DKYB: SEPASANG PEMBANTAI

DKYB: SEPASANG PEMBANTAI
S2. Keluar Dari Goa | Bergerak nya Sakte Macan Angin


Setelah naik ke ranah dewa surgawi 🌟 9, Lin Feng memutuskan untuk berdiam diri satu hati lagi di gua itu untuk memperkokoh pondasi kekuatan'nya , ya meskipun bysnos melakukan itu secara otomatis tubuh Lin Feng akan langsung kokoh dengan sendirinya karena keistimewaan tubuhnya , Lin Feng tetap memilih bermeditasi di sana karena dia juga tidak terlalu terburu-buru juga untuk berpetualang , karena di daerah Utara ini kemungkin sudah di urus oleh Shen Qi dan sakte macan angin miliknya , jadi tugas Lin Feng di alam dewa ini cukup terbantu dengan keberadaan Shen Qi , dengan begitu dia lebih bisa menghemat waktu


Pagi hari nya , Lin Feng sudah memutuskan untuk pergi meninggalkan goa itu karena sudah seminggu ia berdiam diri di tempat itu , Lin Feng berniat mencari informasi terbaru apa saja yang terjadi di wilayah Utara ini selama seminggu dirinya menutup diri ,


Kemudian Lin Feng terbang menjauh dari tempat itu menuju arah timur , untuk mencari pemukiman penduduk , syukur sukur jika ada kota disana , karena dirinya tidak tau posisi nya saat ini ada dimana , Lin Feng cukup menyesal tidak menanyakan pada Shen Qi sebelum nya ,


Satu jam melakukan perjalanan dengan terbang dengan kecepatan sedang , Lin Feng menemukan perkampungan yang tengah di bangun kembali , nampak orang orang di kampung itu sangat bersemangat bergotong royong membangun rumah rumah warga bergantian , di selingi dengan canda tawa membuat Lin Feng penasaran untuk bertanya , tapi sebelum itu Lin Feng berganti jubah hitam yang ia kenakan dengan jubah biru dengan dalaman berwarna putih juga dengan topeng separuh wajah yang tak lupa ia gunakan ,


Lin Feng berjalan santai menuju perkampungan itu karena dia sebelum nya mengamati dari kejauhan , sesampainya di sana Lin Feng menghampiri salah satu warga yang nampak membawa kayu besar untuk di jadikan tiang rumah , warga tersebut nampak kesulitan kemudian Lin Feng menepuk pundak warga tersebut mengalirkan energi penyembuhan pada tubuhnya , membuat warga tersebut kaget karena tubuhnya merasa ringan dan bertenaga setelah di tepuk oleh Lin Feng


"Terimakasih tuan pendekar , terimakasih " warga tersebut langsung menjatuhkan kayu yang ia bawa dan membungkuk kan tubuhnya ke arah Lin Feng , sebab dia sudah sangat lama menderita dengan penyakit yang ada di dalam tubuhnya yang sangat sulit untuk di sembuhkan, apalagi dirinya tidak memiliki uang yang cukup untuk pergi ke tabib , dan saat ini ada seorang penyelamat yang datang langsung ke kampung nya dan menyembuhkan penyakitnya dengan mudah


"tidak apa apa paman , paman tidak perlu membungkuk ke padaku, itu hanya pertolongan biasa " Lin Feng memegang kedua bahu warga tersebut dan membuat orang itu tegak agar tidak membungkuk padanya


"Oh iya paman , apa yang terjadi dengan perkumpungan ini , karena nampak rumah rumah disini ada beberapa yang baru saja di bangun , dan sepetinya perkampungan ini baru saja mengalami musibah apakah paman bisa menceritakan nya padaku " Lin Feng memandang sekeliling nya melihat ke arah pembangunan rumah rumah di kampung itu


"Tuan pendekar benar , sebelum nya kampung ini memang di kuasai oleh kelompok yang menggunakan pakaian serba hitam dengan topeng menutupi wajah nya , mereka memaksa kami untuk tunduk dan patuh pada mereka , jika ada yang melawan langsung di bunuh di tempat , sejak saat itu kami hidup dalam penderita an yang sangat menyiksa , dimana semua sumberdaya baik dari hasil panen dan lainnya di ambil oleh mereka , dan kami sebagai pemilik aslinya hanya di berikan sedikit , itupun hanya cukup untuk makan sekali sehari , tapi beruntung kemarin tiba tiba datang sekelompok orang yang merupakan pasukan yang di kirim oleh sakte macan angin datang ke kempung ini membebaskan kami dari mereka , bahkan mereka membunuh seluruh anggota yang sbelumnya menduduki kampung ini , dari perbincangan yang saya dengar ini adalah perintah langsung dari patriak sakte macan angin yaitu patriak Shen Qi yang memerintahkan seluruh murid elitenya untuk memburu kelompok yang dengan nama Topeng Darah tersebut , sebab beliau patriak shen Qi ingin menjadikan wilayah Utara ini tempat aman di bawah lindungan saktenya , bahkan beliau tak pelit memberikan modal untuk kami para warga untuk membangun kembali desa ini " Warga tersebut menceritakan kronologi kejadian yang menimpa kampung nya dan juga siapa yang menolong mereka dari kelompok topeng darah


"jadi begitu , apakah paman tau , sejauh mana perkembangan dari pembersihan yang di lakukan oleh orang orang dari sakte macan angin ini .?" Lin Feng kembali bertanya mengenai sejauh mana pembersihan yang di lakukan oleh sakte macan angin pada kelompok topeng darah tersebut


"Setahu saya hampir seluruh wilayah Utara ini sudah di bersihkan oleh mereka tuan pendekar, karena patriak Shen Qi memerintah kan seluruh pasukan murid elite saktenya untuk menyebar di ekeuruh wilayah Utara ini , sementara untuk dirinya dan tetua agung sakte , berada di istana untuk menghukum cucu beliau yang ternyata memenjarakan yang mulia Shen Huo dan permaisuri , bahkan adik dari Pengeran pertama pun kabarnya juga di penjara oleh Pengeran pertama , karena dia cemburu pada Pengeran kedua yang di nobatkan sebagai penerus yang mulia dewa angin Shen hou " karena Lin Feng membantu nya , warga tersebut tidak pelit memberikan informasi yang ia tahu kepada Lin Feng ,


"Untuk ibu kota jaraknya membutuhkan waktu 7 hari dari kampung ini Tuan pendekar jika melalui jalan kaki , anda cukup Menuju ke arah timur lurus , disana anda akan menemukan kota yang sangat megah yang merupakan ibu kota wilayah Utara ini " warga tersebut menunjuk ke arah timur , yang merupakan arah menuju ibukota


"Baiklah terimalah atas informasi paman , terimalah hadiah kecil dariku , aku harap paman bisa mengunakan nya dengan baik dan berikan juga pada warga yang lain nya " Lin geng memberi kan satu cincin penyimpanan pada orang yang dari tadi mengobrol dengan nya itu , Lin Feng melakukan itu karena Lin Feng tau orang di depan nya ini adalah seorang kultivator di kampung ini ya meskipun hanya ranah dewa prajurit itu sudah cukup ,jadi dia bisa menggunakan cincin penyimpanan yang di berikan Lin Feng tersebut


"Tuan pendekar ini ..."


"Aku tau paman satu satunya kultivator di kampung ini , maka aku percayakan semua yang ada di cincin itu pada paman , dan juga di sana selain ada keperluan warga disini , ada juga sumberdaya kultivasi untuk paman gunakan , jadi gunakan dengan baik , aku pergi " Lin Feng langsung menghilang di hadapan orang tersebut membuat dia hanya bengong di tempat nya , membuat nya tambah yakin jika orang yang menyembuhkan nya sbelumnya adalah sosok Dewa kuat yang tengah lewat di kempung itu


Bruk ...


Warga tersebut berlutut menjatuhkan tubuhnya ke tanah mengucap kan terimakasih pada Lin Feng , membuat dirinya menjadi tontonan oleh warga di sana ,


"Terimakasih Tuan Dewa "


Kemudian dia memeriksa cincin pemberian Lin Feng yang ada di genggaman nya ,


lagi lagi dia di buat terkejut dengan apa yang ada di dalam cincin itu , ada puluhan ribu batu roh tingkat rendah dan berbagai sumberdaya kultivasi seperti yang Lin Feng katakan padanya


..