
Jam menunjukkan pukul 1 siang, Bima yang tampak gelisah dan tidak bisa fokus dengan kerjaan yang ada di atas meja hari ini, akhirnya dia memilih bergegas untuk pulang.
Padahal kerjaannya begitu menumpuk tapi hati, otak dan pikirannya hanya ada Aliyah dan Aliyah, di tambah Aliyah tadi pagi bersama dengan bocah laki-laki, sungguh masih sangat penasaran dengan bocah ingusan itu.
"Loh Bos mau kemana?" tanya Nessa, saat melihat sang Bos mengemasi mejanya.
"Mau pulang, Nes. Oh iya Nes, kamu urus semua pekerjaan ya!" titah Bima pada Nessa, terlihat Nessa kesal karena tumpukan berkas begitu banyak.
"Tapi Bos,"
"Jika kamu tidak bisa, maka aku akan potong,"
"Baiklah Bos saya bisa," sahut Nessa cepat-cepat. Jangan sampai gajianku di potong, aku mau beli tas branded keluaran terbaru.
"Tapi bonusnya jangan lupa ya Bos!" titah Nessa genit. "Oh iya salamin buat Ayuna calon anak tiriku ya Bos, katakan padanya aku siap menjadi Ibu penganti untuknya," lanjut Nessa menyah-menyeh.
Bima menggaruk kepalanya yang tidak gatal, aku mikir 1000 kali jika Ayuna memiliki Ibu sambung seperti Nessa, ia memang cantik dan seksi tapi aku rasa kurang cocok jika menjadi Ibu sambung untuk putriku, lebih cocok Aliyah.
"Ayuna tidak mau punya Ibu sambung sepertimu Nes, kata Yuna pakaian kamu itu selalu kekurangan bahan," sahut Bima yang diiringi tawa kecil.
Ayuna memang anak kecil yang masih sangat polos, ia tidak mengatakan semua ini pada Nessa, saat mengobrol dengan Nessa ya Ayuna begitu sopan, sedikitpun tidak mengatakan kalau ia tidak suka dengan pakaian Nessa. Tapi saat sedang bersama dengan Papanya, apapun dikatakan dengan baik. Termasuk kalau Ayuna mengatakan pada Bima, kalau ia tidak suka dengan Tante Nessa karena pakaiannya kurang bahan, lagian Nessa hobby sekali pakai baju yang seski bahkan sering kali menunjukkan lekuk tubuhnya, belahan dadanya, roknya yang sangat pendek, belahan terkadang memperlihatkan gumpalan paha yang begitu putih dan mulus.
Haah! Kurang bahan? Pakaikanku ini seski, ini keluaran terbaru dan harganya juga mahal, di bilang kurang bahan sama Ayuna, dasar anak nakal. Nessa memanyunkan bibirnya, tapi saat melihat wajah tampan Bima, ia mengulas senyum semanis mungkin ya semanis madu.
"Katakan pada Ayuna, Bos. Nanti Mami Nessa aku segera menjahit baju-bajunya agar tidak kekurangan bahan lagi," kata Nessa penuh semangat. Nessa selalu menyebut dirinya sebagai Mami saat dengan Ayuna, tapi Ayuna selalu memanggil Nessa dengan sebutan Tante Nessa.
"Baiklah, aku pulang dulu," pamit Bima dan langsung berlalu pergi meninggalkan ruangan kerjanya.
Nessa di sibukkan dengan pekerjaan yang di tinggalkan oleh Bima, semua ini demi bonus agar aku bisa membeli tas branded keluaran terbaru. Biarpun melelahkan tapi aku tidak boleh menyerah, biar bisa dapatin hati Bos Bima.
***
"Dia itu siapa sih?" Bima semakin penasaran, kedua tangannya memegang setir mobil dengan kasar dan kedua matanya terlihat sinis ke laki-laki yang saat sedang tertawa riang bersama dengan Aliyah.
Tiba-tiba Bima mengulas senyum lebar, entah apa yang sedang di pikirkan olehnya, pasti itu sebuah ide bagus.
Bima bergegas turun dari mobilnya dengan cepat, ia masuk ke dalam rumahnya.
"Ayuna sayang!!"
Bima memanggil putrinya dengan seru, Ayuna yang mendengar suara Papanya, ia langsung berlari memeluk sang Papa.
"Papa," dengan bahagia Ayuna langsung menghambur ke pelukan Bima.
"Ayuna mau main ke rumah Kakak Cantik tidak?" tanya Bima, tentunya saja otaknya sudah penuh dengan ide bagus.
Dalam hati Bima, maaf ya Nak, Papa harus menjadikanmu alat untuk mencaritahu siapa sih bocah lelaki ingusan yang dari pagi bersama dengan calon Ibumu?
"Mau Pa," seru Ayuna antusias.
Akhirnya Bima langsung mengandeng Ayuna ke rumah Aliyah, untuk menjalankan misinya, entah misi yang seperti apa yang akan Bima lakukan?
Bersambung
Terimakasih para pembaca setia
Mampir yuk ke karya temannya Asti 🙏