
Setelah memutuskan rencana nya , Lin Feng langusng terbang dengan kecepatan tinggi bersama Ling Ling menuju Kota Pedang , di sana keduanya berencana untuk mampir sebentar melihat lihat kota terbesar yang ada di wilayah barat
mendekati pintu gerbang kota yang yang sangat megah dengan simbol naga melilit pedang di atas gerbang tersebut', yang merupakan naga yang mencerminkan sosok Xhuhan yang di kenal sebagai pemilik asli sakte 2 naga dan sekaligus pemimpin wilayah barat dan banyak juga yang mengganggap jika sosok Xhuhan sebagai pemimpin alam agung ini , bahkan pihak kekaisaran pun tidak keberatan dengan itu , karena memang begitulah faktanya tapi tidak tau sekarang bagaimana setelah kepergian nya bersama keluarga besar nya meninggal kan alam ini , dan untuk pedang tentu saja untuk simbol kota ini , itulah arti dari simbol di atas gerbang tersebut ,
meskipun pada awalnya tidak ada sosok naga di simbol kota ini ,tapi setelah kemunculan sakte 2 naga dan klan Zen yang dalam waktu yang sangat cepat bisa memimpin wilayah barat ini bahkan mampu menundukkan sakte kuat seperti tombak matahari di bawahnya , simbol kota itu langsung di ubah menjadi seperti saat ini, untuk menghormati klan Zen dan sakte 2 naga tentunya , ya meskipun pada akhirnya naga yang di maksud adalah Xhuhan itu sendiri , karena di turnamen tersebut lah Xhuhan memunculkan siluet naga emas agung di atas kepala nya , dan Zen Tian menjelaskan pada semua orang jika orang bertopeng tersebut' adalah putra nya sekaligus pemilik sesungguhnya dari sakte 2 naga dan yang paling mencengangkan kekuatan nya di akui Zen Tian dengan terang terangan sangat kuat melebihi kekuatan nya sendiri ,
..............
"Tidak usah ikut mengantri , ayo masuk " Lin Feng merobek ruang di depan nya membawa Ling Ling langsung muncul di dalam kota
Kemudian keduanya berjalan beriringan mencari restoran untuk mencicipi makanan di kota ini , sebelum menuju klan Zen
Sepanjang perjalanan kedua nya menjadi perhatian orang yang yang berpapasan dengan mereka , sebab keduanya menggunakan topeng terlebih wajah tampan Lin Feng yang tidak tertutup sempurna membuat mereka semakin penasaran dengan nya , sebab meereka yakin jika di balik topeng separuh wajah itu terdapat sosok tampan terlihat dari kulit halus semulus giok dan rahang tegas yang tidak di tutupi topeng karena memang Lin Feng menggunakan topeng separuh wajah yang Hanya menutupi kedua mata, dahi dan hidung , untuk mulut dan pipi sebelah kanan tidak tertutup
Terlihat Restoran berlantai 3 di hadapan keduanya dengan nama Restoran Giok terpampang jelas di atas pintu masuk nya
Lin Feng langsung membawa Ling Ling kedalam dan memilih lantai pertama untuk tempat mereka , agar bisa mendengar kan berita yang mungkin berguna bagi mereka nanti nya
Tempat yang di pilih Lin Feng selalu di pojok agar tidak terlalu menarik perhatian orang orang , ya meskipun keduanya sudah menarik perhatian sejak pertama kali masuk ke tempat ini karena penampilan keduanya , tapi Lin Feng cuek selama mereka tidak mengganggunya,
Sambil menunggu pesanan mereka tiba , keduanya memilih untuk bercerita lebih tepatnya Ling Ling yang memulai cerita mengenai masa lalunya saat di alam agung ini
"Gege , dulu di tempat ini ayah dan ibu pernah membawa ku waktu kecil untuk makan ke tempat ini ,karena waktu itu mereka sudah berjanji untuk menemani ku seharian untuk bermain dan berbelanja hingga membuat aku tertidur di pangkuan ibu karena kelelahan , aku samar samar masih mengingat nya , tapi kami waktu itu berada di lantai paling atas , tapi sekarang aku datang ke tempat ini setelah beberapa tahun berlalu ,dan yang paling membuat ku bahagia sakarang tidak datang bersama mereka tapi aku datang bersamamu ,sungguh takdir yang indah " Ling Ling menceritakan saat dirinya di ajak jalan jalan oleh Xhuhan dan Ling Ling dulu saat ia masih kecil dan menjelang sore mereka bertiga mampir untuk makan di tempat ini dimana dirinya saat itu memesan banyak sekali manisan dan berbagai hidangan mewah untuk dirinya sendiri hingga ia tertidur dengan pulas di pangkuan Qingzhu mungkin karena ia kelelahan dan juga kekenyangan saat itu , memikirkan itu ling Ling tersenyum di balik topeng nya , apalagi orang yang ia dulu panggil kakak secara tidak terduga malah saat ini menjadi mertua nya
"Tunggu sebentar, apahakah ayah dan ibu yang kamu maksud adalah ayah dan ibuku Linger.?" Tanya Lin Feng penasaran , sebab Ling Ling menghubungkan cerita sbelumnya dengan dirinya dan mengatakan takdir yang indah ,Lin Feng berpikir tidak mungkin ayah yang Ling Ling maksud adalah Zentian jika ia tidak mungkin dia membawa namanya dalam cerita itu
"Tentu saja ayah Gege , atau ling'er panggil kakak Han lagi agar Gege paham .?" Ling Ling memutar matanya dengan malas di balik topeng yang ia kenakan, karena hal seperti itu masih saja Lin Feng tidak sadar
"Hahaha , maaf maaf, Gege kira kamu tadi membicarakan kenangan mu bersama kakek Tian , " Lin Feng yang mendengar jawaban kesal Ling hanya tersenyum canggung dan menggaruk bagian belakang kepala nya
Di Tengah obrolan keduanya masuklah 3 pemuda tampan dan 2 wanita cantik berusia sekitar 18 -19 Tahunan yang menggunakan pakaian sakte 2 naga , karena ada simbol 2 naga di punggung mereka , terlihat kekuatan dari kelima pemuda pemudi tersebut' berada di ranah Dewa Hitam 🌟 1. Yang merupakan ranah yang sangat tinggi bagi mereka yang memiliki umur se muda itu , karena rata rata di usia mereka pemuda dan pemudi lainnya hanya bwrada di ranah Dewa kuning 🌟 1 sampai 🌟 3 itupun sudah di anggap murid jenius di alam agung ini sementara mereka berlima sungguh kelompok yang menjanjikan
tak, tak , tak,...
Terdengar langkah kaki yang tergesa gesa dari lantai dua menuju lantai tempat Lin Feng berada ,
"Selamat Datang Di Restoran Giok , Tuan muda dan nona muda Zen , apakah anda sekalian ingin menggunakan ruangan khusus atau bagaimana.?"
Lin Feng dan Ling Ling yang mendengar nama Zen di sebut saat orang tua itu menyambut kelima orang tersebut langsung saling pandang kemudian mengalihkan lagi pandangan nya pada kelima orang sebelum nya
"Tidak usah begitu sopan pada kami Tetua , perlakuan kami seperti pelanggan lainnya tidak perlu membeda bedakan, tapi terimakasih untuk sambutan nya sekali lagi , Tapi kami berlima akan makan di tempat ini tidak perlu menggunakan ruangan khusus cukup tetua siapkan saja menu spesial yang ada di tempat ini untuk kami berlima " satu pemuda maju berbicara pada manager yang menyambut rombongan nya tersebut, nampak pemuda itu berbicara sangat sopan dan tidak mau di perlakuan spesial dan bahkan membungkukkan tubuhnya sedikit untuk mengucapkan terimakasih pada manager tersebut
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung