Duda Tampan Pujaan Hati

Duda Tampan Pujaan Hati
Duda Lebih Menggoda


Sesampainya di rumah Aliyah, Bima tiba-tiba merasa gugup, aku ini mau ngapain ke rumah gadis bau kencur ini? Bima, sungguh kamu itu sudah benar-benar gila, dalam hatinya Bima terus mengutuki dirinya sendiri.


Entah dedemit apa yang merasuki tubuhku? Saat melihat Aliyah dengan bocah laki-laki ingusan ini sungguh aku merasa kesal, hatiku marah dan ingin sekali menghajarnya.


"Kakak Cantik...!!" seru Ayuna, di saat Papanya sedang melawan rasa gugupnya kini ia malah berlari ke pelukan Aliyah dengan bahagia.


Martin kaget saat melihat anak kecil yang cantik nan menggemaskan ini memeluk tubuh mungil Aliyah, ia mengulas senyum kecil pada Ayuna tapi Ayuna malah membalasnya dengan tatapan jutek. "Apa dia pacarnya Kakak Cantik, orang dewasa kan katanya suka pacaran," kata Ayuna menatap Aliyah.


Aliyah memeluk Ayuna, aduh bagaimana caraku menjelaskan kepada anak kecil ini?


Ayuna memang otaknya sangat cerdas persis seperti Papanya.


Saat melihat sang anak menatap sinis ke bocah laki-laki ingusan itu, dalam hati Bima senyam-senyum. "Tidak salah mengajak Ayuna kesini," batin Bima dalam hati.


"Kakak Cantik, itu siapa sih?" tanya Ayuna penasaran, arah matanya ke Martin. Rasa penasaran Ayuna semakin dalam.


"Oh aku adalah,"


"Aku bertanya dengan Kakak Cantik bukan denganmu," ujar Ayuna memotong kata-kata Martin.


"Ayuna, tidak boleh seperti itu, Nak! Tidak sopan," titah Bima dengan nada lembut, padahal dalam hatinya mah senang karena Ayuna juga tidak suka dengan laki-laki ingusan yang sedang bersama dengan Aliyah itu.


"Yuna sayang, ini adalah Kak Martin, dia adalah calon pacar Kak Aliyah," ujar Aliyah dengan nada lembut.


"Pacar?" Ayuna tampak sedih dan langsung menundukkan kepalanya.


Aduh apa aku salah bicara? Saat melihat wajah sedih anak cantik di hadapanku aku tidak tega, tapi aku hanya ingin melihat reaksi bapaknya saja. Maafkan aku ya Ayuna sayang, pingin cium Ayuna tapi tidak aku lakukan.


"Apa benar Kakak pacarnya Kakak Cantik," tanya Ayuna meminta jawaban dari Martin.


Martin sekilas menatap Aliyah karena bingung, tapi mata Aliyah memberikan isyarat agar Martin menjawab iya kalau dia calon pacarnya.


"Iya anak manis, Kakak ini calon pacarnya Kak Aliyah," jawabnya, aku sekali melihat wajah sedih bocah kecil ini. Kenapa Aliyah tega berbohong padanya?


"Sekolah yang bener dulu! Jangan pacaran!" cetus Bima tiba-tiba, hatinya tidak baik-baik saja rasa cemburunya semakin jadi.


"Mas Bima, aku kan sudah besar, jadi ya tidak apa-apa jika aku pacaran, Martin laki-laki yang baik kok," dengan sengaja Aliyah malah menyanjung Martin dan diiringi senyum yang cukup manis.


"Mana ada laki-laki baik ngajak pacaran," cibir Bima dengan tatapan tidak suka kepada Martin.


Aku ingin sekali tertawa saat melihat wajah tampan duda pujuan hatiku ini, terlihat sekali dia begitu cemburu, ayo luapkan dong! Harapanku dalam hati.


"Kakak Cantik jahat," rajuk Ayuna dan beralih ke pelukan Papanya, ia menangis di pelukan Papanya.


Ayuna, tangisnya begitu sedih, mendengar Aliyah sudah punya calon kekasih.


"Papa, Ayuna mau Mama baru," rengek Ayuna membuat Bima sangat kasian pada putrinya.


"Iya Nak, ayo kita cari Mama baru!" ajak Bima, kamu bisa punya calon pacar aku juga bisa punya calon Mama yang lain untuk Ayuna.


"Eh Mas, Mas tunggu mau kemana?" Aliyah tidak rela saat mendengar Bima mengatakan mau cari Mama baru untuk Ayuna.


Itu tidak boleh terjadi! Aku harus menjadi Mamanya.


"Mau cari Mama baru, sana kamu lanjutkan saja berduaanya dengan calon pacarmu itu!" titah Bima, lalu berlalu pergi dari rumah Aliyah.


Saat Bima sudah sampai di depan rumahnya, Bima langsung masuk ke dalam mobil, entah mau kemana?


"Apa dia sungguh mau mencari Mama baru?" Aliyah menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Lah, memangnya apa salahnya Al?" Martin menatap Aliyah bingung.


"Dia adalah Duda Tampan Pujaan Hatiku," kata Aliyah sangat tidak rela saat mobil Bima sudah melaju pergi.


Haah Martin sangat kaget, apa Aliyah ini waras? Dia menyukai duda anak satu? Apa tidak ada laki-laki lain selain duda itu?


Entahlah otak Aliyah itu taruh dimana? Dia malah menyukai seorang duda anak satu.


Benar apa kata para wanita, duda itu lebih menggoda daripada bujang.


Bima mau mencari Mama baru untuk Ayuna dimana?


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia