DKYB: SEPASANG PEMBANTAI

DKYB: SEPASANG PEMBANTAI
S2. 5 Jenius Muda Klan Zen


"Tentu tuan muda , Nona muda , silahkan duduk, sebentar lagi pelayan akan membawakan menu spesial restoran ini "Manager restoran tersebut nampak tersenyum terlihat wajah nya berseri seri karena bisa berbincang dengan 5 Jenius muda milik klan penguasa wilayahnya , apalagi nampak jika Lima orang tersebut tidak memiliki sifat layaknya tuan muda dan nona muda klan besar yang kebanyakan dari mereka gila hormat dan ingin selalu di layani , padahal jika mereka berlima menginginkan hal itu tentu tidak akan ada yang berani menolak nya , siapa juga yang ingin berurusan dengan tuan muda dan nona muda dari klan penguasa seperti klan Zen, yang juga memiliki sakte 2 naga dan juga sakte Tombak Matahari di Belakang nya ,


Kemudian 5 orang tersebut duduk di meja besar tak jauh dari posisi Lin Feng dan Ling Ling Berada , sementara sang manager langusng memerintah kan para pelayan untuk melayani kelima tamu terhormat nya itu ,


"Gege , bagaimana dengan mereka , apakah kita akan bergabung dengan kelompok itu atau menunggu sampai Mereka menyelesaikan makan nya ?" Tanya Ling Ling yang saat ini sudah melepas kan Topengnya karena makanan yang mereka pesan sebelum nya sudah tiba , di gantikan oleh cadar putih yang menutupi separuh wajahnya


"Biarkan saja mereka menyelesaikan makannya terlebih dahulu, yg sepertinya Sebentar lagi akan datang , kita makan dulu baru nanti kita bicara dengan mereka " Lin Feng menggelengkan kepalanya menolak usulan Ling Ling, karena dia masih ingin menghabiskan waktunya berdua dengan nya , karena sangat jarang keduanya menghabiskan waktu santai berdua di luar seperti saat ini


"Baiklah"


kemudian keduanya melanjutkan kegiatan makannya ,


Sementara di meja lainnya yang di tempati 5 Jenius klan Zen


"Saudara Zi, apakah kalian merasakan ada perasaan aneh yang tidak bisa dijelaskan saat menatap pemuda bertopeng separuh wajah yang ada di meja itu .?" salah satu dari kelima orang itu bertanya pada pemuda yang sbelumnya berbicara pada manager restoran saat pertama kali masuk ke tempat ini


"Kamu benar saudara Jun , seperti ada perasaan akrab pada diri kita saat orang itu melihat ke arah kita sebelum nya , tapi aku juga tidak tau apa itu , mungkin setelah ini kita bisa menemui mereka , semoga saja kedatangan kita tidak mengganggu waktu kedua senior itu " Pemuda yang sebelumnya di tanya mengiyakan pertanyaan itu , karena dirinya juga merasakan perasaan yang sama saat tatapan nya bertemu dengan orang yang berada di meja sebelah nya itu


kelima orang itu mendiskusikan apa yang akan mereka lakukan setelah mereka selesai makan , apakah langsung menemui nya di tempat ini atau mengikuti nya setelah keluar dari tempat ini , tapi mereka juga tidak mau Sembarangan menyapa kedua orang itu , bagaimana pun Mereka orang asing , takut tindakan mereka di anggap kurang sopan oleh kedua orang tersebut , jadi mereka dengan saling memberikan masukan terus mendiskusikan masalah ini


sementara tanpa di ketahui oleh kelima orang itu , dua orang yang mereka bicarakan sudah mendengar kan semua yang mereka bicarakan dari awal hingga akhir , nampak Lin Feng dan Ling Ling menampilkan senyum di bibir keduanya setelah mendengar obrolan mereka , apalagi sikap ke-lima nya yang sangat sopan dan sangat menghargai orang lain menambah kesan positif bagi keduanya


"Sepertinya paman Yan , mengajari generasi muda mereka dengan baik , baguslah dengan begitu kita tidak perlu repot repor mendisiplinkan mereka saat kita tiba di klan nantinya " Ling Ling tersenyum saat mengatakan itu , yang di angguki oleh Lin Feng, kemudian kedua nya melanjutkan kegiatan makan mereka lagi ,


setelah menghabiskan makanan nya , Ling Ling memutuskan untuk menggunakan lagi topeng Hitam nya , semenatra Lin Feng menghampiri pelayan untuk membayar semua makanan dan minuman yang telah ia pesan sbelumnya ,


"Apakah sudah selesai Gege .?" tanya Ling Ling saat melihat Lin Feng sudah kembali ke tempat duduknya


"Benar , sekarang kita hanya perlu menunggu mereka " sambil berbicara Lin Feng menoleh ke arah Lima orang tersebut dan kebetulan pemuda yang di panggil dengan sebutan saudara Zi sebelum nya tengah melihat ke tempat Lin Feng , sehingga tatapan keduanya kembali bertemu , yang langsung di tanggapi oleh senyuman oleh Lin Feng , membuat pemuda yang di panggil Zi tersebut cukup kaget sebab ia ketahuan saat mencuri pandang ke arah Lin Feng , namun ia buru buru tersenyum ramah seraya menangkupkan tangannya ke arah Lin Feng , sebagai gestur permintaan maaf karena sudah tidak sopan sebelum nya


'Tidak perlu sesopan itu Saudara, karena kita seumuran , jika memang saudara ada perlu dengan kami silahkan datanglah kemari tidak usah sungkan'


tiba tiba suara pemuda yang sangat lembut bergema di kepalanya , yang membuat ia langsung menoleh ke arah Lin Feng lagi ,di tempat nya Ternyata Lin Feng tersenyum mengangguk mengonfirmasi jika suara sbelumnya adalah dirinya


"Saudaraku ayo ikut aku " pemuda yang di panggil saudara ZI sebelum nya itu langusng bangun dari tempat duduknya tak lupa ia mengajak semua orang yang ada di tempat itu untuk mengikuti nya


"Saudara ZI ada apa apa.?" tanya wanita cantik yang duduk di sebelah nya itu yang bernama Zen Yun Ning , sementara pemuda yang berdiri sbelumnya bernama Zen Yan zi,


sedangkan ketiga orang lainnya bernama , Zen Fan zhu, Zen Ho Jun , dan yang terakhir wanita cantik satu nya lagi yang bernama Zen Hun Yi


"Kita sudah mendapat kan izin dari kedua senior sebelum nya , dan aku baru saja di panggil oleh senior itu untuk menemui nya , apakah kalian ingin ikut atau tidak , jika tidak kalian tunggu saja di sini biar aku saja yang kesana " Zen Yan Zi menjelaskan kenapa ia mengatakan itu dan menanyakan apakah mereka akan ikut menemui dua orang yang sangat membuat kelompok nya penasaran sebelum nya itu apa tidak


"suadara Zhu selalu saja bersemangat seperti biasa nya, semoga saja ia tidak mengacau di tempat kedua senior itu , ayo kita susul " Zen YanZi langsung mengajak ketiga orang lainnya menyusul


"selamat siang Dua senior , bolehkah yang muda ini bergabung dengan Kalian berdua di sini " Zen Fan Zhu menangkupkan kedua tangannya setelah sampai di tempat Lin Feng dan Ling Ling dan mengutarakan niatnya dengan sopan


"Duduklah , kita bisa bicara setelah para suadara saudarimu datang juga , dan satu lagi jangan panggil kami senior karena kita seumuran " Lin Feng mempersilahkan nya duduk tak lupa ia mengatakan jika mereka seumuran agar tidak terlalu kaku saat bicara


"Ba - Baiklah , saudara terimakasih " karena tidak mengetahui nama keduanya , Fan Zhu memanggil Lin Feng saudara dan tersenyum canggung karena dirinya terlalu semangat untuk bertemu dengan kedua orang di depannya ini , sampai meninggal kan ke empat suadara nya


Tak berselang lama ke empat orang lainnya tiba di tempat itu , yang langusng di persilahkan duduk oleh Lin Feng


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung