
kemunculan siluet dua naga es dan naga petir di belakang Xhuhan sebelumnya membuat semua orang ketakutan apalagi saat ini kekuatan yang di pancarkan Xhuhan sangat sangat menakutkan sehingga membuat tubuh mereka bergetar karena takut , meskipun tidak ada yang tau di ranah apa kekuatan xhuhan yang di perlihatkan saat ini
semua orang yang ada di sana kecuali keluarga nya yang ada di dalam ruangan nomor 5 , semuanya berlutut setelah menyaksikan Xhuhan melayang di udara dengan memancar kan aura agung dari tubuhnya , berbanding terbalik dengan sebelum nya yang mencekam
Di ruangan nomor 5
long Xia dan yang lainnya tersenyum saat merasakan aura yang sangat di kenalinya tersebut dan nampak cairan bening mengalir di ujung mata wanita cantik itu
"kau sungguh mirip dengan ayah Han'er "ucap long Xia dengan lirih , yang terus memandang ke arah xhuhan
"Bibi kenapa menangis , apa bibi sakit .?"ucap Ling Ling dengan suara imutnya saat melihat long Xia menangis di samping nya
"Bibi tidak sakit sayang , Bibi sedang bahagia sekarang "ucap long Xia mengusap pipi si kecil yang berada di pangkuan Qingzhu
"Tapi , kenapa bibi menangis jika bahagia , Ling Ling kalau bahagia tertawa bukan menangis , apakah bibi tidak berbohong pada Ling Ling .?"ucap nya lagi dengan polos
long Xia yang sudah tidak tahan lagi dengan kepolosan si kecil langsung membawa nya kedalam pelukan nya
"Bibi tidak berbohong sayang , ini adalah tangis bahagia "ucap Long Xia dengan sabar menjelaskan pada Ling Ling
meskipun tidak mengerti dengan ucapan sang bibi Ling Ling hanya manggut-manggut dan kembali ke rutinitas nya memakan cemilan yang di tangan nya
"Bagaimana pak tua , apa keputusan kalian "ucap Xhuhan sekali lagi menatap ke arah ketiga patriak sakte petir abadi , pedang bulan dan patriak bulan suci, terakhir patriak cahaya langit
ke empat patriak tersebut' tanpa menunggu lama langsung terbang ke arena di ikuti para tetua di belakang nya
tanpa di perintahkan mereka berempat berlutut di depan Xhuhan di ikuti para tetua sakte yang ada di belakang nya
"Ayah , ajak paman Wei dan paman Wu ke sini , dan bilang pada kedua pamanku untuk sedikit membocorkan kekuatan nya agar mereka segan pada kita "ucap Xhuhan pada ayahnya melalui telepati
tak lama Zentian datang di ikuti kedua pemuda tampan dengan aura yang sangat kuat mendekat ke arena
Zentian langsung terbang sejajar dengan Xhuhan , sementara long Wei dan long wu bergabung dengan long Ti di belakang
"silahkan kalian bersumpah setia pada ayahku , dan jangan pernah mencoba bermain main dengan ayahku , karena aku tidak akan bicara sepeti ini lagi setelah ini , percayalah jika kalian ingin hancur maka lakukanlah aku sendiri yang akan turun langsung mendatangi kalian "ucap Xhuhan dengan nada penuh penekan an di sertai kharisma khas dari seorang penguasa
"kami tidak berani tuan muda ,"ucap mereka serempak
"Kami siap menjadi bawahan sakte dua naga , dan kami bersumpah setia atas nama langit dan bumi jika kami berkhianat biarkan petir surgawi menghukum kami " ucap mereka berempat
jdeeer.....
sumpah mereka berempat langsung di sambut oleh kilatan petir di langit
kemudian xhuhan melihat ke arah para tetua sakte tombak matahari yang kini tengah merawat sang patriak ,
"bagaimana dengan kalian , apakah kalian ingin mengingkari janji kalian atau "ucap Xhuhan terhenti seteleh para tetua dari sakte tombak matahari menjatuhkan diri berlutut di hadapan nya
"bagus , berikan ini pada patriak kalian "ucap Xhuhan melemparkan pil bercorak emas pada tetua dari sakte tombak matahari
tidak membuang waktu pil tersebut langsung di minuman pada sang patriak , dan tidak membutuhkan waktu lama untuk membuat patriak Meng Toli siuman bahkan terdengar empat kali ledakan dari dalam tubuhnya menandakan dirinya menerobos empat tingkat sekaligus , membuat kultivasi nya naik ke ranah andai ๐ 5
"Terimakasih tuan muda "ucap patriak Meng Toli langsung berlutut
"kalian tidak usah iriุ karena seteleh ini kalian juga akan mendapatkan hal yang sama karena kalian sudah menjadi bagian dari ku "
"ambillah "
xhuhan menyerahkan masing-maisng satu cincin penyimpanan pada patriak masing masing sakte ,
karena penasaran mereka langsung melihat apa isinya ,
"Apaaa....."
mereka berlima langsung membuang cincin yang ada di tangannya karena kaget dan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat
"Tuan muda "ucap mereka melihat ke arah xhuhan
"Gunakan dengan baik dan jangan pernah berpikir untuk berbuat yang aneh aneh di belakang ku "ucap Xhuhan
"Terimakasih tuan muda "lagi lagi mereka yang ada di sana di suguhkan pemandangan dimana kelima patriak itu lagi lagi berlutut di hadapan pemuda bertopeng
"Berdirilah , dan bicaralah dengan ayahku setelah ini "ucap Xhuhan
kemudian mereka berlima menjelaskan semuanya pada murid yang mereka bawa , agar mereka tidak berbuat kesalahan kedepannya pada sakte dua naga apalagi pada Xhuhan
"aku serahkan sisanya pada ayah "ucap Xhuhan tersenyum di balik Topengnya dan terbang mendekati Dong Fu yang dari tadi hanya diam menyaksikan itu semua
"Maaf paktua Dong, acaranya harus berakhir seperti ini "ucap Xhuhan meminta maaf pada Dong Fu
"tidak tuan muda , ini bukan sepenuhnya salahmu , dan ini juga sudah terjadi ,mau bagaimana lagi "ucap Dong Fu tersenyum kecut
"Baiklah , terimalah hadiah kecil dariku , dan berikan juga pada yang mulia kaisar , sampaikan permohonan maaf ku padanya "ucap Xhuhan menyerahkan satu cincin penyimpanan yang berisikan buah buahan abadi di dalamnya
"Tu tuan muda ini "Dong Fu di buat gemetar setelah melihat apa yang yang di berikan Xhuhan di dalam cincin itu
"Ambillah semoga dengan itu yang mulia kaisar dan dirimu cepat menerobos "ucap Xhuhan
"Terimakasih tuan muda , aku yakin dengan ini yang mulia akan langsung menerobos tanpa kesulitan apapun "ucap Dong Fu senang
"Baiklah , aku pamit dulu pak tua Dong" ucap Xhuhan bersiap untuk pergi
"Tunggu tuan muda , tolong terima ini , siapa tau tuan muda nanti ingin mengunjungi istana , "ucap Dong Fu menyerahkan lencana emas miliknya
xhuhan langsung menyimpan itu dan langsung pergi menuju paman dan ayahnya
"Paman ,tolong dampingi ayah disini , karena aku akan jalan jalan bersama ling ling dan Zhu'er "ucap Xhuhan menatap ke pada para paman nya
"dan satu lagi , paman Zhu dan paman Zhi ayo ikut denganku juga , biar sekalian membeli beberapa pakaian untuk kalian pakai di pernikahan kalian yang sebentar lagi tiba "ucap Xhuhan
kemudian xhuhan long Zhi dan long Zhu menghilang dan muncul di dalam ruangan nomor 5 dan membuat Ling Ling kecil berteriak gembira melihat Xhuhan tiba tiba muncul di hadapan nya
"Woaaaaah kakak hebat , apakah kakak bisa mengajak Ling Ling menghilang "ucapnya dengan penuh semangat
"tentu saja , Ling Ling kecil "ucap Xhuhan seraya mencubit hidung nya
Ling Ling yang di cubit hidungnya langsung mengerucut kan bibirnya karena kesal pada Xhuhan , karena sudah menjadi kebiasaan bagi Xhuhan untuk mencubit hidung si kecil saat di rinya gemas pada sang adik
"baiklah aku Zhu'er dan Ling Ling akan jalan jalan di kota , sementara ibu dan yang lainnya silahkan kalian temani paman dan bibi untuk mencari baju pengantin mereka , "ucap Xhuhan seraya menyerahkan cincin penyimpanan berisi kan jutaan batu roh di dalamnya
"apakah aku boleh berbelanja juga "ucap long Jia bersemangat
"tentu saja , kakak bisa membeli apapun yang kakak mau , dan tolong jaga ibu ya "ucap Xhuhan tersenyum
"serahkan masalah ini pada kami adik , ayo paman bibi kita berangkat "ucap long Jia bersemangat
kemudian mereka berpisah untuk jalan jalan ke kota
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung