
Setelah selesai menggoda para Tetua sebelum nya , Lin Feng dan Ling Ling memutuskan untuk langsung kembali ke klan untuk menemui paman dan bibinya yang ada di sana , karena memang tidak ada yang harus di lakukan oleh keduanya saat ini selain menunggu Zen Yan dan para tetua kembali dari tugasnya ,
saat hampir tiba di klan , Keduanya langusng mendarat tak jauh dari posisi gerbang Klan , kemudian melanjutkan perjalanan nya dengan jalan kaki ,
"Bagikan pada teman teman mu yang lain " Lin Feng memberikan satu cincin penyinapanan pada penjaga gerbang yang tengah berjaga saat ini , kemudian melanjutkan langkahnya bersama Ling Ling memasuki halaman mansion yang saat ini hanya ada beberapa prajurit yang berlalu lalang di sana ,
Sementara di dalam aula klan , kini terlihat 9 orang tengah berbincang di sana , saking asiknya mereka sampai sampai tidak menyadari jika saat ini Lin Feng dan Ling Ling sudah berada di sana ,
melihat asiknya paman dan bibinya mengobrol saat ini ,Keduanya pun langsung menuju ke dalam kamar mereka untuk beristirahat , meninggal kan mereka yang tengah asik mengobrol di sana ,,
.........
Beberapa hari kemudian
kini Zen Yan dan Tiga Tetua yang bertugas untuk membersihkan mata mata di sakte Tombak matahari kini sudah kembali ke klan, karena mereka sudah menyelesaikan tugasnya
Di aula klan
Kini sudah ada Zen Yan yang baru saja tiba setelah menyelesaikan tugas yang di berikan Lin Feng sebelumnya, di dampingi oleh sang istri dan juga para saudara saudarinya yang juga sudah berkumpul di tempat itu
"Bagaimana paman , apakah ada mata mata di sana seperti yang terjadi pada sakte kita sebelumnya.?" tanya Lin Feng pada Zen Yan yang nampak tengah meminum teh buatan Sang istri
"Persis seperti apa yang kamu duga , malah di sana jauh lebih parah dari yang terjadi pada sakte kita , di sana terdapat 2 tetua tingkat tinggi dan puluhan murid yang menjadi mata mata di sana , mereka bisa lolos dari pengawasan karena di bantu oleh 2 tetua itu , dan untuk mengirimkan informasi keluar di lakukan saat menjalankan misi dan aneh nya tidak ada yang curiga pada beberapa murid penghianat tersebut meskipun setiap bulan melakukan perjalanan misi keluar sakte dan anggota yang di bawa pun itu itu saja , Tapi semua nya sudah berakhir sakarang , karena mereka semua sudah aku singkirkan seperti apa yang kamu katakan sebelumnya, dan saat ini sakte Tombak matahari melakukan latihan tertutup seperti sakte kita memanfaatkan Aray yang kamu titipkan pada paman sebelum nya juga selain itu penjagaan di sana saat ini sangatlah ketat setelah kejadian itu bahkan sampai mencakup wilayah terluar wilayah sakte , karena Mereka takut dengan kemarahan ayahmu , padahal paman sudah mengatakan Untuk tidak berlebihan tapi mereka masih keukeh dengan tekadnya itu , tapi kamu tenang saja paman sudah mewanti wanti mereka semua agar tidak melakukan hal hal yang bisa memancing kecurigaan pihak luar sesuai dengan instruksi mu itu" Zen Yan menjelaskan apa yang terjadi di sakte tombak matahari selama dirinya berada di sana
Lin Feng sedikit menjelaskan rencana nya pada mereka yang ada di sana , karena mereka juga sudah tahu tujuan dari Lin Feng untuk membentuk pasukan sebelum nya adalah Untuk ini , dan mereka mendukung penuh apa yang menjadi tujuan Lin Feng itu , karena mereka dulu juga sampat ingin mengikuti Xhuhan tapi tidak bisa karena harus mengurus sakte dan klan di alam ini , jadi saat ini kesempatan itu datang lagi dan anak anak mereka-lah yang akan mendampingi putra dan putri dari junjungannya itu ,
"Paman dan bibimu hanya bisa mendukung apapun yang akan kalian niatkan pada mereka , karena kami tahu mereka sudah sangat nyaman bersama dengan kalian berdua , dan ini merupakan keberuntungan besar bagi mereka berlima bisa berada di sisi kalian , tidak seperti kami dulu yang tidak bisa mengikuti Orang Tua kalian untuk berpetualang , tapi semua nya sudah terbayarkan dengan adanya putra dan Putri kami saat ini yang sudah berada di bawah bimbingan kalian berdua , " Zen Yan mewakili yang lain'nya untuk berbicara atas nama putra dan putri Mereka yang nantinya akan mengikuti Lin Feng berpetualang ke alam yang lebih tinggi , untuk membantu Lin Feng dan Ling Ling menyelesaikan tugasnya
"Terimakasih paman ,bibi , percayalah kami akan menjaga mereka seperti saudara kandung kami sendiri , tidak akan kami biarkan siapapun menyakiti mereka , dan kami akan mengembalikan mereka nantinya ke tempat ini dengan keadaan yang sama seperti saat aku bawa untuk berpetualang , Tapi ..." Lin Feng sengaja menggantung ucapan nya membuat paman dan bibinya berpikiran macam macam mengenai apa yang akan di sampaikan oleh Lin Feng setelah nya
"Feng'er ada apa.?" Tanya Zen Fan langsung mengajukan pertanyaan dengan suara yang mengandung ke khawatiran ,karena intonasi suara Lin Feng Sebelum nya mengandung makna yang menjurus kepada ke sedihan
"Hahahaha, maaf maaf aku hanya bercanda kalian tidak usah setegang itu " Lin Feng yang sudah tidak tahan menahan tawanya , seketika langsung tertawa dengan keras , tapi tak lama setelah itu tawanya tiba tiba terhenti karena ada sesuatu yang menyakitkan di perut nya
perlahan Lin Feng menunduk kan kepalanya untuk melihat apa yang membuat perutnya sakit ,
Dan enar saja ada tangan halus yang tengah mencubit perut nya , membuat ia yang awalnya tertawa langusng berganti dengan meringis menahan sakit , karena Ling Ling mencubit nya dengan sangat keras akibat kesal pada Lin Feng yang bisa bisanya masih sempat untuk bercanda di situasi seperti ini
"Ling'er tolong lepaskan tanganmu dari perutku , jika tidak kulit perutku akan terkelupas " Lin Feng langsung memohon dengan suara yang sangat rendah
Tapi sekecil apapun Lin Feng berbicara sebelum nya ,suaranya masih bisa di dengar oleh yang lainnya , sehingga kini giliran dirinya yang menjadi bahan tertawaan oleh paman dan bibinya , bahkan Yan Zi dan yang lainnya sampai mengeluarkan Air mata setelah mendengar suara pilu Lin Feng yang meminta untuk Ling Ling melepaskan cubitan pada perutnya
"Lain kali Gege bercanda seperti ini lagi , tidak akan aku lepaskan sebelum kulit Gege benar benar terkelupas " Ling Ling langsung melepaskan tangan nya dari perut Lin Feng , tapi meskipun begitu ucapan yang ia lontarkan sebelum nya langsung menghantam pikiran Lin Feng yang membuat nya bergidik ngeri saat membayangkan itu , sebab tangan Ling Ling sama persis dengan tangan Sang ibu jika dalam urusan mencubit , bahkan Xhuhan pun haru memohon untuk bisa lepas dari cubitan Qingzhu , karena meskipun fisiknya sangat kuat tidak ada artinya bagi Qingzhu , karena tubuh keduanya sudah menyatu itulah mengapa Qingzhu bisa membuat Xhuhan kesakitan hanya karena cubitan nya , begitu juga dengan Ling Ling saat ini yang sudah menerima darah murni Lin Feng sebelumnya