
Setelah kepergian Shen Qi , Lin Feng langsung membuat formasi pelindung di mulut goa agar tidak ada yang menganggu dirinya , karena dia berencana untuk langsung menaikkan kultivasi nya dengan pil pil yang di berikan oleh Shen Qi sebelum nya ,
"Baiklah mari kita lihat pil pil yang di berikan kakek sebelum nya , " muncul puluhan botol kaca di depan Lin Feng , dan ternyata benar apa yang di katakan Shen Qi sbelumnya nya , pil pil itu memang sangat berguna untuk nya , dan kemungkinan bisa menaikkan kultivasi nya hingga Dewa Abadi 🌟 1 , tapi Lin Feng tidak yakin dengan hal itu sebab pil pil yang ada di hadapan nya ini kualitasnya tidak 100% hanya 90% ,yang artinya masih ada kotoran yang tersimpan di pil pil itu , sedangkan kebutuhan tubuh nya sangat banyak melebihi orang lain , hal inilah yang membuat Lin Feng kurang yakin jika ia bisa menembus ranah dewa abadi dengan semua pil ini ,
"Dari pada menerka nerka , lebih baik aku mulai saja Langsung, agar bisa mengetahui hasilnya " kemudian Lin Feng juga mengeluarkan beberapa jenis buah buahan abadi untuk membantu dirinya dalam menyerap pil pil itu dan dengan bantuan buah buahan abadi itu , Lin Feng yakin kekuarangan yang ada di pil pil itu akan tertutupi oleh khasiat yang ada di buah buahan itu
Kemudian Lin Feng langsung mengambil botol pertama dan mengeluarkan saparuh isinya dan juga memegang buah buahan abadi di tangan satunya ,
Tanpa menunggu lama Lin Feng langsung menelan semua pil itu sekaligus di ikuti dengan mengonsumsi buah buahan abadi setelah nya , setelah itu Lin Feng langusng masuk ke dalam meditasi nya untuk menyerap semua khasiat yang ada di pil pil itu
.
.
.
Sementara di tempat Lain , saat ini Shen Qi sudah berada tak jauh dari sakte miliknya , dengan kekuatan miliknya saat ini , bukan lah hal yang sulit untuk menempuh jarak jauh dalam waktu se singkat ini.
Shen Qi mengitarinya pandang nya ke arah sakte yang sudah lumayan lama ia tinggal kan , kemudian mata nya menangkap sesuatu yang menutupi saktenya , yang kemungkinan adalah formasi perlindungan dan formasi serangan balik yang sudah di pasang oleh para tametua Sakte nya
"Lamayan tidak buruk , jika itu orang lain mungkin tidak bisa melihat formasi ini , tapi di mataku ini hanya formasi biasa " Shen Qi dengan santai berjalan masuk ke dalam formasi itu , tanpa membuat formasi itu kecah ataupun rusak , karena Shen Qi hanya merobek formasi itu sebentar untuk di jadikan pintu masuk nya ,
Setelah itu dia langsung menghilang dari tempat itu
di dalam ruangan yang terdapat di dalam. Sakte , kini tengah berkumpul 7 Orang yang merupakan orang kepercayaan Shen Qi , yang tak lain adalah tetua agung sakte macan angin dan wakilnya , beserta lima orang tetua satu sampai tetua kelima
"tok tok tok"
Terdengar ketukan pintu dari luar ,.membuat ke tujuh orang itu saling pandang , sebab tidak ada yang diizinkan masuk sampai ke tempat itu kecuali mereka bertujuh , lalu siapa yang berani beraninya datang ke tempat itu Sekarang
"biar aku saja yang melihat siapa yang datang ke tempat ini tetua agung ," Tetua kelima berdiri dari tempat duduknya karena memang dia dari tujuh orang itu yang pangkat nya paling rendah , jadi dia memutuskan untuk berinisiatif membuka pintu , meskipun tidak ada yang menyuruhnya
"Baiklah , bawa orang itu kemari , karena aku juga penasaran siapa orang yang bisa tau tempat ini , bahkan murid dalam pun tidak tau Mengenai tempat ini " Tetua agung mengiyakan dan meminta untuk membawa orang tersebut ke dalam
Kemudian tetua kelima langsung menuju pintu dan membukanya ,
Kreeeekkk....
Setelah pintu terbuka ,Terlihat sosok yang sangat ia hormati tengah menendang nya dengan tersenyum ,
Brugh...
Saking terkejutnya dengan apa yang ia lihat , tetua Pertama sampai menjatuhkan tubuhnya ke lantai hingga menimbulkan suara yang lumayan kerasa saat lututnya menyentuh lantai , sedangkan mata nya masih menatap ke arah sosok yang yang masih berdiri di hadapan nya
"Tetua kelima , ada apa .?" Tetua ke empat yang lumayan dekat dengan posisi pintu bisa melihat dengan jelas posisi tetua kelima yang nampak berlutut di belakang daun pintu yang di buka sebelum nya , membuat dirinya bertanya tanya apa yang membuat tetua kelima sampai menjatuhkan dirinya ke lantai seperti itu ,
Bukannya menjawab , tetua ke empat justru menoleh ke arah pintu ,membuat yang lainnya ikut melihat ke arah yang di lihat oleh tetua ke empat ,
Disana terlihat tetua ke lima nampak bengong dengan posisi berlutut di lantai , membuat mereka bingung , sebab mereka semua tidak melihat orang yang ada di depan tetua kelima karena terhalang daun pintu dan juga posisinya berada di depan tetua kelima jadi tidak mungkin orang orang itu melihat siapa orang yang membuat tetua kelima sampai menjatuhkan dirinya ke lantai sbelumnya
Karena penasaran , akhirnya tetua agung mengajak Semua nya untuk melihat apa yang terjadi pada tetua kelima ,
"Ayo kita lihat , apakah kalian tidak penasaran dengan tingkah tetua kelima yang tiba tiba menjatuhkan tubuhnya ke lantai sbelumnya." Tetua agung memandang ke arah mereka semua , kemudian mereka langsung menuju pintu ,
Sesampai nya di sana ,mereka tidak melihat siapa siapa kecuali tetua kelima yang masih bengong di tempat nya , dengan posisi yang masih sama yaitu masih dalam keadaan berlutut di lantai
"tetua ke lima ada apa.?" Tetua agung menepuk pundak tetua kelima menyadarkan nya dari lamunan nya ,
"Patriak "
Kata yang keluar dari mulut tetua Pertama membuat enam orang lainnya bingung , kenapa tiba tiba tetua kelima meneybut kata itu ,pasalnya posisi itu sudah lama kosong di sakte ini ,
"Hei ,apa maksudmu tetua kelima ,apakah kau sudah mabuk atau bagaimana kenepa tiba tiba kamu menyebut kata patriak sebelum nya , apakah kau sudah sangat mabuk padahal kita hanya meminum arak sedikit sebelum nya " tetua agung semakin di buat bingung oleh tingkah tetua kelima yang tiba tiba seperti ini
"maaf kan saya tetua agung , tapi tadi saya benar benar melihat patriak berada di hadapan saya ketika saya membuka pintu ini sebelum nya , bahkan aku masih ingat dengan senyum yang beliau perlihatkan padaku " tetua kelima menjelaskan apa yang membuat nya bertingkah seperti sebelumnya, dan penjelasan itu bagaikan sambar petir menerpa kepala mereka satu persatu , apalagi tetua agung yang merupakan adik angkat dari patriak Shen Qi , dirinya sangat terkejut dan tersirat kerinduan di wajah nya setelah mendengar ucapan dari tetua kelima sebelum nya
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
. Bersambung