh orang di rumah sakit sudah mengetahui kalau dia adalah istri Chyrill," ucap Alex yang telah mendekati,
Sementara itu, pangeran negara tampak memandang keadaan lantai bawah dari lantai tas. Dia melihat Greisy keluar dari gedung bersama putra mahkota dan teman dari wanita itu.
"Kudengar wanita itu akan menikah, Alex. Kau benar-benar gila untuk berhubungan badan dengan tunangan orang lain," ucap pangeran negara yang telah berbalik dan melihat costumer service wanita tampak menangis dan berlari keluar dari ruangan yang sama dengan ruangan Alex tadinya keluar.
"Bukankah kau memintaku untuk menghukumnya? Itu adalah hukuman paling berat yang kuberikan padanya," jawab Alex, begitu santai.
"Ck!" Pangeran negara tersenyum tipis, " Aku yakin dia akan melahirkan anakmu nanti,"
"Ahh tenang saja, itu tidak akan terjadi karena aku sangat berpengalaman," jawab Alex santai, lalu mulai melangkah mengikuti pangeran negara yang telah melangkah lebih dulu.
"Bagaimana dengan penjaga keamanan yang melukainya?" tanya pangeran negara yang telah membuka pintu sebuah ruangan.
"Aku yakin kau akan menyesal karena telah membiarkan aku yang menghukum mereka, Ewald," jawab Alex, sembari menghentikan langkah lalu membungkuk memberikan hormat pada seorang laki-laki yang tampak duduk di atas kasur sembari membaca buku.
"Tidak, aku memang sengaja memberikan perintah itu untukmu. Aku yakin setelah ini, tidak seorang dari para suku Hze yang berani menyentuhnya kecuali beberapa anggota keluarga kerajaan," jawab pangeran negara sembari mulai duduk di samping laki-laki yang tak lain adalah Callan.
"Benarkah? Ini aneh, mungkinkah kau menyukainya hingga ingin melindunginya?" tanya Alex pada Ewald.
"Tentu tidak, aku hanya tidak ingin wajah wanita yang menyukai terluka. Siapapun yang mendekati, tentu harus memiliki wajah yang cantik," jawab pangeran negara, mengelak.
"Apa yang sedang kalian bahas?"
Laki-laki itu mulai menoleh ke arah Callan yang bertanya.
"Ewald menghukum orang-orang yang sudah mempermalukan dan melukai wanita itu, Lord," jawab Alex pada Callan yang tampak sangat ia hormati.
Laki-laki itu bahkan hanya berdiri di samping pangeran negara dan merasa enggan untuk mengambil kursi dan duduk di sana.
Dia tampak lebih menghormati Callan dibandingkan dengan pangeran negara.
"Wanita itu?! Hmm… Greisy, mungkinkah dia?" tanya Callan,
"Siapa lagi kalau bukan dia? Akhir-akhir ini aku pikir Ewald lebih sering memperhatikannya,"
"Jangan konyol! Kau ini bicara apa?" sela cepat pangeran negara, tampak kesal mendengar jawaban dari Alex untuk Callan.
"Oh I see, dia memang penuh dengan misteri. Ewald, Aku merasa kau sangat bodoh untuk menyia-nyianya," sindir Callan mulai memperhatikan lembaran buku yang ia pegang, setelah tadinya bergabung dalam pembicaraan.
"Berhentilah menyalahkanku! Aku tahu itu, jadi sebaiknya kau lupakan hal itu," sela pangeran negara teramat kesal, dia mulai melangkah ke dinding kaca dan melihat ke arah luar gedung.
*********
"Apa kau yakin akan ikut dengan kami?"
"Apa salahnya aku mengikuti istriku pergi sekali-kali," jawab putra mahkota yang tampak berdiri di dalam kereta listrik karena kursi penumpang telah penuh.
Laki-laki itu tampak menggunakan masker dan topi, dia berdiri di samping Greisy yang sedang memegang Handlegrip kereta.
Sementara itu Cloe tampak berada di belakang mereka, mengawasi.
Ahhh…
Cloe berpikir bahwa kedua orang tersebut adalah pasangan yang serasi.
"Setidaknya kalau kau ingin ikut, peganglah benda ini agar kau tidak jatuh," saran Greisy sembari menunjuk ke arah Handgrip yang ia pegang.
"Apa kau tidak lihat hanya ada satu yang tersisa?" tanya putra mahkota, memberitahukan.
"Ahh.. kita bisa berbagi, Chyr!" jawab Greisy,
"Hmm!" Dan putra mahkota tampak tersenyum geli, "Mungkinkah kau ingin aku menggenggam tanganmu? Maka dari itu kau memaksaku untuk berbagi Handgrip? tanya putra mahkota lagi, mengejutkan Greisy.
"Ahh.. itu.. Aku tidak pernah memikirkan itu," jawab Greisy sembari membuang wajah karena kesal dan enggan untuk melihat putra mahkota lagi.
"Seperti ini, benarkah?" tanya putra mahkota yang telah meletakan tangan pada handgrip yang sama dengan tangan Greisy berada. Tangan laki-laki itu berada di atas tangan Greisy.
"Tidak nyaman sekali," keluh Greisy kesal, " Ugh… Astaga," Dan terkejut ketika tubuhnya tiba-tiba ditarik dan jatuh ke pelukan putra mahkota.
"Peluk aku saja! Dan kau bisa melepaskan tanganmu dari Handgrip itu. Aku pastikan kau tidak akan jatuh," saran putra mahkota yang telah melingkarkan salah satu tangannya di pinggang Greisy.
"Ini memalukan sekali!"
"Hmm!" Putra Mahkota tersenyum geli kembali," Kenapa memalukan? Kita berdua bahkan menggunakan masker, jadi pasti tidak akan ada orang yang mengenali," jawab putra mahkota sembari melihat tingkah Greisy yang menyembunyikan wajah di dada laki-laki itu dan wanita tersebut telah melepaskan tangannya dari Handgrip kereta.
"Ada seorang," Greisy mulai menoleh ke arah Cloe di belakangnya, "Cloe!"
"Aku tidak melihat apapun, hari ini aku anggap aku tidak mengenalmu," jawab Cloe yang sontak membuang wajah dan enggan untuk melihat ke arah Greisy lagi.
"Lupakanlah! Kau tidak harus memikirkannya, kau cukup memelukku saja sampai kita tiba di tempat yang kalian tuju," saran putra mahkota,
"Hm!" Dan Greisy menganggukan kepala menyetujui sembari menyembunyikan wajahnya kembali di dada milik putra mahkota.
*********
Greisy berdiri dengan matanya yang melebar karena begitu terkejut melihat bangunan luas di depan mata.
Sementara itu, putra mahkota hanya berdiri di samping wanita itu sembari menunggu Greisy dan Cloe untuk melangkah masuk ke dalam.
"Ini adalah tempat paling cepat untuk menghasilkan uang yang banyak, kenapa kau sekarang malah marah padaku? Padahal aku sudah memberitahukan tempat terbaik dari apa yang kau inginkan," jawab Cloe, juga merasa kesal dengan kemarahan Greisy terhadapnya.
"Tidak bisa, aku tidak tahu cara berjudi," jawab Greisy, " Ayo kita pulang saja!" Lalu mulai berbalik arah dan melangkah.
"Menyebalkan, kau membuang-buang waktu saja," jawab Cloe yang juga kesal lalu berbalik dan mengikuti langkah Greisy.
"Katakan padaku, kenapa kalian membutuhkan uang yang banyak?" tanya putra mahkota yang masih belum bergerak pada posisinya.
Pertanyaannya menghentikan langkah Greisy dan juga Cloe.
"Chyr, mungkinkah kau bisa bermain judi?" tanya Greisy yang telah memandang ke arah punggung putra mahkota, sementara putra mahkota tampak masih memandang ke arah gedung luas di hadapannya.
"Jawab saja pertanyaanku, maka kupastikan aku akan menghasilkan uang yang banyak untuk kalian," jawab putra mahkota yang telah berbalik dan memandang ke arah Greisy.
"Oh Gosh," Greisy tersenyum sumringah, dia merasa sangat senang, "Chyrill, beruntung sekali aku membawamu ke sini!" ucap Greisy yang mulai melangkah mendekati putra mahkota.
"Saya akan mengatakan alasan kami datang ke tempat ini, Yang Mulia," begitupula dengan Cloe yang juga ikut merasa senang.
********
"Brengsek! Kau pasti berbuat curang, akuilah!" maki seorang laki-laki paruh baya pada putra mahkota yang duduk di hadapannya.
"Buktikanlah!"
"Apa?" tanya laki-laki paruh baya tersebut yang tampak telah berdiri dan melangkah mendekati putra mahkota.
Ia bahkan meraih kerah kemeja putra mahkota dan menggenggamnya erat dengan kedua tangan.
"Buktikanlah jika aku sudah berbuat kecurangan, maka aku akan mengembalikan semua uangmu," jawab putra mahkota yang telah mengenggam salah satu pergelangan tangan laki-laki paruh baya tersebut.
"Akhh, sakit sekali," dan menghempaskannya.
"Kau melukaiku, lihat tanganku merah!" tuduh laki-laki paruh baya tersebut, begitu marah. " Kalian semua lihatlah, dia berbuat curang dengan melukai tanganku,"
"Bukankah kau dulu yang mencoba melukaiku? Aku yakin CCTV di tempat ini dapat membuktikan perbuatanmu," jawab santai putra mahkota sembari mengisyaratkan pada Greisy dan Cloe untuk mengambil uang kemenangan atas permainan judinya.
"Brengsek!" teriak laki-laki paruh baya, mengalihkan pembicaraan.
Dia mulai melangkah menjauh dan meraih ponsel miliknya.
"Ada lagi?!" tanya putra mahkota yang tidak lagi memiliki lawan main. " Sepertinya pemain di sini sangat bodoh, sampai tidak ada seorangpun yang bisa mengalahkan pemain baru sepertiku," sindir putra mahkota, meremehkan.
Laki-laki itu mulai berdiri,
"Bagaimana kalau di permaianan berbeda? Aku tidak menyukai permainan kartu tapi menyukai permainan lainnya," ucap suara seseorang, mengejutkan para penonton yang tadinya menyaksikan permainan.
"Astaga,"
"Aku tidak menyangka dia akan datang ke tempat ini,"
"Pangeran suku Ozui, bagaimana mungkin orang terhormat seperti dia berada di tempat ini?"
"Wah dia tampan sekali,"
"Senang sekali bisa melihat orang kebanggaan suku Ozui ada di sini,"
"Dia pasti penuh dengan talenta,"
Bisik para pengunjung Kasino ketika melihat seorang laki-laki yang bertubuh tinggi, hampir sama dengan tinggi tubuh dari putra mahkota, menghentikan langkah tepat di hadapan Greisy.
"Geez, aku bisa gila, bagaimana mungkin hari ini aku bisa sangat beruntung untuk melihat para petinggi negara yang sangat dihormati?" ucap Cloe pada Greisy,
Wanita itu tampak memandang laki-laki tinggi dan berwajah tampan serta beralis tebal tersebut dengan tatapan penuh kekaguman.
"Kau ingin bertanding apa denganku?" tanya putra mahkota, tampak begitu menyenangi tantangan.
"Balap, menembak, golf, atau game 3D, aku bisa apapun itu kecuali hanya berjudi saja," jawab laki-laki tersebut, sungguh menantang.
"Hmmm..!" Dan itu membuat putra mahkota semakin menyenangi sikapnya. " Baiklah!"
"Aku… biarkan aku yang melawannya, Chyr!" pinta Greisy, mengejutkan.
"Grei, apa yang kau katakan? Dia sangat hebat, kau tidak seharusnya membuang-buang uang ini," larang Cloe, yang juga terkejut mendengar ucapan Greisy.
"Tidak, aku tidak melawan seorang wanita," tolak laki-laki bertubuh tinggi tersebut, "Kalian para wanita sangat… lemah," hinanya mengejutkan dan sontak membuat Greisy dan Cloe mulai terpancing emosi.
"Grei, biar aku saja yang melawan orang kurang ajar sepertinya!" pinta Cloe, emosi.
"Ahhh… jangan gila, Cloe! Aku tidak yakin kau bisa menang,"
"Jadi kau meremehkanku!" bentak Cloe marah pada Greisy.
"Ahh itu… aku pikir…"
"Jika wanita ini kalah maka kau bisa menentukan permainan apapun yang kau mau untuk melawanku," jawab putra mahkota, berbalik menantang.
"Oh… baiklah, aku yakin kau akan menyesal karena membiarkan rekanmu melawanku!" sindir laki-laki tersebut, meremehkan.