
"Langsung apanya Mas?" tanya Aliyah dengan polosnya.
"Langsung kikuk-kikuk," kata Bima dengan nakal plus jail.
Aliyah malah bengong, kikuk-kikuk apaan?
Melihat gadis cantik yang sudah sah menjadi istrinya ini bengong, tanpa permisi Bima mencium pipi Aliyah dengan lembut membuat Aliyah seketika mengalah pandangannya pada Bima sambil memegangi pipinya yang baru beberapa detik lalu di cium oleh sang suami.
"Mas, kamu...."
"Lagian kamu malah bengong, orang diajak kikuk-kikuk juga," kata Bima dan Aliyah semakin malu-malu tapi mau.
"Katakan padaku, kikuk-kikuk itu apa Mas?" tanya Aliyah entah pura-pura tidak tahu atau sengaja membuat sang suami gemas, ya itu hanya Aliyah yang tahu.
"Unboxing sayang, malam pertama lah intinya," jelas Bima sudah sangat gemas dan sudah tidak sabar.
"Tapi Mas aku kok deg-degan, aku juga takut, debaran jantungku juga sangat kencang Mas," tatapan Aliyah begitu lembut pada Bima.
Bima hanya tersenyum, ia mengarahkan satu tangannya ke pipi Aliyah lalu mempelainya dengan pelan.
Ada sensasi nyaman yang Aliyah rasakan, wajar ini pertama kalinya ia di sentuh oleh laki-laki yang tidak lain adalah suaminya sendiri.
Selama ini Aliyah memang selalu menjaga kesuciannya, ia tidak mau di sentuh oleh laki-laki yang bukan suaminya. Ya biarpun Aliyah pernah suka dengan laki-laki, tapi Aliyah tidak pernah ganjen dengan laki-laki, banyak yang naksir juga Aliyah selalu setel kalem dan santai.
"Tidak usah takut, ini tidak akan menyakitkan sayang, yang ada kamu akan keenakan," bisik Bima menggoda di telinga Aliyah.
Jari-jarinya dengan nakal memainkan wajah cantik Aliyah, sentuhannya begitu lembut, membuat Aliyah gemetar tapi menikmatinya. Wajar saja gadis cantik yang itungannya masih ingusan umurnya saja masih belasan tahun tapi sudah nikah dan nikahnya sama duda, sungguh sesuatu yang jarang terjadi tapi ini semua karena cinta bukan karena paksaan semata atau dari keluarga.
"Mas...."
Bima mulai menciumi pipi mulus Aliyah, hingga sampailah di leher jenjang Aliyah.
Aliran darahku saat ini mengalir lebih cepat dari biasanya, sentuhan demi sentuhan yang Mas Bima berikan sungguh membuat tubuhku sangat nyaman dan menggelinjang hebat.
Bima sangat nakal ia memberikan tanda merah di setiap bagian tubuh mulus Aliyah, ya itu adalah tanda kepemilikannya atas Aliyah yang sudah dah menjadi istrinya.
Malam yang dingin membuat suasana malam ini begitu bergairah.
Kenikmatan yang di berikan oleh Bima di rasakan oleh Aliyah dengan nikmat, sungguh Bima sangat hebat di atas ranjang.
Kini setelah melakukan pemanasan beberapa lama dan kedua sejoli ini akhirnya sama-sama mencapai puncaknya, aliran cairan hangat milik Bima mengalir ke dalam rahim Aliyah.
Rasanya begitu hangat, di bawah sana seperti ada yang robek saat Mas Bima memasukan ucoknya sungguh membuatku merintih tapi sangat enak, inikah rasanya menjadi pengantin baru, sungguh sakit tapi lama-lama enak.
Setelah selesai dengan kenakalannya dan berhasil membuat Aliyah lemas Bima menjatuhkan tubuh kelarnya di samping Aliyah.
"Terimakasih istriku," katanya sambil memberikan kecupan manis di kening Aliyah.
"Sama-sama Mas, aku sudah tidak prawan lagi," kata Aliyah dan Bima langsung menarik Aliyah masuk ke dalam pelukannya.
Lagian jika Aliyah sudah tidak prawan lagi ya tidak apa-apa to aku juga yang mengambil semua itu.
Sebelum tidur keduanya sama-sama ke kamar mandi dulu untuk membersihkan diri mereka ya sekalian mandi berdua alah pengantin baru, dan akhirnya bukan hanya mandi berdua namun kenikmatan itu kembali terjadi lagi di dalam kamar mandi, sungguh Bima begitu kuat bisa-bisa Aliyah cepat hamil.
Setelah puas dengan kegiatannya di kamar mandi, akhirnya kedua sejoli itu sama-sama memakai handuk kimono dan langsung tidur karena sangat lelah.
Bersambung
Terimakasih para pembaca setia