Duda Tampan Pujaan Hati

Duda Tampan Pujaan Hati
Dia Bukan Calon Suamiku


"Aliyahh....."


Aliyah kaget, karena tidak mungkin ada yang mengenalnya di acara besar seperti ini. Lalu siapa yang memanggil Aliyah?


Aliyah menganga kaget saat melihat seorang yang memanggilnya. Untuk apa dia berada di sini?


Laki-laki itu berjalan menghampiri Aliyah, membuat Aliyah agak deg-degan dan Bima menatap Aliyah penuh dengan tanda tanya? Siapa laki-laki itu? Apakah dia kekasihnya Aliyah, aduh ini bagaimana? Pikir Bima di dalam otaknya.


"Aliyah, kamu benar gadis bar-bar itukan," laki-laki itu mendekatkan wajahnya ke wajah Aliyah, Bima langsung menarik lengan tangan Aliyah lalu ia dengan cepat menghalangi wajah cantik Aliyah. Aku tidak rela saja jika kecantikan gadis kecilku ini di nikmati oleh laki-laki lain. Lagian dia itu siapa sih? Kok main nyosor saja, akan aku congkel kedua matamu jika berani macam-macam dengan Aliyah.


"Kamu siapa sih? Aku mau memastikan kalau dia Aliyah, calon istriku," kata laki-laki itu dengan mata melotot serius.


Haah calon istri! Bukankah Aliyah tidak punya kekasih, lalu kenapa dia punya calon suami? Aku semakin bingung.


Aliyah dengan cepat keluar dari belakang Bima, lalu ia menatap laki-laki itu dengan sorot mata tajam.


"Ehh, kamu itu ngaku-ngaku ya! Kan yang mau menikahkan kita Tante aku, kenapa kamu tidak nikah sama Tante aku saja!" Aliyah tidak suka dengan laki-laki yang ada di hadapannya, yang tidak adalah Rona, laki-laki yang beberapa waktu lalu hendak di jodohkan dengannya, tapi Aliyah saat itu langsung menolak perjodohan itu.


"Kalau aku sama Tante kamu, nanti Om kamu marah. Lagian aku sukanya sama kamu," ujar Rona begitu enteng.


"Tapi aku tidak suka kamu, jangan ngaku-ngaku sebagai calon suamiku kamu!" Aliyah menatapnya penuh rasa kesal.


"Kenapa? Apa karena laki-laki ini?" Tanya Rona dengan tatapan tidak suka pada Bima.


Bima tampak geram, rasanya ingin sekali menjotos Rona dengan tangannya.


"Iya benar, karena aku ini calon suaminya Aliyah." Tandas Bima dengan mantap, membuat Aliyah tersenyum penuh rasa kagum.


"Itu dengerin!" Aliyah senyam-senyum, asik di akui sebagai calon istri. Aduh jadi pingin cepat-cepat lulus sekolah terus menikah.


"Sebelum janur kuning melengkung, aku masih bisa dong berusaha mendapatkan hati Aliyah yang cantik ini," ujar Rona sembari senyam-senyum.


"Tidak, setelah lulus sekolah, aku akan langsung menikahi Aliyah. Iya kan sayang," lengan Bima menyenggol lengan Aliyah dan Aliyah buru-buru mengangguk cepat. "Iya sayang benar, sabar sampai aku lulus sekolah ya Mas, itu cuma beberapa bulan lagi kok Mas," lanjut Aliyah dengan nada lembut.


Tuhan sangat baik padaku, asik setelah lulus sekolah aku akan menikah dengan Duda Tampan Pujaan Hatiku ini.


"Pasti sayang," kata Bima dengan nada lembut.


"Kita berdua permisi dulu ya," pamit Bima sembari mengandeng tangan Aliyah dengan mesra di hadapan Rona.


Hati Rona begitu tercabik-cabik, rasa cemburunya begitu tidak terima saat melihat kemesraan Aliyah dan Bima. "Aku tidak akan tinggal diam saja, aku harus mendapatkan hati Aliyah," kekehnya dalam hati.


Acara kantor berjalan dengan lancar, hingga beberapa jam akhirnya acara kantor selesai juga.


Bima dan Aliyah langsung pulang, saat di dalam mobil kini keduanya sama-sama tampak canggung dan salah tingkah.


"Emm, Al, maaf ya tadi sudah bicara seperti itu di depan laki-laki yang katanya calon suamimu itu," kata Bima mencoba mencairkan suasana di dalam mobil.


"Emm tidak apa-apa Mas, lagian dia bukan calon suamiku Mas. Om dan Tante aku memang menjodohkanku dengannya, tapi aku menolaknya," jawab Aliyah jujur.


Dalam hati Bima senyam-senyum, akhirnya aku masih ada kesempatan untuk mendekati Aliyah.


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia