DKYB: SEPASANG PEMBANTAI

DKYB: SEPASANG PEMBANTAI
S2. Sakte 2 Naga | Zen Yan Malu


"Kali ini apa yang akan kita terima , cepat buka karena aku sangat tidak sabar untuk melihatnya " melihat temannya masih belum membuka hadiah yang di berikan Yan Zi sebelum nya , Dia nya langsung mendesaknya agar segera di buka


"Sabar , kau pikir hanya kamu saja yang penasaran , aku juga sama , tapi jika kita langsung membuka nya begitu saja , kita tidak sopan pada tuan muda dan yang lainnya , " melihat tingkah teman nya , murid yang di berikan kantungan oleh Yan Zi langsung menceramahi teman nya itu


"Hehehe maaf , aku hanya tidak sabar untuk melihat hadiah kita , ayo tunggu apa lagi cepat buka , tuan muda dan rombongan nya sudah tidak ada lagi di sini" bukannya tersinggung atau apa , temannya yang di tegur sebelum nya malah cengengesan dan masih mendesak untuk membuka hadiah nya


yang mau tak mau harus di kabulkan oleh murid yang memegang kantongan yang di berikan Yan Zi sebelum nya ,


"Srak"


"Apppaa"


keduanya langsung Berteriak dengan kencang dengan mata melotot , karena hadiahnya kali ini berbeda dari biasanya yang hanya berupa pil energi ataupun batu roh tingkat rendah , melainkan batu roh tingkat rendah hingga tingkat tinggi di dalam nya , dengan itu Mereka bisa membeli pil kultivasi untuk menaikkan kekuatan mereka beberapa tingkat , karena pil yang Mereka butuhkan biasanya hanya berharga 3000 batu roh tingkat rendah atau setara hanya 3 batu roh tingkat menengah , dan saat ini di dalam kantungan itu ada puluhan batu roh tingkat tinggi dan ratusan tingkat menengah ,


"Terimakasih tuan muda" keduanya langsung menghadap ke arah sakte dan membungkuk ke arah Rombongan Yan Zi sebelum nya , meskipun sudah tidak terlihat lagi , mereka tetap memberikan penghormatan pada tuan mudanya itu


sementara di tempat Yan Zi dan rombongan nya berada , sepanjang jalan Mereka menjadi perhatian murid murid yang berpapasan dengan kelompok itu , pasalnya tujuh orang itu menggunakan topeng dan pakaian yang sangat mencolok , empat orang serba hitam sementara tiga lainnya berwarna putih ,


dan bukan hanya itu saja yang membuat mereka bertanya tanya mengenai kelompok itu , tapi arah yang di tuju oleh kelompok itu , yang kini tengah menuju ke arah tempat para tetua dan patriak sakte berada ,


"Maaf senior , apakah anda semua memiliki janji dengan patriak , jika ia silahkan tunggu sebentar, agar bisa saya sampaikan dahulu kedatangan senior sekalian pada patriak " Terlihat murid Dengan kultivasi di ranah penguasa 🌟 1 menyambut Yan Zi dan rombongan nya di pintu masuk bangunan tempat para petinggi sakte berada


"Tidak perlu , bawa langsung mereka masuk ke ruangan ku " sebelum Yan Zi menjawab , terdengar suara Zen Yan menggema di sana , memerintahkan agar Yan Zi dan kelompok nya masuk ,


"Maaf atas kelancangan ku sebelumnya senior , mari saya antar ke ruangan patriak " murid itu gugup karena takut ketujuh orang di depan nya ini tersinggung dengan tindakannya itu , pasalnya patriak sakte sendiri yang langsung menyuruh mereka ke tempat nya , itu tandanya kelompok ini pasti sangat lah penting , sebab dari dulu patriak sakte tidak pernah membawa tamunya ke ruangan nya langsung , paling di bawa ke tempat biasa menerima tamu , tidak seperti saat ini


Yan Zi hanya mengangguk dan mengikuti murid tersebut untuk mengantar nya ke tempat ayahnya , meski ia sendiri sedikit bingung bagaimana ayahnya bisa tau jika dirinya sudah tiba di sakte , padahal jelas jelas Mereka sudah mengunci aura mereka sejak pertama kali masuk ke sakte ini ,


"Silahkan masuk senior , saya hanya bisa mengantar sampai di sini , kalua begitu saya permisi senior " murid tersebut hanya mengantar sampai pintu ruangan Zen Yan , karena memang tidak ada yang boleh masuk ke tempat itu Selain Zen Yan sendiri dan juga keluarganya yang memang merupakan pengecualian untuk mereka


"Tok Tok Tok"


Yan Zi mengetuk pintu ruangan itu , meskipun ia anaknya , ia masih tau sopan santun tidak langsung masuk sebelum di izinkan oleh sang ayah


"Masuklah "


"Kriiieeekk"


saat menginjakkan kaki di dalam ruangan itu untuk pertama kali, Meraka berlima kecuali Lin Feng dan Ling Ling merasakan aura maha dewa putih mencoba menekan mereka , membuat mereka berlima kaget , sebab tidak ada yang memiliki kekuatan di atas ranah abadi selain Mereka bertujuh setau Mereka ,


Zen Yan yang tengah menatap ke arah kelima orang bertopeng di hadapan nya itu langsung Tersenyum karena ia mengira reaksi yang di tunjukan oleh kelima orang itu adalah karena tertekan oleh aura nya , andai saja ia tau jika reaksi yang Meraka tunjukkan bukan karena itu , bahkan aura yang datang ke arah Mereka sebelum nya tidak terasa sama sekali , bagiamana mungkin Maha Dewa kuning seperti mereka bisa tertekan oleh ranah di bawahnya


"Hahahaha , aku tau kalian sangat kuat setelah di latih oleh feng'er dan ling'er sebelum nya ,tapi kalian tidak menyangka bukan , jika aku sudah memiliki kekuatan di atas batas kekuatan yang ada di alam ini , jadi bagaimana apakah kalian terkejut dengan apa yang aku lakukan tadi .?" ucap Zen Yan dengan tersenyum ke arah kelima orang di depan nya , membuat Mereka yang awalnya kaget dengan aura kekuatan yang tiba tiba mereka rasakan sebelumnya ,


tapi setelah mendengar ucapan Zen Yan sebelum nya , kelima orang itu tidak bisa Menahan tawanya lagi , tapi mereka berusaha menahan nya agar tidak bersuara , karena takut membuat Zen Yan malu,


begitu juga dengan Ling Ling dan Lin Feng yang juga geli setelah mendengar apa yang Zen Yan katakan sebelumnya ,


"Hahahaha " Yan Zi yang sudah tidak tahan tiba tiba langsung tertawa dengan kencang , untung ruangan itu memiliki frormasi pelindung , jika tidak bisa bisa suaranya akan membuat orang orang di luar ruangan kaget dengan itu


"Tunggu sebentar, kenapa kamu malah tertawa Zi'er, apakah ada yang salah dengan apa yang ayah katakan sebelumnya , .?" tanya Zen Yan mengerutkan kening nya ,


"Tidak ada ayah , aku hanya geli saja dengan aura Maha Dewa Putih 🌟 1 yang ayah arahkan pada kami berlima " Yan Zi menggelengkan kepalanya , mungkin jika ia melepas topeng nya , maka wajah nya akan terlihat yang sudah memerah karena menahan untuk tidak terus tertawa setiap mengingat ucapan sombong ayahnya sebelum nya ,


"Wush"


Zen Yan langsung melesat dari tempat duduknya menuju kelima pemuda dan pemudi itu , sedangkan untuk Lin Feng dan Ling Ling ia memilih duduk untuk menyaksikan pertunjukan seru di hadapan mereka itu


Zen Yan , melepaskan lagi kekuatan nya , kali ini ia menggunakan kekuatan penuh nya , untuk melihat reaksi kelima orang itu ,


Lima menit berlalu , tapi tidak ada tanda tanda jika kelima orang di hadapan nya itu tertekan dengan auranya , bahkan tubuh ke-lima nya masih tegak tanpa goyah sama sekali,


kemudian Zen Yan memutari tubuh kelima nya , untuk mengecek kekuatan mereka , tapi sekuat apapun ia mencoba , tidak ada hasil yang bisa ia dapatkan


"Ada apa ayah , apakah sudah cukup, jika ia izinkan kami duduk dulu , karena apa yang ayah lakukan pada kami sebelum nya tidak berefek sama sekali pada tubuh kami , bahkan terkesan seperti hanya angin lewat "


"Uhuk"


ke empat orang lainnya langsung tersedak hampir tertawa saat mendengar ucapan Yan Zi sebelum nya, yang dengan enteng menggoda ayahnya sendiri , membuat wajah Zen Yan merah , karena malu dan juga kesal bercampur menjadi satu