DKYB: SEPASANG PEMBANTAI

DKYB: SEPASANG PEMBANTAI
. Kompetisi I


Aura kuat Maha dewa bumi 🌟 7 menyapu tempat itu , membuat tempat itu menjadi hening , Suasana yang awalnya riuh kini sunyi , karena mereka tertekan dengan aura tersebut berbeda dengan dua orang yang masih acuh tak acuh dengan kesadaran di sana , bahkan nampak keduanya masih berbincang bincang tanpa memperdulikan keadaan sekitar nya ,


"Paktua, cepat tarik aura lemah mu ini, atau aku akan membantumu menariknya dari sini"tiba tiba muncul suara pemuda yang sangat di kenali oleh pak tua yang kini tengah melayang tersebut , tanpa aba aba dia langsung menarik aura kekuatannya , dan membuat suasana di tempat itu kembali seperti sediakala,


sementara paktua tersebut mengitari pandangan nya untuk mencari seseorang yang tadi mengirimkan telepati pada nya , dan tatapan nya berhenti pada dua sosok yang kini tengah asik bercanda di tengah tengah bangku peserta tak jauh dari posisi nya


"Untung saja mereka ,tidak tersinggung , "ucap nya bergidik negeri pasalnya rasa penindasan yang kamarin menimpa tubuhnya masih saja terbayang bayang , saat long Zen menekan nya saat mereka bertemu di tempat pendaftaran


sebenarnya paktua tersebut melakukan hal sebelum nya bukan untuk menekan mereka yang ada disana hanya untuk memperingati Mereka agar tidak mengacau di kompetisi ini,


"Selamat datang di kompetisi lima tahun an ini, kalian pasti sudah tau apa saja aturan yang berlaku di kompetisi ini, tapi aku akan menjelaskan lagi pada kalian , agar kalian mengerti "


"Pertama , peserta yang akan mengikuti kompetisi kali ini harus berusia di bawah tiga puluh tahun ,


Dilarang menggunakan racun saat dalam pertarunagn , dan peraturan terakhir masih sama , yaitu kalian dilarang membunuh , jika ada lawan kalian yang sudah menyerah , dan kalian masih menghajar nya , peserta tersebut akan otomatis di keluarkan dari kompetisi ini "ucap pak tua tersebut


"Sebelum memulai kompetisi ini, silahkan para perwakilan sakte atau asosiasi untuk menyiapkan semua peserta yang akan kalian kirim menuju arena pertarungan , karena sebentar lagi acara akan dimulai" ucap nya sekali lagi


di bangku peserta ,


para peserta langsung berkumpul dan membentuk kelompok berdasarkan sakte atau asosiasi mereka , dan terlihat mereka di berikan arahan oleh penetua yang kemungkinan salah satu orang penting di tempat mereka belajar beladiri


tak jauh dari Xhuhan dan long Zen , terdapat kelompok yang menatap ke arah Xhuhan dan long Zen dengan tatapan kebencian yang luar biasa , pasalnya mereka merupakan kelompok dari lima orang yang di hajar oleh long Zen dan di rampok oleh Xhuhan sebelumnya, ternya mereka dari sakte golok darah, sakte aliran hitam yang mengikuti kompetisi kali ini


"Apakah dua orang itu yang membuat dirimu menyedihkan sebelum nya.?"tanya seorang pemuda arogan pada orang di samping nya


"Benar tuan muda, mereka berdua yang melakukan nya , dan juga Meraka mengambil semua cincin penyimpanan milik kami berlima"ucap orang tersebut yang merupakan bawahan dari tuan muda sakte golok darah , Tuan muda tersebut bernama Mo sang , pemuda yang di gadang gadang akan menjadi kultivator paling bersinar di eranya , pasalnya di usianya yang menginjak 25 tahun , Mo sang sudah mempunyai kultivasi di ranah Maha Dewa Giok 🌟 1 , oleh karena itu dirinya selalu bertindak arogan dan memandang semuanya dengan tatapan merendahkan , .


tidak heran dirinya di sebut pemuda jenius , pasalnya tuan muda sakte besar lainnya hanya berada di ranah Maha dewa hitam 🌟 5 sampai 🌟 8, hanya satu yang menyaingi kejeniusan Mo sang , Dia adalah Keponakan Paktua yang menjadi pembawa acara sebelum nya , yang sempat di buat ketakutan oleh long Zen saat pendaftaran


"Baiklah karena jumlah peserta mencapai 1000 Orang , dan kami hanya menyediakan lima arena , kalian akan bertanding sekaligus , dengan membagi menjadi Dua ratus orang tiap arena dan di setiap Arena akan di pilih hanya sepuluh peserta saja, jadi kalian bertarunglah dan jadilah yang terkuat di antara mereka , silahkan naik "ucap Paktua tersebut mempersilahkan para peserta untuk memasuki arena


Arena satu sampai empat sudah di isi , kemudian tinggal arena empat dan lima , Xhuhan dan long Zen memasuki area berbeda , agar mereka tidak saling berhadapan terlalu awal


"Baiklah , apakah kalian semua siap.?"tanya paktua yang memandu acara tersebut


"Siap"ucap mereka semua


Xhuhan di arena lima mengirimkan telepati pada long Zen , untuk tidak terlalu mencolok , dan menyuruh Long Zen untuk bergerak di saat saat terakhir ,


"Mulai "


kemudian dua ratus peserta di setiap arena tersebut membentuk kelompok untuk memulai Pertarungan tapi ada yang aneh di arena empat dan lima , sebab di sana terdapat masing masing satu orang berdiri di pojok arena tanpa memiliki kelompok seperti peserta yang lainnya , sontak kejadian tersebut membuat penonton banyak membicarakan mereka berdua , karena mereka mengira mereka berdua terlalu bodoh dan terlalu berani mengikuti kompetisi ini dengan maju seorang diri dan juga tidak ada pancaran aura dari keduanya, makin membuat penonton mengasihani mereka berdua ,


"Orang orang bodoh itu, berbicara seakan akan mereka mengetahui siapa yang saat ini mereka bicarakan"ucap Paktua tersebut mencibir


tak jauh dari dirinya , nampak pemuuda tampan yang merupakan keponakan nya , yang menjadi pemuda jenius yang bisa menandingi kejeniusan Mo sang dari sakte golok darah ,


"Apakah paman mengenal mereka berdua ?"tanya pemuda tersebut pada sang paman


"Tidak, tapi paman hanya berpesan padamu nanti Jika kau masuk ke dalam dunia kuno , berteman lah dengan mereka berdua , jangan sekali kali kau memprovokasinya, karena kalau sampai itu terjadi , paman tidak bisa menjamin jika keluarga kita bisa menanggung kemarahan kedua pemuda tersebut"ucap sang paman


"jangan bercanda paman, bagaimana pemuda tanpa kultivasi seperti mereka berdua bisa membuat keluarga kita hancur , apakah paman tidak terlalu melebih lebihkan mereka berdua ,"ucap pemuda tersebut dengan tak percaya


"Apakah kamu pikir paman becanda sekarang, baiklah aku akan menceritakan apa yang membuat paman berbicara seperti itu sebelumnya" kemudian sang paman menceritakan apa yang terjadi di mulai saat bertemu dengan mereka berdua sampai apa yang menimpa nya setelah meremehkan kedua nya,


bahkan dia juga menceritakan jika tadi dirinya mencoba menekan semua orang dengan kekuatan yang dia miliki, hanya kedua orang tersebut yang masih santai dan lebih menkutkan nya lagi , salah satu dari mereka mengancam nya


"bagiamana, apakah masih mau mencoba kekuatan mereka berdua .?"tanya sang paman paman pemuda di samping nya


sementara pemuda tersebut hanya tertunduk memegangi lututnya yang bergetar karena membayangkan apa yang terjadi pada dirinya jika dia tidak mendengar kan ucapan sang paman.


kembali ke arena ...


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung