
Di dalam restoran Ling Ling dan Lin Feng sudah kembali menyantap sarapan yang sebelumnya sempat tertunda, Ling Ling hanya memesan minuman untuk menemani Lin Feng karena sebelum nya ia sudah terlalu banyak ngemil saat Lin Feng tengah menghajar Cong Kak ,
Di tengah kegiatan sarapan nya , Ling Ling merasakan ada aura dari seorang di ranah dewa langit 🌟 1 mendekat ke restoran
"Gege launjutkan saja sarapan nya , biar aku yang mengurus pengganggu yang datang kali ini " Ling Ling kali ini di benar benar di buat kesal kareana setiap kali ingin sarapan dengan tenang selalu ada yang menggangu nya , apalagi saat ini Lin Feng baru saja menyantap sarapan nya setelah sebelumnya di ganggu oleh para sampah sampah itu
Lin Feng hanya mengangguk dan meneruskan kegiatan makannya , sementara Ling Ling berpindah ke meja sebelah yang ada di samping mejanya sebelum nya ,
dari arah pintu masuk restoran muncul puluhan prajurit kota memasuki restoran termasuk dua orang yang menjadi penjaga gerbang sebelum nya , di ikuti oleh tuan kota yang nampak buru buru ikut masuk ke dalam , saat tuan kota tiba di dalam restoran tiba tiba punggung nya merasakan desiran hawa dingin yang menakut kan di tambah dengan tekanan aura yang sangat berat menimpa punggung nya
sambil menahan tekanan itu tuan kota menyapukan pandangannya ke segala area di dalam restoran itu ,
Deg...
Jantungnya hampir melompat saat melihat sosok wanita cantik memakai gaun biru dengan cadar putih menutupi wajahnya tengah menatap ke arah rombongan nya dengan tatapan dingin membuat Tuan kota langsung menjatuhkan tubuhnya nya karena tidak mampu lagi menahan tekanan yang menimpa tubuhnya
"Tuan ada ap...
"Berlutut Kalian semua cepat " tanpa menghiraukan rasa sakit di dadanya tuan kota Berteriak dengan marah pada prajurit nya yang masih berdiri , dua penjaga gerbang yang pertama kali beraksi dan langsung menjatuhkan tubuhnya ke lantai dengan keras setelah itu di ikuti oleh perajurit lainnya
"Apa tujuan kalian datang ke mari , berikan alasan yang masuk akal untukku, jika tidak ، tidak ada satupun dari kalian yang boleh meninggalkan tempat ini " Ling Ling mendekati tuan kota dan duduk di kursi yang jaraknya kira kira sepuluh meter dari posisi tuan kota yang tengah berlutut di lantai
"De Dewi maafkan ..
"Cukup , jawab apa tujuan kalian tidak usah bertele tele " Ling Ling sudah kehilangan kesabaran saat ini , pasalnya ada saja yang menganggu nya dan Lin Feng saat ingin menghabiskan waktu bersama
Tuk....Tuk.....
Dua penjaga gerbang yang takut di salahkan langsung membenturkan kepala mereka ke lantai
"Maafkan kami Dewi , kami tidak tau apa apa mengenai hal ini, kami hanya mendapatkan kabar dari prajurit kota yang juga mendapat kan kabar dari pelayan restoran jika ada keributan di sini dan kami datang ke tempat ini untuk ....
"Untuk menangkap kami, atau untuk menghakimi kami " Ling Ling langusng memotong ucapan dari penjaga gerbang tersebut sehingga membuat tubuh penjaga gerbang tersebut' gemetar ketakutan karena dari nada bicara Ling Ling mereka berdua sudah tau saat ini sang Dewi dalam kondisi marah pada mereka
sementara orang orang yang ada di sana di buat syok oleh identitas asli wanita bercadar yang ada di hadapan mereka , terlebih sang resepsionis dan pelayan yang sbelumnya melayani nya
"Kau paktua , apa tujuan sebenarnya dirimu, mengingat posisi mu di kita ini sebagai tuan kota , tidak perlu seharusnya kamu datang sendiri ke tempat ini jika hanya untuk menangani keributan kecil ini kan.?" Ling Ling mengalihkan pandangan nya pada tuan kota dan menanyakan tujuannya datang kemari perlahan Ling Ling menurunkan tekanan yang di keluarkan sebelum nya karena tidak merasakan niat jahat dari orang orang di hadapan nya , tapi karena sudah terlanjur kesal Ling Ling tadi sengaja melampiaskan kekesalannya pada mereka terutama tuan kota yang menjadi sasaran utama dari kemarahan nya
"lalu dari mana kalian tau jika aku yang berada di balik keributan yang ada di tempat ini, apakah dua orang ini yang memberitahu kalian .?" Ling Ling menunjuk kedua penjaga gerbang yang sebelumnya sudah di ancam oleh Ling Ling untuk tidak membuka identitas ataupun keberadaan nya saat bertemu di gerbang kota
"Izin bicara Dewi , sebenarnya tuan kota dan yang lainnya tidak salah , saya yang melapor kan kejadian ini pada prajurit kota dan menejelaskan apa yang terjadi pada mereka ، mungkin dari sana tuan kota tau jika itu adalah Dewi , mohon maafkan saya jika apa yang saya lakukan membuat anda tersinggung" pelayan yang sbelumnya melaporkan kejadian ini langsung maju dan menjelaskan bagaimana bisa tuan kota bisa berada di tempat ini pada Ling Ling
"Baiklah karena kamu melakukan itu untuk menolong suamiku , kamu tidak akan aku hukum, dan terimakasih untuk perhatian nya , tapi lain kali tidak usah melibatkan orang lain jika kami mengalami masalah lagi , bukan nya aku atau suamiku sombong, tapi apakah kalian pikir suamiku tidak bisa mengurus Maslah kecil ini sendiri, jadi lain kali tidak usah repot repot lagi untuk melakukan itu " Ling Ling yang mendengar alasan dari pelayan yang sbelumnya melayaninya langsung tersenyum ke pada pelayan itu dan menjelaskan siapa sosok pemuda tampan yang ribut dengan keluarga bangsawan Cong sbelumnya
"Ada apa pak tua , katakan saja jika masih ada yang ingin kamu sampaikan padaku, tapi Jika tidak ada kamu boleh membawa kembali prajurit mu keluar dari tempat ini karena kalian mengganggu pengunjung restoran ini " Ling Ling yang melihat gelagat aneh tuan kota langsung menanyakan apa yang ia akan bicara kan karena jika di lihat dari gelagat nya nampak ada sesuatu yang ingin ia sampaikan padanya
"Itu Dewi , apakah Dewi benar benar sudah memiliki suami , karena Dewi sebelum nya mengatakan jika suami anda tidak perlu bantuan kami jika untuk melawan mereka sebelumnya, lalu Dimana saat ini suami anda Dewi .?" Tuan kota dengan gugup bertanya mengenai siapa suami yang di maksud oleh sang Dewi be cadar di depan nya ini, pasalnya setau dia selama ini Dewi bercadar hanya sendiri dalam melakukan aksi aksinya , lalu kenapa tiba tiba sekarang Dewi mengatakan jika dia memiliki suami , hal ini lah yang membuat tuan kota dan yang lainnya bertanya tanya , kecuali resepsionis dan kedua penjaga gerbang yang memang sudah bertemu Mereke sebelum nya
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung