
Melihat dirinya saat ini di abaikan oleh kedua orang bertopeng di hadapan nya ini , perlahan senyum yang sbelumnya terukir di bibir Bao Chen langsung Berubah di gantikan kemarahan pada dua orang tersebut
"Brak"
"Kalian berdua, awalnya aku tidak ingin melakukan hal ini , karena aku pikir kalian sebelum nya tidak mengetahui siapa aku , tapi kalian malah mengabaikan tuan muda ini , Berlututlah dan merangkaklah di bawah kaki ku , dengen begitu aku akan melupakan kejadian ini " Bao Chen menggebrak meja di depan nya dengen kerasa sehingga membuat meja tersebut hancur berantakan dan mengarahkan aura dewa surgawi 🌟 5 nya ke arah Lin Feng dan Ling Ling di sertai ancaman yang menyuruh kedua nya untuk berlutut dan merangkak di bawah kakinya
Ling Ling yang mendengar ucapan dari pemuda itu hanya tersenyum di balik topengnya , dan mendoakan yang terbaik untuk nya , karena dia tau jika Lin Feng paling tidak suka saat dirinya di ancam eh orang lain apalagi menggunakan nama besar keluarga atau latar belakang kuat yang di miliki
"Apakah aku perlu membereskan nya Gege .?" Ling Ling mendekatkan mulutnya ke telinga Lin Feng berbisik saat mengatakan itu , agar tidak ada yang tau jika ia adalah wanita
"Tidak perlu , kita abaikan saja dia , sebaiknya kamu sembuhkan pipi wanita yang ada di depan kita ini " Lin Feng menjawab pelan , tapi ucapan kedua orang itu bisa di dengar oleh pelayan yang masih menunduk kan kepalanya di hadapan nya saat ini , dan membuat dia sedikit tertegun karena salah satu orang yang berada di balik topeng di hadapan nya adalah wanita
"Tenang lah , kamu sudah mendengar apa yang di katakan oleh suami ku sebelumnya bukan .?" Ling Ling menggeser kursinya mendekati pelayan itu
Pelayan itu hanya mengangguk tanpa berani mengangkat kepala nya
Melihat itu Ling Ling langsung menempel kan telapak tangan nya di pipi pelayan tersebut mengalirkan energi nya pada pelayan tersebut , yang langsung membuat pipi nya yang berwarna merah Langsung menghilang ,
Sementara di belakang mereka Bao Chen sangat marah melihat apa yang dua orang bertopeng ini lakukan , karena kemarahan nya sudah memuncak , ia mengirimkan dua bawahan nya yang mempunyai kekuatan dewa langit 🌟 7 untuk menyerang
Lin Feng yang melihat ada pergerakan di belakang nya , langsung membalikkan badannya dan mengangkat kedua tangan nya menuju kedua kepala dua orang penyerang itu
Duaaarrrr...... Duaaarrrr
Suasana di tempat itu langsung hening , bahkan banyak para pengunjung tempat itu menuntah kan makanan mereka kembali setelah melihat apa yang di lakukan oleh Lin Feng sbelumnya
"Bawa keluar tubuh tanpa kepala dua bawahan mu ini , dan segera tinggal kan tempat ini , jangan sampai aku sendiri yang bergerak untuk membuang mu ke luar dari tempat ini " Lin Feng mengarah kan pandangan nya pada Bao Chen dan para bahwahannya , sepersekian detik Lin Feng melepaskan sedikit auranya , sehingga membuat Bao Chen dan Bawahan nya memucat karena merasakan kekuatan mengerikan itu ,
Dengen cepat Bao Chen memerintah kan anak buahnya yang lain untuk membawa ke dua tubuh tanpa kepala anak buah nya yang meninggal sebelum nya , sementara dirinya langsung melarikan Diri keluar dari tempat itu karena sangat takut dengan Lin Feng, bagaimana dia Tidak takut , anak buahnya yang memiliki kekuatan dewa langit 🌟 7 pun langsung meledak kepala nya hanya dengan pukulan sederhana , bagaimana jika orang itu serius, itulah yang menjadi ketakutan nya
Setelah kepergian Bao Chen bersama para bawahan nya dan juga dua mayat tanpa kepala yang baru saja di bunuh oleh Lin Feng , suasana tempat itu masih sunyi tidak ada yang berani buka suara karena merasa takut pada dua sosok bertopeng itu , apalagi pelayan wanita yang berada di meja yang sama bersama kedua orang tersebut
"Maaf atas ketidak nyamanan yang terjadi di sini sbelumnya, sebenarnya aku tidak ingin melakukan semua itu , tapi orang orang bodoh itu yang menginginkan nya , silahkan nikmati kembali acara makan kalian semua, karena kami akan meninggalkan kan tempat ini , dan sebagai permintaan maaf ku pada kalian semua , biar aku yang akan membayar biaya yang di keluarkan oleh kalian semua untuk makan di tempat ini , dan satu lagi untuk mengganti kerusakan barang barang yang ada di tempat ini " setelah mengatakan itu Lin Feng meletakkan cincin penyinapanan di meja nya dan berdiri meninggal kan tempat itu bersama Ling Ling untuk memesan kamar untuk malam ini
Setelah kepergian Lin Feng dan Ling Ling ,. Muncul pria paruh baya sbelumnya yang merupakan pemilik tempat penginapan dan restoran ini ,
"Tu Tuan " pelayan wanita yang di bantu ling Ling sbelum nya ingin menyambut pria itu namun di hentikan oleh lambai an tangan dari bos besar nya itu dan menyuruh nya tetap duduk di tempat nya
"Duduklah , " pemilik tempat itu langsung memeriksa cincin yang di tinggal kan Lin Feng , yang membuat nya sempat terkejut sesaat sebab isi dari cincin itu adalah jutaan batu roh tingkat rendah yang bahkan lebih dari cukup untuk makan di tempat itu selama bertahun tahun , tapi dengan mudahnya sosok bertopeng tersebut memberikan nya sebegai kompensasi untuk restoran nya , padahal jelas jelas dia mengetahui sendiri jika orang bertopeng tersebut hanya membantu pelayannya sementara yang melakukan kerusakan adalah tuan muda dari sakte Tombak matahari bukan dia
"Seperti yang di katakan oleh tuan sebelum nya , untuk makanan dan minuman yang kalian pesan hari ini gratis dan jika kalian ingin memesan yang lain silahkan saja , karena semua biaya nya sudah di bayar oleh tuan itu ,dan untukmu akan ada bonus yang akan aku berikan setelah ini dan ini bukan dariku tapi dari orang yang menolong mu sbelumnya " pria paruh baya itu mengumumkan hal yang sangat membuat para pengunjung restoran itu bersorak gembira , yang membuat mereka yang awalnya nya tidak berselera makan lagi akibat peristiwa sbelumnya kini memesan menu yang lain lagi bahkan yang lebih mewah dari sebelumnya karena sudah ada yang menanggung nya
Sementara untuk pelayan wanita yang mendengar akan mendapatkan bonus dari bossnya yang di berikan oleh penolong nya sbelumnya langsung menangis bahagia karena bukan hanya selamat dari bahaya dia juga mendapat kan hadiah , meski dia tidak tau seberapa besar bonus itu tetap saja dia mengucapkan banyak terimakasih pada dua sosok bertopeng yang membantu nya itu