DKYB: SEPASANG PEMBANTAI

DKYB: SEPASANG PEMBANTAI
S2. Mengunjungi Kediaman Keluarga Bangsawan Cong


Perajurit kota yang di tugaskan untuk melalukan evakuasi pada warga yang berada tak jauh dari lokasi Ling Ling dan Lin Feng berada, kini tengah melakukan tugasnya , dengan cepat mereka menjauhkan para warga dengan alasan ke amanan , awalnya para warga menolak tapi setelah di jelaskan alasan sebenarnya dari pengaman an kali ini berulah mereka menurut , warga langsung mengutuk bangsawan Cong karena membawa bencana ke kotanya


untung pasukan milik keluarga Cong belum berangkat jadi mereka bisa mengamankan tempat itu dengan aman tanpa kendala sedikit pun, sementara Ling Ling dan Lin Feng kini udah menyelesaikan sarapan kini sudah berada di luar restoran, dan berniat untuk meninggal kan restoran itu untuk melanjutkan perjalanan menjelajahi wilayah barat ini , tapi langkah kedua nya terhenti karena banyak sekali prajurit yang tengah mengevakuasi para warga di sekitar an restoran membuat keduanya bingung dengan apa yang terjadi


"Hey , apa yang terjadi .?" Ling Ling mengentikan salah satu prajurit yang kebetulan dekat dengan posisi nya


Prajurit yang mengetahui siapa pemilik suara tersebut di buat gugup kemudian menoleh ke arah Ling Ling dan Lin Feng yang tengah menatap ke arahnya


"De Dewi memanggilku .?"tanya prajurit itu dengan hati hati


"Jelaskan apa yang terjadi di sini , kenapa kalian mengevakuasi warga menjauh dari tempat ini , apakah ada masalah .?" Ling Ling langsung menanyakan apa yang di lakukan oleh para prajurit itu mengabaikan ketakutan dari prajurit itu pada dirinya


"Ma maaf Dewi , kami melakukan itu karena di perintah kan oleh tuan kota sebab dari Mata mata yang kami miliki, mengatakan jika keluarga bangsawan Cong tengah mengumpulkan pasukan nya untuk menyerang tempat ini , jadi kami melakukan ini untuk menyelamatkan prajurit dari dampak pertempuran yang akan terjadi di tempat ini " Prajurit itu walaupun gugup tetap menjelaskan kenapa mereka melakukan itu


"Orang bodoh itu belum kapok rupanya , kalian tidak usah melakukan itu lagi karena tidak akan ada pertarungan tempat ini " Ling Ling tersenyum tipis di balik cadarnya saat mengatakan itu


"maksud Dewi bagaimana.?" prajurit tersebut bingung tidak mengerti dari ucapan Ling Ling sebab Ling Ling tidak menejelaskan secara rinci hanya mengatakan jika tidak akan ada pertrungan to tempat ini ,


"Tidak perlu bingung , karena aku sendiri yang akan mendatangi mereka bersama suamiku sekarang , awalnya aku berniat melepaskan mereka tapi ternyata mereka sudah sangat bosan hidup di dunia ini , " Ling Ling menjelaskan secara singkat tujuan nya kemudian menoleh ke arah Lin Feng yang mengangguk kan kepalanya pertanda jika ia menyetujui rencana Ling Ling


"Baiklah kami pergi dulu " Tiba tiba tubuh Ling Ling dan Lin Feng menghilang dari tempat nya membuat prajurit tersebut melongo dan beberapa detik kemudian langsung tersadar dan berlari ke arah prajurit lainnya untuk mengabari yang lain mengenai ucapan sang Dewi sebelum nya dan mereka langsung bergegas kembali ke arah kediaman tuan kota untuk melaporkan ini ,


sementara Ling Ling dan Lin Feng sudah berada di atas kediaman bangsawan Cong ,kedua nya melayang di udara dengan melapisi tubuh mereka dengan energi semesta milik Lin Feng sehingga tidak ada yang merasakan kehadiran mereka berdua ,


"Bagaimana Gege apakah kita langsung hancurkan saja semua orang orang bodoh yang ada di bawah kita ini atau bagaimana, karena kita sudah cukup lama berada di kota ini aku sudah sangat bosan berada di sini , ingin segera berpetualang lagi di wilayah barat ini apalagi sekarang ada Gege yang akan menemani ku " Ling Ling nampak memandang ke arah ke Diaman keluarga Cong yang ada di bawah nya ,


"Tapi sebelum itu kamu gunakan topeng ini untuk menutupi wajahmu , jika kamu muncul dengan penampilan seperti ini mereka akan tau jika kamu adalah Dewi bercadar yang di puja puja oleh penduduk di wilayah barat ini , dan tentu nya hal itu akan membuat rencana kita untuk menghukum para sampah sampah klan Cong pun akan gagal , karena tidak mungkin mereka masih berani sombong jika tau yang mereka singgung adalah sosok yang kejam sepertimu " sambil terkekeh Lin Feng menyerah kan topeng full wajah pada Ling Ling untuk menutupi identitasnya ,


"Gege tidak usah ikut ikutan memanggilku dengan sebutan itu , apalagi juga ikut menyebutku kejam, " Ling Ling cemberut saat Lin feng menggodanya tapi dia tetap tersenyum dan menggunakan topeng itu di ikuti Lin Feng yang juga menggunakan topeng , tapi dia hanya menggunakan topeng separuh wajah tidak full seperti milik Ling Ling


"Baiklah waktunya membersihkan sampah yang ada di kota ini , " setelah mengatakan itu kedua nya perlahan turun dari atas dan mendarat di depan pintu gerbang keluarga bangsawan Cong


"Kembalilah , katakan pada tuan kota jika aku yang akan mengurus Masalah ini , " Lin Feng berbicara sendiri saat kakinya baru saja menapak di tanah ,


tak jauh dari posisi Lin Feng dan Ling Ling berada , rupanya satu orang mata mata yang sebelumnya tinggal di sini untuk memantau kediaman klan Cong di buat terkejut oleh ucapan orang bertopeng separuh wajah yang mengetahui posisi persembunyian nya dan bahkan bisa tau jika dirinya merupakan orang suruhan tuan kota


Tanpa menunggu lama Mata mata tersebut langsung pergi dari tempat itu untuk mengabari tuan kota mengenai dua orang misterius yang tiba tiba muncul di kediaman keluarga Cong itu , dan ingin segera menjelaskan apa yang di katakan orang bertopeng separuh wajah itu


Di tengah perjalanan kembali, mata mata itu berhenti karena melihat tuan kota dengan ratusan prajurit tengah berjalan menuju ke arahnya


"Izin melapor tuan " ucap mata mata itu setelah tiba di hadapan tuan kota


"Apakah ada Yang terjadi di tempat keluarga Cong sehingga kamu terlihat buru buru begitu ?" Tanya tuan kota setelah melihat siapa orang yang baru tiba di hadapan nya itu


"Benar Tuan, Karena Saat ini di tempat tinggal keluarga bangsawan Cong tiba tiba kedatangan dua orang bertopeng yang saya sendiri tidak tau dari mana mereka berasal , karena tiba tiba saja mereka muncul tak jauh dari pintu gerbang keluarga Cong tempat saya mengintai , dan orang itu memberikan pesan pada anda , dia mengatakan jika Masalah ini akan dia sendiri yang mengurus nya dan memerintah kan saya untuk kembali " Mata mata itu menjelaskan panjang lebar apa yang membuat nya kembali dari tugas mengintai yang di gelar kan tuan kota sebelum nya


"Rupanya ucapan Dewi sebelum nya tidak main main , baiklah ayo kita segera ke sana untuk mengamankan lokasi itu agar tidak ada orang yang mendekati kediaman itu, " Tuan merasakan dua perasa an yang berbeda sekarang di hatinya , pertama ketakutan nya akan sang Dewi mengamuk di kota sbelumnya sudah tidak terjadi , kedua mengasihani keluarga Cong yang salah memilih lawan yang mengakibatkan bencana datang ke rumah nya sendiri