DKYB: SEPASANG PEMBANTAI

DKYB: SEPASANG PEMBANTAI
42. Meninggalkan Sakte


Di Hua yang saat ini jalan jalan bersama Qiao Yi nampak sangat bahagia , karena dia bisa bertemu dengan teman teman se usianya di sakte ini, karena selama ini dia hanya berada di sakte kecilnya setiap hari Hinga dia dewasa


"apakah kamu senang adik.?"tanya Qiao Yi


"sangat senang kakak Yi, karena di tempat ini banyak sekali teman untukku bermain , tidak seperti di tempatku''ucapnya murung hampir seperti menangis


''kenapa bersedih , coba ceritakan sama kakak"ucap Qiao Yi memeluk Di Hua , saat melihat akan menangis


"Dari kecil aku selalu tinggal di sakte bersama keluargaku, aku tidak pernah bermain keluar dari sana hingga aku berumur dua puluh tahun, dan disana aku tidak mempunyai teman perempuan, hingga kakak Han dan kakak Zhu tiba , sejak saat itu aku mempunyai teman perempuan dan kakak Zhu dan kakak Han juga sangat baik padaku, mangajakku ke kota dan juga membelikan ku pedang bagus, dan karena bantuan mereka berdua sakte awan putih yang dulunya kecil dan di anggap remeh kini menjelma menjadi sakte besar bahkan sekarang ada murid perempuan disana , tapi aku belum terlalu kenal dengan mereka, karena Mereka baru masuk sakte tiga bulan yang lalu"ucap Di Hua menceritakan kisahnya dan juga sakte tempat ia tinggal pada Qiao Yi


"sekarang kamu tidak perlu sedih lagi, ada kakak yang akan selalu bermain bersama Hua'er , dan juga ada kakak Yu dan kakak Lian nanti , kamu bisa bermain dengan kami"ucap Qiao Yi mengusap kepala adik ipArnya itu


"Terimakasih kakak Yi " ucap Di Hua memeluk Kakak iparnya itu


sementara di dalam, patriak Rui dan matriak Ying tengah membahas rencana pernikahan anak anak mereka , yang akan di laksanakan enam bulan dari sekarang


.


.


.


.


.


satu tahun kemudian


sakte awan putih dan sakte lembah salju menjelma menjadi dua kekuatan besar di daratan selatan dan timur, apalagi setelah mereka manjadi satu keluarga besar , makin mengokohkan kekuatan keduanya , dan juga Xhuhan telah membuat teleportasi di kedua sakte tersebut' agar bisa gampang untuk menemui satu sama lain


Di sakte awan putih


Di Lang cs dan ketiga istrinya kini duduk di halaman tempat tinggalnya , di sana ada taman khusus keluarga yang di buat oleh patriak Rui saat membangun sakte sebelumnya disana juga ada xhuhan dan Qingzhu bersama mereka


"Bagaimana dengan kandungan mereka .?"tanya Qingzhu pada Dilang


"semuanya sehat saudari Zhu, sekarang sudah kuat mungkin karena sudah memasuki usia lima bulan , jadi mereka pun sudah terbiasa dengan kondisi mereka"ucap Dilang pada Qingzhu


ya mereka sudah menikah 6 bulan yang lalu dan sekarang ketiganya sudah memiliki calon bayi yang sudah memasuki usia kandungan 5 bulan


"bagiamana dengan kamu suadara han, apakah tidak mau menyusul kami?"goda Dilang pada Xhuhan


"entahlah saudara Lang, mungkin nanti kami memikirkan untuk memiliki keturunan, karena saat ini urusan kami masih belum selesai dan kemungkinan kami akan pergi dari sakte sebelum anak kalian lahir"ucap Xhuhan menjelaskan pada Dilang


Dilang tidak terlalu kaget dengan itu, Karena sebelumnya Xhuhan sudah meminta izin untuk meninggal kan sakte stelah mereka menikah , tapi karena bujukan dari ketiganya akhirnya Xhuhan bertahan sampai sekarang


"Baiklah saudara Han, aku harap jika urusan kalian udah selesai di luar sana ,kalian bisa kembali ke tempat ini"ucap Dilang meski agak sedikit berat melepaskan mereka pergi, tapi dia tidak berhak menahan xhuhan disini


ke esokan hari nya di sakte awan putih di gemparkan oleh kepergian xhuhan dan Qingzhu dari sakte, pasalnya yang tau mereka pergi hanya para petinggi seperti di Lang cs dan keluarga patriak , untuk para murid, mereka Tidak di Beri tahu,


alhasil saat pengumuman itu keluar , Mereka sangat kehilangan dua sosok tersebut ,pasalnya selama bini mereka berdua yang memberi arahan dan masukan untuk semua murid disana , dan mereka sangat menghormati kedua nya


sedangakn dua orang yang meraka bicarakan kini tengah terbang menuju lembah naga , tempat kakek long Wang berada ,


"kita akan kemana Gege.?"tanya Qingzhu yang saat ini tengah terbang di sebelah Xhuhan


"kita akan menuju tempat kakek long di lembah naga"ucap Xhuhan


"kakek long.?, siapa itu Gege.?"tanya Qingzhu penasaran


"kakek long Wang merupakan pemilik pertama darah emas kaisar naga perang , yang merupakan leluhur dari kakek long zi yang memberikan Gege darah emas nya dulu saat berada di wilayah dewa,"ucap Xhuhan menjelaskan siapa itu Long Wang dan apa hubungan dengan dirinya


"jadi begitu, apakah kakek Wang ada di lembah naga sekarang gege.?"tanya Qingzhu


"aku tidak tau Zhu'er , karena Gege merasa kakek Wang sudah tiada, mungkin yang Gege temui sebelumnya merupakan pecahan jiwanya atau bahkan hanya pecahan dari dirinya yang asli, dan untuk dimana saat ini kakek long Wang , Gege sendiri tidak tau"ucap Xhuhan dengan mata merah yang menandakan kerinduan pada sosok itu


"jadi untuk apa gege kesana jika saat ini kakek long Wang tidak ada di sana.?"tanya Qingzhu penasaran


"gege Akan melatih Zhu'er di sana , karena di tempat itu kepadatan Qi nya sangat pekat di sana , dengan begitu kamu akan bisa menembus ranah maha dewa giok secepat nya , setelah itu kita akan berpetualang di daratan utama, karena di sana banyak sekali kekuatan yang lebih besar dari daratan ini , menurut kakek Wang , yang terkuat di sana berada di ranah Mahadewa Giok , tapi tidak tau dengan kekuatan tersembunyi yang ada di sana ,"jawab Xhuhan


"Dan juga Gege akan menaikkan kultivasi Gege satu ranah lagi, agar lebih mudah berpetualang di sana, meskipun dengan kekutan sekarang Gege sudah cukup yakin untuk bisa mengalahkan kekuatan di atas ranah Gege sekarang, dengan menggunakan mode kaisar naga emas yang Gege miliki, tapi Gege akan berjaga jaga takut ada kemungkinan terburuk yang akan kita hadapi nantinya di sana "lanjutnya


meskipun sebenarnya tidak mungkin akan ada kekuatan yang bisa mengalahkan Xhuhan di alam penguasa ini, selain mereka dari alam yang lebih tinggi yang mendiami tempat tertentu di daratan utama ,


itupun sangat kecil kemungkinannya , tapi Xhuhan tetap akan berjaga jaga agar tidak terjadi sesuatu yang membahayakan dirinya terutama sang istri Qingzhu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.