DKYB: SEPASANG PEMBANTAI

DKYB: SEPASANG PEMBANTAI
S2. Cerita Shen Qi | Ke Adaan Wilayah Utara


Lin Feng masih diam di tempat nya membiarkan Shen Qi menyelesaikan lamunan nya , entah apa yang ada di pikiran orang tua itu saat ini , Lin Feng juga tidak mau ambil pusing , dia hanya menunggu di sana


"Huft....bisakah kau melepas kan segel yang ada di tubuhku ini Feng .?" Shen Qi menghembuskan nafas nya dengan kasar , agar dirinya Kemabli tenang dan langsung bertanya kata Lin Feng mengenai keinginannya yang sudah di anggapnya mustahil sebelum nya


"Sebelum aku melakukan itu , bisakah kakek menjelaskan apa yang membuat kakek seperti sekarang ini , karena dengan latar belakang yang di miliki kakek، tidak mungkin ada orang bodoh yang berani melawan kakek di wilayah utara ini , kecuali kakek di serang oleh orang yang kakek kenal saat kakek lengah " Lin Feng yang penasaran dengan kejadian yang menimpa sosok di depannya ini mau tak mau harus menanyakan ini , agar dia tidak salah mengambil langkah ke depan nya , mengingat sosok Shen Qi yang sekuat ini pun bisa di lumpuhkan seperti ini , jadi Lin Feng ingin mengetahui semuanya sebelum memutuskan untuk membantu nya


"Baiklah karena kamu sebelum nya sudah membantu menyembuhkan ku , maka aku sudah memutuskan untuk percaya padamu , karena aku melihat tidak ada niat buruk dari mu padaku , " kemudian Shen Qi berpindah tempat mengajak Lin Feng untuk duduk di bawah pohon agar enak bercerita nya


setelah menemukan tempat yang nyaman untuk mengobrol , shen Qi langsung memulai ceritanya


Cerita berawal dari perbuatan posisi putra mahkota yang akan menggantikan Shen hou untuk memimpin wilayah Utara selanjutnya,


Dewa angin Shen hou memilih putra bungsu nya untuk meneruskan kepemimpinan selanjutnya , karena sosok anak bungsunya sangat baik dan berbanding terbalik dengan sang kakak yang mempunyai sifat yang sangat tidak cocok sebagai putra mahkota ,yang hanya suka pergi bermain dan mengacau di berbagi tempat mengandalkan statusnya untuk mendapat semua yang ia mau , hal itu lah yang membuat Dewa angin Shen Huo lebih memilih putra bungsunya yang masih berusia 20 tahun untuk menjadi penggantinya ,


sontak berita ini langsung saja menyebar ke seluruh wilayah selatan ini , membuat pangeran pertama langsung murka dan diam diam mengumpulkan kekuatan di belakang sang ayah dan juga shen Qi yang merupakan kakek nya


dan semua itu di ketahui saat pengangkatan sang adik untuk menjadi pemegang kekuasaan selanjutnya selesai yang di lanjutkan dengan pesta keluraga di malam harinya ,


Hari itu Shen Qi dan Shen Huo beserta keluarga besarnya tengah merayakan pesta bersama keluarga besar di istana malam harinya,


dan pada saat itu Pengeran pertama menaruh bubuk tidur di minuman yang ada di sana , dan memulai rencana jahatnya , setelah Shen hou , Shen Qi dan adik nya tertidur , dia langsung menyegel kekuatan ketiganya menggunakan jurus yang ada kata kitab segel yang di simpan sudah lama di dalam tempat rahasia di istana itu , entah sejak kapan Pengeran pertama mempelajari cara menggunakan segel itu , tapi yang pasti pangeran pertama tidak tau cara membukanya , karena kekuatan' nya tidak cukup untuk melakukan itu bahkan Shen Qi dan juga Shen Hou pun tidak akan bisa membuka segel itu , karena tidak ada keterangan yang menyebutkan bagaimana cara membukanya , hanya ada cara memasang saja di dalam kitab itu , makanya kitab itu menjadi kitab yang tidak di pelajari dan di jadikan sebagai pusaka yang di simpan di rumah harta ,


tapi pangeran pertama menggunakan jurus segel yang ada di kitab itu untuk melumpuhkan kita bertiga , demi ambisinya untuk naik tahta , dan saat ini ayah ibu dan juga sang adik di penjara di bawah tanah, juga para petinggi istana yang setia pada Sang ayah juga di penjara bersama ayah nya, untuk prajurit yang tidak patuh semuanya di bunuh oleh pasukan miliknya yang sudah ia siapkan sbelumnya di luar istana , sementara Shen Qi bisa melarikan diri setelah bersusah payah melawan anak buah cucu durhaka nya itu , dan luka yang ia dapatkan dari insiden itu sudah di sembuhkan Lin Feng sebelumnya


untuk sakte yang ia pimpin , sampai saat ini dia tidak tau bagaiman kabarnya , karena dia sudah menitipkan para tetua pertama kepercayaan nya untuk menjaganya sebelum pergi untuk berpesta di istana ,


"itulah kisah yang menimpa diriku dan juga anak dan cucuku yang harus menderita akibat keserakahan salah satu cucuku sendiri " ada sedikit tetesan air yang nampak keluar dari kedua mata Shen Qi setelah menyelesaikan ceritanya


"Apakah yang kakek maksud aku adalah bagian dari mereka sebelum nya ada hubungannya dengan ini?" Lin Feng menghubungkan cerita ini dengan sikap Shen Qi padanya saat pertama kali bertemu dengan nya , dimana Shen Qi sangat ketakutan saat melihat Lin Feng pertama kali


"Tidak, itu tidak ada hubungan nya dengan masalah yang aku cerita kan sebelumnya, kelompok yang aku maksud adalah kelompok yang tiba tiba muncul setelah insiden yang terjadi di istana , mungkin mereka memanfaatkan kesempatan itu untuk mengambil keuntungan dari perpindahan kekuasaan itu , kelompok itu tengah merencanakan sesuatu di tempat ini karena kelompok itu sering menjarah dan merampok siapapun yang di temui nya mungkin sebagai persiapan untuk renacana besarnya di kemudian hari , dan saat ini mungkin mereka sudah menguasai hampir semua kampung kampung yang ada di pinggiran wilayah Utara ini , tidak tau bagaimana dengan kota kota yang ada di tempat ini , mungkin juga sudah di kuasai oleh kelompok itu juga, kecuali kota yang di lindungi Langsung oleh istana dan juga sakte besar seperti sakte sakte milikku , kelompok itu juga menggunakan topeng dan pakaian hitam sepeti kamu sebelum nya makanya aku mengira jika kamu adalah bagian dari mereka , ya meski jubah dan topeng yang kamu pakai sangat berbeda dengan mereka tetap saja akan membuat siapapun yang melihat mu berpenampilan seperti itu curiga karena wilayah Utara ini sudah sangat mengenal orang dengan penampilan seperti itu musuh masyarakat" Shen Qi menjelaskan kenapa dia mengira Lin Feng bagian dari kelompok itu


"Jadi seperti itu , lalu bagaimana dengan pihak istana dan sekte yang ada di wilayah Utara ini، apakah mereka tidak membantu masalah ini kenapa di biarkan sampai mereka bertindak sejauh ini ."Lin Feng sangat emosi dengan apa yang orang orang itu lakukan kata penduduk yang tidak berdosa itu , dan juga Lin Feng mempertanyakan sikap istana Dan juga sakte besar yang ada mengenai masalah ini


"Bukan kah aku sudah menjelaskan sebelumnya jika istana saat ini sudah di pimpin oleh cucuku yang kurang ajar itu , jadi mana mungkin dia mau mengurus masalah ini , selama dirinya bisa terus bersenang senang , urusan rakyat tidak akan pernah dia pedulikan , dan untuk sakte kecil dan menengah , mungkin sudah di kuasai oleh mereka , tapi tidak dengan sakte milikku , karena setahuku mereka menutup diri dari dunia luar setelah aku di kabarkan tiba tiba menghilang setelah pergi ke istana , mungkin mereka sudah menebak apa yang terjadi padaku , makanya orang orang ku yang ada di sakte memutuskan menutup sakte dari dunia luar agar tidak di jadikan pion oleh cucuku yang kurang ajar itu " Shen Qi dengan sabar menjelaskan semua yang ingin Lin Feng ketahui , karena dia sudah menerima Lin Feng sebagai orang yang dia percayai bahkan lebih dari itu


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung